
Ironisnya, orang yang humoris pun terkadang tidak tau bagaimana cara untuk menghibur dirinya sendiri.
Hari sudah mulai gelap, acara pertunangan Kenan dan Belinda sudah selesai, keluarga Kalandra memutuskan untuk menginap di rumah keluarga Bernard karena memang mereka memiliki banyak kamar di rumahnya.
Kenan tidur bersama kedua adik laki-lakinya yaitu Ken dan Rey, Elsa tidur bersama Audrey karena kebetulan umur mereka sama dan itulah yang membuat mereka mudah akrab satu sama lain.
Di dalam kamar, Key dan Lana baru saja selesai membersihkan diri dan mengganti baju mereka menggunakan baju tidur.
Lana yang sedang berkaca sambil menggosokkan handuk di kepala untuk mengeringkan rambutnya itu melihat Key dari pantulan kaca, Lana melihat kalau sahabatnya itu sedang duduk di atas kasur sambil menatap lurus dengan tatapan kosong, Lana tau kalau Key sedang memikirkan sesuatu dan akhirnya Lana bertanya kepada Key.
“Key, kamu baik-baik saja kan?” tanya Lana yang sibuk mengeringkan rambutnya.
“Baik-baik saja kok Lan.” Ucap Key.
Lana tau betul kalau sahabatnya itu sedang memiliki banyak masalah, Lana sudah bersahabat dengan Key sejak kecil, dan kebetulan Lana memiliki sikap yang bertolak belakang dengan Key jadi mereka jarang sekali bertengkar dengan masalah-masalah sepele.
“Key, kamu tau bukan kalau aku tau betul jika kamu sedang berbohong, jadi jangan pernah mencoba untuk membohongiku.” Ucap Lana sambil menaruh handuk yang ada di tangannya dan berjalan menghampiri Key yang ada di atas tempat tidur.
“Aku tidak apa-apa Lan, aku baik-baik saja.” ucap Key yang masih berusaha untuk mengelak.
“Key..” ucap Lana dengan tatapan mengintimidasi.
“Aku memang tidak bisa merahasiakan apapun kepadamu Lan.” Ucap Key dengan senyum yang di paksakan.

Lana duduk di hadapan Key dan dengan setia mendengarkan cerita sahabatnya itu, Key akhirnya menceritakan semuanya kepada Lana tentang Elsa yang berbicara kepadanya. Lana terkejut mendengar ucapan Key, karena selama ini dia mengenal Lana sebagai gadis periang yang sepertinya tidak memperdulikan hal-hal seperti itu.
“Elsa? Elsa berbicara seperti itu?” tanya Lana tidak percaya.
“Hm, dia bicara seperti itu padaku. Aku juga terkejut mendengar ucapannya saat itu, maksudnya selama ini aku tidak tau kalau dia cemburu terhadapku.” Ucap Key.
“Apa tidak sebaiknya kamu berbicara kepadanya? Aku akan menemanimu.” Ucap Lana.
“Untuk apa kamu menemaniku? Memang kamu kira aku anak kecil?” tanya Key.
“Ya mungkin kamu membutuhkan dukungan.”
“Aku tidak ingin masalah semakin panjang karena aku membawamu! Yang ada nanti kita di kira melabrak gadis kecil.” Ucap Key.
Tok..tok..tok..
Di tengah pembicaraan Key dan Lana, tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu kamar mereka dan membuat keadaan di dalam kamar hening seketika.
“Key, siapa yang mengetuk pintu? Apa jangan-jangan Elsa mendengar pembicaraan kita?” tanya Lana dengan berbisik.
“Aku juga tidak tau siapa yang mengetuk, emang kamu kira aku ini paranormal bisa tau siapa yang mengetuk!” balas Key.
“Buka sana.” Ucap Lana.
Key hanya menatap tajam ke arah Lana dan beranjak dari tempat tidurnya untuk membuka pintu dan melihat siapa yang mengetuk pintu kamar mereka.
“Ken!?” ucap Key dengan nada yang sedikit terkejut.
“Ada apa kamu kemari?” tanya Key.
“Siapa Key?” tanya Lana yang masih berada di atas tempat tidurnya.
“Ken.” Jawab Key dengan singkat.
“Ada apa? Apakah kamu ingin membicarakan sesuatu?” tanya Key.
“Bisa di bilang begitu.” Ucap Ken.
Akhirnya Key berpamitan kepada Lana untuk berjalan-jalan sebentar di luar bersama dengan Ken, setelah meminta ijin kepada sahabatnya itu, Key langsung pergi meninggalkan sahabatnya sendiri di dalam kamarnya.
“Key, kamu tau bukan kalau saudara kembar itu memiliki insting yang kuat, aku tau betul kalau kamu sedang ada masalah.” Ucap Ken.
Key menoleh ke arah Ken tanpa berbicara apapun lagi dan menatap lurus ke depan.
“Siapa namanya Ken? Aku belum sempat berkenalan dengannya karena terlalu sibuk mengurus acara abang dan kak Belinda.” Ucap Key mengalihkan pembicaraan.
“Audrey, namanya Audrey. Tunggu! Kamu kenapa jadi mengalihkan pembicaraan!? Cepat jawab aku, kamu ini sebenarnya ada masalah apa?” tanya Ken.
“Emm,, aku.. aku hanya merasa kalau kamu, abang dan Rey terlalu mengkhawatirkanku.” Ucap Key.
“Tentu kami mengkhawatirkanmu Key!”
“Tapi Elsa juga adik kita Ken, harusnya kamu, abang dan Rey juga menjaganya. Tapi kalian ini selalu saja lebih mengekangku!” ketus Key.
“Kata siapa? Abang sudah mengutus aku dan Rey untuk menjaga Elsa! Bahkan kami harus selalu mengirimkan video dengan siapa Elsa berbicara dan lain-lain. Sedangkan kamu? Abang hanya mendapat informasi mengenai dirimu dari Lana, itupun abang selalu mendapatkan kabar kalau kamu di kerjai oleh teman kampusmu.” Tegas Ken.
“Kamu mengirimkan video Elsa kepada abang?” tanya Key tidak percaya.
“Iya! Setiap jam! Saat aku dan Rey sedang di dalam kelas pun kami bergantian ijin ke kamar mandi hanya untuk memantau Elsa!”
“What! Aku ga percaya ternyata abang segitunya banget.” Ucap Key.
“Abang itu sayang sekali sama kita, terlebih kamu dan Elsa karena kalian perempuan!”
“Tapi di hadapanku kalian ini selalu saja bawel dan selalu berlebihan kalau ada sesuatu yang terjadi kepadaku.”
“Karena kamu berbeda dari Elsa Key, Elsa selalu berbicara tentang kejadian yang di alaminya baik maupun buruk, sedangkan dirimu tidak. Kamu selalu menutupi hal buruk yang sudah terjadi kepadamu, maka dari itu kami selalu berlebihan agar kamu merasa kalau kami ada untukmu dan kami siap mendengar ceritamu kapan pun.” Jelas Ken.
“Tapi apa kalian pernah berfikir kalau sikap kalian yang seperti itu membuat salah satu pihak merasa cemburu.” Ucap Key.
“Tau, aku tau semua dari abang. Elsa juga cerita sama abang waktu di pesawat dana bang yakin perubahan sikapmu tadi saat di halaman itu karena kamu tidak ingin menyakiti hati Elsa.” Ucap Ken.

“Kamu tau Key, menurutku memiliki sedikit rasa egois di dalam diri kita juga tidak masalah. Jangan berusaha untuk membuat orang lain bahagia sedangkan kamu sendiri juga tidak bahagia.” Ucap Ken.
“Kamu salah Ken! Mungkin kata-kata itu pantas untukmu karena kamu berada di dunia yang mengharuskan kamu untuk egois dan tidak mempercayai siapapun, tapi tidak denganku! Aku tidak ingin menjadi orang egois yang bahagia di atas penderitaan orang lain, terlebih lagi orang itu adalah orang yang aku sayang.” ucap Key.
“Terserah padamu, tapi percayalah kalau rasa sayang kami bertiga kepada kamu dan Elsa itu sama hanya cara penyampaiannya saja yang berbeda.” Ucap Ken lalu melangkahkan kakinya menjauh dari Key.
Baru beberapa langkah, Ken kembali berbalik ke arah Key dan menatap saudara kembarnya itu lumayan lama.
“Ada apa? Kenapa kamu melihatku seperti itu?” tanya Key.
“Menurutku kak Bernard orang yang baik! Dia sangat tulus memperhatikan dan menjagamu.” Ucap Ken lalu berlari meninggalkan Key sendiri.
Key yang melihat saudara kembarnya itu lari meninggalkannya hanya bisa menghela nafas panjang dan berjalan secara perlahan.
Di sisi lain, ternyata ada seseorang yang mendengar pembicaraan Key dan Ken dengan wajah yang terkejut dan merasa bersalah.
“*Jadi selama ini mereka semua sangat menyayangiku? Bodoh sekali aku yang menganggap jika mereka tidak memperdulikanku,, hikss*.” Gumam Elsa di balik pepohonan yang ada di sana sambil meneteskan air mata karena merasa bersalah kepada ke empat kakaknya.