MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
KEDATANGAN AUDREY


Audrey dan kedua orang tuanya sudah tiba di Indonesia, dengan perasaan tidak sabar Audrey sangat ingin langsung pergi ke rumah Ken.


"Sayang, sebaiknya kita ke hotel dulu untuk menaruh barang-barang kita.." ucap mama Audrey.


"Engga! Kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu kita di sini! Aku mau langsung ke rumah Ken dan keluarganya!" tegas Audrey.


Aldi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anaknya yang sudah tergila-gila dengan Ken.


"Baiklah kita langsung pergi ke rumah Kalandra saja, Ayo." ucap Aldi yang membuat anaknya tersenyum lebar.


Di sepanjang jalan Audrey tidak berhenti tersenyum sambil melihat ke luar jendela, Aldi yang menyadari akan hal itu sebenarnya sangat takut kalau anaknya akan sangat terpukul jika Ken tidak menerimanya kembali.


"Aku tau betul bagaimana Kalandra, dia tidak akan mengubah keputusannya walaupun menangis darah sekalipun, tapi jika tidak di coba Audrey akan merasa penasaran." gumam Aldi yang duduk di sebelah supir taxi.


Aldi sebenarnya sudah sedikit lupa dengan jalan ke rumah papi Kalandra, tapi untungnya tidak ada yang tidak mengenal seorang Kalandra, jadi saat Aldi mengucapkan nama Kalandra, supir taxi tersebut segera mengetahui alamatnya.


"Apa keluarga Ken sekaya itu? sampai supir taxi saja mengetahui alamatnya." Gumam mama Audrey yang masih bisa di dengar oleh Audrey.


"Mama baru sadar? Aku akan menjadi istri dari pengusaha terkenal! Jika sejak dulu mama menyetujui hubunganku, tidak akan ada kejadian seperti ini!"


"Jika mama tidak melarangku berhubungan dengannya, kita bisa di jemput menggunakan mobil mahal mereka!" Ketus Audrey.


"Audrey! Bagaimana bisa kamu bicara seperti itu kepada mamamu!" tegas Aldi.


Audrey yang mendengar hal itu langsung terdiam karena dia tidak mau membuat papanya marah padanya.


"Maaf pa."


"Bukan ke papa, tapi minta maaf lah kepada mamamu!"


"Maaf ma." ucap Audrey.


Mama Audrey hanya bisa tersenyum getir melihat anaknya yang sedang meminta maaf dengannya dengan tidak tulus. Dia tidak menyangka kalau ternyata tindakannya membuat anaknya tidak menyukainya.


"Sakit sekali rasanya di perlakukan seperti itu dengan anakku sendiri." batin mama Audrey.


Setelah beberapa menit melakukan perjalanan, akhirnya Audrey dan kedua orang tuanya sampai di kediaman keluarga papi Kalandra yang sangat megah itu.


Aldi tau jika Kalandra adalah orang yang sangat terkenal, namun dia tidak pernah menyangka jika kekayaannya ternyata segitu banyaknya jika melihat dari kemegahan rumahnya.


Sedangkan Audrey dan mamanya juga ikut terpana dengan kemegahan rumah keluarga papi Kalandra walaupun hanya dari luar saja.


Namun tiba-tiba saat taxi mereka ingin masuk ke dalam, mereka di cegat oleh beberapa satpam yang menunggu di sana.


"Maaf anda tidak boleh sembarangan masuk ke dalam!" ketus satpam tersebut.


"Saya Aldi, rekan bisnis Kenzo anaknya tuan Kalandra, silahkan bicara pada mereka mereka akan mengenaliku." ucap Aldi.


Akhirnya salah satu rekan mereka masuk ke dalam untuk mengatakan apa yang di katakan oleh Aldi, tidak lama kemudian mereka membuka pagar rumah papi Kalandra dan membiarkan mereka semua masuk ke dalam.


Di dalam rumah, papi Kalandra, mami Khansa, Kenan, dan Belinda sedang berbincang-bincang di ruang tamu, tiba-tiba saja salah satu satpam rumah mereka masuk ke dalam rumah dan memberitahu jika ada seseorang yang ingin bertemu mereka.


"Siapa yang ingin menemui keluargaku?" Tanya papi Kalandra.


"Katanya namanya Aldi." ucap satpam tersebut.


Mendengar nama Aldi membuat papi Kalandra tersenyum lebar.


"Jadi sudah waktunya.." gumam papi Kalandra.


"Suruh mereka masuk, kita harus menyambut tamu dengan baik bukan?" ucap papi Kalandra dengan senyum sinisnya.


Kenan aneh dengan senyum papinya itu, dia merasakan akan ada sesuatu yang terjadi di rumah itu.


"Siapa Aldi Kenan?" Tanya Belinda.


"Aldi adalah papanya Audrey, mereka ternyata beneran datang kemari." ucap Kenan.


"Jadi beneran mereka mau membujuk Ken agar mau kembali kepada Audrey?" Tanya Belinda yang di balas anggukan oleh Kenan.


Mami Khansa yang melihat suaminya sudah mengeluarkan senyum sinisnya hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia tau kalau suaminya sangat menyukai hal-hal seperti ini.


"Mas, jangan terlalu berlebihan oke?" ucap mami Khansa mengingatkan.


"Aku tidak bisa janji ya sayang.." balas papi Kalandra.


Tidak lama kemudian, Audrey dan keluarganya sudah masuk ke dalam ruang tamu, papi Kalandra dan yang lain menyambut kehadiran mereka dengan senyuman.


"Terimakasih karena sudah menyambut kami tuan Kalandra." balas Aldi.


Mami Khansa menghampiri Audrey dan mamanya.


"Kalian berdua pasti lelah, duduklah dulu kami akan membawakan minuman untuk kalian." ucap mami Khansa dengan ramah.


Mama Audrey takjub dengan kecantikan dan keramahan mami Khansa.


"Ternyata dia benar-benar cantik dan baik sekali, pantas saja suamiku sulit untuk melupakannya." batin mama Audrey yang masih terpaku melihat mami Khansa.


"Bagaimana perjalanan kalian?" Tanya papi Kalandra.


"Ya begitulah, untung saja jalan raya di Jakarta sedang lancar sekali, saya minta maaf karena mengganggu kalian pagi-pagi begini." ucap Aldi.


"Tidak masalah, Kenan, Ken dan Key juga masih belum berangkat ke tempat kerja mereka masing-masing." Ucap papi Kalandra.


"Apa Ken masih tidur om?" Tanya Audrey dengan nada manisnya.


"Dia pasti sudah bangun, mungkin dia sedang bersiap di kamarnya." Jawab papi Kalandra.


"Aku akan membangunkannya mas." ucap mami Khansa.


"Tidak usah mami, biarkan Belinda saja yang membangunkannya." ucap Belinda yang segera berjalan menaiki tangga untuk membangunkan Ken dan juga Key.


"Dia adalah menantu anda tuan Kalandra?" Tanya Aldi.


"Iya, dia adalah menantu kami istri Kenan."


"Maaf karena waktu itu kami tidak bisa menghadiri acara pernikahan kamu Kenan."


"Tidak masalah om, kalian semua juga pasti memiliki kesibukan masing-masing." jawab Kenan.


Di atas, Belinda mengetuk pintu kamar Ken terlebih dahulu untuk memanggilnya. Ken yang mendengar suara ketukan pintu segera membuka pintu dan melihat Belinda di hadapannya.


"Kak Belinda, ada apa kak?" Tanya Ken.


"Kamu di suruh ke bawah, ada Audrey dan keluarganya di bawah." ucap Belinda.


"Hah! Jadi dia datang juga akhirnya." ucap Ken.


"Cepatlah bersiap lalu turun ke bawah."


"Baiklah kak, minta tolong bangunkan Andini juga ya kak."


"Tidak usah mengkhawatirkan Andini, Andini akan turun bersama kakak dan Key nanti." ucap Belinda.


Mendengar hal itu Ken hanya tersenyum dan segera bersiap untuk ke bawah.


Setelah membangunkan Ken, Belinda langsung ke kamar Key dan juga ke kamar Andini yang sudah di sediakan kamar sendiri oleh papi Kalandra di sebelah kamar Key.


Ken lebih dulu turun ke bawah dengan gagahnya hingga membuat Audrey yang melihatnya langsung tersenyum lebar.



"Hai Ken.." Sapa Audrey.


Ken hanya menatapnya dengan tajam tanpa membalasnya, Audrey yang melihat ekspresi Ken yang biasa saja hanya bisa menghela nafas panjang.


"Hai Ken, apa kabar?" Tanya Aldi.


"Baik om, om apa kabar?" Tanya Ken dengan ramah kepada Aldi.


Di situ mama Audrey tau betul perbedaan sikap Ken kepada anaknya dan suaminya.


"Sebenarnya kami datang kemari untuk meminta Ken kembali kepada Audrey." ucap Aldi tanpa basa-basi.


"Maaf om, bukankah sudah Ken katakan dengan jelas kepada Audrey kalau Ken akan segera menikah." Ucap Ken.


"Apa tidak bisa di perbaiki? Selama ini hubungan kalian baik-baik saja bukan?" ucap Aldi.


"Maaf om tapi hubungan kami sudah tidak baik-baik saja sejak pertama kali, karena kami tidak memiliki hubungan yang jelas sejak awal." ucap Ken.


Mendengar hal itu membuat hati Audrey sakit, dia baru sadar kalau status sangat penting dalam sebuat hubungan. Audrey mulai menangis pelan dan lama kelamaan tangisannya menjadi lebih kencang hingga membuat semua orang melihat ke arahnya.