
Satu hal penting dalam cinta, jangan berikan ruang di hatimu pada seseorang yang bahkan tak berusaha untuk tinggal di dalamnya.
Hari wawancara di mulai, semua keluarga papi Kalandra sedang bersiap untuk pergi ke perusahaan baru Ken untuk menemaninya melakukan wawancara.
Tok,,tok,,tok
“Masuk.” Ucap mami Khansa kepada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.
“Mami?” sapa Key yang baru saja membuka pintu kamar maminya.
“Key? Ada apa sayang?” tanya mami Khansa yang sedang duduk di depan cermin dan berdandan.
“A-aku ingin berbicara kepada mami dan papi.” Ucap Key dengan sedikit ragu.
“Kenapa kamu ragu? Apa ada masalah?” tanya mami Khansa.
Key yang mendapat pertanyaan seperti itu dari maminya hanya bisa tersenyum lalu menundukkan kepalanya.
“Duduklah, mami akan memanggil papi kamu.”
Mami Khansa beranjak dari kursinya dan pergi memanggil suaminya yang sedang berada di ruang ganti kamarnya.
Tidak lama kemudian, papi Kalandra dan mami Khansa keluar bersama dan duduk di kursi yang ada di kamar mereka.
“Baiklah, apa yang mau kamu bicarakan sayang?” tanya papi Kalandra.
“Pi, mi, bisakah yang di kenalkan kepada semua orang hanya Ken saja?” tanya Key.
“Kenapa begitu? Kalian berdua adalah anak kembar, jadi kalau papi mengenalkan yang satu, satunya harus ikut di kenalkan.”
“Pi, Ken di kenalkan karena dia sudah mampu memiliki perusahaan sendiri dan sudah bekerja sama dengan perusahaan terkenal di Paris, sedangkan Key? Apa yang Key lakukan hingga layak di perkenalkan?” ucap Key.
Papi Kalandra dan mami Khansa sedikit terkejut mendengar ucapan Key, mereka tidak percaya kalau Key sampai berfikir seperti itu.
“Sayang, kenapa kamu berbicara seperti itu? kamu lahir di dunia ini saja sudah sangat layak untuk di kenalkan kepada seluruh dunia!” tegas mami Khansa.
“Tapi mi..” belum sempat Key melanjutkan ucapannya, papi Kalandra tiba-tiba memotongnya.
“Kamu punya pakaian yang kamu buat sendiri!” ucap papi Kalandra yang membuat Key terkejut.
“A-apa pi? M-maksud papi apa? Key ga ngerti.” Ucap Key.
“Kamu pandai mendesain pakaian bukan? Papi sudah menyiapkan butik untukmu yang letaknya tidak jauh dari perusahaan Ken, papi juga akan mengumumkannya di sana.” Jelas papi Kalandra.
“Tapi pi? Bukannya papi melarang Key mendesain sebelum menyelesaikan kuliah Key?” tanya Key.
“Kamu bisa bekerja sambil kuliah kok, sama seperti Ken, kejadian Ken membuat papi tersadar kalau anak-anak papi sudah besar dan memiliki impiannya masing-masing, jadi papi tidak bisa menghalangi impian anak-anak papi.” Ucap papi Kalandra.
“Hiks,, terimakasih papi, terimakasih banyak karena sudah mengijinkan Key untuk melakukan apa yang Key inginkan, hikss.” Ucap Key yang mulai menangis.
Melihat anak perempuannya menangis, papi Kalandra langsung memeluk Key dengan sangat erat dan mengelus pundaknya dengan lembut untuk menenangkannya.
“Sudahlah jangan menangis, sana pergi ke kamarmu dan kembali merias wajahmu yang mulai bengkak itu.” Ejek papi Kalandra.
Mendengar ucapan papinya, Key langsung berpamitan kepada papi Kalandra dan mami Khansa untuk pergi ke kamarnya.
“Mas? Kamu ga pernah ngomong masalah ini loh.” ucap mami Khansa.
“Maaf sayang, aku kan niatnya mau bikin kejutan buat kamu dan anak-anak, tapi melihat Key seperti itu aku jadi terpaksa ngasih tau dulu deh.” Jelas papi Kalandra sambil merangkul pinggang istrinya itu.
“Ah, waktu di Jepang aku ga sengaja pas mau manggil Key ke kamarnya melihat ada ruangan yang aneh, jadi aku masuk tanpa sepengetahuannya dan melihat ada banyak sekali pakaian dan desain pakaian di dalam sana, semuanya sangat bagus dan aku yakin kalau anak kita bisa menjadi desainer terkenal.” Ucap papi Kalandra.
“Terimakasih mas, terimakasih karena mengijinkan anak-anak kita mengejar impiannya masing-masing.” ucap mami Khansa sambil memeluk tubuh sang suamu dengan erat.
Setelah pembicaraan kecil mereka, mereka berdua memutuskan untuk turun ke bawah, Kenan, Ken dan Key sudah menunggu mereka di bawah dan siap untuk berangkat.
“Ayo kita berangkat.” Ajak papi Kalandra.
“Yang lain sudah kamu kasih tau kan Kenan?” tanya mami Khansa.
“Sudah mi, papi dan mami akan di antar supir pribadi, Ken akan naik mobilnya sendiri, Key akan di jemput oleh Bernard, dan Kenan akan berangkat bersama Belinda.” Jawab Kenan yang di balas anggukan oleh mami Khansa.
Mereka pun berangkat bersama menuju perusahaan Ken, di sana sudah ada banyak wartawan yang menunggu di depan perusahaan Ken yang masih terhalang pita berwarna merah yang nantinya akan di gunting oleh Ken.
Para wartawan terkejut saat melihat kedatangan papi Kalandra dan mami Khansa, mereka juga terkejut melihat kedatangan Kenan di sana.
“Ada apa ini? kenapa orang hebat seperti tuan Kalandra dan tuan Kenan datang ke perusahaan yang baru di bentuk ini?” tanya salah satu wartawan.
“Mungkin mereka memiliki saham di perusahaan ini, makanya mereka datang ke sini.” Jawab yang lain.
“Wah, nyonya Khansa masih tetap cantik dan terlihat muda di umurnya yang sudah tidak muda lagi.” Puji wartawan yang lain.
Mendengar pujian wartawan yang ada di sana, papi Kalandra semakin mengeratkan rangkulannya di pinggang mami Khansa.
“Mas, jangan mulai deh, rame loh di sini.” Bisik mami Khansa.
“Diamlah! Aku tidak suka kalau ada yang memujimu!” ketus papi Kalandra.
Acara di mulai, Ken memberikan sambutan dengan tegas dan gagah, semua wanita yang ada di sana terpesona dengan ketampanan CEO muda itu, mereka tidak menyangka kalau anak semuda itu sudah bisa membuat perusahaannya sendiri.

“Bagaimana anda bisa membuat perusahaan anda sendiri sedangkan anda belum menyelesaikan kuliah anda?” tanya salah satu wartawan kepada Ken.
“Mungkin itu adalah sebuah keberuntungan, saya hanya menjalankan sesuatu yang menjadi hobi saya, dan saat mencoba mengajukan kerja sama dengan salah satu perusahaan yang berada di Paris ternyata proposal saya di setujui.” Jelas Ken dengan santai.
“Kenapa tuan Kalandra dan tuan Kenan datang ke acara ini? apa mereka juga termasuk ke dalam penanam saham di perusahaan anda?” tanya wartawan yang lain.
“Saya akan memberi waktu kepada tuan Kalandra untuk menjawab pertanyaan kalian secara langsung.” Ucap Ken sambil mempersilahkan papi Kalandra berbicara kepada para wartawan.
Para wartawan semakin bersemangat saat papi Kalandra mendekat ke arah mic untuk berbicara kepada para wartawan.
“Saya Kalandra, saya tau kalian semua pasti sangat penasaran karena kedatangan saya dan anak saya, saya di sini bukanlah sebagai penanam saham di perusahaan ini, saya di sini karena datang untuk mengenalkan anak kembar saya kepada semua orang yang ada di sini.” Jelas papi Kalandra.
Mendengar ucapan papi Kalandra, semua wartawan saling menatap satu sama lain dan semakin penasaran dengan anak kembar papi Kalandra yang selama ini di sembunyikan.
“Siapa anak kembar anda tuan Kalandra? apa anak-anak anda ada di tempat ini juga?” tanya para wartawan.
“Saya secara resmi ingin mengenalkan anak-anak saya, Kenzo Putra Kalandra, dan Keyla Putri Kalandra.” ucap papi Kalandra sambil menunjuk ke arah Ken dan Key yang sedang berdiri tidak jauh dari tempat papi Kalandra.
Semua wartawan yang ada di sana terkejut karena ucapan papi Kalandra, mereka semua tidak menyangka kalau ternyata CEO muda itu adalah anak papi Kalandra.
“Ken adalah CEO perusahaan game ini, dia memang sangat menyukai game sejak masih kecil, saya juga sangat terkejut saat mengetahui kalau ternyata anak laki-laki saya ini mampu membuat perusahaannya sendiri tanpa saya bantu sama sekali."
"Sedangkan anak perempuan saya,Key adalah pemilik butik yang ada di sebelah perusahaan ini, dia memiliki bakat menjadi desainer pakaian, dan saya juga sudah membawa beberapa pakaian yang dia buat sendiri di dalam butik, kalian bisa melihat-lihat ke sana setelah acara ini selesai.” jelas papi Kalandra.
Semua wartawan sangat terkejut mendengar penjelasan papi Kalandra, mereka tidak menyangka kalau ternyata anak kembar yang selama ini di sembunyikan oleh papi Kalandra memiliki kemampuan yang tidak kalah hebatnya dari papi Kalandra dan Kenan.