MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (RENCANA)


Orang hadir di hidupmu karena sebuah alasan. Mereka berimu bahagia dan kecewa. Ada yang sesaat, tapi ada juga yang selamanya.




“Kenapa kamu memberi tau semua itu kepadaku Kenan? kenapa kamu tidak menutupinya?” tanya Belinda yang sedang duduk di sebelah Kenan di dalam mobil.



“Mengenai apa? Orang tua kandungku?” tanya Kenan yang di balas anggukan oleh Belinda.



“Untuk apa di tutup-tutupi, aku memutuskan untuk menikahimu dan menjalani hidupku selamanya denganmu, aku tidak ingin ada rahasia yang aku tutupi kepada calon istriku.” Jelas Kenan.



“Apa kamu tidak takut setelah aku mengetahui semua itu aku akan meninggalkanmu?” tanya Belinda.



“Ya kalau memang kamu meninggalkanku karena hal itu aku juga tidak masalah, berarti kamu bukanlah wanita yang tepat untukku. Simple kan?” ucap Kenan dengan santai.



“Apa kamu benar-benar tidak apa-apa?”



“I’m oke Bel, jangan mengkhawatirkanku. Selama ini papi dan mami sangat-sangat menyayangiku dan mempercayaiku, papa Ryan dan mama Rose juga sangat menyayangi dan mempercayaiku juga. Tidak ada yang perlu di khawatirkan karena aku tidak pernah kekurangan kasih sayang selama ini.” jelas Kenan berusaha untuk meyakinkan Belinda.



Setelah berbincang-bincang, tidak terasa mereka berdua sudah berada di depan rumah papi Kalandra, Kenan turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Belinda.



“Aku punya tangan untuk membuka pintu mobil sendiri Kenan..” ucap Belinda yang mencoba untuk protes.



“Aku tau, tapi aku tidak mau kalau tanganmu kelelahan.” Ucap Kenan dengan senyum manisnya.



“Huh, tukang gombal.” Ketus Belinda.



“Sudahlah jangan marah-marah terus, ayo kita masuk papi dan mami sudah menunggu di dalam.” Ucap Kenan sambil menggangdeng tangan Belinda.



Kenan dan Belinda masuk ke dalam rumah, di sana papi Kalandra dan mami Khansa sedang duduk di ruang tamu menunggu kedatangan Kenan dan Belinda.



“Assalamualaikum..” Ucap Kenan dan Belinda secara bersamaan.



“Waalaikumsalam..” balas papi Kalandra dan mami Khansa.



Kenan dan Belinda menghampiri papi Kalandra dan mami Khansa untuk mencium punggung tangan mereka.



“Hai Belinda sayang, maaf ya tante jadi nyuruh kamu ikutan ke apartment Kenan deh.” Ucap mami Khansa.



“Tidak apa-apa tante, Belinda senang bisa tau apartment Kenan.” ucap Belinda yang berpura-pura tidak pernah ke apartment Kenan.



“Baguslah, ayo kita makan siang. Kalian sudah terlambat untuk makan siang loh.” ajak mami Khansa.



“Loh papi dan mami menunggu kami? Kenapa tidak makan duluan saja?” tanya Kenan.



“Papi udah ngomong gitu, tapi mami kamu mau nunggu kalian datang dan makan bersama agar lebih ramai katanya.” Sahut papi Kalandra.



“Sudah jangan di dengar papi kamu, ayo kita makan saja.” ucap mami Khansa.



Di sana mereka makan dengan tenang. Setelah selesai makan, papi Kalandra dan Kenan pergi ke ruang tamu sedangkan mami Khansa dan Belinda membawa piring kotor ke dapur untuk di cuci.



“Tante, bolehkan Belinda bertanya?” tanya Belinda.



“Silahkan sayang, ada apa?”



“Apa di rumah ini tidak ada pelayan?” tanya Belinda.



“Dulu ada, dan semakin Key dan Ken besar tante memberhentikan mereka satu per satu hingga tersisa satu pelayan saja, namanya bi Rini sekarang dia sudah mulai tua dan tante sudah memberhentikannya agar dia menikmati masa tuanya bersama anak dan cucunya dirumah.” Jelas mami Khansa.



“Lalu kenapa tidak memperkerjakan pelayan lagi?” tanya Belinda kembali.



“Tante dan om sudah tidak muda lagi, jika kami memiliki pelayan kami tidak akan bergerak dan malas melakukan apapun, sedangkan kami harus sering bergerak semakin bertambahnya usia. Kami hanya mempekerjakan tukang kebun, jadi dia yang membersihkan halaman, menyapu dan mengepel rumah. Kalau untuk urusan dapur tante masih bisa mengatasi.” Ucap mami Khansa.



“Ah jadi tante mengerjakan urusan dapur sendiri?”



“Iya, lagipula tante punya anak perempuan untuk apa menyewa pembantu nanti Key jadi pemalas.” Ucap mami Khansa dengan nada sedikit berbisik.




“Apa ini cincin dari Kenan?” tanya mami Khansa sambil menggenggam tangan Belinda untuk melihat cincin tersebut.



“Bagaimana tante tau?” tanya Belinda terkejut.



“Karena ini adalah cincin yang mami berikan kepada Kenan, mami bilang kalau dia sudah memiliki wanita yang ingin di nikahi, mami menyuruhnya memberikan cincin ini kepada wanita itu. Dan sepertinya dia sudah menemukan wanita itu.” Ucap mami Khansa sambil tersenyum ke arah Belinda.



“Iya tante, tadi Kenan melamar Belinda.” Ucap Belinda dengan malu-malu.



“Wah akhirnya mami akan memiliki menantu yang sangat cantik. Mulai hari ini kamu harus memanggil om dan tante papi dan mami ya sayang..” Ucap mami Khansa.



Belinda tersenyum dan mengangguk malu menanggapi ucapan mami Khansa.



Setelah selesai mencuci piring, mami Khansa dan Belinda pergi ke ruang tamu untuk menghampiri papi Kalandra dan Kenan.



“Papi,, sebentar lagi kita akan memiliki menantu..” ucap mami Khansa dengan semangat.



“Siapa yang akan menikah mi?” tanya papi Kalandra.



“Kenan dan Belinda dong pi..”



“Benarkah? kamu serius Kenan?” tanya papi Kalandra kepada Kenan.



“Serius pi, Kenan ingin menikahi Belinda.” Ucap Kenan.



“Kalian berdua duduklah.” Perintah papi Kalandra.



“Dengarkan baik-baik Kenan, menikah bukan hanya tentang hidup bersama wanita yang kamu sukai. Menikah berarti kamu memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya, kamu harus menafkahi keluargamu, kamu harus bekerja lebih giat lagi untuk mencukupi kebutuhan keluargamu, kamu harus bisa memprioritaskan keluargamu di bandingkan yang lainnya.” Jelas papi Kalandra dengan serius.



“Iya pi, Kenan faham dan memang sudah waktunya Kenan memiliki keluarga Kenan sendiri.” Ucap Kenan.



“Dimana kalian akan tinggal setelah menikah? Di Indonesia atau di Jepang?” tanya mami Khansa.



Kenan menoleh ke arah Belinda untuk memberikan jawaban, karena sekarang dia tidak hanya sendirian.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610428123404.jpg)



“Aku mengikuti kamu saja Kenan, tapi aku harap kita bisa tinggal di Indonesia saja. Perusahaanmu ada di Indonesia, keluargamu juga ada di Indonesia lagi pula istri harus mengikuti kemana pun imamnya melangkah.” Ucap Belinda.



“Baiklah, kalau begitu kalian segera berkemas. Kita akan segera berangkat ke Jepang untuk melamar Belinda.” Ucap mami Khansa dengan antusias.



“Sebelum itu, papi mau bertanya. Apa kamu sudah memberi tau semua tentang dirimu kepada Belinda Kenan?” tanya papi Kalandra.



“Sudah pi, Belinda sudah mengetahui semua tentang Kenan.” jawab Kenan.



“Kalau begitu, kamu pergilah dulu ke rumah papa dan mamamu. Kenalkan Belinda dan ajak mereka ke Jepang bersama besok.” Ucap papi Kalandra.



“Siap pi, Kenan akan mengajak Belinda ke rumah papa Ryan dan mama Rose.” Ucap Kenan.



“Belinda, papa dan mama kamu orang Indonesia bukan? Mereka juga ada tradisi seperti melamar pihak perempuan kan?” tanya mami Khansa.



“Iya tante, orang tua Belinda orang Indonesia kok dan mereka juga adat seperti itu.” Jawab Belinda.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610428123399.jpg)



“Mami Belinda, jangan panggil tante lagi karena mami akan menjadi mami kamu juga.” Ucap mami Khansa.



“Iya mami, Belinda belum terbiasa.” Ucap Belinda sambil tersenyum canggung.



“Baiklah, kalian segera beri tau kak Ryan dan Rose. Mami akan menghubungi Leo untuk menyiapkan semuanya dari sana.” Ucap mami Khansa.



Kenan dan Belinda berpamitan kepada papi Kalandra dan mami Khansa, mereka akan pergi ke rumah papa Ryan dan mama Rose untuk memberi tau kabar baik ini dan mengajak mereka ikut serta ke Jepang.



Sedangkan mami Khansa sudah sibuk menelfon Leo yang sedang berada di Jepang untuk menyiapkan keperluan lamaran Kenan. Karena tidak mungkin mami Khansa menyiapkan semuanya dari Indonesia.