MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
KESALAHAN MALAM ITU


Terkadang kita diuji bukan untuk menunjukkan kelemahan kita, tetapi untuk menemukan kekuatan kita.




Setelah urusan dengan papinya selesai, Ken segera pergi ke bawah dan menghampiri Key yang sedang duduk sambil memainkan hpnya.



"Kamu ga keluar sama kak Bernard?" Tanya Ken.



"Engga, ya masa aku tiap hari harus keluar sama om beruang sih Ken, tau sendiri kan kalau aku ini sebenarnya ga suka keluar gitu." Ucap key yang masih sibuk dengan hpnya.



Key yang sadar kalau Ken sudah tidak bertanya kepadanya lagi langsung menaruh hpnya dan menoleh ke arah Ken.



"Gimana tadi? Kamu dapet semua aset dari papi?" Tanya Key.



"Sudah, papi memberikanku satu hotel, dua restaurant, satu rumah mewah dan dua gedung kosong." Ucap Ken.



"Wah! Bagus sekali! Kamu mendapatkan sama seperti yang abang dapatkan! Mau kau apakan gedung kosong itu?" Tanya Key.



"Mau aku jadikan perusahaan dong tentunya, papi sudah menaruh banyak sekali furniture perkantoran di semua gedung itu, tandanya papi mau aku membuat banyak perusahaan yang sukses." Ucap Ken.



"Bagaimana kalau perusahaan properti? Sepertinya akan cocok kalau kau membuat perusahaan properti." Ucap Key.



"Abang sudah membuat perusahaan properti Key."



"Tapi abang sudah fokus ke usaha makanannya Ken, toh kalaupun sama memangnya kenapa? Banyak perusahaan properti di mana-mana, rejeki orang ga akan ketuker kok." Ucap Key.



"Cih, aku ini kakakmu, tapi kenapa kamu malah mengajariku?" Ketus Ken.



"Kita hanya beda beberapa menit saja Ken!"



"Oh iya! Lusa adalah ulang tahun pernikahan papi dan mami, bagaimana kalau kita berikan kejutan untuk mereka." Ucap Ken.



"Ah iya kau benar! Hampir saja lupa, karena biasanya abang yang selalu ingat ulang tahun pernikahan papi dan mami." Sambung Key.



"Sudahlah, bagaimana kalau kita pakai restaurant baru yang di berikan papi dan suruh karyawanmu untuk menghias restaurant itu." Ucap Ken.



"Baiklah kalau begitu aku akan menelfon karyawanku untuk mendesain restaurantmu besok."



"Loh kamu mau kemana?" Tanya Key kepada Ken yang mau meninggalkannya.



"Aku mau cuci mata dulu lah sama Rey bye..." Ucap Ken sambil melambaikan tangannya.



"Dasar laki-laki! Baru aja patah hati udah mau cuci mata aja!" Gumam Key sambil menggelengkan kepalanya.



\*\*\*



Ken melajukan mobilnya menuju ke rumah Rey karena ingin mengajaknya keluar untuk mencari udara segar agar bisa melupakan masalahnya dengan Audrey sebentar.



"Assalamualaikum.." ucap Ken yang baru saja masuk ke dalam rumah Rey.



"Waalaikumsalam,, loh Ken, kamu tumben kemari ada apa?" Tanya Robert.



"Eh om Robert, Ken mau ketemu sama Rey om mau ngajak dia keluar." Ucap Ken.



"Ada, langsung aja ke atas Ken dia ada di kamarnya." Ucap Robert.



Dengan segera Ken langsung naik ke atas untuk menghampiri Rey.



"Rey! Kamu sedang apa?" Tanya Ken sambil membuka pintu kamar Rey dengan kencang.



"Yaampun Ken! Kamu mau buat aku jantungan ya? Bukannya ngetok dulu gitu! Kalo aku lagi sama cewe di dalem kamar gimana?" Ucap Rey.



"Hahaha apa? Cewek? Sebelum kamu memasukkannya ke dalam kamar, om Robert akan mematahkan kaki dan tanganmu!" Ucap Ken.



"Sialan kau ini Ken! Aku bukan anak kecil! Lagian kamu ngapain kerumahku tumben banget." Ucap Rey.



"Aku ingin mengajakmu bersenang-senang, aku lagi galau nih ayo kita cuci mata dan mencari udara segar." Ucap Ken.




"Baiklah ayo kita kesana dan melupakan segalanya untuk sementara waktu."



Setelah mendengar persetujuan dari Ken, Rey segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang santai namun masih terlihat keren.



Setelah selesai bersiap, Ken dan Rey segera berpamitan kepada kedua orang tua Rey lalu pergi ke tempat yang akan mereka tuju.



"Wah sudah lama sekali kita tidak pergi bersenang-senang seperti ini." Ucap Rey dengan semangat.



Beberapa menit kemudian, mereka berdua sampai di club X, di sana Rey sudah janjian dengan teman-teman mereka yang lain.



"Woy Ken, Rey! Disini.." sapa mereka semua.



"Itu mereka Ken, ayo kesana." Ajak Rey.



Ken, Rey dan teman-teman mereka asik berbincang bersama sambil menikmati alunan musik yang jedag-jedug membuat jantung hampir copot.



"Wah Ken, lihatlah Itu! Bukannya wanita itu adalah wanita yang berani berdebat dengan Key di kampus?" Ucap Rey sambil menunjuk ke arah seorang wanita yang sedang mengelap meja di dalam bar.



"Ah kau benar! Di lihat dari pakaiannya aku yakin kalau dia bekerja di sini." Ucap Ken.



"Iya kamu benar! Apa dia tidak takut dan malu bekerja di tempat seperti ini?" Ucap Rey.



"Jangan bicara seperti itu, setidaknya dia lebih hebat di bandingkan dengan kita yang selalu menumpang hidup dengan orang tua kita." Ucap Ken.



"Ya ya, kamu ini memang selalu membela wanita!"



Malam itu Ken minum lumayan banyak karena dia ingin sekali melupakan masalahnya dengan Audrey. Ken yang sudah sangat mabuk itu membuat Rey khawatir karena papi Kalandra pasti akan sangat marah dengannya.



"Duh sebentar ya Ken, aku mau menyuruh supir pribadiku menjemput kita dulu, sebaiknya kita tidur di apartmentku saja." Ucap Rey yang pergi meninggalkan Ken bersama teman-temannya yang sama-sama sudah mabuk berat.



Saat Rey sedang pergi untuk menelfon supirnya, tiba-tiba saja Ken ingin ke toilet namun dia malah kesasar ke dalam ruangan ganti wanita dan melihat wanita yang satu kampus dengannya di dalam sana.



"Aaa!!" Teriak wanita tersebut.



Bukannya kabur Ken justru membungkam mulut wanita itu dengan bibirnya hingga membuat wanita tersebut terpaku dan membulatkan matanya.



"Audrey.." gumam Ken.



"Gila! Aku bukan Audrey! Namaku Andini! Lepaskan aku orang kaya sombong! Aku membencimu!!" Teriak wanita tersebut.



Andini sudah berusaha untuk teriak sekuat tenaga namun tidak ada yang mendengarkannya karena malam itu hanya ada beberapa pelayan wanita yang bekerja, sedangkan ruang ganti wanita berada di pojok dan jarang ada orang yang melihatnya.



Andini sudah berusaha sekuat tenaga untuk berteriak, menangis dan melawan Ken namun tenaga Ken jauh lebih kuat di bandingkan dirinya, dan malam itu juga tanpa sadar, Ken menghilangkan keperawanan Andini.



Setelah melakukan hal yang sangat fatal, Ken pingsan karena terlalu pusing dan tenaganya teekuras, sedangkan Andini merapihkan semua pakaiannya yang berceceran di lantai sambil menangis tersedu-sedu.



"Hikss, hikss, lihat saja nanti aku akan membuatmu menyesal telah melakukan hal ini kepadaku! Aku akan memberitahu perlakuanmu ini kepada kedua orang tuamu! Hikss,, hikss.." Gumam Andini dengan wajah penuh kekesalan.



Andini memakai kembali pakaiannya dan segera keluar dari ruangan tersebut dengan menahan perih di daerah intimnya akibat perlakuan Ken.



Sedangkan di sisi lain, Rey yang baru saja kembali menelfon dan ngevape terkejut karena tidak melihat Ken di manapun. Rey segera mencarinya kemana-mana namun dia malah bertemu dengan Andini yang matanya sudah sembab karena habis menangis.



"Hei, apa kau melihat Ken? Kau tau Ken bukan? Apa kau melihatnya?" Tanya Rey tanpa memperdulikan penampilan Andini malam itu.



"Laki-laki brengsek itu ada di ruang ganti wanita! Bawalah dia pulang sebelum aku berubah fikiran dan membunuhnya!" Ketus Andini lalu pergi melewati Rey begitu saja.



"Dih itu orang kenapa sih sewot banget." Ucap Rey lalu segera pergi ke ruang ganti wanita untuk menyusul Ken.



\*\*\*



Nah loh gimana nasib babang Ken setelah ini?? apa reaksi papi Kalandra dan mami Khansa yaa🤔



Dari pada pusing mending author kasih visualnya babang Rey dulu deh hihi,🤭



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1617877989973.jpg)