MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
PINDAH RUMAH


Hari ini, Ken memutuskan untuk pindah ke rumahnya sendiri karena beberapa bulan lagi anaknya akan lahir.


Ken ingin anaknya tumbuh di lingkungan yang lebih besar dari apartmentnya.


"Andini,, apa kamu sudah menyiapkan semua keperluan kita?" Tanya Ken.


"Sudah Ken, aku sudah menyiapkan semuanya.. Sisanya kita bawa nanti aja ya.." jawab Andini.


"Sebenarnya yang banyak itu pakaian dan buku novelmu Andini.."


"Bukumu juga banyak Ken! Jangan menyalahkan bukuku yang tidak bersalah!" ketus Andini yang tidak mau di salahkan.


Ken dan Andini memang tidak membawa perabotan apapun dari apartmentnya karena di rumah Ken sudah lengkap sekali.


Tapi mereka berdua sibuk mengemasi pakaian dan buku-buku mereka masing-masing, karena mereka berdua sama-sama hobby membaca buku.


Andini suka sekali mengoleksi novel berbagai macam genre, sedangkan Ken suka sekali mengoleksi komik.


Mereka berdua kali ini saling menyalahkan karena buku-buku mereka yan banyak sekali


"Komik tidak bergunamu ini di bawa nanti saja! mobilmu tidak akan muat Ken!" ucap Andini.


"Tidak! Lebih baik novelmu saja yang di tinggal, besok kita akan mengambilnya kembali." balas Ken.


"Tidak bisa! Kamu kan tau kalau aku tidak bisa tidur tanpa membaca novel Ken."


"Aku juga tidak bisa tidur tanpa membaca komik.."


"Kamu mau membiarkan aku bersedih? Anakmu akan ikut bersedih juga!" ancam Andini.


"Selalu saja mengancamku dengan anak kita! Kamu tega membuat anak kita sebagai alat untuk mengancamku!"


"Aku tidak mengancam!" ketus Andini yang langsung pergi meninggalkan suaminya.


Sedangkan Ken hanya menggelengkan kepala melihat istrinya yang selalu menjadikan anaknya sebagai ancaman untuknya.


Ken pusing saat melihat 5 dus besar yang berisi novel milik istrinya itu, hari itu dia memakai mobil sport jadi tidak mungkin untuk membawa semuanya, akhirnya dia menyuruh asistennya untuk membawa mobil dan membawa barang-barang miliknya dan istrinya.


"Sebenarnya apa yang menyenangkan dari buku-buku tidak bergambar ini?" gumam Ken.


Sedangkan Andini yang baru keluar dari kamarnya langsung menuju dapur untuk memakan sesuatu.


"Selalu saja lapar setelah berdebat dengan Ken! Enak saja dia kalau bicara, aku kan tidak pernah menjadikan anakku alat untuk mengancamnya!" ketus Andini sambil mulutnya tak henti memakan roti isi yang ada di sana.


"Kamu laper apa doyan bu?" Tanya Ken dari belakang hingga membuat Andini tersedak.


Melihat Andini tersedak seperti itu, Ken segera berlari menghampirinya dan mengambilkan air putih untuknya.


"Kalau makan itu pelan-pelan!" ucap Ken.


"Aku tersedak juga karena kamu!" ketus Andini.


Ceklek!!


"Benar bukan? Kalian berdua pasti sedang berdebat!" ucap mami Khansa yang sudah masuk ke dalam apartment Ken.


"Mami?!" ucap keduanya.


"Kenapa? Kaget mami di sini? Papi menyuruh mami kemari karena papi tau kalian berdua pasti akan berdebat karena hal kecil." ucap mami Khansa.


"Kok mami bisa masuk?" Tanya Ken.


"Kamu lupa kalau mami tau password apartmentmu?"


"Tadi mami sudah menekan bel berkali-kali tapi tidak ada jawaban, mami tau betul pasti kalian sedang berdebat hingga tidak mendengar kalau mami menekan bel!"


"Maaf mi, Ken selalu saja mengajak Andini berdebat jadi mau bagaimana lagi." adu Andini.


"Apa? Kamulah yang selalu mengajakku berdebat!" balas Ken.


"Stop! Sebenarnya apa yang kalian berdua perdebatkan?"


"Kalian berdebat hanya karena buku?!" Tanya mami Khansa yan di balas anggukan oleh keduanya.


"Kalian berdua sudah dewasa! Bahkan kalian akan memiliki anak sebentar lagi! Kalau kalian sering berdebat hanya karena hal kecil kasihan anak kalian yang mendengarnya!" tegas mami Khansa.


Ken dan Andini hanya diam menundukkan kepalanya, memang semenjak Andini hamil mereka berdua sama-sama sensitive dalam hal apapun hingga membuat mereka selalu berdebat.


"Masalah buku tidak perlu khawatir, kalian berdua pergilah! Mami yang akan membawa buku-buku kalian." ucap mami Khansa.


"Tidak perlu mi, Ken sudah menghubungi asisten Ken untuk membawakan buku-buku kami." ucap Ken.


"Kalau ada mami pekerjaan asistenmu akan lebih ringan! Sudah pergilah!" tegas mami Khansa.


Akhirnya Ken dan Andini memutuskan untuk pergi ke rumah baru mereka lebih dulu dan meninggalkan mami Khansa di sana.


"Huh, mereka berdua memang benar-benar masih seperti anak kecil!" gumam mami Khansa sambil melihat kepergian Ken dan Andini.


Di dalam mobil, Ken dan Andini hanya diam tidak bicara apapun, mereka berdua sama-sama merenung akan kesalahan mereka berdua sendiri.


"Andini,, aku minta maaf ya.." ucap Ken.


Andini yang mendengar ucapan maaf dari suaminya langsung menoleh ke arahnya dan tersenyum.


"Aku juga minta maaf karena selalu berdebat denganmu." ucap Andini.


Ken hanya tersenyum mendengarnya, lalu segera mengendarai mobilnya menuju rumah baru mereka.


Setibanya di rumah, mereka segera masuk ke dalam untuk melihat rumah mereka.


Namun saat di dalam rumah, sudah ada Belinda, Key, dan Elsa sedang berdiri dengan senyumannya untuk menyambut mereka.


"Kalian semua di sini?" Tanya Andini dengan perasaan yang senang.


"Kami di sini untuk menyambut kedatangan kalian berdua! Karena sebentar lagi kalian akan menjadi tetanggaku dan Key." ucap Belinda.


Memang rumah baru Ken berada sejajar dengan rumah Belinda dan Key, papi Kalandra sudah menyiapkan semuanya untuk anak-anaknya.


"Senangnya,,, aku memiliki teman jika Ken pergi bekerja, aku tidak akan merasa bosan.." ucap Andini.


"Tentu saja! Kami akan sering-sering mengajakmu jalan-jalan agar tidak stress.." ucap Key.


Andini sangat bersemangat mendengar ucapan Key, sedangkan Ken tersenyum bahagia karena Andini senang sekali pindah kemari.


"Oh iya kak, di mana Alya dan Aciel?" Tanya Ken.


"Alya sekolah, mungkin sebentar lagi abangmu akan membawanya kemari, sedangkan Aciel ada di kamar kalian, aku menaruhnya sementara di sana karena dia sedang tertidur dan di sini banyak debu." jelas Belinda.


"Ken ke atas dulu ya kak liat Aciel." ucap Ken yang di balas anggukan oleh Belinda.


"Ken, aku juga mau melihat baby El!" teriak Andini.


"Kamu di sana saja, temani kak Belinda dan Key!" ucap Ken.


Andini yang kesal hanya bisa memanyunkan bibirnya mendengar ucapan suaminya.


"Kalian berdua masih sering berdebat?" Tanya Belinda.


"Sering kak! Apa lagi semenjak Andini hamil, mereka lebih banyak berdebat!" sambung Key.


"Benarkah?"


"Iya kak, saat aku hamil moodku dan Ken sering berubah-ubah! Kadang kami ingin bermesra-mesraan, kadang kami sama-sama tidak mau mengalah dalam beberapa hal." jelas Andini.


Belinda menggelengkan kepalanya, dia tidak pernah menemukan suami yang ikut memiliki mood yang berubah-ubah.


Selama kehamilan Aciel, Belinda memang selalu memiliki mood yang berubah, tetapi Kenan dengan sabar menghadapi perubahan sikapnya itu.


Sedangkan dalam kasus kehamilan Andini, dia dan Ken sama-sama memiliki mood yang berubah-ubah hingga membuat mereka sering berdebat.