
Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu.
Bernard yang melihat Key sudah keluar dari rumah sakit langsung menghampirinya dan melihat perban yang di pakaikan oleh dokter Harry.
“Sudah kan? Ayo kita pulang, aku tau kamu pasti sangat lelah.” Ucap Bernard sambil mengulurkan tangan kepada Key.
“Ini maksudnya apa om beruang?” tanya Key sambil melihat tangan Bernard.
Bernard yang tidak ingin berdebat semakin panjang langsung menggenggam tangan Key dan menggandenganya dengan erat.
Key melihat tangannya yang di genggam erat oleh Bernard sangat senang karena perlakuan Bernard kepadanya. Sampai mereka berada di mobil dan menuju pulang ke rumah.
“Kita langsung pulang aja om beruang, aku yakin semua orang sedang menunggu kita.” Ucap Key.
“Lalu bajumu? Apa kamu tidak risih memakai pakaian seperti itu?” tanya Bernard.
“Lagipula aku juga tidak mungkin memakai pakaian seperti ini masuk ke dalam butik atau mall kan om? Kalaupun om beruang mau masuk dan membelikan baju untukku, om beruang tidak tau ukuran bajuku, jadi lebih baik kita pulang saja.” ucap Key.
Akhirnya Bernard setuju dengan ucapan Key dan segera menuju ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, orang tua Bernard terkejut melihat ada bercak darah di pakaian Key.
“Key, apa kamu baik-baik saja? kenapa pakaianmu seperti ini?” tanya mama Bernard.
“Tidak apa-apa tante, tadi ada sedikit masalah di rumah sakit dan ini bukan darah Key kok.” Jawab Key mencoba untuk menenangkan mama Bernard.
“Ma, biarkan Key membersihkan dirinya dan beristirahat dulu dia pasti capek sekali.” ucap Bernard.
“Ah, iya kamu benar Key naiklah cepat bersihkan dirimu dan beristirahatlah. Kamu pasti belum makan siang kan? Tante akan menyuruh pelayan untuk membuatkan makanan untukmu.” Ucap mama Bernard.
“Terimakasih banyak ya tante, kalau begitu Key naik ke atas dulu ya setelah mandi Key akan turun ke bawah lagi.” Ucap Key.
Key naik ke atas untuk membersihkan dirinya, di dalam kamar dia melihat Lana yang sedang tertidur pulas dengan tenangnya.
“Huh, aku punya teman benar-benar tidak bisa di andalkan. Apa dia tidak khawatir sama sekali dengan keadaanku!” ketus Key lalu pergi ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Key kembali turun ke bawah karena dirinya memang sudah sangat lapar. Lagipula dia sudah sepakat untuk memberitau kabar kedatangan orang tuanya bersama dengan Bernard.
“Key, kamu sudah selesai? para pelayan sudah menyiapkan makanan untukmu dan Bernard juga, kamu cepat pergi ke ruang makan yak arena Bernard sudah menunggu.” ucap mama Bernard.
Key hanya tersenyum menanggapi ucapan mama Bernard dan melangkah menuju ruang makan, di sana Key melihat Bernard yang sedang sibuk dengan hpnya.
“Om beruang, kenapa tidak makan duluan saja?” tanya Key sambil duduk di kursinya.
“Makan sendirian di meja sebesar ini tidak enak tau! Sudah ayo kita makan, setelah itu kita berbicara kepada mama dan papa mengenai kedatangan orang tuamu.” ucap Bernard.
“Apa kak Belinda tidak menghubungi keluarganya dulu jika keluarga pacarnya akan mengunjungi rumahnya?” tanya Key.
“Tidak ada tanda-tanda kehidupan yang di berikan oleh Belinda tuh, dia memang seperti itu selalu mengentengkan, padahal kita juga harus menyiapkan semua seperti makan dan ruang beristirahat untuk para tamu kan.” Ucap Bernard sambil menggelengkan kepalanya.
“Mungkin kalau aku jadi kak Belinda, aku sudah panik dan menghubungi mami terus menerus untuk memberi masukan apa yang harus di lakukan.” Ucap Key.
Bernard hanya tersenyum melihat Key yang menurutnya sangat imut itu.
“Key, apa kamu akan terus memaggilku om beruang?” tanya Bernard.
“Memang kenapa? Om beruang tidak menyukai panggilan itu?” tanya Key.
“Lalu aku harus memanggil om beruang apa? Kak Bernard? Terlalu biasa. Ah, aku tau! Beruangku..” ucap Key dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.
Bernard yang melihat Key tersenyum itu tiba-tiba merasa sesak di dadanya, jantungnya seperti mau copot dan wajahnya panas seperti terbakar.

“*Aish,, kenapa dia harus tersenyum seperti itu sih*!” batin Bernard sambil menetralkan nafasnya.
“*Duh,, bodoh banget sih Key, bisa-bisanya kamu panggil dia beruangku.. bagaimana kalau om beruang jijik setelah mendengar ucapanku barusan*?” batin Key yang menyesali perkataannya.
Key dan Bernard melanjutkan makan siang mereka dengan tenang karena kecanggungan yang ada di antara mereka berdua.
Setelah makan siang, mereka beranjak dari kursi mereka masing-masing untuk menemui orang tua Bernard di ruang tamu.
“Ngomong-ngomong, aku suka jika kamu memanggilku beruangku.” Bisik Bernard yang berjalan di sebelah Key.
Key yang mendengar ucapan Bernard hanya tersipu malu.
“Ma, pa, ada yang mau Bernard bicarakan.” Ucap Bernard.
Mama dan papa Bernard saling melihat satu sama lain karena bingung dengan apa yang ingin di bicarakan oleh anaknya itu.
“Duduklah nak.” Ucap papa Bernard.
Bernard dan Key menuruti perintah papa Bernard dan duduk di hadapan papa dan mama Bernard.
“Ada apa sayang? tumben sekali wajahmu seserius ini.” ucap mama Bernard.
“Em,, Bernard bingung mau mulai dari mana karena papa dan mama pasti sedikit terkejut dengan ucapan Bernard.”
“Biar Key saja yang bicara ya om, tante.” Sahut Key.
Akhirnya papa dan mama Bernard mengangguk setuju dengan Key dan menyuruh Key menjelaskan apa yang terjadi.
“Begini, om dan tante tau kan kalau Key adalah anak Kalandra?” tanya Key yang di balas anggukan oleh orang tua Bernard.
“Key memiliki seorang abang, namanya Kenan mungkin om dan tante pernah mendengar nama itu karena abang yang meneruskan perusahaan papi, jadi abang itu ingin melamar seorang wanita dan wanita itu adalah kak Belinda.” Jelas Key.
“Belinda? Maksudnya Belinda anak kami?” tanya papa Bernard yang di balas anggukan oleh Key.
“Jadi singkatnya, aku dan Belinda sama-sama memiliki hubungan dengan anak tuan Kalandra pa, ma.” Sambung Bernard.
Papa dan mama Bernard terkejut mendengar penjelasan Bernard dan Key, mereka tidak menerti sama sekali bagaimana hal itu bisa terjadi.
“Ken, kenapa kamu mengajakku ke Jepang mendadak seperti ini?” tanya Audrey di dalam mobil.
“Karena aku juga baru mengetahui kalau abangku akan bertunangan kemarin dari mamiku.” Ucap Ken.
“Kamu pasti sangat menyayanginya hingga bersemangat seperti ini.” ucap Audrey yang melihat Ken sangat bersemangat untuk pergi ke Jepang.
“Sangat,, kamu belum aku ceritakan tentang keluargaku ya?” tanya Ken yang di balas anggukan oleh Audrey.
“Aku memiliki abang namanya Kenan, dia orang yang sangat disiplin namun dia sangat menyayangi adiknya, setiap aku melakukan kesalahan pasti abang akan membantuku untuk mencari alasan kepada papi. Aku juga memiliki saudara kembar perempuan namanya Key, dia itu kadang dingin dan cuek sekali kadang juga hangat dan menunjukkan perhatian kepada sekitarnya sesuai dengan moodnya.” Jelas Ken.
“Apa mereka akan menyukaiku?” tanya Audrey dengan ragu-ragu.
“Kalau abang, selama aku menyukainya dia juga pasti suka. Em,, kalau Key dia akan segera tau wanita yang baik dan wanita yang tidak baik, jadi aku yakin dia bisa melihat kebaikan di dalam dirimu dan akan menyukaimu.” ucap Ken.
Mendengar ucapan Ken, Audrey sedikit lebih tenang untuk bertemu keluarga Ken.
“Kita akan tinggal di mana Ken?” tanya Audrey.
“Kamu akan aku titipkan di rumah omku, di sana ada aunty Rein dan mereka memiliki anak perempuan yang sangat imut dan masih sd. Kamu pasti suka berada di sana.” Ucap Ken.
Audrey hanya menganggukkan kepalanya dan kembali melihat keluar jendela di sampingnya, sedangkan Ken fokus menyetir untuk sampai ke bandara.