
Semoga tidak ada lagi perasaan yang mudah tertarik hanya karena di perlakukan baik. Tetap waspada karena di manja belum tentu di cinta.
“Key bangunlah kamu harus bersiap untuk ke pesta bersama kak Bernard!” teriak Lana yang sudah masuk ke dalam kamar sahabatnya itu.
“Yaampun kamu ini apaan sih Lan! kamu kok bisa masuk ke sini?” tanya Key.
“Ya bisa lah kan ada audrey, dia bukain pintu buat aku.”
“Emang dia ga tidur?”
“Katanya sih udah istirahat tapi dia mau belanja sama Elsa makanya dia sudah bangun.” Jelas Lana.
Key yang tadinya berbaring langsung duduk dan bersandar di sandaran tempat tidurnya dengan mata yang masih berat untuk terbuka.
“Aku bingung mau pakai baju apa, aku juga ga bisa dandan Lan..” ucap Key.
“Itusih gampang, kamu ga tau kalau sahabatmu ini pintar sekali kalau di suruh dandan?” ucap Lana yang membanggakan dirinya sendiri.
“Kalau begitu dandani aku!”
“Ya kamu mandi dulu lah, kamu mau aku dandanin bau jigong gitu?”
Akhirnya Key segera beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selama Key di dalam kamar mandi, Lana pergi menyiapkan gaun dan peralatan makeup untuk sahabatnya itu, Lana ingin membuat sahabatnya menjadi yang paling cantik di pesta itu.
“Yaampun Lana! Ini apa-apaan?” tanya Key yang terkejut melihat banyak gaun yang tergantung di sekitar kamarnya.
“Ini gaun yang akan kamu pakai Key.”
“Sebanyak ini?”
“Kan tidak mungkin kamu langsung menyukai gaun yang aku pilihkan untukmu.” Ucap Lana.
“Sudah ayo pilih gaun dulu lalu aku akan mendandanimu.” Ucap Lana.
Akhirnya Key melihat satu per satu gaun yang ada di kamarnya, Key sangat bingung karena ada banyak sekali gaun yang di berikan oleh Lana, sampai akhirnya pilihan Key jatuh kepada gaun berwarna ungu yang memperlihatkan pundak dan punggung mulusnya.
“Aku pilih ini saja.” ucap Key.
“Wah kamu ini memang memiliki fashion yang luar biasa.” Puji Lana.
“Sudahlah tidak usah memujiku, cepat dandani aku karena aku tidak mau om beruang menunggu lama kasian.” Ucap Key.
“Kamu kasian sama om beruang apa karena memang kamu sudah sangat merindukannya?” goda Lana.
Key hanya menatap tajam ke arah sahabatnya itu tanpa mengatakan apapun lagi, Lana yang melihat wajah sahabatnya itu sudah mulai menyeramkan itu langsung mendandaninya dengan hati-hati dan teliti.
“Yaampun Key, kamu cantik sekali.” puji Lana hingga matanya berkaca-kaca.
“apaan sih ga usah lebay deh Lan!”
“Lihatlah ke cermin kalau kamu tidak percaya.” Ucap Lana sambil memutarkan kursi Key agar dirinya melihat wajahnya sendiri di cermin.
Key dengan malas melihat ke cermin, namun dirinya terkejut karena wajahnya benar-benar lebih fresh dari biasanya dan dia sangat menyukai dandanan sahabatnya.
“Terimakasih Lana, aku sangat menyukainya. Kamu memang sangat hebat!” puji Key.
Setelah selesai berdandan, Key pergi ke ruang ganti untuk memakai gaun yang sudah ia pilih sebelumnya.
Tok,,tok,,tok..
“Key sayang, nak Bernard sudah ada di bawah sedang menunggumu cepatlah turun.” Ucap mami Khansa dari luar kamar Key.
Apartment papi Kalandra memang dibuat seperti rumah yang sangat megah yang memiliki ruang tamu yang luas dan ada banyak sekali ruangan yang di dalamnya masing-masing memiliki dapur, kamar mandi dan dua kamar.
“Iya mami, Key akan keluar sebentar lagi.” Ucap Keydengan nada sedikit berteriak.
“Lan, aku sudah cantik kan? Serius kan?” tanya Key.
“Sudah sudah Key, kamu adalah wanita paling cantik malam ini.” ucap Lana.
Key menarik nafas panjang sebelum akhirnya keluar dari kamarnya, mami Khansa yang menunggu di depan kamar membulatkan matanya melihat anak perempuannya sangat berbeda dengan biasanya, biasanya anak perempuannya itu selalu cuek dengan penampilannya, namun sekarang dia adalah wanita yang berubah 180 derajat.

“Ih apaan sih mami, jadi selama ini Key ga cantik?” tanya Key dengan wajah kesal.
“Cantik dong sayang, tapi hari ini lebih cantik lagi dong.” Ucap mami Khansa.
Dengan wajah yang masih kesal, Key berjalan turun ke bawah untuk menghampiri Bernard yang sudah menunggunya, sedangkan mami Khansa hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya.
“Lana, terimakasih karena sudah merubah Key menjadi secantik itu.” Ucap mami Khansa kepada Lana yang berada di sebelahnya.
“Sama-sama tante, tapi memang sebenarnya Key sangat cantik hanya saja dia tidak pernah berdandan.” Ucap Lana.
“Iya kamu benar, dan tante berharap mulai hari ini dia akan mau berdandan. Sudahlah ayo kita turun dan melihat reaksi Bernard.” Bisik mami Khansa.
Mami Khansa dan Lana turun ke bawah menyusul Key, mereka berdua penasaran bagaimana reaksi Bernard yang melihat Key berpenampilan berbeda dari biasanya.
Bernard membulatkan matanya, bahkan mulutnya terbuka hingga lalatpun bisa masuk ke dalam mulutnya. Benrard benar-benar tidak percaya jika wanita di hadapannya adalah Key yang dia kenal.
“Key? Ini beneran kamu?” tanya Bernard.
“Ya maunya siapa kalau bukan aku om beruang!” ucap Key.
“Kamu sangat cantik hari ini.” puji Bernard.
“Om beruang juga sangat tampan hari ini.” ucap Key dengan senyum di wajahnya.
Hari itu Key jantung Key sangat berdebar melihat Bernard sangat tampan dengan stelan kemejanya.

Bahkan bukan Bernard saja yang terkejut melihat penampilan Key, Kenan, Ken dan papi Kalandra yang ada di bawah juga terkejut melihat perubahan pada penampilan Key.
“Key, ternyata kamu bisa cantik juga ya!” ucap Ken.
“Kamu bukannya mau mengantar Elsa dan Audrey belanja? Kenapa masih ada di sini!?” ketus Key.
“Aku sedang menunggu para wanita berdandan dan menunggu Rey mandi, memang kamu tidak lihat aku sudah ganteng begini.”
“Dih ganteng di liat dari monas pake sedotan!” ketus Key.
“Kamu sebaiknya selalu berdandan seperti in setiap hari Key.” Sambung Kenan.
“Abang ikutan ngeledekin aku juga?” tanya Key dengan tatapan tajamnya.
Kenan hanya menaikkan kedua pundaknya tanpa berbicara apapun lagi.
“Sudahlah kalian ini selalu saja meledek adiknya, nak Bernard cepatlah bawa Key agar tida terjadi perang dunia di sini.” Ucap mami Khansa kepada Bernard.
“siap tante, Bernard bawa Key dulu ya tante om.” Ucap Bernard dengan sopan.
Bernard berjalan menghampiri Key dan menyuruhnya untuk merangkul tangannya. Key dengan malu-malu menggantungkan tangannya ke lengan Bernard.
“Hati-hati ya kalian, semoga pestanya menyenangkan.” Ucap papi Kalandra yang di balas senyuman oleh Bernard dan Key.
Di dalam mobil Key dan Bernard hanya saling diam tanpa berkata apapun, Key terlalu malu untuk berbicara karena dia tidak pernah berpenampilan seperti ini dan menurutnya dirinya sangat aneh.
“Key, aku serius loh bilang kamu cantik.” Ucap Bernard mencoba untuk mencairkan suasana.
“Aku juga serius loh bilang om beruang tampan.” Balas Key.
“Tapi aku ga suka.” Ucap Bernard yang membuat Key menoleh ke arahnya.
“Kenapa?” tanya Key yang bingung dengan perkataan Bernard.
“Karena pakaianmu terlalu terbuka! Aku tidak suka kalau ada laki-laki lain yang melihat tubuh mulusmu.” Ketus Bernard.
Key tersenyum sambil menggelengkan kepala mendengar ucapan Bernard yang menurutnya terlalu berlebihan.
“Sudahlah, lagipula siapa yang akan melihat anak kecil sepertiku. Om beruang jangan berlebihan.” Ucap Key.
“Pokoknya kamu harus berada di sebelahku terus!” tegas Bernard yang di balas anggukan oleh Key.
“Aku takut om beruang, bagaimana jika aku membuat kesalahan dan membuat om beruang malu.” Ucap Key sambil menundukkan kepalanya.
“Aku yakin kamu tidak akan membuatku malu Key, percayalah padaku aku tidak akan membuat kamu di permalukan di hadapan orang lain.” Ucap Bernard.