
Setiap orang berbeda, unik dengan caranya. Kamu harus menghargainya, tapi tak berarti kamu harus menyukai semuanya.
Melihat Key yang bersujud memohon kepada papinya, Bernard juga ikut melangkahkan kaki ke arah papi Kalandra dan bersujud di sebelah Key.
“Om beruang, om beruang ngapain ikut berlutut?” tanya Key yang terkejut melihat Bernard bersujud di sebelahnya.
“Om, Bernard tau kalau Key memang salah karena melakukan hal yang berbahaya tanpa memberitahu om dan Kenan, tapi Bernard juga ikut melancarkan rencana Key jadi om Kalandra marahin Bernard aja jangan marahin Key.” Ucap Bernard sambil menyatukan kedua tangannya.
“Oh jadi kalian berdua mau sama-sama di marahin dan diberi hukuman?” tanya papi Kalandra.
Tiba-tiba saja Lana dan Elsa datang dan ikut bersujud memohon di sebelah Key dengan tangan yang menyatu memohon kepada papi Kalandra.
“Om, Lana juga ikut membantu rencana Key, jadi marahin Lana aja ya om.” Ucap Lana.
“Papi, apa papi tega memarahi kak Key? Kak Key hanya tidak ingin membuat orang lain terluka makanya dia bergerak sendiri walaupun tau kalau itu hal yang sangat berbahaya.” Ucap Elsa.
Mami Khansa yang melihat mereka semua mengembangkan senyum di wajahnya, mami Khansa sangat bersyukur karena anak perempuannya di kelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya.
Mami Khansa menghampiri Key dan yang lainnya secara perlahan dan berdiri tepat di hadapan suaminya sambil tersenyum.
“Sayang no! jangan bilang kamu juga mau bersujud membantu Key.” Ucap papi Kalandra.
“Kalau itu bisa membuat kamu memaafkan Key aku akan melakukan apapun mas. Bukannya aku bilang kalau kamu tidak boleh memarahi Key jika aku memberitahu kepadamu?” ucap mami Khansa.
Mami Khansa secara perlahan turun ke bawah ingin bersujud di hadapan suaminya.
“Stop! Khansa stop!” bentak papi Kalandra sambil memegang pundak istrinya mencoba untuk menahan istrinya sujud di hadapannya.
“Aku menjadikanmu istriku bukan untuk bersujud dan memohon kepadaku Khansa.” Ucap papi Kalandra.
“Seorang ibu juga tidak melahirkan anak untuk bersujud dan memohon mas. Jika anak-anak salah harusnya kita sebagai orang tua bisa mendidiknya dan memberitahu mereka secara baik-baik. Kita bisa memberi hukuman kepada anak-anak kita kalau kesalahan mereka sudah fatal dan mereka yang memulai mencari masalah lebih dulu.” Ucap mami Khansa kepada papi Kalandra.
“Oke iya aku salah, aku tidak akan menghukum mereka sayang jadi aku mohon jangan bersujud dan memohon kepadaku.” Ucap papi Kalandra.
“Kamu lihat bukan? Kamu selamat karena anak perempuanku yang memohon untuk melepaskanmu dan menyerahkanmu kepada polisi, kalau dia tidak memohon kepadaku aku akan memastikan kalau kamu tidak akan menemukan kebahagiaan lagi selama hidupmu!” tegas papi Kalandra.
Key, Bernard, Elsa dan Lana yang mendengar ucapan papi Kalandra mengerutkan keningnya dan menoleh ke belakang. Mereka semua terkejut karena di pintu masuk ada Dina yang sedang di ikat bersama dengan Rey, Jonathan dan Harry.
“Dina?” ucap Key yang melihat Dina yang sedang menundukkan kepalanya.
“Kenapa dia ada di sini pi?” tanya Key kepada papi Kalandra.
“Aku yang menyuruh Rey membawanya kemari.” Ucap Kenan.
“Abang kenapa bawa dia kesini? Ayo kita serahkan dia ke kantor polisi aja ya.” ucap Key.
“Key, aku mau berbicara kepadamu.” Ucap Dina sambil melangkahkan kakinya menghampiri Key secara perlahan.
“Apa yang mau kamu bicarakan? Bicara saja di sini.” Ucap Key.
“Kenapa kamu masih membelaku di saat aku sudah membuatmu hampir celaka?” tanya Dina.
“Sebenarnya juga aku yakin kalau kakakmu adalah wanita yang baik karena abang tidak mungkin salah memilih wanita, hanya saja kakakmu sudah di butakan oleh uang sehingga dia tidak melihat orang yang mencintainya.” Lanjutnya.
“Kalau kamu memang masih memiliki dendam karena Diana, seharusnya akulah yang kamu terror bukan adikku karena dia juga tidak tau apapun tentang hal ini.” ucap Kenan.
“Tidak, aku sudah tidak memiliki dendam kepada kalian, aku minta maaf karena sudah menerror kamu Key. Aku tau ini benar-benar hal yang tidak tau diri, tai bolehkah aku meminta tolong untuk menyuruh orang yang bisa di percaya untuk menjaga kakakku di rumah sakit dan ibuku juga selama aku di penjara?” Ucap Dina.
“Keluarga kami akan memilihkan orang yang bisa kami percaya untuk menguruh kakak dan ibu kamu Dina, kamu tenang saja.” ucap mami Khansa.
“Aku juga akan datang untuk mengunjungi kakakmu nanti, kamu bisa tenang menjalani hukumanmu dan aku harap setelah ini kamu tidak akan melakukan hal yang akan merugikanmu seperti semalam.” Ucap Key.
“Terimakasih, terimakasih banyak karena sudah mau menjamin kakak dan ibuku. Aku tidak menyengka ternyata kalian adalah orang yang sangat baik hikss..” ucap Dina sambil menangis.
“Cepat bawa dia dan antar ke kantor polisi untuk menjalankan hukumannya.” Ucap papi Kalandra.
Akhirnya Rey, Jonathan dan Harry berangkat untuk menjalankan perintah papi Kalandra membawa Dina ke kantor polisi.
Setelah melihat kepergian Dina dan yang lain, Key langsung berdiri dan menghampiri papinya untuk meminta maaf kepadanya.
“Papi, maafkan Key ya Key janji tidak akan melakukan hal-hal yang berbahaya lagi.” Rengek Key.
“Kamu masih bisa selamat karena mami kamu Key, kalau tidak kamu akan di hukum tidak boleh keluar dari apartmentmu.” Tegas papi Kalandra kepada Key lalu pergi meninggalkannya.
Melihat papinya yang menaiki tangga dengan wajah yang masih kesal, Key hanya menghela nafas panjang memikirkan bagaimana caranya untuk meminta maaf kepada papinya.
“Lain kali jangan meremehkan aku! Memang kamu tidak mempercayai abangmu ini Key?” tanya Kenan.
“Tentu saja aku sangat mempercayai abang, tapi aku tidak mau sampai abang kenapa-napa dan merusak hari bahagia abang yang akan di adakan dua bulan lagi.” Ucap Key.
“Sudahlah, ini adalah terakhir kalinya kamu membuat abang dan papi kecewa Key. Jika hal ini terjadi lagi, abang tidak bisa membantumu dari amarah papi.” Ucap Kenan yang langsung pergi ke atas menyusul papinya.
Bernard yang melihat Key sedih dan pasrah karena papi dan abangnya kecewa padanya langsung menghampiri Key dan menepuk pundaknya untuk menenangkan Key.
“Sabarlah Key, aku yakin kalau papi dan abangmu kecewa padamu karena mereka sangat mengkhawatirkanmu dan takut kalau kamu akan terluka.” Ucap Bernard.
“Bernard benar Key, papi dan abangmu hanya khawatir karena kamu melakukan hal berbahaya seorang diri tanpa memberitahu mereka.” Sambung mami Khansa.
Key menghampiri maminya dan memegang kedua tangan maminya dengan sangat erat.
“Mami, terimakasih karena sudah membantu Key dan membuat papi tidak jadi menghukum Key.” Ucap Key sambil memeluk tubuh maminya.
“Maafkan mami karena mami tetap harus memberitahu papi dan abangmu bagaimanapun juga, karena mereka akan mengetahui kebenarannya cepat atau lambat.” Jelas mami Khansa.
“Iya mami, aku tau kalau sebagai seorang istri mami tidak boleh berbohong kepada suaminya.” Ucap Key sambil tersenyum manis ke arah maminya.
“Benar, jadi kamu juga harus ingat jangan pernah berbohong kepada siapapun. Mungkin kalau mami tidak mendengar rencana kamu, Lana dan Elsa mami tidak akan pernah mengetahui hal ini!” ucap mami Khansa sambil mencubit pipi anak perempuannya itu.
“Aw, sakit mami.. iya maaf ya mi, lain kali Key akan langsung menceritakan hal apapun kepada mami.” Ucap Key.
“Yasudah, kalian para gadis cepat naik ke atas dan mandi sebelum orang tua kalian mengetahui hal ini, karena mami yakin kalau mereka semua masih tertidur pulas di kamar masing-masing.” ucap mami Khansa kepada Key, Lana dan Elsa.
Mereka bertiga hanya mengangguk dan langsung pergi ke apartment mereka masing-masing untuk membersihkan tubuh mereka. Sedangkan Bernard di suruh pergi ke apartment Kenan untuk membersihkan diri dan meminjam pakaian Kenan.