MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SIFAT LAIN KALANDRA


Belajarlah mencintai dirimu sendiri hingga kamu mampu menyadari bahwa kamu adalah pribadi berbeda yang membuatmu begitu istimewa.



Kalandra berada di kantornya dengan Leo, mereka berdua menyelesaikan pekerjaan mereka tanpa beristirahat sama sekali. Kalandra yang kesal segera mengambil hpnya dan menelfon seseorang.



“Halo?” ucap orang yang berada di sebrang telfon.



“Cepat pulang dan kembali bekerja! Aku di sini dengan Khansa dan juga Leo menyelesaikan pekerjaan tanpa beristirahat! Bukankah aku sudah bilang untuk selesaikan pekerjaanmu sebelum pergi berbulan madu, lalu bagaimana bisa kamu meninggalkan banyak pekerjaan untukku!” bentak Kalandra.



Edo yang mendengar teriakan Kalandra membuatnya menjauhkan hp dari telinganya, dia tidak menyangka jika sahabat sekaligus bosnya itu berteriak di pagi hari.



“Hei tenanglah, aku sedang membuat keponakan lucu untukmu..” ucap Edo.



“Tidak! Aku tidak butuh keponakan yang lucu, anak-anakku lebih lucu di bandingkan anakmu nantinya! Kamu segera pulang atau aku akan mencari penggantimu sebagai asistenku!” ancam Kalandra.



“Biar saja kamu pecat dia, karena aku akan menjadikannya CEO di rumah sakitku!” bentak Anita yang merebut hp suaminya itu.



“Anita!? Dari awal Edo adalah orangku, kenapa kamu malah ingin merebutnya!”



“Karena kamu ingin memecatnya, ya aku akan mempekerjakannya.” Ucap Anita lalu menutup telfonnya tanpa mendengar jawaban dari sepupunya itu.



“Kurang asem, berani sekali dia mematikan telfonku!” gumam Kalandra yang sedang menahan kekesalannya.



Leo yang sedari tadi melihat kakak iparnya sedang kesal dan marah-marah hanya menggelengkan kepala sambil mengirimkan pesan untuk memberitau situasi di kantor.



“*Beruntungnya aku yang bisa melihat sifat lain dari orang hebat seperti Kalandra*.” batin Leo yang melanjutkan pekerjaannya.



Sedangkan di sisi lain, Khansa yang mendapatkan pesan dari adiknya itu hanya tersenyum tanpa membalas pesannya.



Khansa mengantarkan Kenan ke dalam kelasnya karena Kenan harus mengikuti pelajaran.



“Sayang, ingat pesan mami oke?” ucap Khansa.



“Iya mami, Kenan akan berusaha untuk berteman dengan teman-teman lainnya.”



Khansa tersenyum kepada anaknya itu lalu mencium kening anaknya dengan lembut dan membelai rambut Kenan.



“Nanti papi dan mami akan menjemputmu dan kita makan bersama di luar ya sayang, jangan mau di ajak oleh orang yang tidak di kenal!” Khansa memperingati anaknya agar selalu berhati-hati.



Setelah berpamitan dengan anak sulungnya, Khansa meninggalkan sekolah Kenan dan pergi menuju perusahaan suaminya untuk melihat keadaan suaminya yang sedang kesal setelah mengerjakan banyak pekerjaan.



“Assalamualaikum..” ucap Khansa sambil membuka pintu ruangan suaminya.



“Waalaikumsalam..” ucap Kalandra dan Leo secara bersamaan.



Khansa segera menghampiri suaminya dan melingkarkan tangannya di perut suaminya mencoba untuk menenangkan suaminya yang sedang kesal.



“Mas, apa kamu lelah sampai marah-marah seperti ini? aku akan menggantikanmu, kamu beristirahatlah ada aku dan Leo yang melanjutkan pekerjaan yang belum selesai itu.” Ucap Khansa dengan lembut.




“Selama kamu berada di dekatku aku tidak akan merasa lelah sayang..” ucap Kalandra lalu mencium kening istrinya itu.



“Helo!! Ada jomblo di sini, kalian tega sekali bermesraan di depanku kak!” ketus Leo.



“Makanya segera menikahlah agar bisa seperti aku dan Khansa!” ucap Kalandra.



“NO! dia masih kecil dan belum bekerja, mau di kasih makan apa nanti istri dan anaknya? Batu?” ketus Khansa.



“Elah kak, kakak iparku ini kan orang kaya jadi dia tidak mungkin membiarkan istri dan anak adik iparnya kelaparan.” Canda Leo.



“Enak aja! Kalo gitu Kenan juga bisa langsung menikah tanpa bekerja!”



“Sudah-sudah, kalian ini selalu saja berdebat. Jika ibu dan ayah tau mereka akan menjewer telinga kalian berdua!” Kalandra mencoba untuk melerai perdebatan antara kakak dan adik itu.



Setelah mendengar ucapan Kalandra, akhirnya Khansa dan Leo berhenti berdebat dan menutup mulut mereka masing-masing.



“Nanti kita jemput Kenan bersama-sama ya mas, kita makan siang di luar.” Ajak Khansa.


“Baiklah sayang, apapun untukmu!” ucap Kalandra sambil mencium kening Khansa.



Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Khansa dan Kalandra segera pergi dari perusahaan untuk menjemput putra sulungnya dan pergi makan siang bersama sesuai rencana mereka.



Di dalam ruangan Kalandra, Leo sedang duduk termenung karena tidak memiliki pekerjaan, dia langsung menelfon teman-temannya dan mengajak mereka untuk minum kopi sambil berbincang di café.


“Hei Leo.” Sapa temannya yang sudah berada di café tersebut sambil melambaikan tangannya.


“Hey Fian, kamu sudah lama di sini?” tanya Leo yang baru saja menghampiri temannya.


“Lumayan lah, oh iya kamu mau pesan apa? Aku akan memesankannya sekalian aku juga ingin menambah pesanan.” Ucap Fian.


“Aku pesan cappuccino sama roti bakar cokelat keju aja ya..”


Fian mengangguk mengiyakan ucapan temannya itu dan pergi untuk memesan makanan. Di kursinya, Leo menatap ke segala arah untuk memperhatikan orang yang berlalu lalang namun tiba-tiba…


PRANGG!!


Terdengar suara gelas dan piring pecah tidak jauh dari tempat duduk Leo, Leo melihat ke asal suara dan menatap seorang gadis kecil yang sedang duduk di lantai dengan kaki dan tangan yang lecet karena terkena pecahan beling.


“Kamu ini ga punya mata ya!” bentak seorang laki-laki yang masih muda.


“M,,maaf tuan, s,,saya tidak sengaja tuan maafkan saya..” ucap gadis tersebut sambil menangis dan berusaha untuk berdiri namun kesulitah.


“Enak aja udah nabrak cuma bisa ngomong minta maaf! Kamu itu harus di pecat dari café ini agar tidak ada lagi korban sepertiku! Lihatlah jas mahalku kotor karena dirimu! Aku harus berbicara dengan managermu!”


“Tolong tuan, jangan seperti ini. Jangan pecat saya saya mohon tuan.” Ucap gadis tersebut yang bersujud memohon kepada laki-laki tersebut. Tapi laki-laki tersebut malah menendang gadis itu.


Leo geram melihat kesombongan laki-laki itu, dia segera berdiri dari kursinya dan menghampiri gadis tersebut lalu membantunya untuk berdiri.


“Jangan bersujud kepada orang yang tidak menghormatimu! Dia tidak pantas menerimanya!” ujar Leo sambil membantu gadis itu berdiri.


“T,,terimakasih..” ucap gadis itu.


“Kamu siapa!? Ini urusan saya dan dia, untuk apa kamu ikut campur! Apa kamu pacar pelayan ini!?” ketus laki-laki itu.


“Saya bukan siapa-siapanya, tapi saya tidak suka melihat anda berkelakuan kasar kepada wanita seperti ini hanya karena jas murahan seperti ini!” tegas Leo sambil menunjuk ke arah jas laki-laki tersebut.


“Apa kau bilang!? Jas murah? Berani-beraninya! Kamu tau kan butik K yang semua barangnya di buat langsung oleh perusahaan tuan Kalandra! kamu tau di sana tidak ada barang di bawah 10 juta!”


“Oh jadi kamu beli baju di butik K? hahaha apa perlu aku menelfon pemiliknya sekarang untuk mengganti jasmu?” tegas Leo.


“Hahahaha, memang kau kenal dengan tuan Kalandra? kamu ini siapa memang bisa-bisanya kenal dengan orang hebat seperti tuan Kalandra!?” tanya laki-laki tersebut meremehkan Leo.


“Dia adikku!” tegas seseorang dari belakang laki-laki tersebut.


“Kak!?” Leo terkejut melihat Kalandra dan Khansa yang baru saja datang.


Laki-laki tersebut yang mendengar seseorang dari belakangnya dan melihat mimik wajah Leo yang berubah menjadi penasaran dan ikut menoleh ke belakang.


“T,,tuan Kalandra?!” ucap laki-laki tersebut dengan tergagap.