MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (KAMU SAJA YANG MENIKAH)


Terkadang, lebih baik mengalah, bukan karena kamu salah, tapi karena dengan mengalah, kamu tak kehilangan dia yg kamu cinta.




“Kamu bisa masak Belinda?” tanya mami Khansa.



“Hm, sedikit tante tapi masih belum sehebat tante hehe.” Ucap Belinda.



“Dulu tante juga ga terlalu bisa masak kok, lama kelamaan pasti biasa.”



“Mi, mami kapan ngajarin Key masak?” tanya Key.



“Kamu selalu saja sibuk, bagaimana mami bisa mengajarimu memasak! Nanti kalau sudah menikah mau di kasih makan apa suami dan anakmu!?” ucap mami Khansa.



“Ya kasih makan rumput mi! makanya Key mau punya kebun yang besar biar suami dan anak Key tidak kelaparan.” Canda Key.



Belinda yang mendengar candaan Key hanya menahan tawanya, sedangkan mami Khansa yang kesal dengan ucapan anaknya itu segera memukul lengan anak perempuannya itu.



“Aw, mami sakit tau!” protes Key.



“Kamu ini! memang kamu menikah dengan kambing di kasih makan rumput!?”



“Hehehe, bercanda mi jangan marah dong nanti cepat tua loh!”



“Biarin, mami kan sudah ada yang punya!”



“Nanti papi cari yang muda loh mi..” ucap Key lalu kabur dari sana sebelum di marahi oleh maminya.



“Keyla!!!” teriak mami Khansa hingga terdengar sampai ke ruang tamu.



Papi Kalandra dan Bernard yang mendengar suara teriakan mami Khansa menoleh ke arah dapur dan melihat Key yang baru saja keluar dari dapur dengan tawanya.



“Key, kamu ngerjain mami lagi ya?” tanya papi Kalandra.



“Bercanda doang kok pi..” ucap Keyla sambil bersandar ke lengan papinya.



“Kamu ini ga malu sama pacar kamu manja-manja sama papi?!”



Key menatap Bernard dengan tatapan sinis lalu memperbaiki duduknya.



“Pi, apakah Key boleh sebulan berada di Jepang?” tanya Key.



“Ngapain aja kamu di Jepang sebulan?”



“Liburan lah pi,, masa aku dan Lana tidak liburan ke mana-mana selama di sana.. boleh ya,ya,ya” ucap Key.



“No! Ken sudah mulai merintis bisnisnya dan membuktikan kepada papi jika dia mampu! Lalu jika kamu selalu berlibur dan bersenang-senang, kapan kamu membuktikan kepada papi kalau kamu pantas mendapatkan hakmu?” tanya papi Kalandra.



Key yang tadinya bersemangat tiba-tiba menjadi murung karena ucapan papinya, dia memang belum membuktikan apapun kepada papi dan maminya sedangkan saudara kembarnya sekarang sedang mengembangkan bisnisnya sendiri.



“Sudahlah, papi mau istirahat dulu sebentar bangunkan papi jika sudah waktunya makan malam. Bernard, saya tinggal dulu!” pamit papi Kalandra.



Key hanya diam saja tidak menjawab ucapan papinya, sedangkan Bernard yang melihat Key sedang murung itu akhirnya buka suara mewakili Key.



“Iya om, nanti saya akan minta Key atau yang lain untuk membangunkan om saat waktunya makan malam.” Ucap Bernard.



Papi kalandra hanya mengangguk menanggapi ucapan Bernard lalu melangkah ke atas meninggalkan Bernard dan Key di bawah.



Melihat papi Kalandra yang sudah meninggalkan mereka, Bernard menghampiri Key dan merangkulnya dengan lembut hingga memberikan kenyamanan kepada Key.



“Aku memang tidak berguna ya om beruang? Apa aku hanya menyusahkan orang tuaku?” tanya Key.



“Tidak Key, kamu pasti memiliki kelebihanmu sendiri. Memang kamu ini mengambil jurusan apa?” tanya Bernard.



“Management om, tapi aku juga diam-diam mengambil les design. Aku sebenarnya memiliki cita-cita menjadi model yang merancang bajunya sendiri, tapi papi sepertinya tidak setuju papi bilang tidak ada gunanya menjadi model.” Jelas Key.



“Bolehkah aku memberikan saran?” tanya Bernard yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Key.



“Menurutmu ucapan papimu itu ada benarnya juga Key, dia sangat menyayangimu papimu tidak ingin kamu masuk ke dalam dunia yang seperti itu.”




“Mungkin kamu melihat model-model di luar sana enak, terkenal. Tapi dunia model itu di penuhi dengan laki-laki berhidung belang, tidak jarang mereka yang menganggap model dengan sebelah mata, aku tidak setuju jika kamu menjadi model Key. Tapi kalau kamu ingin menjadi designer aku akan mendukungmu dan membantumu.” Ucap Bernard.



“Kenapa om beruang udah kayak suami Key aja sih! Emang kalau om beruang ga setuju kenapa?” ketus Key.



“*Dih, ni orang kayaknya punya kepribadian ganda deh, tadi perasaan baik-baik aja lah sekarang malah ngomel-ngomel ga jelas*.” Batin Bernard sambil menggelengkan kepala.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1609843001006.jpg)



“Kalau aku mau jadi suami kamu gimana?!” ceplos Bernard.



“Ya ga apa-apa, paling ga lama om beruang bakal gila hidup sama aku!”



“Gapapa dong, kan aku gilanya karena terlalu mencintai kamu.” Canda Bernard sambil menahan tawanya setelah berbicara seperti itu.



Key yang mendengarnya hanya bisa melihat wajah Bernard dengan tatapan aneh dan tidak percaya.



“Hi,, aku jadi merinding sih om! Jangan ngomong kayak gitu bisa ga? Serem tau!” ketus Key.



“Lah kenapa serem?”



“Iyalah serem, bisa bikin jantung Key copot!” ketus Key sambil melempar bantal kursi ke arah Bernard.



Belinda, Elsa dan mami Khansa yang kebetulan baru menyelesaikan pekerjaannya di dapur melihat kelakuan Bernard dan Key dengan senyum yang mengembang di wajah mereka.



“Mereka ini so sweet sekali ya..” ucap Elsa.



“*Aku harap, Key bisa merubah pandanganmu terhadap wanita Bernard*.” Batin Belinda.



“*Mami harap, Bernard bisa membuat kehidupan Key lebih berwarna dan bisa membimbing Key ke jalan yang benar*.” Batin mami Khansa.



Setelah beberapa menit Belinda dan mami Khansa terdiam melihat tingkah Bernard dan Key, mereka segera memanggil semua orang untuk makan malam bersama.



“Kak Belinda! Mau Key ajak melihat kelinci peliharaan abang?” tanya Key sambil menghampiri Belinda.



“Tentu saja!” ucap Belinda dengan senang hati.



Key mengajak Belinda ke taman belakang melihat kelinci yang sudah di rawat oleh Kenan dari kecil namun sudah tersisa anak-anaknya saja.



“Lihatlah! Banyak bukan? Dulu mami bilang, abang hanya memiliki sepasang kelinci semakin lama mereka berkembang biak menjadi banyak dan orang tua mereka sudah mati karena terlalu tua tapi mereka mempinyai anak yang banyak.” Ucap Key.



“Lucu sekali bayi-bayi mereka,,” ucap Belinda.



“Hm, lebih lucu lagi kalau mami mendapatkan bayi lucu darimu dan Kenan.” sahut mami Khansa yang membuat mereka terkejut.



“Mami! Apa abang akan menikah dengan kak Belinda?” tanya Key.



“Entahlah, tanyakan saja kepada mereka karena itu adalah hubungan mereka. Tapi mami berharap seperti itu dan berharap secepatnya mereka akan memberikan mami cucu.” Ucap Khansa.



Belinda tersenyum malu menanggapi ucapan mami Khansa dan Key, Belinda sebenarnya ingin membangun suatu hubungan dengan Kenan, tapi di sisi lain dia juga takut karena Kenan di keliling oleh wanita yang bisa saja suatu saat nanti akan mengganggu hubungan mereka.



“Kenapa tidak Key aja dulu yang menikah!” sahut Kenan yang mendengar ucapan ketiga wanita itu.



“No bang! Aku ini masih kecil, aku masih ingin bermain dengan Lana!” ketus Key.



“Kamu ini main terus yang di pikirin!” balas Kenan.



“Biar saja! lagian abang aneh-aneh aja nyuruh Key menikah!”



“Bernard sudah mapan dan siap untuk menikah loh Key.” Sambung Belinda.



“Ih, kalian berdua ini memang cocok! Sama-sama menyebalkan!” ucap Key lalu berlari meninggalkan mereka.



Kenan dan Belinda tertawa karena sudah berhasil mengerjai Key, sedangkan mami Khansa hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak-anaknya itu.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1609843001011.jpg)



“Sudahlah! Kamu ini suka banget ngerjain adikmu!” ucap mami Khansa lalu menyusul Key.