MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (BERTEMU)


Sukses datang bukan dengan berteman baik dengan orang-orang sukses, tapi tahu bagaimana harus belajar dari orang gagal.



Bernard sudah sampai di Indonesia, sesampainya di bandara Bernard menelfon Belinda karena dia sudah sedikit lupa dengan jalan di Indonesia.



“Halo Bel, kamu segera jemput aku di bandara sekarang juga!” Perintah Bernard.



Belinda yang mendengarnya merasa heran karena tiba-tiba saudara kembarnya itu menyuruhnya untuk menjemputnya. Belinda melihat ke arah jam dindingnya dan terkejut melihat jam masih menunjukkan pukul 00.30 malam.



“Ber, kamu mimpi ya? kamu tau ga sih ini jam berapa?! Kamu sudah mengganggu waktu tidurku!!” teriak Belinda.



“Aku serius! aku sudah berada di Indonesia itu semua karena dirimu! Jadi jemput aku sekarang juga!” balas Bernard.



“Apa?! Untuk apa kamu di Indonesia?!” Tanya Belinda dengan nada terkejut.



“Untuk menjemputmu dan menikahkanmu dengan anak teman mama!” jawab Bernard dengan santai.



“Tidak! Aku tidak mau pulang, aku mau menikah dengan Kenan titik.” Tegas Belinda.



“Maka dari itu jemputlah aku, setelah ini aku akan membantumu untuk kabur dari perjodohan mama.”



Belinda segera mematikan telfonnya dan segera menjemput kembarannya di bandara, sedangkan Bernard melihat hpnya dan tersenyum licik karena dia sudah berhasil membohongi kembarannya.



“Rasain! Emang enak di boongin, perjodohan dari mana hahaha..” gumam Bernard.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1608897299221.jpg)



Brukk…!



Tiba-tiba saja ada yang menabrak Bernard dan membuat barangnya berceceran di mana-mana karena terjatuh.



“Maaf, aku tidak sengaja..” ucap laki-laki yang menabraknya dan berniat untuk membantu laki-laki tersebut.



“Sudahlah, kamu tidak bersalah sayang. ayo kita segera pulang aku tidak ingin terlambat untuk pemotretan.” Ucap wanita yang ada di sebelahnya menahan pacarnya untuk membantu.



Bernard yang sedang menunduk sambil mengambil barang-barangnya segera berdiri dan menoleh ke arah laki-laki yang menabraknya.



“Kenan!?” ucap Bernard yang terkejut melihat sahabatnya berada di hadapannya.



“Bernard?” ucap Kenan yang tidak kalah terejutnya.



Bernard dan Kenan saling berpelukan satu sama lain untuk merayakan pertemuan mereka yang kebetulan itu.



“*Astaga jadi mereka saling kenal, terlebih lagi laki-laki itu tampan sekali dan sepertinya dia juga orang yang sangat kaya raya, akan menyenangkan jika aku juga bisa mendapatkannya juga*.” Batin Diana sambil tersenyum licik menatap Bernard.



“Kamu sedang apa di Indonesia Bernard?” tanya Kenan.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1608897299230.jpg)



“Aku ingin menjemput adikku, kamu tau bukan dia seperti apa? Dia ke Indonesia tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada mama, dan aku harus menjemputnya sekarang.” Jelas Bernard.



“Hahaha dia memang selalu saja menyusahkan.” Ucap Kenan dengan tawa yang mengembang di wajahnya, begitu juga dengan Bernard.



Diana merasa terkejut melihat Kenan tertawa sampai seperti itu, karena selama ini walaupun hanya berdua dengannya Kenan tidak pernah tertawa lepas seperti sekarang ini.



“*Sebenarnya siapa yang mereka bicarakan sampai membuat Kenan yang selalu dingin kepadaku ini tertawa hanya karena mengingat tingkah orang yang di bicarakannya*.” batin Diana.



“Oh iya, kamu bilang dia ada di Indonesia? Dimana dia sekarang?” tanya Kenan yang di balas senyuman oleh Bernard.



“Apa kamu merindukannya?” selidik Bernard dengan senyum liciknya.




“*Kamu akan segera bertemu dengannya, karena besok dia akan menjadi sekretarismu*!” batin Bernard.



“Kamu sedang apa di sini Kenan?” tanya Bernard.



“Aku baru saja pulang dari perjalanan bisnisku bersama pacarku.” Jelas Kenan.



Dengan bangganya Diana tersenyum dan menjulurkan tangannya kepada Bernard.



“Diana..” ucapnya.



Bernard hanya menatap tangan Diana dan menoleh ke arahnya lalu sedikit menundukkan kepalanya untuk memberi salam tanpa bersalaman dengannya.



“Sudahlah, aku harus segera pergi. Sampai bertemu kembali Kenan.” ucap Bernard lalu berjalan meninggalkan Kenan dan Diana.



“*Pria yang menarik! Aku harus mendapatkannya dan memanfaatkannya seperti aku memanfaatkan Kenan*.” ucap Diana di dalam hati.



“*Belinda? Bagaimana penampilannya sekarang? Apa aku akan bertemu dengannya nanti*?” batin Kenan dengan mata yang masih tertuju ke arah punggung Bernard yang sudah menjauh.



Bernard yang baru saja keluar dari bandara segera di sambut oleh tatapan tajam kembarannya yang sudah menunggunya di sana.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1608897299226.jpg)



“Kamu ini bilang sudah di bandara tapi kenapa lama sekali! apa kamu bertemu dengan wanita cantik di dalam hingga membuat aku menunggumu!?” ketus Belinda yang sudah menunggu sekita setengah jam yang lalu.



“Aku bahkan bertemu dengan seseorang yang lebih penting dari seorang wanita cantik Belinda.” Ucap Bernard dengan senyuman liciknya.



“Siapa dia!?”



“Kenan!” bisik Bernard yang membuat Belinda menganga tidak menyangka.



“Dimana dia sekarang kak!?”



“Sudahlah ayo kita pulang saja! besok juga kamu akan ke perusahaannya bukan?”



Bernard menarik lengan kembarannya yang ingin masuk ke dalam untuk bertemu dengan Kenan, namun Bernard tidak ingin adiknya melihat kemesraan Kenan bersama wanita lain dan membuatnya menjadi patah semangat bahkan sebelum memulai perjuangan cintanya.



Perusahaan Kenan


“Ah jadi Key memang adiknya Kenan, tapi siapa pacarnya?” batin Belinda yang sedang menempelkan telinganya di depan pintu ruangan Kenan.


Bruk..


Tiba-tiba saja ada seseorang yang terjatuh karena sedang menguping pembicaraan mereka dan tidak sengaja mendorong pintu hingga membuatnya jatuh.


Key melihat orang tersebut segera membangunkannya dan bertanya keadaannya, sedangkan Belinda hanya memalingkan wajahnya agar tidak terlihat.


“Apa kamu tidak apa-apa?” tanya Key yang membantunya untuk berdiri.


“Ehem,, aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.” ucap Belinda yang memberanikan diri untuk menatap wajah orang-orang yang berada di hadapannya.


‘deg,,deg,,deg,,’


Jantung Belinda dan Kenan berdegup dengan sangat kencang saat mata mereka saling menatap satu sama lain. Walaupun Kenan juga tidak mengerti bagaimana bisa jantungnya berdegup kencang saat melihat orang yang baru saja dia temui.


Sedangkan Key yang mengetahui jika orang yang jatuh tadi adalah Belinda segera memeluknya dan membuat Kenan terkejut.


“Kak Belinda!” teriak Key.


Kenan segera menoleh ke arah Key dan Belinda secara bergantian, dia tidak percaya jika orang yang berada di hadapannya adalah teman masa SDnya yang selalu diusirnya karena terlalu berisik.


“Belinda? Apakah kamu Belinda yang aku kenal?” tanya Kenan meyakinkan.


Belinda tersenyum dengan manis ke arah Kenan. “Apa kabar? Sudah 19 tahun kita tidak bertemu.” Ucapnya.


Kenan semakin terkejut saat mendapatkan senyuman manis dari Belinda yang membuatnya menjadi semakin cantik.


“Subhanallah,, cantik sekali dia..” batin Kenan yang beranjak mundur perlahan.


Diana yang melihat interaksi mereka itu semakin tidak suka karena wanita yang berada di hadapannya bisa menjadi saingannya untuk merebut Kenan.


“Kamu! Kamu pasti menguping pembicaraan kami bukan!? Siapa kamu sebenarnya? Kenapa bisa kamu masuk ke ruangan CEO!?” ketus Diana.


“Kak Belinda ini adalah calon sekretaris abangku! Bang, Bisakah kamu membuat nenek lampir ini berhenti bicara!?” ketus Key.


“Key jangan bicara seperti itu, tidak sopan.” Ucap Belinda mengingatkan.


“Iya kak, Key minta maaf.” Ucap Key dengan nada manjanya.


“Bagaimana bisa Key memperlihatkan sisi manjanya kepada orang yang baru saja dia temui?” batin Kenan yang terkejut karena Key selalu dingin kepada orang yang baru di temuinya.