
Hal yang paling menyakitkan adalah kehilangan jati dirimu saat kau terlalu mencintai seseorang, serta lupa bahwa sebenarnya kau juga spesial.
“Lana, tante minta tolong kamu dan Jonathan untuk membeli bunga ya?” perintah mama Bernard kepada Lana.
“Oh iya tante, bunga apa ya?” tanya Lana.
“Bucket bunga apa aja deh yang terlihat cantik, tante mau memberikan mami Key bucket bunga yang cantik.” Ucap mama Bernard.
“Siap tante, kalau masalah itu serahkan saja kepada Lana.” Ucap Lana membanggakan diri.
Key yang mendengar ucapan mama Bernard dan Lana yang mau memberikan maminya bunga langsung menghampiri mereka.
“Belikan bucket bunga warna biru aja ya Lan, mami suka sekali dengan mawar biru.” Ucap Key.
“Wah benarkah? selera yang bagus sekali.” puji mama Bernard yang di balas senyuman oleh Key.
“Tapi di mana om Jojon tante?” tanya Lana.
“Yaampun Lan, di rubah lah panggilannya.. geli tau denger kamu manggil om Jojon.” Protes Key.
“Ih protes aja sih Key, suka-suka aku dong anggep aja itu panggilan sayang aku.” Ketus Lana yang tidak mau kalah dengan sahabatnya itu.
Key hanya menghela nafas panjang, dia tidak mau meladeni sahabatnya itu, karena jika sudah berurusan dengannya masalahnya akan semakin rumit.
“Sudah sudah, Lana coba kamu cari Jonathan di ruang kerja Bernard.” Ucap mama Bernard.
“Baiklah tante, Lana mencari om Jojon dulu ya..” ucap Lana lalu pergi meninggalkan Key dan mama Bernard untuk mencari Jonathan.
Tok,,tok,,tok..
Lana mencoba untuk mengetuk pintu ruang kerja Bernard dengan perlahan, karena dia takut jika ternyata yang ada di ruang kerja itu hanya Bernard bukan Jonathan.
Ceklek..
Pintu ruang kerja Bernard terbuka secara perlahan, Lana yang menyadari hal itu langsung mengintip mencoba untuk melihat siapa yang membuka pintu.
“Ada apa?” tanya Jonathan yang baru saja membuka pintu.
“Eh om Jojon ada di sini ternyata, tante nyuruh Lana dan om Jojon untuk membeli bucket bunga yang akan di berikan kepada mami Key.” Jelas Lana.
“Lalu?”
“Lalu? Pertanyaan macam apa itu? Kalau di suruh ya berarti kita harus pergi sekarang juga karena kita tidak boleh terlambat bukan?” tanya Lana.
“Ah iya tunggu sebentar aku ijin ke tuan bernard dulu lalu mengganti baju di kamar.” Ucap Jonathan sambil menutup pintu kembali.
“Huh dasar es batu! Dingin amat sih jadi orang! Awas jomblo seumur hidup lu!” gumam Lana yang merasa kesal dengan sikap cuek Jonathan.
Tidak lama kemudian, Jonathan kembali membuka pintu yang membuat Lana terkejut akan hal itu. Dengan cueknya Jonathan keluar dan pergi ke kamarnya tanpa memperdulikan Lana yang dari tadi menunggu di depan.
“Aish! Lama-lama bisa stress aku kalo selalu bertemu dengan laki-laki seperti om Jojon, untung ganteng kalo engga paling udah Lana tending tuh bokongnya!” ketus Lana.
“Kamu ini ngomel ke siapa Lan?” tanya Bernard yang baru saja keluar dari ruang kerjanya tanpa di sadari oleh Lana.
“Astagfirullah! Om Bernard ini mau bikin jantung Lana copot ya!? dateng ga bilang-bilang tiba-tiba ngomong.” Ucap Lana.
“Ga atasan ga asistennya sama aja, sama-sama nyebelin!” ketus Lana yang melangkahkan kakinya untuk meninggalkan ruang kerja Bernard.
“Eh tunggu Lana!” ucap Bernard yang membuat langkah kaki Lana terhenti.
Lana menghentikan langkah kakinya dan membalikkan badannya melihat Bernard yang memanggilnya.
“Ada apa lagi?” tanya Lana.
Bernard berjalan menghampiri Lana untuk bertanya sesuatu kepadanya.
“Aku mau bertanya.” Ucap Bernard.
“Apaan om?”
“Aku mau membatalkan perjanjianku dengan Key karena aku mau menjalin hubungan yang beneran sama Key. Menurut kamu apa Key akan menerimaku?” tanya Bernard.
“Apa!? Jadi om Bernard suka sama Key? Yaampun ini kabar yang sangat mengejutkan! Sebenarnya Lana juga kurang tau apakah Key menyadari perasaannya kepada om Bernard atau engga, tapi yang Lana lihat akhir-akhir ini dia selalu tersenyum setiap kali menceritakan tentang om Bernard, dan selalu kesal setiap kali ada wanita lain yang mendekati om Bernard. Jadi om Bernard bisa menilai sendiri apakan Key menyukai om atau tidak.” Jelas Lana.
“Lalu? Apa yang harus aku berikan kepadanya? Bunga? Atau perhiasan?” tanya Bernard.
“No! mungkin memang wanita ingin di perlakukan seperti itu dengan pasangannya, tapi sekarang om Bernard tidak usah memberikan apapun kepada Key, yang penting om Bernard nyatakan dulu perasaan om Bernard karena ini adalah hal pertama untuk Key ada yang mengutarakan perasaannya, jadi jangan bikin Key ilfeel saat pertama kali mendengar pernyataan cinta om Bernard.” Jelas Lana.
“Terimakasih masukannya ya Lan, aku akan mentraktirmu makan enak nanti.” Ucap Bernard lalu pergi meninggalkan Lana.
“*Ternyata mereka saling mencintai satu sama lain toh,, senangnya*..” gumam Lana lalu pergi untuk menyusul Jonathan di kamarnya.
“Aku menyukaimu!” teriak Bernard yang membuat langkah kaki Key terhenti.
Langkah kaki Key terhenti seketika karena ucapan Bernard yang membuatnya terkejut. Key segera membalikkan badannya melihat ke arah Bernard dengan wajah terkejutnya.
“Apa maksud om beruang?” tanya Key.
“Aku menyukaimu!” Bernard mengulangi perkataannya.
“Jangan bercanda om, Key lagi ga mau bercanda!” ketus Key.
Bernard yang mengerti kalau Key hanya menganggap ucapannya hanya candaan itu langsung menghampiri Key dan menggenggam kedua tangannya.
“Aku benar-benar menyukaimu Key, aku mau kita melupakan perjanjian kita karena aku ingin memiliki hubungan yang nyata bukan di atas perjanjian.” Ucap Bernard.
“Tapi Key takut kalau nanti om beruang akan meninggalkan Key bersama wanita lain.” Ucap Key.
“Tidak akan karena aku sudah yakin dengan perasaanku kepadamu!” tegas Bernard.
Key hanya tersenyum tanpa mengucapkan sepatah katapun. Bernard yang melihat Key hanya diam tanpa berbicara apapun itu langsung memegang pundak Key dan menatap dalam ke matanya.
“Apa kamu tidak mau kalau hubungan kita menjadi kenyataan? Apa kamu lebih senang kalau kita terlibat hubungan di atas perjanjian? Apa kamu ga capek?” tanya Bernard dengan serius kepada Key.
“Em,, boleh ga kalau Key mikir-mikir dulu?”
“Ih ga boleh! Harus mau titik.”
“Ih terus buat apa nanya kalo ujung-ujungnya di paksa.” Ketus Key.
“Biarin! Pokoknya mulai hari ini kamu adalah pacarku jadi kamu ga boleh macem-macem sama orang lain di luar sana.” Ucap Bernard sambil mencium kening Key lalu pergi meninggalkan Key sendirian.
Key terkejut dengan perlakuan Bernard yang tiba-tiba menciumnya, Key langsung memegang keningnya membalikkan badan melihat Bernard yang sedang berjalan menjauh.
“Dasar beruang jelek… main sosor aja sih!” teriak Key yang tidak di gubris oleh Bernard.
Setelah melihat Bernard sudah berjalan menjauh, Key tersenyum dan memegang dadanya yang sudah berdegup kencang.
“Ah,, kenapa jantungku berdebar begini sih.” Gumam Key dengan senyum yag mengembang di wajahnya karena mengingat bagaimana Bernard mencium keningnya.
“Key! Kamu ini tante cariin juga.” Panggil mama Bernard tiba-tiba hingga membuat Key terkejut.
“Eh tante, ada apa nyari Key?” tanya Key.
“Kamu sakit Key? Kenapa wajah kamu merah?” tanya mama Bernard sambil meletakkan punggung tangannya di kening Key.
“Eh? E,,engga kok tante, Key baik-baik saja kok.” Ucap Key yang gugup seketika sambil melepaskan tangan mama Bernard yang berada di keningnya.
“Sudah ayo tante kita masuk ke dalam, di luar panas banget.” Ucap Key sambil menggandeng tangan mama Bernard.
“Ha? panas dari mana? Di sini sudah mendekati musim dingin loh Key..” ucap mama Bernard heran.
Key tidak membalas ucapan mama Bernard lagi, Key sudah terlalu gugup untuk mencari alasan. Di dalam Key membantu para pelayan mengatur kursi dan dekorasi rumah, mama Bernard yang melihat Key sangat teliti dengan pekerjaannya itu sangat senang dan sangat menyukai sifat yang di miliki oleh Key.