MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
RENCANA PERNIKAHAN


Bermimpilah seolah-olah Anda akan hidup selamanya, hiduplah seolah-olah Anda akan mati hari ini.




Sesampainya di rumah, mama Alisha dan papa Arnold sudah menunggu kedatangan Hani dan Robert di ruang tamu.



“Assalamualaikum..” ucap Robert, Kalandra dan lainnya.



“Waalaikumsalam..” balas mama Alisha dan papa Arnold.



“Selamat datang di keluarga kami Hani..” ucap papa Arnold.



Mama Alisha menghampiri Hani dan memeluknya untuk menyambut kedatangannya, Hani merasa senang sekali, ia tidak menyangka jika keluarga Kalandra akan menerimanya setelah apa yang sudah ia lakukan kepada keluarganya.



“Tante, maafkan semua yang sudah Hani lakukan kepada tante hikss..” ucap Hani sambil menangis.



“Mama sayang, panggil mama jangan tante.. sudahlah tidak apa-apa mama dan yang lainnya sudah memaafkanmu,,” ucap mama Alisha.



“Sudah-sudah ayo kita duduk kasihan kan Hani berdiri terus..” ajak papa Arnold.



Akhirnya mama Alisha menuntun Hani untuk duduk di sofa ruang tamu di ikuti oleh Robert, Kalandra dan lainnya.



“Mas, aku ambil Rey dulu ya.. aku mau bawa Rey ke bawah.” Ucap Khansa.



“Baiklah, hati-hati ya sayang.”



Khansa naik ke atas untuk melihat keadaan anak-anaknya, dia tersenyum melihat Kenan sedang duduk menjaga ketiga adiknya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1607861411326.jpg)



“Sayang, kamu dari tadi diem di sini?” tanya Khansa sambil menghampiri Kenan.



“Iya mi, Kenan jagain adek-adek sambil mainan. Mami sudah pulang? Apakah mamanya Rey sudah ada di sini?” tanya Kenan.



“Iya sayang ini mami mau bawa Rey ke bawah, apa kamu juga mau ikut mami ke bawah?” tanya Khansa.



“Apakah tidak apa-apa jika meninggalkan adek-adek di sini mi?”



“Tidak apa-apa sayang, setelah memberikan Rey ke mamanya nanti mami akan kembali ke atas untuk membawa adik-adikmu.” Ucap Khansa yang di balas anggukan oleh Kenan.



“Baiklah, ayo kita ke bawah dan bertemu dengan tante Hani.” Ajak Khansa.



Khansa menggendong Rey dan membawanya ke bawah untuk bertemu dengan Hani, Khansa tau jika Hani sangat merindukan anak sematawayangnya itu, sedangkan Kenan mengikuti maminya dari belakang.



Melihat Khansa menuruni tangga dengan Rey di gendongannya, Hani segera berdiri dan menghampiri Khansa.



“Yaampun anak mama sudah besar.” Ucap Hani dengan air mata yang menetes di pipinya.



"Tentu saja kak, Rey dan kedua anakku sudah bisa tengkurap, Alhamdulillah perkembangan mereka sangat cepat." jelas Khansa.



Hani tersenyum dan mengambil alih Rey di gendongannya, dia menggendong Rey dan duduk kembali di tempatnya, sedangkan Khansa duduk di sebelah Kalandra sambil memangku Kenan.



“Mami, bukannya tante itu yang udah nyulik Kenan?” bisik Kenan kepada maminya sambil menyembunyikan perasaan takutnya.



Khansa baru tersadar jika Kenan pernah melihat Hani saat penculikannya, bahkan Kenan melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Hani yang menembak Kalandra.



Khansa memeluk tubuh putranya dengan erat sambil mengelus punggunggnya dengan lembut untuk menenangkan putranya.



“Ssstt.. tenang ya sayang, ada papi dan mami di sampingmu. Nanti mami akan menjelaskan semuanya padamu.” Ucap Khansa.



Kalandra yang tau jika anak sulungnya itu ketakutan dengan Hani justru sengaja mendekatkannya kepada Hani.



“Ehem,, sebelum kita mulai bukankah ada yang ingin kamu bicarakan dengan anakku Hani?” ucap Kalandra yang membuat semua orang termasuk Khansa melihat ke arahnya.



“Mas, jangan sekarang.” Bisik Khansa yang ada di sebeahnya.



“Jika tidak sekarang, kita tidak akan sempat sayang.”



Hani melihat Kenan yang masih ketakutan ketika melihat dirinya, Hani memberikan Rey kepada Robert dan menghampiri Kenan yang ada di pangkuan Khansa.



Mengetahui Hani mendekatinya, Kenan semakin mengeratkan pelukannya kepada maminya karena ketakutan.



“Hai Kenan, kamu pasti masih ingat dengan tante bukan? Mungkin pertemuan awal kita benar-benar tidak bagus, tapi jujur tante juga ga mau melakukan itu sebenarnya. Tante terpaksa melakukan itu, tante juga mengijinkan kamu menelfon mami kan, itu adalah cara tante untuk menyelamatkan kamu sayang.. apa benar-benar tidak ada kesempatan untuk tante menebus kesalahan tante?” tanya Hani yang berjongkok agar setara dengan Kenan.



“Kenan sayang, om Robert lah yang memaksa tante Hani untuk menculik Kenan jadi Kenan seharusnya membenci om Robert bukan tante Hani sayang.” sambung Robert.




“Mami, apa Kenan harus memaafkan tante itu?” tanya Kenan dengan berbisik kepada maminya.



“Itu terserah padamu sayang, mami juga tidak ingin memaksamu untuk memaafkan orang yang sudah membuatmu menderita, mami mau kamu mengikuti isi hati kamu sayang..” balas Khansa dengan senyuman.



Untuk kesekian kalinya Kalandra kagum dan terpesona dengan kedewasaan Khansa dalam mengatasi sesuatu yang berkaitan dengan anaknya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1607861411335.jpg)



Setelah mendengar perkataan maminya, Kenan memberanikan diri untuk menoleh ke arah Hani dan Robert yang masih menggendong Rey.



“Kenan ga bilang kalo Kenan maafin om dan tante ya, tapi Kenan mau memberi kesempatan buat om dan tante untuk membuktikan kalau kalian memang sudah berubah menjadi orang baik.” Ucap Kenan dengan polosnya dan membuat semua orang yang mendengarnya tersenyum.



“Terimakasih untuk kesempatan yang sudah Kenan berikan, tante dan om janji akan membuktikan kepadamu jika om dan tante benar-benar mau berubah.” Ucap Hani sambil tersenyum.



Kenan hanya membalas senyuman Hani tanpa berbicara apapun lagi. Sedangkan Hani dan Robert kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.



“Jadi, kapan rencananya kalian akan menikah?” tanya mama Alisha.



“Secepatnya ma, Robert mau secepatnya menikah dengan Hani agar secepatnya juga Robert menebus semua kesalahan yang pernah Robert lakukan.” Ucap Robert.



“Lalu Hani, apa kamu juga siap jika secepatnya kalian akan menikah?” tanya mama Alisha kepada Hani.



“Siap ma.” Ucap Hani dengan malu-malu.



“Oke karena kedua belah pihak sudah setuju, mama mau kita akan segera mengadakan pesta pernikahan. Emm,, mungkin sekitar 2/3 minggu lagi kita akan menyelenggarakan pesta pernikahan, mama akan meminta WO untuk menyiapkan segala persiapan pernikahannya.” Ucap mama Alisha yang segera mengambil hp untuk menghubungi pihak WO.



“Mi, Kenan mau ke kamar adek-adek aja.” Ucap Kenan.



Khansa mengiyakan ucapan anaknya itu dan membiarkan Kenan pergi ke kamar adik-adiknya, sedangkan Khansa berdiri dan menghampiri Hani.



“Kak, kakak pasti capek kan? Aku akan mengantar kakak ke kamar yang sudah di siapkan oleh bi Rini, kakak bisa beristirahat terlebih dahulu di sana.” Ajak Khansa.



“Baiklah, tapi apakah boleh aku tidur bersama Rey?” tanya Hani.



“Loh, kenapa kakak nanya kayak gitu? Tentu saja boleh kak, kakak adalah ibu kandung Rey sebesar apa Khansa menyayangi Rey, itu tidak akan mengubah status kakak sebagai ibu kandungnya.” Jelas Khansa.



Hani tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan Khansa, Hani berdiri dan ingin berjalan menuju kamarnya tiba-tiba saja Robert juga berdiri dan mau mengikuti Hani.



“Eh, kamu mau kemana Robert!?” tanya mama Alisha yang melihat Robert membuntuti Hani dari belakang.



“Mau istirahat juga ma..” ucap Robert yang kembali melangkahkan kakinya, namun mama Alisha dengan sigap menjewer telinga Robert.



“AW! Mama kok Robert di jewer sih?” tanya Robert sambil memegangi telinganya.



“Enak aja ikut istirahat, kalian belum jadi muhrim!” tegas mama Alisha.



“Duh ma, lagi pula Robert dan Hani sudah memiliki Rey..”



“Itulah kesalahan mama dalam mendidik kamu! Akhirnya kamu menghamili anak orang sebelum menikah! Mama tidak ingin terjadi hal seperti ini lagi!” tegas mama Alisha.



“Lalu dimana Robert tidur? Robert kan juga ingin tidur dengan Rey.” Rengek Robert.



“Kamu tidur di kamar tamu! Oh tidak! kamu pulang sana tidur di rumahmu sendiri! Mama tidak ingin kamu diam-diam masuk ke dalam kamar Hani!” ketus mama Alisha.



“Yaampun mama,, sungguh teganya dirimu.. Baiklah Robert akan pulang ke rumah dan besok Robert akan kembali ke sini!” ucap Robert pasrah.



“Ayo Ardi kita pulang sekarang!” ajaknya.



“*Nah kah, aku selalu saja di anggap di akhir cerita*!” batin Ardi yang dari tadi tidak di anggap oleh semua orang yang ada di rumah itu.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1607861411332.jpg)



BABY KEN👶



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1607861411329.jpg)



BABY REY👶



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1607861411338.jpg)



BABY KEY👶