
Jangan berlomba untuk menemukan kesalahan orang lain, tapi berlombalah untuk menghindari kesalahan yang sama.
“Pi..” ucap Kenan yang baru saja membuka pintu ruang kerja papinya.
“Masuk dan duduklah!” tegas papi Kalandra.
Ketika anak papi Kalandra masuk dengan perasaan yang bercampur aduk, mereka takut kalau papi Kalandra akan sangan marah kepada mereka.
“A-ada apa papi menyuruh kami ke sini?” tanya Ken dengan ragu.
“Masih tanya ada apa? Kalian harus menjelaskan apa saja kejadian yang tidak di ketahui oleh papi dan mami!” tegas papi Kalandra.
“Pi, Kenan hanya berbohon masalah Key saja, Kenan ingin memberitau papi tapi Key bilang kalau dia bisa mengatasinya sendiri, jadi Kenan ingin memberikan kesempatan untuk Key.” Jelas Kenan.
“Lalu kenyataannya? Apa dia bisa mengatasinya sendiri?”
“Key sudah bisa mengatasinya sekarang pi, mulai saat ini Key tidak akan diam saja jika ada yang mengganggu Key.” Tegas Key.
“Pi, Ken juga akan menjaga Key dan Elsa dengan baik, Ken janji kalau tidak akan ada yang bisa menyentuh mereka, jangan salahkan abang karena ini semua bukan kesalahan abang.” Sambung Ken.
“Iya pi, abang Kenan hanya ingin memberi Key kesempatan untuk mengatasi masalah yang menimpa Key, hanya saja Key yang tidak memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.” Lanjut Key.
“Jadi kalian berdua mau membela abang kalian? Kalau begitu biar abang kalian pergi, dan papi akan menghukum kalian berdua!” ucap papi Kalandra.
“Engga pi! Kenan lebih tua dari mereka, harusnya Kenan bisa mendidik mereka, maaf karena Kenan tidak mampun untuk menjaga adik-adik Kenan dengan baik.” Ucap Kenan dengan menundukkan kepalanya.
“Abang..” ucap Ken dan Key yang melihat abangnya meminta maaf sampai menundukkan kepalanya.
“Kenan, papi pernah bilang bukan? Papi mau kamu menjaga adik-adikmu dengan baik! Terutama Key dan Elsa, mereka adalah perempuan, sekuat-kuatnya perempuan tetap saja mereka memiliki perasaan yang rapuh.” Ucap papi Kalandra.
“Iya pi, Kenan janji akan lebih memperhatikan adik-adik Kenan.” ucap Kenan.
Ceklek..
Tiba-tiba saja mami Khansa masuk dengan membawa nampan yang berisi secangkir kopi untuk papi Kalandra.
“Kamu kenapa masuk ke sini?” tanya papi Kalandra.
“Yaampun mas, jangan galak-galak apa! Aku kan mau ngasih kopi doang.” Ucap mami Khansa dengan nada yang sedikit memelas.
“Aku kan ga minta kopi, ngapain kamu buatin aku kopi?” ketus papi Kalandra.
“Kamu ini mas ngeselin banget! Udahlah jangan menyalahkan Kenan karena kesalahan yang di buat oleh adik-adiknya, dia sudah berusaha keras untuk menjaga adik-adiknya dengan baik! Buktinya, dia berbohong tentang Ken yang selalu keluar malam, tapi Ken berhasil membuat perusahaannya sendiri.” Ucap mami Khansa.
“Key di tindas oleh teman-temannya? Itu adalah pilihannya! Kenapa dia menerima perlakuan itu dari teman-temannya sedangkan dirinya memiliki kemampuan untuk membela dirinya sendiri! Jadi berhenti menyalahkan Kenan, salahkan anak perempuanmu yang pemberani itu.” Lanjutnya.
“Mami..” protes Key.
“Kenapa? Apa yang mami ucapkan ada yang salah? Mami hanya ingin anak-anak mami memiliki rasa tanggung jawab akan kesalahan yang sudah mereka lakukan! Dan kamu mas, awas saja kalau kamu memintaku untuk membuat kopi!” Tegas mami Khansa yang langsung keluar dari ruang kerja suaminya.
Semua orang yang berada di dalam ruangan hanya bisa menatap kepergian mami Khansa dengan tatapan yang kosong, menurut mereka saat mami Khansa marah adalah hal yang paling menyeramkan.
“Kan, ini semua karena kalian bertiga papi jadi ikutan kena marah sama mami kalian! Sudahlah terserah kalian, papi mau pergi menghampiri mami!” ucap papi Kalandra yang panik akan amarah istrinya.
Melihat papi Kalandra yang pergi dengan ekspresi wajah yang panik membuat Kenan, Ken dan Key tertawa terbahak-bahak.
“Hahahaha, ternyata mami memang benar-benar pawangnya papi ya.” ucap Key sambil tertawa.
“Kalian berdua ini jangan mentang-mentang sudah terbebas dari papi terus kalian bisa tenang ya! abang masih belum menanyakan masalah yang terjadi hari ini kepada kalian!” tegas Kenan dengan wajah menyeramkan.
“Abang, bisakah kita bicarakan hal itu nanti saja? Key masih kesal karena perempuan itu!” ketus Key.
“Siapa memangnya dia? Apa dia dari keluarga dengan latar belakang pebisnis juga? Kenapa dia bisa begitu tidak menyukai Key?” tanya Kenan.
“Aku juga ga tau bang, tapi setauku dia itu adalah mahasiswi yang berasal dari keluarga yang biasa aja, aku juga ga yakin kalau dia punya dendam pribadi kepada Key, tapi bang dia itu cantik loh.” ucap Ken sambil terkekeh.
“Kamu berani macem-macem! Awas aja, aku bakal aduin ke Audrey!” ketus Key.
“Ya jangan kali, aku kan cuma bercanda! jadi gimana bang? Kita biarin aja masalah ini, mungkin memang hal ini murni karena ada salah paham.” Ucap Ken.
“Untuk saat ini, kita biarkan saja masalah ini oke? Lain kali kalian tidak boleh melakukan hal yang gegabah karena keluarga kita tidak luput dari pandangan orang-orang, besok abang akan melatih pak Joko agar bisa menjagamu Key.” Jelas Kenan yang di balas anggukan oleh Ken dan Key.
Setelah mendengar ucapan Kenan, Ken dan Key kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
Cling..
Key melihat hpnya yang berbunyi, dirinya mendapatkan undangan grup obrolan yang berisikan Elsa, Lana dan Key.
“*Mereka ini apa-apaan sih, ngapain buat grup segala, kurang kerjaan sekali*.” gumam Key di dalam hatinya.
Key menggelengkan kepala dan terseyum melihat isi pesan dari grup tersebut.
“Kak Key, apa kamu tidak apa-apa?”
“Key? Apa papi kamu sudah mengetahui semua hal yang selama ini sudah kamu sembunyikan?”
Ada banyak sekali pesan yang di kirimkan oleh Elsa dan Lana, sehingga membuat Key bingung pertanyaan siapa yang akan dia jawab terlebih dahulu.
“Aku baik-baik saja, dan papiku sudah teratasi oleh pawangnya.” Balas Key.
“Ha? pawang? Emang papi kamu hewan buas ya butuh pawang?” tanya Lana.
“Lah, pawangnya papi Kalandra kan mami Khansa kak Lana, udah ga aneh deh kalau itu.” Balas Elsa.
“Nah itu Elsa tau.” Sambung Key.
“Kak Bernard ga ngehubungin kamu?” tanya Lana.
“Engga tuh, dari tadi aku ga chatan sama om beruang sama sekali.” ucap Key.
“Aku tadi udah bilang ke om Jojon kalau kamu lagi di intograsi sama om Kalandra, apa om Jojon belum bilang ke kak Bernard ya?” ucap Lana.
“Entahlah, biarkan saja, mungkin dia sedang sibuk dengan urusan pekerjaannya.” Ucap Key.
“Sudahlah aku mau mandi dulu, aku udah capek banget mau istirahat.” Lanjut Key.
Akhirnya obrolan grup mereka berakhir karena Lana dan Elsa ingin memberikan waktu kepada Key untuk beristirahat.
Setelah selesai chatan dengan Elsa dan Lana, Key segera melempar hpnya di atas kasur dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
“*Apa benar om beruang sudah tau tapi pura-pura tidak mengetahui apapun? Cih, jadi dia sekarang mulai tidak memperdulikan aku ya, dia bahkan tidak mengirimkan aku pesan apapun*.” Gumam Key yang sedang membasahi tubuhnya menggunakan shower.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Key segera memakai pakaiannya dan berbaring di atas tempat tidur sambil memejamkan kedua matanya mencoba untuk tidur.