
Kita lebih memikirkan kemungkinan buruk di masa depan yang belum tentu terjadi dan menelantarkan hari ini yang benar terjadi.
Tidak lama kemudian, dokter perempuan suruhan Harry datang Dan bertemu dengan Harry di depan apartment Bernard lalu naik bersama dengan Harry.
“Bernard!” teriak Harry sambil mengetuk pintu apartment Bernard.
Bernard yang mendengar kedatangan Harry segera berlari untuk membukakan pintu untuk Harry.
“Harry!” ucap Bernard dengan wajah paniknya.
Harry yang melihat wajah sepupunya itu sangat panik itu langsung merangkulnya mencoba untuk menenangkannya.
“Santai Bernard, ini adalah dokter yang aku suruh untuk menangani Key dan kamu bisa tenang karena dia adalah dokter untuk pasien VIP jadi dia terbiasa untuk menutup telinga dan mata dengan apa yang dia dengar atau dia lihat.” Jelas Harry yang membuat Bernard sedikit lebih tenang.
“Dimana pasiennya?” tanya dokter wanita itu.
“Ada di kamar itu, tolong gantikan bajunya dulu karena tadi saya merendamnya di dalam bath up karena dia mengeluh kepanasan. Saya sudah menyiapkan kemeja saya di atas kasur, kamu bisa memakaikannya itu.” Jelas Bernard yang langsung di balas anggukan oleh dokter tersebut.
Dokter tersebut langsung melangkahkan kaki ke dalam kamar dan menutup rapat pintu kamar tersebut untuk menggantikan pakaian Key.
“Bernard, bagaimana bisa kamu menahannya?” tanya Harry.
“Menahan apa?” tanya Bernard yang tidak mengerti.
“Adik kecilmu! Bagaimana bisa kamu tidak melakukan apapun pada gadis yang sedang tidak sadarkan diri itu?” tanya Harry dengan berbisik.
“Sial! Tentu saja tidak, aku ini tidak mau menodai gadis polos seperti Key, terlebih lagi kalau dia itu adalah calon isriku, kalau dia malah membenciku setelah aku melakukan yang tidak-tidak bagaimana?” ketus Bernard.
“Kamu benar-benar mencintainya ya hahaha.” Ejek Harry yang tidak di gubris oleh Bernard.
Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka dan dokter yang tadi memeriksa keadaan Key menghampiri mereka.
“Tuan, kekasih anda sudah di berikan obat perangsang di dalam minuman atau makanannya yang membuatnya kepanasan dan tidak sadar dengan apa yang sedang di lakukannya. Saya sudah memberinya obat penennang agar dia bisa tidur dengan nyenyak malam ini, saya juga sudah menaruh beberapa obat yang akan meringankan pusingnya ketika dia bangun nanti.” Ucap dokter tersebut sambil memberikan sebotol obat kepada Bernard.
“Terimakasih dok dan saya mohon untuk tidak memberitau siapapun tentang hal ini ya.” ucap Bernard sambil mengambil obat yang di berikan oleh dokter tersebut.
“Mari saya antar dok.” Ucap Harry.
“Tidak usah dokter Harry, saya bawa mobil sendiri. Lebih baik kalian mencari tau siapa yang menyebabkan kekasih tuan Bernard seperti itu, karena dari dosis yang di berikan kepada gadis itu saya rasa dia memang memiliki niat untuk membahayakan gadis itu.” Ucap dokter wanita itu lalu pergi meninggalkan apartment Bernard.
Harry langsung kembali masuk ke dalam apartment Bernard dan melihat keadaannya.
“Bagaimana? Apa Key masih mengeluh kepanasan?” tanya Harry.
“Tidak, dia sudah tidak mengeluh apapun lagi dia sudah tertidur nyenyak. Terimakasih Harry, maaf sudah merepotkanmu.” Ucap Bernard.
“Walaupun kita sering bertengkar, tapi aku akan tetap membantumu kalau kamu sedang dalam masalah karena aku yakin kamu juga akan begitu bukan?” ucap Harry sambil menepuk pundak sepupunya itu.
“Oh iya Bernard, apa kamu tau Key punya musuh atau musuh keluarganya?” tanya Harry.
“Kenapa kamu bertanya begitu?”
“Aku yakin kalau kejadian ini memang di sengaja untuk membuat Key di permalukan di pesta itu.” Ucap Harry.
“Kamu benar Harry, tapi aku tidak tau apakah Key memiliki musuh atau tidak. Dan untuk musuh keluarganya sepertinya juga tidak karena tidak ada yang tau kalau Key adalah anak dari tuan Kalandra.” ucap Bernard.
“What?! Jadi kekasihmu ini anak kembar yang selama ini di sembunyikan oleh keluarga Kalandra? Really?” tanya Harry yang juga terkejut dengan kebenaran itu.
“Iya, dan aku harap kamu tidak akan memberi tau siapapun tentang hal ini!” tegas Bernard.
“Oh iya, aku ingin kamu memeriksa cctv hotel untuk melihat siapa yang mendekati Key selama pesta di mulai.” Ucap Bernard.
Akhirnya Harry segera berpamitan untuk pergi dan meninggalkan Bernard dan Key di apartmentnya.
Melihat kepergian Harry, Bernard langsung melihat keadaan Key yang sedang tertidur di dalam kamarnya. Bernard duduk di tepi tempat tidurnya dan mengelus pipi Key dengan sangat lembut.
“Aku tidak akan melepaskan orang yang sudah berniat untuk membuatmu celaka! Aku juga berjanji kalau kejadian ini tidak akan terjadi lagi. Maafkan aku!” ucap Bernard dengan tangan yang masih berada di pipi Key.
Saat Bernard ingin melepaskan tangannya dari pipi Key, tiba-tiba saja Key menahan tangan Bernard dan membuka matanya untuk melihat Bernard yang sedang berada di hadapannya.
“Om beruang, bisakah kamu menemaniku tidur di sini?” tanya Key yang membuat Bernard terkejut.
“Key, kamu masih tidak sadarkan diri lebih baik kamu tidur saja.” ucap Bernard.
“Tidak om beruang, aku sudah sedikit lebih baik dan aku ingin om beruang menemaniku di sini.” Ucap Key.
Bernard akhirnya naik ke atas kasur dan berbaring di sebelah Key, sebelum itu Bernard sudah mengirimkan pesan kepada Kenan jika dirinya membawa Key ke rumahnya dan menginap di rumahnya.
Key tiba-tiba memeluk tubuh Bernard dengan erat sambil menangis dan membuat Bernard khawatir.
“Kamu kenapa Key? Apakah ada yang sakit?” tanya Bernard.
“Hikss,, aku takut om beruang aku tidak tau siapa yang berniat jahat kepadaku, aku sudah mendengar semua ucapan om beruang dan dokter itu tadi, aku tidak tau siapa yang mau membuatku celaka om, aku hanya ingat kalau ada wanita yang menabrakku dan memberikan minuman kepadaku untuk permintaan maaf.” Jelas Key.
“Jadi yang memberimu minuman seorang wanita?” tanya Bernard yang di balas anggukan oleh Key.
Bernard semakin mempererat pelukannya kepada Key dan mengelus rambut halus Key agar membuat Key lebih tenang.
“Sudahlah, aku akan menjagamu aku akan mencari siapa wanita yang sudah membuatmu seperti ini.” ucap Bernard.
“Apa dia akan kembali untuk menyelakaiku?” tanya Key.
“Tidak, aku tidak akan membiarkannya menyakitimu lagi. Apa perlu kita mempercepat pernikahan kita agar aku bisa selalu bersamamu?” tanya Bernard.
Key memukul tubuh Bernard dan memanyunkan bibirnya.
“Tidak! Abang dan kak Belinda dulu yang menikah baru kita.” Ucap Key.
“Aku sangat menyayangimu Key!” ucap Bernard.
“Aku juga menyayangimu om beruang.” Balas Key dengan malu-malu.
“Sudahlah tidur, besok pagi aku akan membuat masakan yang enak untukmu.” Ucap Bernard.
“Memang om beruang bisa memasak?” tanya Key.
“Jangan meremehkanku! Aku ini hebat dalam segala macam hal.” Ucap Bernard.
“Iya iya deh om beruang. Oh iya jangan bilang kepada keluargaku ya om beruang, mereka akan sangat khawatir jika mengetahui hal itu dan mungkin akan mengutus pengawal untuk mengikutiku selama 24 jam.” Ucap Key.
Bernard mengangguk mengiyakan permintaan Key dengan senyum terpaksa.
“*Aku tidak berjanji Key, akan lebih baik jika keluargamu tau kalau kamu sedang di incar oleh orang jahat agar mereka semakin memperketat penjagaanmu*.” Batin Bernard sambil mempererat pelukannya di tubuh Key.

Setelah memastikan Key sudah tertidur nyenyak, dengan perlahan Bernard melepaskan pelukan Key di tubuhnya dan beranjak dari tempat tidur untuk tidur di sofa kamarnya agar Key tidak bingung mencari keberadaannya saat dia bangun nanti.