
Bahkan yang tumpul bisa diasah jadi tajam, maka tidak ada yang tak berpotensi sukses, kecuali mereka yang senang bermalasa-malasan.
Setelah menunggu sekitar 25 menit, Lila menghampiri Khansa dengan bersemangat.
“Halo sahabatku tersayang, aku sangat merindukanmu” ucap Lila sambil memeluk Khansa dengan erat.
“Aku juga merindukanmu lil.” balas Khansa.
Setelah berpelukan cukup lama, Lila menatap ke arah Rose dengan tatapan bingung.
“Dia siapa sa?” tanya Lila kepada sahabatnya itu.
Rose tersenyum ke arah Lila dan dibalas senyum juga oleh Lila, Khansa memperkenalkan Rose kepada sahabatnya.
“Ini Rose, dia asistenku tapi karena umurnya sama dengan Leo, jadi aku menjadikannya adikku” jelas Khansa.
“Hai Rose. Jika kamu adiknya Khansa berarti kamu juga adikku, panggil aku kak Lila ya” ucap Lila mengulurkan tangannya dan tersenyum kepada Rose.
Rose membalas uluran tangan Lila dan tersenyum, Rose sangat bersyukur karena dirinya dikelilingi oleh orang-orang yang baik.
“Terimakasih karena telah menganggapku sebagai adik kalian.” Ucap Rose kepada Khansa dan Lila.
“Tidak usah berterimakasih Rose, aku dan Lila senang sekali memiliki adik perempuan secantik dan sebaik dirimu” ucap Khansa.
“Udah ayo kita pesan makanan aku sudah lapar nih” ucap Lila
Khansa langsung memanggil pelayan dan memesan makanan dan minuman untuk mereka.
Disana mereka berbincang-bincang dengan seru, Rose juga mulai terbuka dan menceritakan hal-hal saat dia masih duduk di bangku SMA.
“Apakah kamu memiliki pacar?” tanya Khansa tiba-tiba.
Rose yang mendapat pertanyaan dari Khansa itu langsung terdiam menatap ke arah Khansa.
“Mmm,, dulu punya tapi hubungan kami sudah putus seminggu sebelum kelulusan.” Ucap Rose.
“Tenanglah, kami akan mencarikan laki-laki yang baik, mapan dan tampan untukmu.” Ucap Lila yang membuat Rose tersipu malu.
Drrtt,, drrtt,,
“Eh sebentar ada telfon dari sekolah Kenan.” ucap Khansa yang menyuruh Lila dan Rose diam.
Lila dan Rose yang mengerti akhirnya terdiam dan menikmati makanan mereka.
“Halo, ada apa ya bu?” tanya Khansa kepada guru wali kelas Kenan yang menelfonnya.
“Halo mam, hari ini sekolah pulang cepat karena guru-guru ada rapat mendadak mam, jadi kami memulangkan anak-anak lebih cepat dari biasanya” ucap guru tersebut.
“Ah baiklah saya akan menjemput Kenan sekarang bu.” Ucap Khansa.
“Oh tidak perlu mam, tadi ada mobil papinya Kenan didepan sekolah untuk menjemputnya jadi Kenan langsung masuk ke dalam mobil” ucap guru itu.
Para guru di sekolah Kenan sangat mengenal mobil Kalandra, karena mobil Kalandra adalah mobil yang sangat mewah dan mahal yang di import langsung dari luar negeri, jadi sangat jarang ada orang yang memiliki mobil seperti milik Kalandra.
“Benarkah? Baiklah kalau begitu, terimakasih informasinya ya bu”
“Sama-sama mam”
Setelah mematikan telfon, Khansa merasa aneh karena suaminya berada di sekolah Kenan saat masih jam kerja.
“Ada apa sa?” tanya Lila yang melihat perubahan di raut wajah sahabatnya itu.
“Kata gurunya Kenan sudah pulang dan di jemput oleh mas Andra, tapi aneh karena mas Andra ga ngabarin aku sama sekali. Sebentar ya aku mau telfon mas Andra dulu”
Khansa langsung menelfon suaminya itu dengan perasaan khawatir.
“Halo mas?” ucap Khansa
“Halo sayang ada apa? Aku sedang ada rapat.” Ucap Kalandra dengan nada berbisik.
“Apa? Rapat? Kamu ga jemput Kenan mas?” tanya Khansa
“Loh jam segini Kenan belum pulang sayang.”
“Ada apa dengan Kenan sayang!? Pelan-pelan, tarik nafas dan ceritain semuanya ke mas” Kalandra mencoba menenangkan istrinya yang sedang khawatir.
“YaAllah mas, t,,tadi guru Kenan telfon aku dia bilang guru-guru di sekolahnya akan mengadakan rapat jadi anak-anak dipulangin lebih cepat, saat aku bilang akan menjemputnya gurunya bilang kalo kamu udah jemput dia dan Kenan juga langsung lari naik mobil kamu. Kamu tau kan mobil kamu jarang banget ada yang nyamain jadi gurunya juga percaya kalo kamu yang jemput dia.” Jelas Khansa.
“Tapi dari tadi aku, Edo dan karyawan lain sedang rapat sayang jadi ga mungkin aku jemput Kenan, Leo juga ikut duduk di ruangan rapat.”
“Lalu bagaimana ini mas hikss,, hikss, apa Kenan di culik mas?”
“Tenanglah, kamu ada dimana sekarang? Kamu pulang sekarang ya, kita kumpul dirumah, aku juga akan membawa kepala kepolisian untuk turun tangan langsung untuk mencari Kenan.”
“B,,baiklah mas aku akan segera pulang.”
Khansa segera merapihkan barang-barangnya dengan segera.
“Sa, ada apa!? Kenapa Kenan?” tanya Lila yang sama khawatirnya.
“Kenan hilang lil hikss,, bagaimana ini, aku lalai sebagai ibu hikss..”
“Tenanglah kak, aku akan mencari keberadaan Kenan walaupun nyawaku taruhannya. Kalian adalah tanggung jawabku, aku yang telah lalai menjaga kalian.” Ucap Rose yang merangkul pundak Khansa dan membantunya berjalan.
Khansa dan Rose segera menuju ke mobil mereka untuk segera pulang, Lila juga ikut kerumah Khansa dan dia juga menelfon suaminya untuk memberi kabar ini.
“Tenanglah sa, aku yakin Kenan akan baik-baik saja.” ucap Lila menenangkan sahabatnya.
Sesampainya di rumah, Khansa dengan segera masuk ke dalam rumah. Di sana sudah berkumpul Kalandra, Edo, Leo, anggota kepolisian, bahkan Ryan juga berada disana.

“Mas…” panggil Khansa yang wajahnya sudah dibasahi dengan air mata.
Kalandra langsung memeluk istrinya, Kalandra tau istrinya pasti sangat khawatir dengan anaknya.
“Mas, maafkan aku. Ini semua adalah salahku, maafkan aku mas hikss” ucap Khansa dengan nafas yang sesegukan.
“Tidak tuan, sayalah yang telah lalai menjaga Kenan” ucap Rose.
“Sudahlah, tidak ada yang salah disini. Ini adalah musibah yang tidak kita duga.” Ucap Kalandra.
Pihak polisi mengecek semua CCTV yang ada di sepanjang jalan yang di lewati mobil tersebut.
“M,,mas. Kenapa mobil itu tidak ada plat nomernya?” tanya Khansa kepada Kalandra.
“Karena mobil itu adalah mobil yang di import dari luar, dan biasanya mereka tidak memerlukan plat nomer karena hanya beberapa di Indonesia.” Ucap Kalandra
“Jika hanya ada beberapa, bukankah semakin cepat untuk mencari pemilik mobil itu?”
“Tidak sayang, perusahaan mobil mereka akan merahasiakan dengan rapat privasi pmbelinya.”
“Hikss, lalu bagaimana mas? Bagaimana nasib anakku?”
Kalandra tidak tega melihat istrinya menangis seperti itu, Kalandra menyuruh Lila dan Rose membawa Khansa ke halaman belakang untuk bermain dengan kelincinya agar perhatiannya sedikit teralihkan.
“Bagaimana ini Ndra, apa yang harus kita lakukan untuk mencari Kenan?” tanya Ryan yang panik mendengar kabar hilangnya Kenan.
“Pasti penculiknya akan menelfon untuk meminta tebusan” ucap Edo.
“Tidak, aku yakin orang yang menculik Kenan tidak menginginkan uang, dilihat dari mobil yang dia pakai untuk menculik Kenan, dia pasti bukan orang biasa, dia pasti ingin membuat kesepakatan denganku. Dia pasti akan menelfonku tapi aku tidak tau kapan dia akan menelfon.” Ujar Kalandra.
Pihak kepolisian pun hanya bisa menemukan CCTV sampai di daerah yang tidak begitu jauh dari sekolah, karena setelah daerah itu tidak ada lagi CCTV yang di pasang di sepanjang jalan.
“Maafkan kami tuan, kami tidak bisa melihat lebih jauh lagi” ucap kepala kepolisian itu.
“Tidak apa-apa, kami yang akan menyelidikinya lebih lanjut. Terima kasih karena sudah mau membantuku, tolong bilang kepada anggotamu untuk menjaga rahasia tentang kasus penculikan ini dan jangan sampai pihak luar apalagi wartawan mengetahui kejadian ini. Aku tidak ingin jika kejadian ini menyebar ke media, ini malah akan membahayakan nyawa anakku.” Ucap Kalandra kepada kepala kepolisian.
“Baik, kami akan menjaga kasus ini sebagai rahasia, jika anda membutuhkan sesuatu kami siap untuk membantu.” tegas polisi itu dan langsung berpamitan untuk meninggalkan rumah Kalandra.
Kalandra memejamkan matanya dan tenggelam dalam fikirannya.

“*Dimana kamu sekarang nak? Papi tau kamu adalah anak yang kuat dan pintar. Kamu pasti bisa bertahan sampai papi dan mami menjemputmu. Papi janji akan menjemputmu dan menghabisi orang yang sudah menculikmu dan membuat mami sangat khawatir*.” Batin Kalandra yang sebenarnya merasa sangat khawatir dengan anaknya tapi dia bisa menutupinya dengan sangat baik.