
Bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, bisa jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu.
Kenan dan Belinda sudah berada di depan rumah Ryan untuk mengenalkan Belinda kepada mereka.
“Apa kamu siap bertemu dengan papa dan mama ku?” tanya Kenan sambil menoleh ke arah Belinda.
Belinda menghela nafas panjang untuk mengontrol kegugupannya, Kenan yang mengetahui akan kegugupan Belinda itu segera menggenggam tangan Belinda dengan erat untuk mengurangi kegugupannya.
“Ayo masuk.” Ajak Kenan yang di balas anggukan oleh Belinda.
“Assalamualaikum..” ucap Kenan dan Belinda.
“Waalaikumsalam..” jawab Elsa yang sedang fokus dengan laptopnya di ruang tamu.
“Abang!” teriak Elsa yang terkejut melihat kedatangan abangnya dengan seorang wanita cantik.

“Di mana papa dan mama?” tanya Kenan.
“A,,ada di atas. Sebentar Elsa panggil dulu.” Ucap Elsa lalu segera berjalan ke atas untuk memanggil orang tuanya.
Setelah beberapa menit, Elsa kembali ke bawah bertemu dengan Kenan dan Belinda.
“Abang, apakah abang di rumah ini adalah tamu? Kenapa ga duduk?” ketus Elsa.
“Abang lupa, oh iya kenalkan ini Belinda pacar abang dan Bel ini Elsa adik perempuanku.” Ucap Kenan memperkenalkan mereka.
“Cantik sekali, tapi sepertinya kita pernah bertemu bukan?” ucap Belinda yang mengingat wajah Elsa.
“Tentu saja pernah bertemu di rumahku saat aku menyuruhmu datang saat Bernard juga ada di sana.” Ucap Kenan.
“Ah iya kamu benar, tapi dia selalu sama mami jadi kami tidak banyak berbicara.” Ucap Belinda dengan senyum manisnya.
“Hai kak Belinda, aku Elsa adiknya abang Kenan tapi karena kak Belinda adalah pacar abang berarti Elsa juga adiknya kak Belinda.” Ucap Elsa.

Belinda menghampiri Elsa dan memeluk tubuh mungilnya, begitu pula Elsa yang membalas pelukan dari Belinda.
“Ehem,, jadi sampai kapan kalian berpelukan seperti itu?” tanya Kenan sambil berdehem.
“Cih, abang ini selalu saja mengganggu suasana.” Ketus Elsa.
“Sudahlah ayo kita duduk dulu, Elsa kamu suruh pelayan membuat minuman untuk kami dan bawakan kemari ya..” perintah Kenan.
“Abang ini suka seenaknya emang kalo nyuruh-nyuruh orang.” Protes Elsa.
Elsa pergi ke dapur untuk memberi tau pelayan untuk membuatkan minuman untuk Kenan dan Belinda, tidak lama setelah kepergian Elsa, papa Ryan dan mama Rose turun ke bawah menemui Kenan dan Belinda.
Kenan dan Belinda yang melihat kedatangan papa Ryan dan mama Rose langsung berdiri untuk memberi salam kepada mereka.
“Selamat siang pa, ma.” Sapa Kenan lalu menghampiri mereka dan memeluk orang tuanya secara bergantian.
“Kamu ini kenapa baru mengunjungi kami sekarang?” tanya papa Ryan.
“Kenan sibuk pa, sedang banyak pekerjaan di perusahaan.” Jelas Kenan.
“Sesibuk-sibuknya kamu harusnya tetap mampir ke mari untuk melihat keadaan orang tuamu.” Tegas papa Ryan.
“Siap pa siap!” balas Kenan sambil hormat kepada papanya.
“Sudahlah kalian ini malu tuh di lihat sama wanita cantik yang ada di sana.” Ucap mama Rose.
“ Sudahlah jangan perdulikan mereka berdua, duduklah. Kamu pasti Belinda ya?” tanya mama Rose kepada Belinda.
“Tante kok bisa tau?” tanya Belinda yang terkejut karena mama Rose mengenalnya.
“Tentu saja tau, mami Khansa yang memberitau tentangmu.” Ucap mama Rose.
Belinda hanya mengangguk mengerti sambil tersenyum ke arah mama Rose.
Akhirnya mereka berdua menuruti perintah mama Rose untuk duduk di sofa.
“Jadi ada apa kalian kemari? Melihat Kenan yang selalu sibuk dengan pekerjaannya jadi tidak mungkin kalian kemari hanya untuk mengunjungi kami bukan?” selidik mama Rose.
“Mama memang selalu mengetahui maksud Kenan.” ucap Kenan sambil memamerkan gigi putihnya.
Elsa datang membawa dua minuman dingin dan menaruhnya di atas meja untuk abangnya dan Belinda.
“Itu bukan karena mama mengetahui maksud abang, tapi karena abang memang selalu datang saat ada maunya aja sampe mama hafal.” Sambung Elsa sambil melirik tajam ke arah Kenan.
Setelah berbicara seperti itu, Elsa duduk di sebelah papanya dengan tangan yang di silangkan di depan dadanya.
“Anak kecil jangan ikutan ga baik nanti cepet tua.” Ucap Kenan.
“Oke jadi maksud Kenan dan Belinda datang ke sini untuk memberitau kepada papa dan mama kalau lusa kita berangkat ke Jepang untuk melamar Belinda.” Ucap Kenan.
“Alhamdulillah akhirnya sebentar lagi Elsa punya kakak perempuan.” Ucap Elsa dengan semangat.
“Alhamdulillah baguslah kalau kalian sudah serius dengan hubungan ini, dan bagus juga kalau Kenan melamar Belinda dengan cepat agar tidak menimbulkan fitnah.” Ucap mama Rose.
“Apa kamu sudah mengatasi masalah dengan model terkenal itu? Jangan sampai dia mengganggu hubungan kalian kedepannya.” Ucap papa Ryan.
“Papa tenang saja, Kenan tidak akan membiarkan dia mengganggu hubungan Kenan.” tegas Kenan.
“Baguslah, selamat untuk kalian berdua. Dan selamat untuk kamu nak karena akan menjadi bagian dari keluarga kami dan keluarga Kalandra.” ucap papa Ryan kepada Kenan dan Belinda secara tulus.
“Terimakasih om tante, karena kalian sudah mau menerima Belinda di dalam keluarga ini.” ucap Belinda.
“Panggil kami papa dan mama sayang, kamu adalah anak kami juga mulai hari ini.” ucap mama Rose.
“Kak Belinda, kakak harus sering datang ke mari ya karena Elsa selalu kesepian di sini jadi kak Belinda akan menjadi teman Elsa kan?” rengek Elsa.
“Elsa, kak Belinda juga bekerja di perusahaan yang sama dengan abang jadi dia juga akan sibuk sama seperti abang.” Ucap Kenan.
Elsa yang mendengar penjelasan abangnya itu hanya bisa mengela nafas panjang dan terpancar kekecewaan di wajahnya.
“Elsa tenang saja, kalau ada waktu kosong kak Belinda akan menemani Elsa bermain dan berbelanja oke?” ucap beelinda yang mencoba untuk menghibur Elsa.

Elsa yang mendengarnya langsung melompat kegirangan dan memeluk Belinda dengan sangat erat karena Belinda mau menemaninya.
Setelah lama berbincang-bicang, Kenan dan Belinda berpamitan untuk pulang dan menyiapkan segala keperluan mereka.
“Terimakasih pa ma, karena kalian akan ikut ke Jepang.” Ucap Belinda.
“tentu saja kami harus ikut, kamu adalah calon menantu kami dan anak sulung kami akhirnya memiliki wanita yang dia cintai itu sudah menjadi kebahagiaan sendiri untuk kami.” Ucap mama Rose.
“Kami pulang dulu ya pa, ma, El.” Ucap Kenan yang di balas anggukan oleh mereka semua.
Kenan dan Belinda sudah masuk ke dalam mobil, Kenan segera menginjak pedal gasnya dan menjalankan mobilnya dengan perlahan.
Kenan menoleh ke arah Belinda yang sedang terseyum-senyum sendiri di sebelahnya.
“Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Kenan.
“Aku senang saja karena kedua keluargamu mau menerimaku dengan tangan terbuka.” Ucap Belinda.
“Mereka tidak pernah memaksa dengan siapa anak-anaknya akan menikah, menuru mereka kebahagiaan anak-anaknya adalah yang terpenting, mereka tidak ingin menjodohkan anaknya kalau akhirnya membuat kami tidak bahagia.” Jelas Kenan.
“Kamu beruntung memiliki keluarga yang memilikipemikiran seperti itu, tidak seperti mamaku yang selalu saja menyuruh kami menikah dan mengenalkan kami kepada anak dari teman-temannya.” Ucap Belinda sambil menggelengkan kepala.
“Sudahlah yang penting kan sekarang tidak lagi.” Ucap Kenan yang di balas anggukan kepala oleh Belinda.
“Oh iya, Belinda, kamu jangan terlalu memanjakan Elsa kedepannya oke?” ucap Kenan.
“Kenapa? Menurutku dia tidak manja Kenan, dia hanya ingin perhatianmu karena aku yakin di hati kecilnya ada perasaan iri karena kamu selalu bersama keluarga papi dan mami, sedangkan Elsa merasa kesepian akan hal itu.” Jelas Belinda.
“Benarkah? Apakah menurutmu begitu?” tanya Kenan yang di balas anggukan kepala oleh Belinda.