MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (INGIN CEPAT PULANG)


Jadilah pribadi yang menantang masa depan, bukan pengecut yang aman di zona nyaman.



“Tuan kalau tidak ada tugas untuk saya, saya pulang saja untuk menyelesaikan tugas di rumah.” Ucap Jonathan tiba-tiba.



“Apa? Om Jojon kenapa pulang? Kalau om Jojon pulang Lana juga pulang dong.” Rengek Lana.



“Tentu saja, memang kamu mau pulang sama siapa?” ketus Jonathan sambil berdiri menunggu Lana berdiri dari tempat duduknya.



“Aku akan mengantar kalau kamu mau, sekalian aku ingin mengenal keluarga calon adik iparku.” Ucap Harry dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.



Lana yang mendengar ucapan Harry langsung mengubah mimik wajahnya yang tadinya murung langsung tersenyum lebar. Sedangkan Jonathan semakin tidak suka melihat hal itu, dia langsung menarik tangan Lana dan memaksanya untuk berdiri dari tempat duduknya.



“Biar saya saja yang membawanya pulang tuan Harry, saya takut kalau telinga tuan Harry akan meledak karena mendengar ocehannya.” Ucap Jonathan sambil tersenyum yang di paksakan.



Semua orang yang ada di sana termasuk Lana terkejut karena Jonathan memaksa Lana pulang sampai menariknya menininggalkan mereka semua yang ada di sana.



“Dah Key,, sampai jumpa di rumah huhuhu..” ucap Lana dengan nada sedihnya.



Sedangkan Key hanya tercengang sambil melambaikan tangannya ke arah Lana dengan ekspresi yang datar.



“Kenapa kak Jo narik-narik Lana kayak gitu? Biasanya dia kan ga begitu.” Ucap Key yang masik menatap ke arah Lana dan Jonathan.



“Kamu ga paham Key? Itu karena Jo cemburu karena perhatian Lana tertuju kepada Harry.” Balas Bernard.



“Huh, kenapa harus cemburu? Tapi emang bener sih, dokter Harry setampan itu siapa yang tidak menyukainya.” Gumam Key sambil melihat ke arah Harry.



Bernard yang masih bisa mendengar ucapan Key itu langsung melihat ke arahnya yang sedang menatap Harry.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611893845046.jpg)



“Jangan liat-liat!” ucap Bernard sambil menutupi mata Key agar tidak melihat Harry.



“Ih om beruang ini kenapa sih? Aku kan cuma mau liat dokter Harry aja.” Ketus Key.



Bernard hanya diam tidak menanggapi ucapan Key, malah dia menatap Kenan dan Belinda yang menyuruhnya bertemu dengan mereka berdua.



“Kalian ada apa memanggil kami ke sini?” tanya Bernard.



“Ah iya, Kenan bilang kalau Key bisa membuat pakaian dan kami ingin bertanya apakah kamu memiliki stok gaun yang kamu desain sendiri untuk aku pakai besok?” tanya Belinda.



“Kamu membuat pakaian sendiri?” tanya Bernard yang sama-sama terkejut.



“Kan aku sudah pernah bilang sama om beruang kalau aku ingin menjadi model yang menggunakan pakaian yang aku desain sendiri.” Ucap Key kepada Bernard.



“Aku sepertinya ada beberapa gaun di apartment kak, kalau ada waktu setelah ini kakak bisa datang ke apartment kami, tapi jangan bilang papi ya kak karena papi tidak suka aku mendesain kalau kuliahku belum lulus.” Lanjut Key.



“Kamu tenang saja Key, abangmu sudah bilang kalau kamu membuat pakaian sembunyi-sembunyi.” Ucap Belinda.



Di sisi lain, Lana dan Jonathan yang ada di mobil hanya diam tidak berkata apapun karena Lana sangat kesal dengan sikap Jonathan.


“Kamu ini jadi cewe ga bisa apa jaga sikap dikit? Jangan ada yang ganteng dikit langsung terpesona!” ketus Jonathan yang memulai pembicaraan.


“Dih biasa aja kali om Jojon! aku kan cewek, ya wajar lah kalo ada cowok ganteng aku terpesona, aku kan cewek normal!” balas Lana.


“Aku ga suka sama cewek yang mudah terpesona sama laki-laki lain!”


“Aku juga ga pernah berharap om Jojon suka sama aku kok! Jadi ga usah perduliin aku, toh kita bukan siapa-siapa!” ketus Lana.


Lana sangat kesal karena perkataan Jonathan yang menganggapnya wanita yang tidak bisa jaga sikap, padahal selama ini Jonathan tidak pernah memperdulikan Lana.


“Dasar cowok sensian! Selama ini juga dia tidak pernah perduli denganku, kenapa sekarang malah marah-marah, huh menyebalkan!” batin Lana.


“Aish! Aku ini kenapasih malah marah-marah gara-gara Lana ngeliatin cowo lain, malu-maluin aja!” gumam Jonathan di dalam hatinya.


Suasana di dalam mobil mereka menjadi hening dan canggung karena Lana dan Jonathan hanya diam tidak berkata apa-apa sampai di apartment keluarga Kalandra.


Sesampainya di apartment, Lana langsung keluar dari mobil tanpa berkata apa-apa kepada Jonathan dan menutup pintu mobil dengan sangat kencang hingga membuat Jonathan terkejut.


“Buset ni cewek tenaganya gede juga ya.” gumam Jonathan melihat Lana menjauh dari mobilnya.


Lana masuk ke dalam rumah dengan wajah yang cemberut, Lila dan Rose yang sedang berbincang-bincang di ruang tamu melihat Lana yang baru saja masuk ke dalam rumah.


“Lana, kamu kok sendirian? Key mana?” tanya mama Lila kepada anak perempuannya itu namun tidak di gubris.


“Lana kenapa kak Lila?” tanya Rose.


“Entahlah, mungkin ada sesuatu yang membuatnya kesal makanya begitu.” Jelas Lila.


Tidak lama kemudian Jonathan masuk ke dalam dan memberi salam kepada Lila dan Rose dengan sopan.


“Sabar ya nak Jonathan, semoga kamu bisa menghadapi sikap anak tante yang suka berubah tiba-tiba.” Ucap Lila.


Jonathan hanya tersenyum menanggapi ucapan Lila lalu menundukkan kepala dan meninggalkan Lila dan Rose.


“Tante belum tau aja kalau Lana seperti itu karena aku.” Batin Jonathan sambil menepuk keningnya sendiri.




Hari itu Ken mencari keberadaan Audrey karena ingin berbicara dengannya, namun sudah mencari kemanapun tapi tetap saja Ken tidak menemukan keberadaan Audrey.



“Tante Lila, mama Rose, apa kalian melihat Audrey dan Elsa?” tanya Ken kepada Lila dan Rose yang sedang berbincang-bincang di ruang tamu.



“Tidak tuh Ken, coba cari di kamar mereka.” Ucap Rose.



“Baiklah, terimakasih.” Ucap Ken lalu kembali ke atas untuk melihat kamar Elsa.



Ken mengetuk pintu kamar Elsa berkali-kali namun tidak ada jawaban, akhirnya Ken masuk ke dalam karena pintu kamarnya tidak terkunci.



“Kak Ken?” sapa Elsa yang sedang duduk di sofa kamarnya sambil memainkan hpnya.



Ken menatur jari telunjuknya di bibirnya untuk mengisyaratkan Elsa untuk diam karena dia mau memberi kejutan kepada Audrey.



Ken melihat Audrey sedang meniup balon cairnya seperti anak kecil, Ken menatap wajah Audrey yang polos tanpa make up sedikitpun dari samping.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611893845042.jpg)



“*Tanpa make up saja dia sudah sangat cantik*.” Gumam Ken di dalam hatinya.



Setelah beberapa lama menatap Audrey tanpa berbicara akhirnya Ken menyapanya.



“Audrey.” Panggil Ken.



Audrey yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh dan menghentikan aktifitasnya.



“Ken? Kamu sejak kapan ada di sini?” tanya Audrey.



“Dari tadi tau, kamu aja yang ke asikan main balon.” Ucap Ken.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1611893845050.jpg)



“Ada apa? Kamu nyari aku ya?” tanya Audrey.



“Iya aku dari tadi nyari kamu, aku mau mengingatkan kalau besok setelah acara abang Kenan dan kak Belinda, kita harus kembali ke paris.” Ucap Ken.



“Ada apa? Apakah ada sesuatu yang terjadi di sama?” tanya Audrey.



“Tidak, tidak ada masalah apapun hanya saja aku ingin cepat-cepat menyelesaikan kerjasamaku dengan perusahaan papamu agar aku bisa kembali ke Indonesia dan menghadiri pernikahan abangku.” Jelas Ken.



“Ah secepat itu ya? kamu sebentar lagi akan kembali ke Indonesia, lalu aku akan kesepian di sana.” Ucap Audrey dengan nada sedihnya.



“Kenapa kamu kesepian? Kan ada anaknya aunty Anita, bukankah kalian berteman?” tanya Ken.



“Tapi kami tidak sedekat itu Ken. Oh iya ngomong-ngomong masalah aunty Anita, kenapa dia tidak ikut kemari?” tanya Audrey.



“Sebenarnya aunty Anita dan om Edo sudah berangkat lebih dulu, tapi mereka langsung transit dan kembali ke Paris karena ada pasien VIP yang tiba-tiba kritis. Tidak ada yang berani menyentuh pasien VIP tanpa ijin dari aunty Anita.” Jelas Ken.



Audrey hanya menganggukan kepalanya mendengar penjelasan dari Ken dan kembali murung karena memikirkan kalau dirinya akan kesepian di Paris.



“*Kamu tenang saja Audrey, aku ingin cepat-cepat menyelesaikan kerja sama dengan perusahaan papimu karena aku ingin cepat-cepat membuktikan kepada papi kalau aku bisa membuat perusahaanku sendiri dan menghasilkan uang sendiri agar aku bisa menikah denganmu sama seperti abang Kenan dan Key yang sebentar lagi akan menikah*.” Gumam Ken di dalam hatinya.