
Setiap momen kehidupan akan berakhir dengan kebahagiaan. Jika kebahagiaan itu belum kita rasakan maka belum ada yang namanya kata AKHIR.
Semua orang yang ada di sana menunggu dengan penuh kekhawatiran, ibu Khansa dan mama Alisha mondar mandir karena mengkhawatirkan keadaan Khansa.
“Bu, duduklah jangan mondar mandir gitu.” Ucap bapak Khansa.
“Iya, mama juga duduklah jika kalian seperti itu yang lain juga akan merasa khawatir.” Tambah papa Arnold.
Anita bangun dari tempat duduknya dan menghampiri mama Alisha.
“Tante, percayalah Khansa akan baik-baik saja.” ucap Anita.
“Iya tapi tante takut juga nit.”
“Sudahlah tante duduk aja dulu ya.” ajak Anita yang menuntun mama Alisha untuk duduk.
Begitu juga Lila yang ikut beranjak dari tempat duduknya dan menuntuk ibu Khansa untuk kembali ke tempat duduknya.
“Tante, Khansa adalah wanita kuat dia akan melewatinya dengan sangat cepat.” Ucap Lila.
Akhirnya ibu Khansa menuruti perkataan Lila dan duduk kembali di tempatnya.
Di dalam ruang persalinan, Kalandra menemani Khansa dengan perasaan was-was. Dia teringat kembali dengan kejadian yang pernah dia alami saat melihat Amelia melahirkan Kenan, namun dia juga ingin tetap berada di sebelah Khansa dan memberinya semangat.
“M,,mas.. jika kamu merasa takut kamu tunggu di luar saja..” ucap Khansa yang mengetahui jika suaminya pernah memiliki trauma.
“Tidak, aku akan tetap menemanimu sayang..” ucap Kalandra yang mempererat genggaman tangannya.
“Terimakasih karena sudah menemaniku mas..”
“Sudahlah jangan banyak bicara, kamu membutuhkan tenaga untuk melahirkan anak-anak kita.”
Khansa hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.
Tidak lama kemudian, dokter kandungan Khansa masuk ke dalam ruang operasi dengan menggunakan pakaian lengkap.
“Selamat siang tuan dan nyonya Kalandra..” sapa dokter tersebut.
“Selamat siang dok.” Balas Khansa dan Kalandra.
“Bagaimana perasaannya nyonya Kalandra, apa ada yang sakit?” tanya dokter.
“Saya hanya merasa mulas dok.”
Dokter tersebut hanya tersenyum mendengar ucapan Khansa. Sebenarnya dokter menawarkan untuk melahirkan dengan melakukan operasi, namun Khansa tetap ingin melahirkan normal karena ingin merasakan bagaimana perjuangan saat melahirkan anak-anaknya.
Akhirnya setelah berjam-jam menunggu, tiba-tiba saja.
Oeekk,,,oeekk..
“Alhamdulillah anak-anak tuan Kalandra sehat-sehat semua dan selamat karena sudah menjadi papi dari putra-putri lucu ini.” ucap dokter tersebut.
“Putra-putri dok?” tanya Kalandra yang terkejut mendengar ucapan sang dokter.
Dokter tersebut hanya tersenyum sambil mengangguk mendengar pertanyaan Kalandra, setelah dibersihkan, kedua bayi itu diberikan kepada Kalandra untuk menggendongnya.
Dengan sangat hati-hati Kalandra menggendong kedua anaknya dan tidak sadar dia meneteskan air matanya.
Kalandra melihat ke arah Khansa yang masih lemas setelah melahirkan.
“Mas, adzani kedua anak-anak kita.” Ucap Khansa.
Kalandra mengadzani kedua anaknya dengan perlahan, Khansa yang melihatnya hanya tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Setelah mengadzani anak-anaknya, Kalandra menghampiri Khansa dan mencium kening istrinya.
“Hikss,, terimakasih karena sudah menderita dan melahirkan dua malaikat yang sangat tampan dan cantik sayang.” ucap Kalandra yang menangis tersedu-sedu.
“Itu adalah kewajibanku untuk memberikanmu malaikat-malaikat yang akan melengkapi kehidupan kita mas. Sudahlah jangan menangis, kamu tidak malu di lihat oleh anak-anakmu.” Ejek Khansa.
“Aku sangat mencintaimu sa, sangat-sangat mencintaimu.” Ucap Kalandra sambil menciumi kening Khansa berkali-kali.
Sedangkan Khansa hanya tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya, ia sangat senang bisa melahirkan dua malaikat yang bisa membuat semua orang bahagia karena kehadiran mereka.
Suara bayi kembar Khansa sangat keras hingga terdengar sampai keluar ruangan dan membuat semua orang yang sedang menunggu di luar merasa lega mendengarnya.
“Alhamdulillah,, akhirnya cucu-cucu pertama kita sudah lahir bu.” Ucap ayah Khansa.
“Iya yah, kita sudah menjadi kakek dan nenek sekarang..”
Semua orang menghela nafas lega mendengar suara tangis bayi yang berasal dari ruang persalinan.
“Selamat ya Kenan, sekarang kamu sudah menjadi abang berarti sekarang Kenan harus mandiri dan menjadi abang yang selalu menjaga adik-adiknya.” Ucap Ryan.
“Sebentar lagi anak kita yang akan lahir sayang.” ucap Riko sambil mengelus perut besar Lila.
“Hikss,, aku sangat senang sekarang aku sudah menjadi tante dan sebentar lagi akan menjadi ibu.” Ucap Lila sambil menangis.
“Ssstt,, sudahlah jangan menangis..” Riko mencoba untuk menenangan Lila yang mulai menangis.
“Sebentar lagi kita juga akan memiliki anak sendiri, benarkan sayang?” Edo mulai menggoda Anita.
“Apaan sih do bikin malu aja deh kamu.” Ucap Anita dengan tersipu malu.
Edo hanya tertawa karena dia berhasil membuat Anita tersipu malu.
Tidak lama kemudian, dokter yang menangani persalinan Khansa keluar dari ruangan persalinan dan diikuti dengan suster yang mendorong Khansa keluar dari ruang persalinan.
“Dok, bagaimana keadaan Khansa?” tanya mama Alisha.
“Alhamdulillah ibu dan kedua bayinya selamat, sekarang nyonya Khansa akan di bawa ke ruang perawatan dan sedang tertidur karena kelelahan setelah melakukan persalinan.”
“Apa jenis kelamin bayi kembarnya dok? Laki-laki atau perempuan?” tanya mama Alisha kembali.
“Laki-laki dan perempuan bu, selamat ya ibu memiliki sepasang cucu yang sangat tampan dan cantik.”
Semua orang yang berada di sana terkejut mendengar perkataan dokter yang mengatakan jika bayi Khansa adalah laki-laki dan perempuan.
“Mama punya cucu perempuan pa, mama bisa mengajaknya jalan-jalan.” Mama Alisha sangat antusias menyambut kehadiran cucunya.
“Jangan nenek, nanti adek Kenan pusing kalo ikut nenek keliling-keliling untuk belanja.” Sahut Kenan yang di susul tawa dari yang lainnya.
“Kamu ini Kenan padahal nenek kan memang mengharapkan untuk berbelanja bersama adik kamu.” Ucap mama Alisha.
“Setelah bayinya di bawa ke ruangan nyonya Khansa, kalian baru bisa menjenguknya. Saya permisi dulu.” Ucap sang dokter lalu pergi meninggalkan keluarga dan kerabat Kalandra.
Setelah beberapa jam, Khansa terbangun dengan perlahan dan melihat keadaan di sekitarnya yang sudah ramai.
“Kemana anak-anakku?” tanya Khansa dengan lemah.
“Khansa kamu sudah bangun?” tanya ibu Khansa.
“Bu, bagaimana keadaan anak-anak Khansa?”
“Mereka baik-baik saja sayang, mereka tampan dan cantik seperti kamu dan Andra.” Ucap ibu Khansa.
Mama Alisha dan ibu Khansa menggendong bayi kembar Khansa dan meletakannya di sisi kanan dan kiri Khansa.
“Yaallah, kalian sangat lucu sekali malaikat-malaikat mami.” Ucap Khansa sambil mencium kedua anaknya secara bergantian.
“Mami, terimakasih ya sudah memberikan adik untuk Kenan.” ucap Kenan dengan tulus.
“Sama-sama sayang,, selamat untuk Kenan karena sekarang sudah menjadi abang.. abang Kenan harus menjaga dan menyayangi adik-adiknya ya sayang..” ucap Khansa.
Kenan tersenyum kepada maminya dan menganggukan kepalanya.
“Oh iya, siapa nama anak-anak kakak?” tanya Rose.
“Mas?” Khansa bertanya kepada suaminya.
“Aku akan menamai mereka. Kenzo Putra Kalandra dan Keyla Putri Kalandra. Ken dan Key.” Ucap Kalandra.
“Ken dan Key? Nama yang bagus.” Ucap Khansa sambil tersenyum kepada suaminya.
“Wah, jadi K family ya..” ucap Rose.
“Mereka benar-benar sangat cantik dan tampan seperti namanya.” Lanjut Rose.
Khansa menatap lekat ke wajah kedua anaknya.
“Alhamdulillah, terimakasih ya Allah karena sudah memberikan kebahagiaan di dalam keluarga ini atas kehadiran mereka. Mami akan selalu menjadi ibu yang baik untuk kalian berdua dan abang kalian sayang.” batin Khansa.
Yee~
selamat menjadi ibu untuk mami Khansa~😍
Untuk kakak-kakak yang sudah menjadi ibu, terimakasih Karena telah memberikan malaikat-malaikat cantik dan tampan untuk dunia ini~💙
Untuk kakak-kakak yang masih berjuang untuk mempunyai malaikat kecilnya, semoga disegerakan untuk menerima hadiah terindah dari Allah~💙
Tenang aja kakak-kakak, insyaallah novel ini Masih akan update setiap hari, dan author akan menceritakan bagaimana ribetnya papi Kalandra mengurus baby kembarnya...🥰