MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (UCAPAN MANIS)


Jangan menunggu seseorang yang sempurna. Tunggulah seseorang yang berpikir kamu adalah seseorang yang sempurna.



Lana kembali ke tempat duduknya dan mengambil beberapa barangnya untuk pindah tempat duduk, Key yang melihat sahabatnya itu mengambil barang-barangnya merasa heran.



“Kamu mau kemana Lan?” tanya Key.



“Aku mau duduk di dekat om Jojon.” Ucap Lana.



“Ha? siapa om Jojon?”



“Ituloh asistennya om Bernard Key.”



“Yaampun Lana, nama orang bagus-bagus kamu ganti jadi Jojon sih?” ucap Key.



“Kamu sendiri juga gitu, nama bagus-bagus kamu ganti beruang.” Balas Lana.



“Ih sudahlah! Kamu ngapain duduk dekat om Jonathan?” tanya Key.



“Aku mau ngobrol-ngobrol aja, kalo sama kamu kan sudah sering banget ngobrol jadi aku mau nyari suasana baru.” Jelas Lana yang langsung pergi meninggalkan tempat duduk Key.



“Terus aku sama siapa Lan?” tanya Key sambil sedikit berteriak.



Key menoleh ke belakang melihat sahabatnya hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya dan menghampiri Bernard dan Jonathan, melihat hal itu Key kembali melihat ke depan karena kesal sahabatnya memilih duduk bersama orang lain.



“Om, bangun! Tukeran tempat duduk dong.” Ucap Lana berusaha membangunkan Bernard yang tertidur.



Bernard yang memang hanya memejamkan mata saja langsung membuka matanya setelah mendengar ucapan Lana.



“Kenapa?” tanya Bernard.



“Aku mau duduk di dekat om Jojon! Om Bernard duduk sama Key sana, kasihan dia sendirian.” Ucap Lana.



“Jojon?” tanya Bernard lalu menoleh ke arah Jonathan.



“Sejak kapan kamu ganti nama Jo? Kenapa namamu jadi norak seperti itu?” tanya Bernard.



“Norak!? Nama itu aku yang kasih om! Kok om bilang norak sih!” ketus Lana.



Bernard hanya menatap Jonathan dan Lana secara bergantian lalu menggelengkan kepalanya dan segera beranjak dari tempat duduknya menuju ke tempat duduk Key.



“Ga usah marah-marah, aku hanya menemani kamu agar tidak bosan.” Ucap Bernard yang tau jika Key akan mengomelinya karena duduk di sebelahnya.



Key hanya menghela nafas panjang dan fokus pada pemandangan di luar jendela tanpa menghiraukan kehadiran Bernard.



Bernard menoleh ke arah Key dan tersenyum melihat wajah Key yang sedang badmood yang menurut Bernard Key sangat lucu jika sedang kesal.



Setelah puas melihat wajah Key, Bernard memejamkan matanya dan mencoba untuk tertidur. tidak lama kemudian Bernard tertidur dan tidak sengaja menyenderkan kepalanya di bahu Key hingga membuat Key terkejut.



“Duh om beruang!” ucap Key yang tidak tau jika Bernard sedang tertidur.



Ey menoleh ke arah Bernard dan melihat Bernard yang sedang tertidur di bahunya, Key memperhatikan wajah Bernard dengan teliti dan tiba-tiba ada senyum mengembang di wajah cantiknya.



“Ternyata kalau lagi tidur begini om beruang lucu juga ya.” gumam Key yang masih menatap wajah Bernard.




“Om Jojon, lihatlah! Om Bernard bersandar di bahu Key dan Key menatapnya dengan sangat tulus. Ah,, romantisnya..” ucap Lana.



Jonathan berbalik untuk memastikah kebenaran yang di bicarakan oleh Lana. Jonathan tersenyum dan mengeluarkan hp dari dalam sakunya.



“Om ngapain?” tanya Lana.



“Diamlah, aku ingin mengabadikan momen bagus seperti ini.” ucap Jonathan.



Lana hanya mengangguk dan membiarkan Jonatha mengambil gambar Bernard dan Key.



“*Aku harap om Bernard bisa membuat kehidupanmu lebh berwarna dan bahagia Key*.” Batin Lana.



Setelah selesai memotret tuannya dan Key dari belakang, Jonathan kembali ke tempat duduknya. Lana menghampiri Jonathan dan membuat Jonathan terkejut.



“Kamu ngapain?” tanya Jonathan.



“Aku mau tanya serius om! Aku sudah memberi rahasia tentang Key, sekarang aku ingin bertanya bagaimana keluarga om Bernard? Apa mamanya menyeramkan?” tanya Lana.



“Sebenarnya orang tua tuan Bernard tidak menyeramkan sama sekali, hanya saja memang mereka sangat ketat memilih calon istri untuk tuan Bernard karena tuan Bernard adalah anak laki-laki mereka satu-satunya yang akan mewarisi perusahaan keluarganya, mereka selalu memilih wanita dari kalangan atas karena menurut mereka wanita yang berasal dari keluarga yang kayak raya tidak akan gila harta karena mereka sudah puas menikmati harta keluarga mereka.”



“Mereka takut kalau tuan Bernard memilih wanita yang berasal dari kalangan biasa saja, mereka akan gila harta dan menghabisi semua harta yang di miliki anaknya.” Jelas Jonathan.



“Aku tidak setuju om! Karena menurutku tidak semua anak orang kaya tidak gila harta dan tidak semua anak orang miskin gila harta! Itu semua tergantung dari pribadi mereka sendiri.” Ucap Lana.



“Hm kamu benar, semua itu tergantung orangnya. Kalau dia memang berniat untuk mengambil hartanya saja ya walaupun dari keluarga yang terpandang juga akan kejadian.” Ucap Jonathan yang membenarkan ucapan Lana.



“*Hanya saja, keluarga tuan Bernard sudah trauma atas kejadian dengan Tiara. Tiara yang berasal dari keluarga yang biasa saja datang sebagai kekasih tuan Bernard, awalnya dia memang sangat sopan dan membuat semua orang menyukainya termasuk papa tuan Bernard yang sangat sulit dekat dengan orang baru. Hingga suatu saat entah apa yang ada di fikirannya sampai dia mengambil asset berharga milik keluarga tuan Bernard dan membuat orang tua tuan Bernard berfikir sebelah mata kepada wanita yang berasal dari keluarga sederhana*.” Batin Jonathan mengingat kejadian dua tahun yang lalu.



Jepang


“Pa, hari ini papa jangan kemana-mana ya.” ucap mama Bernard kepada suaminya yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


“Kenapa?” tanya papa Bernard.


“Karena hari ini Bernard akan datang membawa kekasihnya!”


“Siapa? Apa gadis tidak tau diri seperti dulu lagi!?”


“Pa, sudahlah jangan mengingat masa lalu!”


“Bagaimana aku tidak megingat masa lalu? Gadis itu sudah mengambil separuh harta kita ma, dan sekarang dia kabur entah kemana. Bahkan sampai saat di mana wanita itu menghilang Bernard masih tidak mau percaya jika wanita itu yang sudah membawa harta kita!”


“Sudahlah pa, mama yakin Bernard sudah belajar dari kesalahan yang lalu, sekarang kita harus lebih teliti lagi melihat wanita yang akan di kenalkan kepada kita. Tapi jika wanita itu cocok, mama akan langsung menikahkan mereka.” Ucap mama Bernard.


Papa Bernard hanya diam saja tidak menanggapi ucapan istrinya. Dan kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


“Belinda bilang wanita yang akan di kenalkan kepada kita adalah orang yang sangat baik dan cantik dan tidak akan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh mantan Bernard.” Batin mama Bernard.


Mama Bernard melihat jam yang ada di dinding mereka, dia segera menuju dapur untuk menyuruh para pelayannya menyiapkan hidangan special karena sebentar lagi anaknya akan datang ke rumahnya dengan wanita pilihannya.


“Saya mau semua makanan yang di sajikan harus higienis dan berkelas! Saya tidak mau ada kesalahan apapun, mengerti?” ucap mama Bernard.


“Siap nyonya!” ucap para pelayan serentak.




Bernard baru saja membuka matanya secara perlahan, dia terkejut ternyata Key sedang tertidur dan bersandar pada kepalanya.



Dengan perlahan Bernard mengangkat kepala Key dan menaruhnya di bahunya, Bernard memandangi wajah Key dengan teliti dan menyentuh hidung Key dengan perlahan.



“Kamu cantik saat sedang tersenyum, imut saat sedang marah, dan menggemaskan saat sedang tidur seperti ini.” ucap Bernard.



Tanpa di ketahui, ternyata Key sudah bangun saat kepalanya di pindahkan oleh Bernard namun karena sangat mengantuk jadi Key tetap memejamkan matanya dan mendengar semua ucapan Bernard tadi.



“*YaAllah, apa-apaan ini! kenapa jantungku rasanya ingin meledak, kenapa om beruang mengatakan hal itu sih aku kan jadi malu. Tenang Key tenangkan dirimu dan jangan sampai terbawa perasaan hanya karena ucapan manisnya itu*!” batin Key yang masih berusaha memejamkan matanya karena terlalu malu untuk membuka mata dan melihat wajah Bernard.