MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
KALANDRA TIDAK SADARKAN DIRI


Luka terdalam adalah yang tak terlihat oleh mata. Kesedihan terdalam adalah yang tak terucapkan oleh kata-kata.



Setelah semua pulang, Kalandra memasuki kamar Kenan untuk melihat-lihat. Betapa terkejutnya dia melihat Edo yang ternyata tertidur di kamar Kenan.



“Astaga Edo! Kamu ngapain di kamar Kenan? aku nyariin kamu kemana-mana ternyata malah enak-enakan tidur disini.” ketus Kalandra yang kesal karena melihat Edo yang tidur dengan lelap.



Edo yang terkejut mendengar teriakan Kalandra langsung membuka matanya dan terbangun.



“Apaan sih Ndra, bikin aku jantungan aja”



“Kamu daritadi aku cariin, Leo bilang kamu nyari makan lah terus kenapa kamu malah ada di sini?” tanya Kalandra



“Aku tuh mau ngecek pergerakan Hani dan Robert tapi di bawah rame banget akhirnya aku ke kamar Kenan eh malah ketiduran” jelas Edo.



“Terus apa yang kamu dapetin dari semua yang kamu cari?”



“Gaada yang aneh di antara mereka, mereka kayaknya ga berhubungan.”



“Jangan lengah dulu, aku yakin kalo ini ada campur tangan Robert. Karena yang bisa membeli mobil itu hanya orang-orang tertentu, pasti dia dapet koneksi karena nama papaku jadi dia bisa bawa mobil itu.”



Tiba-tiba ada pesan masuk di hp Kalandra, dengan segera Kalandra dan Edo melihat isi pesan itu.



Betapa terkejutnya Kalandra karena isi pesan itu adalah foto Kenan yang sedang diikat dan tidak sadarkan diri. Dengan segera Kalandra menyuruh Edo untuk melacak nomer telfon itu dan sialnya penculik itu menggunakan hp sekali pakai.



Kalandra juga mencoba menelfon nomer itu tapi sudah tidak aktif.



Kalandra khawatir melihat pesan itu, Edo yang melihatnya langsung menepuk pundak Kalandra untuk menenangkannya.



“Sabarlah Ndra, aku tau kamu pasti sangat khawatir”



“Kamu pulanglah do, aku akan menghampiri Khansa takut dia terbangun.”



Edo mengangguk mengiyakan ucapan Kalandra, Edo langsung pulang ke rumahnya.


Kalandra masuk ke dalam kamarnya dan melihat Khansa yang sudah menangis di bawah tempat tidur.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1604140441187.jpg)



“Sayang, kamu kenapa?” tanya Kalandra yang langsung menghampiri istrinya.



“Aku kangen Kenan mas hikss,, hikss. Dia pasti lagi ketakutan disana, dia pasti kelaperan mas hikss..”



Kalandra hanya bisa memeluk Khansa dan menenangkannya.



“Apa tidak ada kabar dari penculik itu?” tanya Khansa.



Kalandra hanya menggeleng pelan, Kalandra tidak ingin Khansa merasa semakin khawatir jika melihat anaknya sedang di ikat jadi dia tidak memberitahu istrinya.



“Hiks,, hikss bagaimana ini mas, gimana keadaan anakku sekarang” ucap Khansa dengan sesegukan.



“Tenanglah sayang, anak kita akan baik-baik saja” ucap Kalandra menenangkan istrinya.



“Apa yang lain sudah pulang mas?”



“Iya sayang semua orang sudah pulang, kamu tidurlah lagi”



“Tidak mas, mas lah yang harus tidur. Dari tadi bahkan kamu belum memejamkan matamu mas”



Kalandra hanya tersenyum mendengar perkataan istrinya. Khansa menoleh ke arah Kalandra menatapnya dan menyentuh pipi Kalandra dengan tangannya.



“Mas, aku tau kamu sebenarnya lebih khawatir dibanding aku. Aku tau kamu sangat sedih karena Kenan diculik. Menangislah mas, keluarkanlah semua duka yang telah kau simpan.” Ucap Khansa sambil mengelus lembut wajah suaminya.



Mendengar perkataan sang istri, air mata Kalandra akhirnya jatuh dan membasahi pipinya. Kalandra menangis sesegukan di pelukan istrinya, ia mengeluarkan semua air mata yang dia tahan selama ini.



“Iya begitu mas, menangislah jangan ditahan. Jika kamu menahan kesedihanmu kamu akan jatuh sakit dan tidak bisa mencari anak kita nanti.” Ucap Khansa yang memeluk Kalandra sambil membelai lembut rambut suaminya itu.



Leo yang kebetulan lewat didepan kamar kakaknya itu mendengar suara tangisan kakak iparnya yang selama ini sangat tegar dan hebat dalam menutupi kesedihannya.



“*Lihatlah Kenan, bahkan papimu yang terkenal dingin itu menangis karena kehilanganmu. Cepatlah kembali ke keluarga ini agar mereka kembali tersenyum seperti biasanya*.” Ucap Leo di dalam hati.




“Ini semua karena aku yang tidak bisa menjaga Kenan dengan benar, bahkan aku tidak bisa mencarinya.” Ucap Kalandra menyalahkan dirinya sendiri.



“Tidak mas, kan kamu yang bilang tidak ada yang salah disini, ini adalah takdir. Penculik itu sedang bermain dengan kita dan ingin melihat kita menderita.” Ucap Khansa menenangkan suaminya.



“Coba kamu ingat kembali, apa kamu atau kita memiliki musuh?” tanya Khansa kepada suaminya.



“Tidak sayang, aku memang mencurigai dua orang, tapi Edo sudah melacak mereka dan tidak ada yang mencurigakan di antara mereka.”



“Siapa mas?”



“Robert dan Hani.”



“Siapa Robert?”



“Ada, akan aku beritahu nanti ya sayang”



Khansa tersenyum mendengar ucapan suaminya yang belum siap untuk menjelaskan kepadanya.



“Oh iya Hani, aku harus menghubunginya dia pasti tau tentang ini mas” ucap Khansa yang mengingat jika dirinya pernah menyinggung Hani saat itu.



“Tidak ada yang mencurigakan dengan pergerakan Hani sayang” ucap Kalandra.



“Engga, aku baru tenang jika aku sudah berbicara langsung dengannya, dia pasti dendam karena ucapanku padanya waktu itu.” ucap Khansa.



“Baiklah sayang tapi nanti ya, sekarang sudah malam. Istirahatlah, aku akan membersihkan badanku dulu” ucap Kalandra yang dibalas anggukan oleh Khansa.



Kalandra masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tanpa melepas bajunya, Kalandra berdiri di bawah shower dan membasahi tubuhnya, disana dia kembali meluapkan kesedihannya, dia menangis dibawah pancuran air yang membasahi tubuhnya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1604140441185.jpg)



Khansa yang tidak bisa tidur itu merasa aneh karena suaminya belum juga keluar dari kamar mandi.



“Aneh, biasanya mas Andra ga mandi selama ini” gumam Khansa sambil menatap ke arah kamar mandi yang masih tertutup rapat itu.



Karena Khansa merasa jika suaminya sudah terlalu lama berada di kamar mandi akhirnya dia menuju ke kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi.



Tok,,tok,,tok



“Mas? Kamu masih lama di dalam?” tanya Khansa, namun tidak ada jawaban dari suaminya.



Dengan perasaan khawatir Khansa mengambil kunci cadangan yang ada di laci kamarnya dan membuka pintu kamar mandi.



Betapa terkejutnya Khansa melihat suaminya sudah tidak sadarkan diri di lantai. Khansa langsung memanggil Leo untuk membantunya mengangkat Kalandra ke tempat tidurnya.



“Astaga kak, kenapa kak Andra bisa kayak gini!?” tanya Leo yang melihat kakak iparnya sudah tidak sadarkan diri.



“Kakak juga ga tau. Tunggu disini ya kakak mau telfon dokter.”



Khansa dengan segera menelfon Anita untuk segera ke rumahnya dan memeriksa keadaan Kalandra. setelah menelfon Anita dan meunggu Anita datang, Khansa mengganti pakaian suaminya agar tidak masuk angin.



Saat Anita datang, Khansa segera memeluk Anita dan menangis. Khansa mencertakan semua kejadian hari itu kepada Anita, Anita terkejut mendengar kejadian yang mereka alami, Anita juga terkejut melihat kondisi Kalandra yang tidak berdaya seperti itu.



Setelah di periksa, Kalandra hanya kelelahan dan butuh istirahat. Setelah selesai memeriksa Kalandra, Anita langsung berpamitan pulang dan berjanji akan datang lagi besok untuk memantau kondisi sepupunya itu.



Rumah Ryan


Sesampainya Ryan dirumahnya, kedua orang tuanya yang khawatir masih belum tertidur.


“Ryan, kamu dari mana aja? Mama khawatir pas kamu tiba-tiba pergi tanpa pamit gitu aja” ucap mama Ryan.


Saat Ryan mendapat kabar tentang hilangnya Kenan memang Ryan segera keluar dari rumah melewati orang tuanya yang sedang berada di ruang tamu.


“Kenan hilang ma” ucap Ryan.


“Apa!? Bagaimana bisa hilang!?” teriak mama Ryan


“Ada yang menculiknya saat sekolahnya pulang lebih cepat, pokoknya dia diculik saat di sekolah.”


“Lalu bagaimana? Apakah sudah ada kabar tentang cucuku?” tanya mama Ryan


Ryan menggelengkan kepalanya dengan lemas. Mama Ryan merasa frustasi dan duduk di lantai sambil menangis, papa Ryan berusaha untuk menenangkan istrinya itu.


“Bagaimana ini pa, kita bahkan belum bertemu langsung dengan cucu kita, bagaimana bisa dia menghilang, siapa yang menculiknya” ucap mama Ryan sambil menangis.


“Tenanglah ma, cucu kita pasti baik-baik saja” ucap papa Ryan masih menenangkan istrinya.


Ryan semakin sedih melihat orang tuanya yang sangat terpukul akan hilangnya Kenan.


“Pasti karena Andra dan istrinya yang teledeor menjaga cucuku makanya mereka bisa kehilangan cucuku” batin mama Ryan yang menyalahkan Kalandra dan istrinya.