MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
MALAM PERTAMA


Kelak akan kau temukan bahwa perpisahan hanyalah sebuah jalan untuk kembali di pertemukan di waktu yang tepat dan di tempat yang seharusnya.



Acara pernikahan pun selesai, Kenan dan Belinda segera masuk ke dalam kamar hotel yang sudah di siapkan khusus untuk mereka berdua beristirahat sebelum pergi berbulan madu besok.



Di dalam kamar, Belinda merasa sangat canggung karena berada satu kamar dengan laki-laki yang baru saja menjadi suaminya.



“Kamu kenapa canggung begitu sayang?” goda Kenan.



“Apaan sih Kenan, aku ngerasa aneh aja ada laki-laki asing yang satu kamar sama aku.”



“Aku kan bukan laki-laki asing, aku sudah menjadi suami kamu sekarang.” Ucap Kenan.



“Sudahlah aku mau membersihkan diri dan mengganti baju dulu, tubuhku sudah pegal-pegal sekali.” ucap Belinda.



“Kenapa kamu mau mandi duluan? Kenapa kita tidak mandi bersama saja?” tanya Kenan.



“Kenan..” ucap Belinda sambil membulatkan kedua matanya.



“Kenapa? Ayolah kita mandi bersama saja ayo..” rengek Kenan.



“Kenan ih kamu ini mesum sekali ya! aku malu tau! Aku mau mandi sendiri aja.” Ucap Belinda yang langsung berjalan menuju kamar mandi namun Kenan menarik tangannya dan mencium bibirnya dengan sangat agresif.



Belinda berusaha untuk melepaskan bibir Kenan yang sudah menciumnya namun tenaga Kenan lebih kuat di bandingkan dirinya, jadi Belinda hanya bisa pasrah dan lama-kelamaan Belinda mengikuti gerakan bibir Kenan. Belinda dan Kenan melakukan ciuman panas saat itu hingga keduanya terlarut ke dalamnya.



“Kenan stop, aku mau mandi dan mengganti pakaian terlebih dahulu.” Ucap Belinda yang sudah berhasil melepaskan dirinya.



“Baiklah aku akan membiarkanmu mandi sendiri malam ini.” ucap Kenan.



Akhirnya Belinda masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sedangkan Kenan pergi ke balkon yang ada di kamarnya untuk menghirup udara segar.



Kenan tiba-tiba saja berfikir tentang apa yang sudah dia lakukan tadi, dia tidak menyangka kalau dirinya akan melakukan hal seperti itu kepada Belinda.



“Kenapa aku tidak bisa menahannya? Sepertinya aku sudah gila.” Gumam Kenan sambil tersenyum malu.



Sedangkan di kamar mandi Belinda langsung memegangi dadanya karena terlalu gugup dengan apa yang tadi dia lakukan dengan Kenan.



“Yaampun, apa yang tadi aku lakukan dengan Kenan? ah aku deg-degan sekali..” gumam Belinda yang memegang dadanya bergantian dengan bibirnya.



Belinda berada di kamar mandi cukup lama karena terlalu gugup untuk keluar dari kamar mandi, sedangkan Kenan yang menyadari kalau Belinda sudah lama berada di dalam kamar mandi langsung menghampirinya dan mengetuk pintu kamar mandi.



“Sayang? Bel? Kamu baik-baik saja kan?” tanya Kenan sambil mengetuk pintu kamar mandi namun Belinda tidak menjawab pertanyaannya.


“Bel, aku akan mendobrak pintu ini ya.” ucap Kenan yang mulai khawatir namun tiba-tiba saja Belinda berbicara.



“Jangan Kenan, aku baik-baik saja ini akum au keluar.” Ucap Belinda sambil membuka pintu kamar mandi.



“Kamu ini kenapa lama sekali? apa ada masalah?” tanya Kenan.



“Tidak ada Kenan, kamu cepat mandilah.” Ucap Belinda.



“Baiklah aku akan mandi.” Ucap Kenan.



Melihat Kenan yang sudah masuk ke dalam kamar mandi Belinda langsung pergi untuk menggantung gaun pengantinnya lalu pergi ke balkon kamarnya untuk menghirup udara segar.



“Ah segarnya..” gumam Belinda.



Tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang memeluk perut Belinda hingga membuatnya terkejut.



“Yaampun Kenan kamu ngagetin aku aja deh.” Ucap Belinda.



Kenan memeluk Belinda dengan sangat erat, dia mencium leher Belinda dengan perlahan hingga membuat Belinda merasa geli.



“Kenan stop, geli tau.” Ucap Belinda sambil membalikkan badannya melihat ke arah Kenan.



Belinda terkejut melihat Kenan yang hanya memakai handuk yang terlilit di perutnya.



“K-kamu kenapa ga pake baju Kenan?” tanya Belinda yang mulai gugup.



“Aku kan habis mandi, jadi ga pake baju dong, harusnya kamu yang menyiapkan bajuku.” Ucap Kenan sambil memanyunkan bibirnya.



Mendengar ucapan Kenan membuat Belinda sadar kalau dirinya memiliki kewajiban untuk menyiapkan kebutuhan Kenan yang sudah menjadi suaminya sekarang.



“Oh iya aku lupa, ayo masuk aku akan mengambilkan pakaianmu.” Ucap Belinda sambil menarik tangan Kenan masuk ke dalam.




“Sayang..” ucap Kenan.



“Apa Kenan?”



“Kemarilah..”



Belinda menoleh ke arah Kenan yang sedang memberikan kode untuk duduk di sebelahnya.



“Ada apa?” tanya Belinda yang sudah duduk di sebelah Kenan.



“Tidak usah mencari pakaianku, aku akan tidur seperti ini saja.” ucap Kenan.



“Ha? jangan bercanda deh, nanti kamu masuk angin.”



“Kan ada kamu yang akan memelukku.”



“Kenan..”



“Belinda, apakah aku boleh melakukannya?” tanya Kenan tiba-tiba.



“M-melakukan apa?” tanya Belinda yang mulai ragu.



“Melakukan itu, kamu pasti tau bukan ini adalah malam pertama kita..” ucap Kenan.



Belinda hanya terdiam tanpa mengatakan apapun kepada Kenan, Kenan yang melihat istrinya hanya terdiam lansung memegang kedua bahunya dan menatap ke dalam kedua matanya.



“Ada apa Belinda?” tanya Kenan.



“Aku takut..”



“Takut kenapa?”



“Kata teman-temanku, pertama kali melakukan itu akan terasa sakit.” Ucap Belinda dengan polosnya.



Kenan langsung tersenyum mendengar ucapan Belinda yang sangat polos itu, dia langsung memeluk tubuh Belinda dengan erat.



“Aku akan melakukannya dengan perlahan, aku janji.” Bisik Kenan.



“Benarkah?” tanya Belinda yang di balas anggukan oleh Kenan.



Akhirnya Belinda setuju untuk melakukan malam pertama mereka, Kenan segera membaringkan tubuh Belinda di atas kasur dan mulai \*\*\*\*\*\*\* bibir merah Belinda dengan perlahan, lalu turun ke lehernya dan menciumi leher Belinda hingga membuat Belinda merasa geli.



“Ahh, Kenan mmhh geli..” ucap Belinda dengan nada yang justru membuat Kenan semakin terangsang.



Kenan mulai membuka kancing baju tidur Belinda satu per satu dan mulai membuka handuk yang terlilit di perutnya.



Malam itu Kenan dan Belinda melakukan malam pertama mereka dengan panas, awalnya Belinda menangis karena merasa sangat kesakitan di bagian bawahnya, namun lama kelamaan dia merasa ada rasa yang bisa menutupi kesakitan yang dia rasakan.



“Aku mencintaimu Belinda.” Ucap Kenan yang berbisik di telinga Belinda.



“Aku juga mencintaimu Kenan.” balas Belinda.



Setelah melakukan pertarungan, Kenan memeluk tubuh Belinda yang masih polos tanpa sehelai benangpun, Kenan segera menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua dan akhirnya teridur dengan pulas.



Di sisi lain, Ken, Key dan yang lainnya sedang berbincang-bincang di taman belakang hotel karena mereka semua memutuskan untuk begadang.


“Ah, senangnya bisa berkumpul seperti ini dengan semuanya..” ucap Elsa.


“Cih, bilang saja kalau kamu senang karena ada Rey di sini.” Ucap Key.


“Kak Key! Aku tidak pernah bilang seperti itu!” ketus Elsa.


“Oh iya, Ken, katanya kamu dan Audrey sudah tidak berhubungan lagi?” tanya Key tiba-tiba hingga membuat semua orang terdiam melihat ke arah Key.


“Kak Key, kenapa kakak malah nanya kayak begitu..” bisik Elsa.


“Kenapa? Aku kan hanya penasaran saja emangnya ga boleh?” tanya Key.


“Tidak apa-apa, aku memang sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Audrey dan aku tidak ingin membahasnya.” Jawab Ken.


“Baiklah kalau begitu jangan di ceritakan.”


Mendengar hal itu membuat Elsa, Lana dan Erina melihat ke arah Key dengan kecewa.


“Key, kenapa kamu tidak bertanya lagi? Emang kamu ga penasaran?” tanya Lana.


“Tidak, kalau kalian penasaran kalian saja yang bertanya.” Ucap Key dengan cuek.


“Sudahlah, kita ini berencana untuk bersenang-senang jadi jangan bertanya masalah pribadi.” Ucap Bernard.


“Betul! Lebih baik kita berfikir kira-kira apa yang sedang abang dan kak Belinda di kamarnya.” Ucap Rey.


Semua orang melihat ke arah Rey sambil menggelengkan kepalanya karena mendengar pertanyaan konyol Rey.