MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (BAIKAN)


Mereka yang terus hidup penuh dengan kekerasan hati akan membawa kedalam kehidupan yang tidak mensejahterakan.




Semua orang sudah pulang ke rumah masing-masing, begitupun dengan Key yang sudah berada di dalam kamar kesayangannya.



“Hah,, lelahnya.” Ucap Key yang sudah berbaring di atas tempat tidurnya sambil mencoba untuk memejamkan matanya.



“*Papi, bagaimana caraku meluluhkan hati papi? Bagaimana caranya membuat papi tidak marah kepadaku lagi? Aku harus berani berbicara dengan papi*.” gumam Key di dalam hatinya.



Key yang sudah yakin dengan keputusannya untuk berbicara dengan papinya segera beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan keluar dari kamarnya untuk menuju ke kamar kedua orang tuanya. Saat Key sudah ada di depan pintu kamar kedua orang tuanya, tiba-tiba saja Key kembali ragu akan keputusan yang sudah di buatnya.



“*Duh, kalo papi bentak-bentak aku gimana dong*?” gumam Key sambil mengigit ibu jarinya karena merasa khawatir.



“Bodo amatlah yang penting usaha dulu ngomong sama papi!” lanjut Key yang akhirnya mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya.



Setelah sekian lama mengetuk pintu, akhirnya pintu terbuka dan terlihat mami Khansa yang ada di balik pintu kamarnya.



“Hai mami.” Sapa Key dengan memamerkan gigi putihnya.



“Key? Kamu ada apa ke sini?” tanya mami Khansa yang sedikit terkejut melihat kehadiran putrinya di depan kamarnya.



“Em,, mi,, emm..” Key tidak tau harus mulai berbicara dari mana.



“Kenapa? Kamu mau ketemu papi?” tanya mami Khansa.



Key yang mendengar pertanyaan maminya langsung terkejut dan tidak lama mengangguk mengiyakan ucapan maminya itu. Melihat anaknya yang mengangguk mami Khansa hanya tersenyum dan membuka pintu kamarnya lebih lebar lagi.



“Masuk lah sayang.” ucap mami Khansa sambil tersenyum ke arah Key.



“Apa papi ada di dalam mi? apa suasana hatinya sedang baik?” tanya Key dengan ragu.



“Jangan banyak tanya Key, masuk dan lihat saja sendiri.” Ucap mami Khansa.



Mami Khansa menyuruh Key untuk duduk di sofa yang ada di kamar papi Kalandra dan mami Khansa, sedangkan mami Khansa berjalan menuju kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi itu.



“Mas, ada seseorang yang sedang menunggumu di dalam kamar kita, cepatlah selesaikan mandimu.” Ucap mami Khansa dengan nada yang sedikit meninggi.



“Siapa sayang?” tanya papi Kalandra dari dalam kamar mandi.



“Kamu lihat saja sendiri nanti, aku sudah menyuruhnya duduk di sofa.” Balas mami Khansa.



Setelah memberitahu papi Kalandra, mami Khansa berbalik dan menghampiri Key kembali sambil tersenyum kepadanya.



“Jangan gugup, papi kamu sangat menyayangi kamu dan mami yakin dia tidak akan kuat marah denganmu.” Ucap mami Khansa.



“Mami, aku tidak pernah berfikir kalau ternyata keberanian dan kebaikanku bisa membuat papi kecewa.” Ucap Key yang merasa bersalah.



“Sayang, keberanian dan kebaikan yang kamu miliki tidaklah salah, papi dan mami sendiri lah yang mengajarimu untuk berani dan menjadi seseorang yang baik hati, jadi jangan pernah menghilangkan keberanian dan kebaikan yang ada pada dirimu oke?” ucap mami Khansa.



“Tapi kenapa papi kecewa sama Key?” tanya Key.



“Karena kita tidak boleh berbaik hati dengan sembarang orang, kita juga harus memilih sayang. sudahlah mami juga tidak tau harus bagaimana cara menjelaskannya kepadamu karena mami juga sangat mirip denganmu waktu itu.” Jelas mami Khansa sambil tersenyum ke arah anaknya.



Ceklek!



Pintu kamar mandi terbuka, papi Kalandra pun keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah memakai pakaian yang lengkap. Key yang melihat papinya sudah keluar dari kamar mandi langsung menelan air liurnya sendiri dan mengumpat di balik tubuh maminya.



“Siapa tamu yang mencariku sayang?” tanya papi Kalandra yang masih belum melihat keberadaan Key yang berada di balik tubuh maminya.



“Anak kesayangan kamu mas.” ucap mami Khansa.



Mami Khansa bergeser ke samping agar suaminya bisa melihat keberadaan Key, setelah papi Kalandra melihat keberadaan Key, Key langsung berdiri dari tempat duduknya sambil memegang tangan maminya dengan erat.



“Aku tinggal buat minuman dulu di bawah ya mas.” Ucap mami Khansa kepada suaminya.



“Mi, mami di sini aja.” Bisik Key yang semakin erat memegang tangan maminya.



“Mami mau memberi kamu dan papi kamu waktu dan tempat untuk berbicara dari hati ke hati sayang.” ucap mami Khansa sambil melepas genggaman tangan anaknya.



Mami Khansa memegang pundak suaminya dan tersenyum manis ke arahnya sebelum akhirnya melewati suaminya dan pergi ke luar dari kamarnya untuk pergi ke dapur dan membuatkan minum untuk Key dan papi Kalandra.



Di dalam kamar, papi Kalandra duduk di kursi yang berada di dekat tempat tidurnya dan Key kembali duduk di sofa yang letaknya berada di hadapan papinya.




“Em, papi, Key mau meminta maaf kepada papi.” Ucap Key dengan tergagap.



“Minta maaf? Memang kamu punya salah apa?” tanya papi yang membuat Key terkejut.



“*Papi ini pinter banget kalo disuruh nyindir orang*.” Gumam Key di dalam hatinya.



“Key salah karena sudah sok berani menghadapi orang yang ingin mencelakai Key tanpa berbicara dengan papi dan mami, Key juga salah karena terlalu baik dengan orang itu.” Ucap Key.



“Lalu?” tanya papi Kalandra.



“Key minta maaf pi, Key ga tahan ngeliat papi yang ngediemin Key terus.” Ucap Key.



“Jadi kamu tau kalau kamu salah?” tanya papi Kalandra.



“Iya pi.”



“Kamu mau ngulang lagi?”



“Engga pi.”



“Papi tidak marah denganmu, papi hanya tidak menyangka anak perempuan papi yang selama ini selalu berbicara mengenai masalah apapun kepada papi dan bertanya solusi untuk mengatasi masalah tersebut, terus tiba-tiba saja papi mendengar kamu melakukan hal yang berbahaya seorang diri, apa kamu fikir kamu ini superhero?” tanya papi Kalandra.



“Bukan pi.” Jawab Key sambil menundukkan wajahnya.



“Kamu tau? Papi memang mengajarkanmu menjadi pemberani tapi bukan berarti kamu harus melakukan semuanya sendiri, selama kamu masih memiliki keluarga dan selama papi dan mami masih hidup, kami berdua tidak suka kalau anak-anak kami berbohong.” Jelas papi Kalandra.



“Iya maafkan Key pi.”



“Sudahlah, kamu keluarlah dan beristirahat karena besok kamu akan kembali masuk kuliah.” Ucap papi Kalandra.



“Papi udah ga marah sama Key?” tanya Key.



“Engga.”



“Serius engga?”



“Key! Jangan ngeselin deh.” tegas papi Kalandra.



"Yeay,, jadi kita udah baikan kan pi?" ucap Key yang langsung berlari memeluk papinya dengan erat.



“Key sayang banget sama papi pokoknya, papi itu papi terbaik sepanjang masa.” Ucap Key dengan nada manjanya.



“Sudahlah, kamu bau belum mandi!” ketus papi Kalandra.



Tidak lama kemudian, mami Khansa masuk ke dalam kamar dan melihat kedua anak dan suaminya yang sedang berpelukan seperti teletubies.



“Ada apa ini?” tanya mami Khansa.



“Hu,, mami kepo deh.” Ejek Key sambil menjulurkan lidahnya.



“Lah, mami tinggal bentar tiba-tiba udah berpelukan aja.” Ejek sang mami.



“Tau nih, anaknya siapa coba sukanya meluk-meluk, nanti mami cemburu.” Balas papi Kalandra.



“Ih mami ga boleh cemburu, papi buat Key aja deh susah nyari yang kayak papi.” Ucap Key.



“Loh terus nak Bernard gimana dong kalo kamu sama papi aja? Ah apa mami kenalin sama anaknya temen mami aja ya.” ucap mami Khansa.



“Mami!! Jangan berani ngelakuin hal itu ya!” ketus Key lalu segera melepaskan pelukannya dari tubuh sang papi lalu pergi meninggalkan kamar orang tuanya.



“Lihatlah mas, anak perempuan kamu sudah besar sekarang, kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya.” Ucap mami Khansa yang melihat kepergian anak perempuannya sambil menyikut perut papi Kalandra dengan perlahan.



\*\*\*



Hai kakak-kakak semua,, author mau Minta maaf yang sebesar-besarnya karena akhir-akhir ini update cuma 1 bab kadang juga ga update huhuhu🥺🙏



akhir-akhir ini author kurang fit dan banyak urusan yg perlu di urus hehe~ tapi author berusaha semaksimal mungkin untuk update lebih dari 1 bab setiap hari kalau mampu🥰



author juga akan membuat novel-novel baru yang membuat hati kakak-kakak semua terombang-ambing kedepannya😁🤭 ditunggu ya~💙