
Semua orang sudah berkumpul di meja makan yang super panjang milik papi Kalandra, di sana semua orang berbincang-bincang dan bercanda bersama.
Elsa kembali menjadi anak yang ceria saat bersama dengan Key, Andini dan Belinda, berbeda saat dirinya berada di kantor.
"Ternyata Elsa memiliki sifat yang menggemaskan seperti itu ya Ken." ucap Sandy kepada Ken yang ada di sebelahnya dengan mata yang tertuju kepada Elsa.
"Dia memiliki banyak hal yang membuat orang-orang menyukainya San, hanya saja kamu baru mengenalnya." balas Ken.
Rey yang berada di dekat mereka pun mendengar ucapan Ken dan Sandy. Rey juga melihat ke arah Elsa yang sedang tertawa dengan lebar.
"Benar, dia memang sangat menggemaskan jika seperti itu." batin Rey.
"Kenan, bagaimana pekerjaanmu sebagai dokter?" Tanya Ryan kepada anak pertamanya itu.
"Baik-baik saja pa, Kenan sangat menyukai pekerjaan Kenan yang sekarang." ucap Kenan.
"Wah, jadi kakaknya Elsa dokter?" Tanya Karina kepada Rey.
"Hm, abang Kenan adalah seorang dokter dan juga pengusaha, hebat bukan?" ucap Rey.
"Keluarga kalian memang benar-benar hebat ya." puji Karina yang di balas senyuman oleh Rey.
"Oh iya, Ken mau mengumumkan sesuatu kepada kalian semua!" teriak Ken yang sudah berdiri.
"Ada apa Ken? Kayaknya penting banget." ucap mami Khansa.
"Kalian semua akan memiliki cucu dan keponakan lagi!" ucap Ken.
"Maksudnya Ken?" Tanya Key.
"Kak Ken kenapa diem aja? Jangan bikin orang penasaran deh!" sambung Elsa.
"Andini hamil! Ken akan menjadi papi!!" ucapnya hingga membuat semua orang melebarkan kedua matanya.
"Ken, apakah benar?" Tanya papi Kalandra.
"Syukurlah! Mami akan memiliki dua cucu sekarang!" sambung mami Khansa.
Semua orang yang ada di sana mengucapkan selamat kepada Ken dan Andini.
"Ken! Aku tidak menyangka kamu akan memiliki anak lebih dulu! Selamat ya.." ucap Rey sambil memeluk tubuh Ken.
"Salah sendiri kamu belum menikah sampai sekarang! Makanya segera carilah wanita baik untuk kau nikahkan!" ucap Ken.
"Selamat ya Ken! Aku jadi ingin memiliki keluargaku sendiri." ucap Sandy.
"Tentu saja, kamu dan Rey harus segera mencari istri secepatnya agar bisa menyusulku!"
"Aku akan segera menikah jika Elsa mau denganku!" ucap Sandy sambil tersenyum malu-malu.
Ken yang mendengarnya langsung menoleh ke arah Rey, dia tau kalau saudaranya sebenarnya mulai menyukai Elsa hanya saja dia tidak menyadarinya.
Rey yang mendengar ucapan Sandy merasa sangat kesal, dia juga tidak tau kenapa dirinya seperti itu tapi dia benar-benar tidak menyukai ucapan Sandy.
Setelah makan malam selesai, Rey pergi ke taman sebentar untuk duduk sambil melihat ke arah kolam ikan di sana.
Taman di belakang rumah papi Kalandra adalah tempat favorit semua orang terutama Rey.
"Kamu sedang apa di sini?" Tanya Rey yang kebetulan bertemu dengan Elsa di sana.
"Tuan Rey, aku akan masuk ke dalam." ucap Elsa.
"Kenapa kamu menjadi seperti ini Els? Kenapa hubungan kita jadi seperti ini?" Tanya Rey.
"Bukankah kamu yang membuat hubungan kita menjadi seperti ini?" Tanya Elsa.
"Apa kamu menyukai Sandy?" Rey kembali menanyakan pertanyaan kepada Elsa.
Elsa terkejut saat Rey menanyakan hal itu kepadanya, dia tidak menyangka pertanyaan itu akan keluar dari mulut Rey.
"Kamu tidak akan pernah menyukainya, karena kamu hanya menyukaiku Elsa!" tegas Rey.
Mendengar itu Elsa sedikit terkejut sebelum akhirnya tertawa dengan kencang hingga membuat Rey menatapnya dengan kebingungan.
"Apa yang kamu tertawakan!" bentak Rey.
"Kak Rey! Kenapa kamu sepede ini? Aku memang menyukaimu, sangat menyukaimu DULU!" tegas Elsa.
"Sejak saat aku memutuskan hubungan denganmu, di saat itulah aku sudah meyakinkan hatiku untuk melupakanmu! Aku sudah melupakanmu kak Rey, jadi jangan terlalu percaya diri!" lanjutnya.
Elsa segera pergi dari sana dan langsung menuju toilet yang ada di bawah, dia merasa sesak saat berbicara seperti itu kepada orang yang masih dia cintai sampai detik ini.
"Maaf kak Rey, kamu benar! Aku masih menyukaimu, tidak! Bukan hanya menyukaimu aku bahkan mencintaimu sampai detik ini, tapi aku berusaha untuk tidak menunjukkannya sekarang." batin Elsa sambil membasuh wajahnya.
Sedangkan di sisi lain Rey masih berdiri di tempatnya, dia merasa tertusuk saat Elsa mengatakan hal itu kepadanya.
"Tidak mungkin, dia masih menyukaiku! Aku yakin dia masih menyukaiku!" batin Rey yang ingin masuk untuk mengejar Elsa namun di halangi oleh Key.
"Mau kemana? Manyusul Elsa? Untuk apa? Kamu sudah sadar kalau kamu menyukainya?" Tanya Key.
"Aku tidak menyukainya!"
"BODOH! Kamu itu bodoh Rey! Kamu menyukainya hanya saja kamu tidak mau mengakuinya!" teriak Key yang membuat Rey terkejut.
"Teruslah, teruslah berpura-pura tidak menyukainya! Karena di saat dia di miliki laki-laki lain, kamu hanya bisa melihatnya dan menyesali semuanya!" lanjut Key yang langsung pergi meninggalkan Rey begitu saja.
"Key..." ucap Ken yang mendengar semua pembicaraan kedua saudaranya itu namun tidak di gubris olehnya.
Ken melihat Rey yang sedang menarik-narik rambutnya, dia segera menghampiri Rey.
"Apa yang Key katakan benar Rey! Walaupun Key dan aku berteman dengan Sandy, tapi kami tetap mendukungmu untuk menjadi pendamping Elsa, tapi jika Elsa sudah ada yang memiliki maka kita tidak akan bisa membantumu lagi." ucap Ken yang berjalan meninggalkan Rey.
"Ah iya, Karina sudah menunggumu di depan! Bukannya kalian ada pertemuan?" Ken berbalik untuk mengatakan hal itu kepada Rey.
Mendengar ucapan Ken, Rey baru ingat kalau dia harus menghadiri urusan penting dan bergegas menghampiri Karina yang sudah menunggunya di depan.
"Kamu ini Rey, masa lupa kalau ada pertemuan penting?" Tanya Robert.
"Maaf pa, Rey benar-benar lupa! Kalau begitu Rey pergi dulu pa, ma, pi, mi, om, tante semuanya Rey pamit pulang dulu ya." pamit Rey yang langsung masuk ke dalam mobilnya.
"Om tante, Karina permisi dulu ya.." ucap Karina dengan senyum manisnya.
Key yang melihatnya hanya bisa menatapnya dengan tajam, sedangkan Elsa yang baru keluar dari kamar mandi mengerutkan keningnya melihat Rey yang sudah pulang bersama Karina.
"Kenapa kak Rey sudah pulang?" Tanya Elsa saat dirinya sudah berada di sebelah Andini.
"Ah Rey memiliki pertemuan penting setelah makan malam, itulah kenapa dia mengajak Karina untuk makan malam di sini agar dia tidak datang ke pertemuan secara terpisah." jelas Andini.
"Ah jadi kak Rey bukannya sengaja mengundang kak Karina?" Tanya Elsa.
"Tentu saja tidak! Rey bukan orang yang suka mengajak orang lain makan malam keluarga Elsa." sambung Ken.
"Kak Ken! Selamat karena sebentar lagi kamu akan menjadi seorang papi! Jangan sampai membuat kak Andini sedih atau nanti aku akan menculiknya dari kakak!" ejek Elsa.
Ken dan Andini tertawa mendengar ucapan Elsa.
"Tentu saja tidak! Aku akan membuat Andini wanita yang paling bahagia di dunia ini!" ucap Ken sambil merangkul pinggang istrinya.
"Huh! Jangan bemesraan di depan jomblo, dosa loh! Huh, bikin iri saja.." ucap Elsa yang langsung meninggalkan Ken dan Andini dengan wajah kesalnya.
"Aku senang, setidaknya kak Rey tidak memiliki niat untuk membawa kak Karina makan malam bersama keluarga kami!" batin Elsa yang dari tadi tersenyum sendiri.
***
Sandy😍