
Hari ini adalah hari pulangnya baby Aciel ke rumah mereka, mami Khansa sudah menyuruh mereka untuk menginap di rumahnya namun Kenan dan Belinda menolak dan ingin tinggal di rumah mereka sendiri.
"Kenapa kalian tidak mau tinggal di rumah mami? Ini adalah pengalaman pertama kalian pasti kalian akan kewalahan." ucap mami Khansa.
"Mi, kami ingin mengatasi semuanya sendiri, lagipula ada Alya yang akan menjadi kakak yang siaga untuk membantu Belinda menjaga baby Aciel." ucap Kenan.
"Tapi Kenan, bagaimana kalau kamu bekerja dan Alya sekolah? Belinda akan kewalahan sendiri."
"Kenan akan mencari neni untuk baby Aciel."
"Tidak semudah itu mencari neni yang cocok untuk Aciel Kenan! Kamu lupa siapa yang membuatmu di culik waktu itu? Bi Rini yang sudah mengurusmu sejak kecil bahkan dia juga yang mengurus papimu." ucap mami Khansa.
"Tapi bi Rini waktu itu sedang tidak memiliki pilihan mi.."
"Sudahlah! pokoknya mami mau kalau kamu bekerja dan Alya sekolah, Belinda dan Aciel bawa ke rumah mami, titik!" tegas mami Khansa.
Entah kenapa, mami Khansa sangat protective kepada kedua anaknya itu, mami Khansa tidak pernah mengijinkan Kenan mencari neni untuk Alya selama ini, dan sekarang mami Khansa juga tidak mengijinkannya mencari neni untuk baby Aciel.
"Baiklah mi, Kenan tidak akan mencari neni untuk Aciel, Kenan akan mengantar Belinda dan Aciel saat Kenan bekerja." Kenan memutuskan untuk mengalah kepada maminya.
"Baguslah! Kalau begitu mami pulang dulu."
"Mami mau aku antar?" tawar Kenan.
"Tidak perlu, mami sudah menghubungi papimu untuk menjemput mami." ucap mami Khansa.
"Baiklah, Kenan akan mengantar mami ke depan ya mi.." ucap Kenan yang hanya di balas anggukan oleh mami Khansa.
Kenan mengantar maminya ke depan, sedangkan Belinda sedang memberi baby Aciel ASI.
Tin,,tin...
Papi Kalandra yang baru saja sampai langsung membunyikan klakson dengan kencang.
"Mas! Jangan berisik, nanti cucuku bangun!" teriak mami Khansa.
"Ayolah sayang, aku sudah sangat merindukanmu.." ucap papi Kalandra dengan nada manjanya.
"Apaan sih mas! Kamu sudah memiliki 2 cucu tapi tingkahnya seperti anak kecil!" tegur mami Khansa.
Sedangkan Kenan yang mendengarnya hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Kenan sudah terbiasa dengan kemanjaan papinya, setiap hari dia selalu mendengar teriakan sang papi yang memanggil maminya.
"Papi tidak masuk dulu?" Tanya Kenan.
"Tidak usah, papi mau mesra-mesraan sama mami kamu soalnya kamu sudah menculiknya selama beberapa hari!" ketus papi Kalandra.
"Sudahlah Kenan, mami pulang dulu ya sebelum papimu semakin menjadi, jaga Belinda dan anak-anakmu ya.." ucap mami Khansa.
"Oh iya jangan lupa menjemput Alya tepat waktu! Awas saja kalau sampai kamu terlambat menjemputnya!" Tegas mami Khansa.
"Iya ndoro putri,,,, hati-hati di jalan ya mi... Papi!! Hati-hati menyetirnya jangan berbuat mesum di pinggir jalan ya!" teriak Kenan hingga membuat pipi mami Khansa merona akibat ucapan anaknya itu.
Sedangkan papi Kalandra hanya memamerkan gigi putihnya lewat jendela mobilnya.
Setelah kepulangan kedua orang tuanya, Kenan segera kembali masuk ke dalam rumah.
Baru saja Kenan menaiki satu anak tangga, Belinda sudah berteriak karena anaknya mulai kembali rewel sedangkan Belinda sedang berada di kamar mandi.
"Cup cup anak daddy,,, Aciel anak pintar kan jadi jangan menangis mami masih di kamar mandi.." ucap Kenan dengan nada seperti anak kecil.
Kenan masih takut untuk menggendong Aciel secara langsung, biasanya ada orang yang memberikan Aciel kepadanya barulah dia bisa menggendongnya.
"Sayang, kamu masih lama di dalam?" teriak Kenan.
"Sebentar, aku sedang bisnis nih,, kamu gendong dulu gih mungkin dia bosan tidur terus.." balas Belinda.
"Aku takut menggendongnya, bagaimana ini?"
"Pelan-pelan saja, kamu pasti bisa! Yang penting kepalanya harus kamu pegang!"
Akhirnya dengan segala usaha, Kenan mencoba untuk menggendong anak laki-lakinya itu dan akhirnya berhasil walaupun dengan keringat yang keluar dari tubuhnya walaupun AC di kamarnya menyala.
"Lihatlah Aciel, menggendong dirimu saja daddy sudah keringetan!" keluh Kenan sambil melihat wajah anaknya yang sudah mulai berhenti menangis itu.
"Wah, ternyata kamu tampan sekali ya mirip daddy! Tapi kenapa semua orang mengatakan kalau kamu lebih mirip mommymu?" Tanya Kenan kepada bayi yang bahkan tidak mengerti apa yang sedang dia bicarakan.
"Tidak bisa! Kalau seperti ini terus aku tidak bisa menjemput Alya, aku harus menghubungi Rey dulu!" gumam Kenan yang langsung mengambil hpnya yang ada di atas meja.
"Halo bang?" Sapa Rey setelah mengangkat telfonnya.
"Bang, selama baby El pulang ke rumah, kamu memang tidak pernah sempat menjemput Alya, makanya carilah neni untuk baby El agar kak Belinda tidak kewalahan saat kamu tinggal!" ucap Rey.
"Kamu tau kan kalau mami yang menentangku untuk mencari neni untuk El? Aku masih berusaha untuk membujuknya.."
"Baiklah aku akan menjemputnya setelah ini."
"Terimakasih ya Rey,, kamu memang penyelamatku!"
"Hemmm.." ucap Rey yang sudah ratusan kali mendapatkan pujian dari abangnya itu.
Kenan segera mematikan hpnya dan kembali fokus menggendong Aciel, Kenan berjalan ke sana kemari untuk membuat Aciel tertidur kembali, namun kenyataannya sampai Belinda keluar dari kamar mandi pun Aciel masih belum tertidur.
"Dia tidak tidur lagi sayang?" Tanya Belinda.
"Tidak sayang, sulit sekali untuk membuatnya tertidur." keluh Kenan.
"Sini biarkan aku yang menggendongnya." ucap Belinda yang sudah merentangkan kedua tangannya siap untuk menggendong Aciel, namun Kenan malah memundurkan langkahnya.
"Kenapa kamu malah mundur-mundur begitu Kenan?" Tanya Belinda dengan tatapan anehnya.
"Apa kamu sudah mencuci tangan?" selidik Kenan.
"Yaampun Kenan, aku sudah mencuci tanganku sampai bersih!"
"Apa kamu memakai sabun?"
"Iya"
"Apa kamu sudah menggosok semua sela-sela jarimu?"
"Iya Kenan iya! Aku sudah mencuci tanganku dengan sabun, aku juga sudah menggosok semua bagian tanpa tersisa! Mungkin kuman di tanganku sudah klepek-klepek saat ini." ketus Belinda.
"Aku hanya takut kalau masih ada kuman di tanganmu!"
"Sudahlah berikan Aciel kepadaku!" ucap Belinda sambil mendekat kembali ke suaminya.
Kali ini Kenan tidak mundur, dia justru melangkah maju dan memberikan Aciel kepada istrinya.
Setelah memberikan anaknya kepada Belinda, Kenan melempar tubuhnya di atas tempat tidur.
"Kamu tidak menjemput Alya?" Tanya Belinda.
"Aku sudah menghubungi Rey, aku takut kamu akan kewalahan menjaga Aciel!"
Belinda yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas lalu duduk di tepi tempat tidur.
"Mas, apa kamu sudah tidak menyayangi Alya?" Tanya Belinda tiba-tiba.
Kenan terkejut dengan pertanyaan yang keluar dari mulut istrinya itu, dia segera bangun dari tidurnya dan duduk di sebelah Belinda dengan tatapan tajam.
"Apa maksud ucapanmu!? Aku sangat menyayangi Alya!" tegas Kenan.
"Lalu kenapa semenjak Aciel pulang ke rumah, kamu sama sekali tidak pernah menjemput Alya? Apa kamu tidak berfikir dia akan merasa kalau kasih sayang kita sudah berkurang padanya!?" Tanya Belinda.
"Kenan, kamu pernah bilang padaku walaupun papi dan mami bukanlah orang tua kandungmu, mereka tetap menyayangimu seperti mereka menyayangi Ken dan Key."
"Kamu bilang papi selalu menjemputmu sesibuk apapun dia, segitu mami memiliki anak kembar loh! Sedangkan kita? Kita hanya mengasuh 1 anak tapi kamu tidak bisa membagi waktumu untuk menjemputnya."
"Tapi kamu baru pertama kali mengasuh anak Bel.." sanggah Kenan.
"Lalu mami? Apa mami bukan pertama kalinya mengasuh Ken dan Key?" Tanya Belinda.
Mendengar hal itu membuat Kenan merasa bersalah kepada Alya, mungkin Alya tidak pernah mengatakannya tapi dia pasti merasa kalau mereka sudah tidak menyayanginya.
"Kalau memang kamu sudah tidak menyaynginya, maka kembalikanlah dia ke tempat di mana kamu menemukannya!" ucap Belinda yang mencoba memancing emosi suaminya.
"Apa yang kamu katakan Belinda! Aku tidak akan pernah melakukan hal itu! Alya adalah anak pertama kita dan selamanya akan menjadi anak kita!" tegas Kenan yang langsung mengambil jaket, hp dan kunci mobilnya.
Melihat suaminya yang akan menjemput Alya, membuat Belinda tersenyum melihatnya.
Belinda tau kalau Kenan sangat menyayangi Alya, Belinda tau kalau Kenan juga mengkhawatirkan dirinya dan merasa kalau Alya akan baik-baik saja walaupun tidak di jemput olehnya, tapi Belinda tau betul kalau Alya bukanlah anak yang suka mengeluh dan menceritakan masalahnya kepada orang lain.
Itulah kenapa Belinda mencoba untuk memancing suaminya walaupun semua perkataannya hanyalah bohong.
***
Mohon maaf author telat update~🙏