
Andini dan Ken sudah ada di depan penjara, mereka berdua datang untuk menjenguk ayah Andini yang sedang di hukum selama 2 tahun penjara.
Ken menoleh ke arah Andini yang sedang gugup karena ingin menemui ayahnya di dalam penjara, Ken menggenggam tangan Andini untuk membuatnya sedikit lebih tenang.
“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Ken kepada Andini.
“Aku sedikit takut, aku takut kalau ayahku masih tetap sama seperti kemarin saat terakhir kali bertemu denganku.” Ucap Andini.
“Tenanglah,, aku akan menemanimu masuk ke dalam, mau tidak mau juga kita harus bertemu dengan ayahmu dan memberitahunya tentang pernikahan kita.” Ucap Ken.
“Iya kamu benar, pernikahan kita hanya tinggal beberapa minggu lagi, ayah harus tau tentang hal ini.”
Akhirnya Andini dan Ken turun dari mobil dan masuk ke dalam untuk menemui sang ayah. Ayah Andini masuk ke dalam ruangan yang di khususkan untuk bertemu dengan para narapidana.
“Ayah..” sapa Andini yang berdiri saat melihat ayahnya masuk ke dalam ruangan tersebut.
“A-andini?” ucap ayah Andini yang langsung menangis saat melihat kehadiran putri semata wayangnya.
“Ayah kenapa menangis?” tanya Andini sambil mendekati sang ayah.
“Maaf, maafkan semua kesalahan ayah kepadamu nak! Ayah benar-benar khilaf memukulimu..”
“Tidak apa-apa ayah, Andini tahu kalau ayah tidak berniat melakukan hal itu, itu hanyalah ego ayah semata.” Ucap Andini.
“Oh iya ayah, kenalkan ini Ken dia adalah calon suamiku.” Lanjutnya.
Ayah Andini yang mendengar ucapan Andini sangat terkejut dan menatap Ken dengan penuh tanda tanya.
“Saya Ken om, saya dan Andini akan menikah sekitar 3 minggu lagi.” Ucap Ken.
“Benarkah? syukurlah jika kamu sudah memiliki seseorang yang bisa menjagamu kedepannya..” ucap ayah Andini.
“Saya minta tolong jaga Andini dengan baik ya nak Ken, saya memang bukan ayah yang baik yang selalu menjaganya, justru saya adalah ayah yang sangat kasar tapi saya harap kamu bisa menyembuhkan luka yang sudah saya berikan kepada Andini.” Lanjutnya.
Ken tersenyum membalas ucapan ayah Andini, di fikirannya dia juga bukan laki-laki baik yang bisa menjaga Andini, dia adalah laki-laki brengsek yang sedang bertanggung jawab karena sudah membuat masa depan Andini hancur.
“Ayah harap kalian berdua akan saling mencintai dan bahagia selalu.” Ucap ayah Andini.
“Bahkan pernikahan kita sama sekali bukan karena cinta, bagaimana bisa aku dan Ken akan bahagia dalam pernikahan ini.” batin Andini sambil tersenyum ke arah ayahnya.
“Ayah bagaimana kabar ayah di sini, pasti ayah kesepian di sini kan? Bagaimana kalau Andini mencabut tuntutan ayah agar ayah bisa di bebaskan.” Ucap Andini.
“Tidak Andini! Ayah ingin tetap menerima hukuman yang harus ayah terima, ayah sudah benar-benar keterlaluan memperlakukanmu nak.” Ucap ayah Andini.
Andini ingin sekali membujuk ayahnya agar mau melakukan sidang ulang dan Andini akan mencabut semua tuntutan kepada ayahnya itu, namun Ken menggenggam tangannya dan menggelengkan kepala dengan pelan sebagai tanda untuk Andini agar dia tidak terlalu memaksa ayahnya.
Setelah melihat tanda dari Ken akhirnya Andini mengalah, dia mengurungkan niatnya untuk membujuk sang ayah.
Waktu kunjungan telah selesai, dengan berat hati Andini berpamitan kepada ayahnya untuk pulang ke rumah.
“Ayah, Andini pulang dulu ya,, ayah baik-baik di sini Andini akan mengunjungi ayah lagi besok..” ucap Andini.
“Jangan setiap hari mengunjungi ayah nak, kamu harus beristirahat dan menyiapkan keperluan pernikahanmu.” Ucap ayah Andini.
“Ayahmu benar, sebelum menikah aku akan mengantarmu menjenguk ayahmu dan setelah kita menikah juga aku akan mengijinkanmu untuk menjenguk ayahmu kapanpun kamu mau.” Sambung Ken.
“Baiklah kalau begitu, ayah baik-baik ya di sini..” ucap Andini sambil memeluk tubuh ayahnya.
“Ayah akan baik-baik saja di sini, kamu juga baik-baik di sana ya nak,, ingatlah setelah kamu menikah nanti suamimulah yang akan menjadi imammu dan kamu harus selalu menuruti ucapannya, sekali lagi ayah minta maaf karna sudah memperlakukanmu dengan kasar..” ucap ayah Andini sambil membalas pelukan anak perempuannya.
Setelah berpamitan, Andini dan Ken segera keluar dari ruangan itu dan segera pulang ke rumah karena semua orang sudah menunggu kedatangan mereka berdua.
“Jangan sekarang, aku takut ayahku belum siap menerima kenyataan itu.” Ucap Andini.
Ken menganggukkan kepalanya, dia berusaha untuk mengerti dengan keputusan Andini karena dia juga tidak memiliki hak apapun.
“Masih ada banyak hal yang belum aku beritahu kepada ayah, aku takut ayah tidak bisa menerima semua kenyataan yang harus dia terima.” Gumam Andini di dalam hatinya sambil melihat ke luar jendela mobil.
Sesampainya di kediaman papi Kalandra, Andini terkejut karena ada banner besar bertuliskan ‘Welcome Home’ dengan hiasan yang meriah.
“Ini apa-apaan Ken? Kenapa ada tulisan seperti itu? Aku malu sekali.” ucap Andini.
“Aku juga tidak tahu kalau mereka akan sampai seperti ini.” balas Ken.
“Sudahlah ayo masuk ke dalam saja, mereka pasti sudah menunggumu.” Ajak Ken.
Benar saja, di dalam rumah semua orang sudah berkumpul untuk menyambut kehadiran Andini dari rumah sakit.
“Selamat datang Andini!!” teriak semua orang secara bersamaan hingga membuat Andini terkejut mendengarnya.
“Yaampun, kalian semua kenapa repot-repot menyambutku dan melakukan hal ini?” ucap Andini sambil memegang kedua pipinya.
“Tentu saja kami melakukan hal ini, karena kamu adalah menantu keluarga ini.” ucap mami Khansa sambil berjalan menghampiri calon menantunya.
“Terimakasih mami, terimakasih semuanya..” ucap Andini dengan nada sedikit berteriak agar terdengar oleh semuanya
Mereka semua sudah menyiapkan makan besar layaknya prasmanan di meja makan keluarga yang sangat panjang itu, untuk pertama kalinya mereka mengadakan acara yang sangat meriah untuk merayakan kepulangan Andini dari rumah sakit.
“Oh iya, kami akan mengumumkan sesuatu!” ucap papi Kalandra setelah semua orang sudah menyelesaikan makannya.
Semua orang segera menoleh ke arah papi Kalandra yang sedang berdiri untuk mengumumkan sesuatu.
“Ada apa si pi?” tanya Ken yang tidak mengetahui apapun.
“Kami akan segera melakukan acara pernikahan Ken dan Andini seminggu lagi.” Ucap papi Kalandra yang membuat semua orang termasuk Andini dan Ken terkejut mendengarnya.
“Pi! Bukankah acara pernikahanku akan di lakukan 3 minggu lagi? Kenapa jadi di percepat?” tanya Ken.
“Memang seharusnya 3 minggu lagi, tapi setelah semua yang di alami oleh Andini papi rasa lebih baik kamu segera menikah dan memberitahu seluruh dunia kalau Andini adalah istrimu jadi tidak akan ada lagi orang yang ingin menyakitinya.” Ucap papi Kalandra.
“Tapi bagaimana dengan persiapan pernikahannya pi? Bukankah semua tidak bisa secara mendadak begitu?” tanya Andini.
“Kalian berdua tenang saja, Key sudah mengurus semuanya, dia menyuruh asistennya untuk menyiapkan acara pernikahan kalian secepat mungkin.” Sambung mami Khansa.
“Asik!! Elsa akan meminta kak Key untuk membuatkan pakaian untukku nanti!” sahut Elsa yang langsung di beri tatapan tajam oleh Key.
“Kamu berani bayar pakaianku berapa emangnya Els? Biaya pakaianku mahal tau!” ketus Key bercanda.
“Ish! Kak Key jahat sekali, aku kan adik kakak harusnya kakak memberikan pakaian gratis untukku!” balas Elsa.
“Sudahlah jangan ribut! Kalian selalu saja berdebat setiap bertemu, kamu tenang saja Elsa, kakakmu sudah menyiapkan pakaian untuk kita semua.” Ucap mami Khansa.
Semua orang sangat senang dengan kabar bahagia itu, namun berbeda dengan Andini dan Ken yang sedang mematung di tengah-tengah kebaagiaan keluarganya.
“Secepat itukah? Secepat itukah aku akan menjadi istri seseorang yang sama sekali tidak menyukaiku dan tidak ku sukai, bagaimana kehidupan rumah tanggaku setelah ini.” gumam Andini di dalam hatinya.
“Aku akan menjadi imam seseorang seminggu lagi, kenapa aku menjadi takut? Aku takut kalau aku tidak bisa menjadi imam yang baik untuk Andini, pasti akan canggung rasanya karena kami sama-sama tidak saling menyukai.” Batin Ken di dalam lamunannya.