
Percayalah padaku, jangan pernah menyerah untuk mencintaiku. Aku minta maaf atas rasa sakit itu. Aku berjanji akan mengubahnya menjadi lebih baik. Maafkan aku.
Semua orang berkumpul di ruang tamu menunggu Robert menyiapkan dirinya untuk menjemput Hani.
“Sepertinya kita harus menyiapkan pesta pernikahan megah untuk anak pertama kita pa.” ucap mama Alisha yang bersemangat.
“Untuk apa pesta yang megah ma?” tanya papa Arnold.
“Tentu saja harus yang megah, pertama untuk merayakan pernikahan mereka dan yang kedua untuk menyambut kedatangan Robert kembali ke rumah ini.” ucap mama Alisha.
“Betul ma, lagi pula sudah menjadi impian wanita untuk memiliki pernikahan yang tidak bisa dia lupakan seumur hidupnya.” Ucap Khansa yang ikut bersemangat.
“Kita akan sangat sibuk hari ini sayang.” ucap mama Alisha.
“Benar ma, kita harus segera menyiapkan acara pernikahan dari sekarang. Sasa sudah tidak sabar akan memiliki kakak ipar dan memiliki teman untuk memasak dan bergosip bersama.” Ucap Khansa.
“Lalu mama? Apakah mama bukan teman bergosipmu?”
“Tapikan lebih banyak lebih seru ma.” Ucap Khansa mencoba untuk memberi alasan kepada mama mertuanya.
Kamar Kalandra
Robert sedang mandi di kamar Kalandra, sedangkan Kalandra duduk di tempat tidur menemani Robert dan menyiapkan baju yang akan dia gunakan.
Robert keluar dari kamar mandi dan melihat Kalandra yang sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil memainkan hpnya.
“Ini baju yang akan kakak pakai.” Ucap Kalandra sambil melirik ke arah pakaian yang berada di sebelahnya.
“Terimakasih ya Ndra.” Ucap Robert lalu mengambil baju yang di siapkan oleh adiknya itu lalu masuk ke dalam ruang ganti yang ada di kamar Kalandra.
“Aku senang kak Robert kembali, tapi kenapa aku malu untuk mengekspresikan kesenanganku.” Batin Kalandra.
Setelah mengganti bajunya, Robert keluar dan menghampiri Kalandra.
“Ayo Ndra aku sudah siap.” Ucap Robert.
Kalandra menoleh ke arah Robert dan meneliti setiap inchi pakaian yang di pakai Robert, Kalandra melihat kerah baju Robert yang tidak rapi segera berdiri dan menghampiri Robert.
“Bagaimana bisa kamu menjadi kepala rumah tangga jika memakai jas saja tidak becus.” Ketus Kalandra sambil merapihkan kerah baju Robert.
Robert tau jika adiknya itu sebenarnya senang akan kehadirannya, hanya saja adiknya itu tidak bisa mengungkapkan kesenangannya.
“Apa kamu sudah menjadi ayah dan suami yang baik untuk keluargamu?” tanya Robert.
“Tentu saja, aku adalah kepala rumah tangga yang sangat sempurna!” ketus Kalandra.
“Baguslah, setelah ini aku akan belajar darimu bagaimana caranya menjadi kepala rumah tangga yang baik.”
Kalandra hanya diam dan menatap sinis ke arah kakaknya itu. Robert mengajak Kalandra turun ke bawah dan menghampiri keluarga mereka di bawah.
“Wah, kak Robert tampan sekali.” puji Khansa yang melihat Robert dan Kalandra sudah menuruni tangga.
Kalandra memandangi Khansa dengan tatapan tajam karena sudah berani memuji laki-laki lain di hadapannya.
Kalandra segera berjalan ke arah Khansa masih dengan tatapan tajamnya.
“Kamu berani memuji laki-laki lain di hadapanku sayang?” tanya Kalandra dengan nada dingin.
“Tenanglah, aku hanya membuat kak Robert senang. Kamu masih lebih tampan di bandingkan dirinya.” Bisik Khansa untuk menenangkan suaminya yang masih bisa di dengar oleh Robert.
Robert tersenyum melihat tingkah adik dan adik iparnya itu, dia berharap semoga Hani mau menerimanya setelah semua kejahatan yang sudah di berikan Robert kepada Hani.
“Kak, bolehkah aku dan mas Andra ikut?” tanya Khansa.
“Tentu saja boleh, aku akan senang jika ada teman yang menemaniku untuk melamar Hani.”
Akhirnya Robert dan Ardi berangkat bersama menuju penjara, sedangkan Kalandra dan Khansa menaiki mobil berbeda dari Robert.
“Bagaimana? Bukankah lega jika bisa keluar dari dendam yang selama ini memenuhi kehidupanmu?” ucap Ardi memecah keheningan di dalam mobil.
“Iya kamu benar di, hatiku sangat lega setelah mengungkapkan semuanya.” Ucap Robert sambil tersenyum.
“Apa kamu yakin jika Hani akan menerimamu?”
“Tidak tau, sudah banyak janji-janji palsu yang sudah aku berikan kepadanya. Menurutmu apakah dia akan menerimaku?” tanya Robert menoleh ke arah sahabatnya itu.
“Kalau aku jadi dia, aku tidak akan menerimamu!” ketus Ardi.
Ardi melihat keputusasaan yang terlihat jelas di wajah sahabatnya itu hanya bisa menghela nafas panjang, dia juga tidak bisa memberikan kekuatan untuk Robert karena memang apa yang sudah di lakukan Robert akan sulit di maafkan oleh orang biasa.
“*Aku harap semua akan berjalan lancar untukmu Robert*.” Batin Ardi yang masih fokus menyetir.
Mobil Kalandra dan Robert sudah berhenti di halaman kantor polisi, Kalandra dan Khansa masuk terlebih dahulu untuk mencabut laporan yang dia bebankan untuk Hani.
Setelah semua persyaratan pencabutan laporan selesai, Hani keluar dari penjara dengan senyum yang terlihat jelas di wajahnya.
“Hai Hani.” Sapa Kalandra.
“Andra Khansa! bagaimana kabar anakku? Apa dia baik-baik saja? karena aku baru saja bertemu dengan Robert dan dia mengungkit tentang anakku!” ucap Hani yang merasa khawatir dengan keadaan anaknya.
Hani semakin khawatir saat melihat Robert keluar dari mobil yang berada di belakang Kalandra dan Khansa.
“R,,robert? Kalian membawa Robert kemari?! Bagaimana bisa kalian jahat telah bekerja sama dengan Robert! Apa kalian tidak cukup memasukkanku ke penjara!?” teriak Hani.
Khansa yang melihat Hani menjadi histeris itu segera menghampirinya dan memeluknya.
“Kak Hani, tenanglah.. kak Robert ingin berbicara sesuatu kepada kakak.” Ucap Khansa.
Hani terkejut mendengar Khansa memanggilnya ‘kakak’ karena biasanya Khansa memanggilnya langsung dengan namanya.
Robert menghampiri Hani dan menggenggam kedua tangannya dengan lembut, lalu berjongkok dengan satu kaki di lantai.
“Hani, aku tau aku sudah banyak menyakitimu, membohongimu dengan janji manis yang aku berikan kepadamu, tapi aku ingin memulai lembaran baru bersamamu dan anak kita Rey.” Ucap Robert.
Hani membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan satu tangannya, dia tidak menyangka jika Robert akan melamarnya seperti itu.
“Apa kamu pikir, sakit hati yang aku alami selama ini bisa dengan mudah kamu sembuhkan hanya karena lamaran ini?”
Jawaban Hani membuat semua orang terkejut dan membuat Robert lemas mendengarnya, Robert sudah menyiapkan diri untuk menerima kemungkinan terburuk yang akan dia dapatkan.
“Kecuali..” lanjut Hani yang membuat Robert menoleh ke arah Hani.
“Kecuali apa Han?” tanya Robert.
“Kecuali jika kamu bisa membuktikan jika kamu benar-benar akan berubah menjadi lebih baik lagi.” ucap Hani sambil tersenyum ke arah Robert.
Kalandra, Khansa dan Ardi sangat lega mendengar jawaban dari Hani. Sedangkan Robert meneteskan air mata bahagianya karena Hani mau memberinya kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi.
“Yeay, sasa sekarang akan memiliki kakak cewek.” Ucap Khansa dengan bangga.
“Sa, maafkan aku karena dulu aku sempat menggoda Kalandra. Tapi percayalah, saat itu dia sama sekali tidak tergoda oleh semua rayuanku.” Ucap Hani kepada Khansa.
“Tenanglah kak, aku tau kakak melakukan itu karena terlalu mencintai kak Robert sampai menjadi bodoh.” Ketus Khansa sambil melirik Robert.
“Tapi sekarang, aku yang akan mencintai Hani sampai aku menjadi bodoh.” Ucap Robert sambil melihat Hani yang berada di sebelahnya.
“Aku tidak menyangka jika kita akan berkumpul secepat ini.” ucap Kalandra.
“Iya mas, aku sangat bahagia karena keluarga kita bisa berkumpul tanpa adanya rasa dendam dan permusuhan di dalamnya.”
Setelah mendapatkan persetujuan dari Hani, mereka semua kembali pulang ke rumah dan membawa Hani ikut ke rumah untuk mengenalkannya secara resmi kepada seluruh keluarga.