MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
MALAM PERTAMA KEN DAN ANDINI


Malam itu pasangan pada umumnya akan mengatakan kalau itu adalah malam yang sangat special yang biasa di sebut malam pertama, namun berbeda dengan Ken dan Andini, malam itu adalah malam yang paling canggung untuk mereka karena mereka berdua terpaksa harus berada di dalam satu kamar yang sama.


Yap, saat pertama kali masuk ke dalam apartmentnya Ken terkejut karena kamar yang pernah di pakai oleh Andini ternyata terkunci dan dia tidak bisa menemukan kunci cadangannya di sana.


“Ada apa Ken?” tanya Andini.


“Sepertinya mami mengunci kamar yang akan kamu pakai Din, dan dia juga sudah mengambil kunci cadangannya.” Jelas Ken.


“Sudahlah, aku bisa tidur di sofa ruang tv mu saja malam ini, besok baru kita mencari keberadaan kunci kamar ini.” ucap Andini.


“Tidak Andini, kamu yang tidur di dalam kamar, biarkan aku yang tidur di sofa.”


“Tidak masalah Ken, aku sudah biasa tidur di sofa bahkan di lantai yang hanya beralaskan bedcover, sedangkan tidak pernah merasakan tidur di sofa jadi lebih baik kamu tidur di dalam kamar.”


“Tidak! Pokoknya kamu yang harus tidur di dalam kamar Andini!” tegas Ken yang langsung masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian dan mengambil bantalnya ke luar kamar.


Andini yang mengetahui kalau keputusan Ken sudah bulah akhirnya memiliki pilihan terakhir, dia menghentikan langkah Ken.


“Ada apa lagi?” tanya Ken.


“Tidurlah di kamar Ken.”


“Tidak, kenapa kamu ngeyel sekali sih Din!”


“Maksudku tidurlah di kamar, kita akan berbagi tempat tidur.” Ucap Andini yang membuat Ken mengerutkan keningnya.


“Maksudnya kita tidur bersama?” tanya Ken mencoba untuk memastikan.


“Iya Ken.. lagipula aku tidak ingin di repotkan kalau kamu demam karena masuk angin!” jawab Andini.


Mendengar hal itu membuat Ken tersenyum dan kembali masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Andini hanya menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.


“Kamu keluar dulu, aku harus mengganti pakaianku.” Ucap Andini.


Ken yang mendengar hal itu segera keluar dari kamarnya, namun sebelum benar-benar keluar kamar dia berbalik dan melihat ke arah Andini.


“Apa kamu tidak perlu bantuan?” tanya Ken.


“Ken.. keluar!” tegas Andini yang langsung di turuti oleh Ken.


Setelah menunggu beberapa menit, tiba-tiba saja Andini memanggil Ken yang sedang menunggunya di luar kamar.


“Em,, Ken..?” panggil Andini dengan pelan.


Ken yang memang sengaja menunggu di depan pintu kamarnya tentu saja mendengar panggilan Andini dan dia juga tahu kalau Andini pasti kesulitan untuk membuka risleting gaunnya.


“Apa kamu membutuhkan bantuanku?” tanya Ken dari depan pintu.


“I-iyaa..” jawab Andini pelan.


Akhirnya Ken membuka pintu kamarnya dengan perlahan dan menoleh ke arah Andini yang sedang berdiri di depan cermin sambil berusaha menggapai risleting gaunnya.


“Ken, bisakah aku minta tolong untuk membukakan risleting ini? Tanganku tidak sampai.” Ucap Andini.


Ken mendekati Andini perlahan sambil tersenyum karena menurutnya Andini sangat menggemaskan dengan wajah memohonnya.


“Tutup matamu! Jangan melihat.” Ucap Andini.


“Bagaiamana aku bisa melihat kalau kamu menyuruhku menutup mataku? Sudahlah diam saja, toh kita sudah berstatus suami istri jadi tidak perlu mengkhawatirkan apapun.” Tegas Ken.


Ken membuka risleting gaun Andini dengan perlahan hingga bunyinya membuat telinga Andini geli.


“Bisakah kamu membukanya dengan cepat? Aku geli mendengar bunyi gesekan risleting itu!” ketus Andini yang kesal menunggu.


Ken terpaku menatap punggung indah milik sang istri yang terbalut bra berwarna hitam hingga membuatnya menelan salvilanya.


Ken memberanikan diri untuk mendekat ke telinga Andini hingga membuat Andini terkejut di buatnya.


“Apa kamu tahu? Hari ini kamu terlihat sangat cantik Andini.” Bisik Ken tepat di telinga Andini.


“Ken, apaan sih, geli tau!” ketus Andini sambil menutupi telinganya.


Ken tidak menggubris ucapan Andini, dia justru membelai punggung mulus Andini dan membuat Andini kembali terkejut karena Ken sudah membuka kaitan bra miliknya.


“Ken! Kamu ngapain! Keluarlah, aku ingin mandi!” ucap Andini yang ingin masuk ke dalam kamar mandi namun tangannya di tarik oleh Ken sehingga Andini bersandar di cermin.


Ken tersenyum sambil membelai wajah Andini dengan lembut, sedangkan Andini juga tidak munafik, dia juga ingin merasakan lebih dari itu karena sentuhan lembut Ken mampu membuatnya terangsang.


“Ken..” ucap Andini dengan perlahan.


“Kenapa Andini? Bolehkah aku melakukannya malam ini? ini adalah malam pertama kita.” Jawab Ken.


Andini bingung, dia sebenarnya tidak ingin melakukannya tanpa adanya perasaan satu sama lain, namun sepertinya dia memang sudah terbuai oleh Ken sehingga dirinya hanya bisa mengangguk pasrah dengan ucapan Ken.


Setelah melihat Andini menganggukkan kepalanya membuat Ken tersenyum dan memulai pemanasan terlebih dahulu, Ken membuka gaun pengantin yang ada di tubuh istrinya.


Tubuh bagian atas Andini sudah polos tanpa sehelai benangpun dan hanya memakai celan dalamnya saja, Andini yang malu segera menutupi kedua gunung kembarnya itu karena tidak ingin di lihat oleh Ken.


“Wah, mungkin saat itu aku sedang tidak sadar makanya aku tidak mengetahui hal ini, tapi ternyata gunungmu sangat indah Andini.” Bisik Ken yang membuat Andini semakin malu.


“Diamlah Ken! Aku malu.” Ucap Andini.


“Kenapa harus malu? Kamu akan terbiasa dengan hal ini kedepannya.” Ucap Ken sambil membuka paksa kedua tangan Andini yang masih menutupi gunung kembarnya itu.


Ken mel*mat bibir merah muda Andini dengan ganas hingga membuat Andini kesulitan bernafas. Setelah puas dengan bibirnya, Ken langsung berpindah ke bagian gunung kembarnya, Ken mel*mat habis ujung gunung kembar Andini yang berwarna kecokelatan itu hingga membuat andini mengeluarkan kata-kata yang membuat Ken semakin berhasrat.


“Kita lanjutkan di tempat tidur ya sayang..” bisik Ken yang hanya di balas anggukan oleh Andini.


Ken menggendong Andini dan membawanya ke atas tempat tidur, dia membuka seluruh pakaian yang menutupi tubuh Andini dan membuat tubuh Andini benar-benar polos tanpa sehelai benangpun.


Ken kembali memberikan rangsangan kecil kepada Andini agar Andini semakin menikmati permainannya hingga akhirnya dia sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi.


“Aku mulai ya sayang..” ucap Ken sambil mengarahkan terong miliknya ke dalam lubang kenikmatan milik Andini.


Andini yang memang hanya pernah melakukannya dengan Ken sekali itu masih merasa kesakitan saat Ken memasukkan adiknya ke dalamnya, begitu pula dengan Ken yang masih berasakan sempitnya milik Andini yang membuatnya semakin merasa keenakan mengingat ini adalah pertama kalinya Ken melakukan hal ini secara sadar.


“Ah! S-sakit Ken.” Ucap Andini merintih kesakitan.


“Maaf Andini, aku janji akan pelan-pelan.” Ucap Ken sambil mencium kening Andini dengan lembut.


Mereka berdua melakukan penyatuan hingga keringat membasahi tubuh mereka berdua, dan akhirnya mereka berdua sama-sama merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Ken langsung berbaring di sebelah Andini yang masih tidak bisa bernafas dengan teratur, Ken menoleh ke arah Andini dan membelai rambutnya dengan lembut.


“Terimakasih Andini, aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik untukmu dan akan belajar untuk mencintaimu.” Ucap Ken sambil mencium kening Andini dengan lembut.


Sedangkan Andini hanya tersenyum mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Ken. Namun tiba-tiba saja perut Andini berbunyi karena lapar, Ken yang mendengarnya langsung tertawa hingga membuat Andini malu dan memeluk Ken dengan erat.


“Tunggu di sini, aku akan membuatkan makanan untukmu.” Ucap Ken sambil menyelimuti tubuh andini dengan selimut dan dia memakai kembali boxernya lalu pergi ke dapur untuk memasak.


Andini menatap Ken yang sudah berjalan menjauh dari penglihatannya sambil tersenyum bahagia.


“Aku harap pernikahan kita akan di penuhi dengan cinta dan kita akan selalu bahagia selamanya Ken.” Gumam Andini.


***


Nahloh Author kasih malam pertama Ken sama Andini nihh hihihi,,, setelah ini author mau lanjut menikahkan Key-om beruang, Rey-?🤔