MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
MEMANTAPKAN HATI


Hai kakak-kakak, author kasih satu Bab lagi nih untuk bonus penahan lapar di siang bolong๐Ÿ˜


Selamat menunaikan ibadah puasa kakak-kakak semua ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š




Setelah pergi dari rumah keluarga Kalandra, Andini berjalan menyusuri jalan yang sudah mulai sepi, Andini menangis karena mendengar kebenaran tentang ayahnya.



"Kenapa ayah melakukan hal seperti itu, apa yang sebenarnya sudah membuat ayah melakukan hal memalukan itu hikss,, aku sudah membenci keluarga yang salah selama ini hikss,, ternyata ayahku sendiri lah yang membuat keluargaku hancur." Ucap Andini sambil menangis di pinggir jalan yang benar-benar sepi.



Tin...


Klakson mobil terdengar sangat kencang tepat di sebelah Andini, Andini menoleh ke asal suara dan melihat seseorang keluar dari mobil sport itu.



"Ken?" Ucap Andini saat melihat Ken berjalan mendekatinya.



"Andini, masuklah aku akan mengantarmu pulang." ucap Ken.



"Tidak Ken, aku tidak ingin merepotkan siapapun!" ucap Andini.



"Jangan membantah Andini! Kamu ini perempuan, tidak baik malam-malam begini pulang sendirian!" tegas Ken.



Andini terkejut karena Ken ternyata bisa tegas juga dan jujur saja Andini ketakutan mendengarnya.



"Lalu? Kamu juga laki-laki aku juga bahaya kalau pulang denganmu bukan?" Ucap Andini yang membuat Ken kesal mendengarnya.



"Apa kamu mau aku menggendong tubuhmu seperti tadi?" Tanya Ken.



Mendengar ucapan Ken membuat Andini terkejut dan langsung masuk ke dalam mobil Ken dengan sendirinya.



Ken yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum melihat tingkah Andini yang menurutnya sangat menggemaskan.



Ken masuk ke dalam mobil, dia melihat ke arah Andini lalu mendekatinya secara tiba-tiba hingga membuat Andini menutup kedua matanya.



"Kamu kenapa tutup mata gitu? Padahal aku cuma lagi memakaikan sabuk pengaman." Ucap Ken yang membuat Andini memerah karena malu.



"Kamu memikirkan hal yang tidak-tidak ya!?" goda Ken.



"Apaan sih Ken! Cepet berangkat aku udah capek banget mau istirahat!" ketus Andini.



"Din, apa kamu tidak mau memikirkan tentang pernikahan?" Tanya Ken.



"Apa kamu masih merasa bersalah kepadaku?" Tanya Andini.



"Tentu saja, selamanya aku akan selalu merasa bersalah kepadamu!"



"Kenapa kamu sangat ingin menikah denganku? Kamu memiliki banyak cara untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan kepadaku." ucap Andini.



"Aku teringat ucapan mami, dia bilang kalau aku sudah menghancurkan masa depanmu, mami bilang kalau perempuan tanpa keperawanan akan di remehkan oleh laki-laki, dan mami tidak ingin kamu mengalami hal itu." Jelas Ken hingga membuat Andini terkejut.



"Bagaimana bisa aku membenci keluarga yang sangat baik seperti mereka, aku benar-benar merasa sangat malu." batin Andini.



"Kenapa kamu diam saja?" Tanya Ken.



"Siapa Audrey Ken?" Tanya Andini tiba-tiba.



"Apa? Bagaimana kamu tau tentang Audrey?" Tanya Ken yang terkejut mendengar Andini menyebut nama Audrey.



"Malam itu kamu menyebut nama Audrey, aku yakin dia adalah wanita yang spesial untukmu." ucap Andini.



Ken menghela nafas panjang lalu akhirnya menceritakan semua yang terjadi antara dirinya dan Audrey hingga akhirnya Ken melakukan kesalahan pada malam itu.



"Lalu jika kita menikah, apa kamu bisa menjamin kalau kamu tidak akan kembali kepada Audrey? bagaimana jika orang tuanya sudah merestui hubungan kalian? Apa kamu akan meninggalkanku dan kembali padanya?" Tanya Andini.



Pertanyaan Andini sukses membuat Ken kebingungan, dia tidak pernah berfikir tentang hal itu, bagaimana jika Audrey kembali?



Andini menoleh untuk melihat ekspresi Ken, dia tau kalau Ken sedang bimbang dengan pertanyaannya.



"Itulah yang aku takutkan Ken, kita berdua masih sangat muda untuk memulai sebuah pernikahan, aku takut kalau kita tidak bisa bertanggung jawab atas pernikahan yang kita bina." ucap Andini.



"Jadi fikirkanlah matang-matang tentang hal itu, baru datanglah kembali untuk mengatakannya padaku." ucap Andini.



Mereka sudah tiba di rumah Andini, sedangkan Ken sedari tadi hanya diam tanpa berkata sepatah katapun.




"Din, apa kamu yakin ayahmu tidak akan memukulimu lagi?" Tanya Ken.



"Kamu tenang saja Ken, ayah pasti sudah membaik." ucap Andini sambil tersenyum.



Saat melihat Andini sudah masuk ke dalam rumahnya, Ken segera kembali ke rumahnya, di sepanjang jalan Ken memikirkan pertanyaan Andini yang tidak sempat di jawab olehnya.



"Apa aku akan berpaling saat melihat Audrey kembali? Kenapa aku bimbang seperti ini? Aku tidak boleh menyakiti Andini untuk kedua kalinya, aku harus bertanggung jawab atas apa yang sudah aku perbuat." gumam Ken kepada dirinya sendiri.



Setelah memantapkan hatinya, Ken memutuskan untuk memutar arah dan kembali ke rumah Andini.



Namun betapa terkejutnya Ken saat ada banyak orang yang mengerumuni rumah Andini dan ada mobil polisi juga.



Ken turun dengan perasaan takut jika terjadi sesuatu yang buruk kepada Andini, Ken melihat ayah Andini yang sudah di borgol, Ken langsung berlari menghampiri kerumunan itu dan melihat Andini sudah memiliki banyak luka di tubuhnya dan lemah.



Ada banyak orang yang mau menolongnya namun dengan cepat Ken menghampiri Andini.



"Andini, apa yang terjadi? Kenapa kamu seperti ini?" Tanya Ken yang sangat khawatir dengan keadaan Andini.



Andini menatap Ken dengan wajah yang sudah di penuhi luka.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1618377432052.jpg)



"Ken, hikss tolong bawa aku, aku takut Ken aku takut berada di sini hikss.." ucap Andini sambil menangis memohon kepada Ken.



Dengan segera Ken menggendong Andini dan membawanya ke dalam mobilnya.



"Kita kerumah sakit sekarang!" Ucap Ken.



"Tidak Ken, carikan aku kosan di dekat sini saja, jangan bawa aku kerumah sakit, aku tidak mau merepotkanmu." ucap Andini.



"Kamu hanya memiliki tiga pilihan Andini! Rumah sakit, Apartmentku, atau rumahku." ucap Ken.



Andini berfikir keras dengan tawaran yang di ajukan oleh Ken, lalu akhirnya dia memilih untuk pergi ke apartment Ken.



Sesampainya di apartment milik Ken, dia langsung menggendong Andini dan naik ke lantai atas.



"Aku bisa jalan sendiri Ken, jangan menggendoku tubuhku berat." ucap Andini.



"Diamlah! Kamu sudah seperti ini masih saja banyak bicara!" ketus Ken.



Ting!


Mereka berdua sudah sampai di lantai apartment Ken, Ken segera mengambil cardlock di saku celananya dan membuka pintu apartmentnya.



Andini sangat terkejut melihat apartment milik Ken yang tertata sangat rapih.



Ken masuk ke dalam kamar utamanya dan membaringkan tubuh Andini di atas tempat tidurnya.



"Tunggu di sini, aku akan mengambil kotak obat untuk mengobati lukamu." ucap Ken yang keluar meninggalkan Andini di kamarnya.



Tidak lama kemudian, Ken kembali ke kamar dengan kotak obat di tangannya.



"Ayo duduklah, tahan sebentar karena akan terasa perih." ucap Ken.



"Aku sudah terbiasa menahan sakit, kamu tenang saja." Ucap Andini.



Ken hanya diam dan mengeluarkan obat untuk mengobati luka Andini, Ken mengobati Andini dengan sangat lembut dan telaten.



Jantung Andini berdetak kencang saat Ken menyentuh wajahnya dengan lembut, Andini segera memalingkan wajahnya jika matanya bertemu dengan mata Ken.



"Sudah selesai, malam ini kamu bisa tidur di sini, aku akan tidur di kamar sebelah, jika ada apa-apa jangan sungkan untuk menbangunkanku." ucap Ken.



"Kamu tidak pulang ke rumah? Apa orang tuamu tidak akan mencarimu?" Tanya Andini.



"Aku akan menghubungi mereka kalau aku sedang menjagamu di sini." ucap Ken.



"Terimakasih Ken, terimakasih sudah membantuku dan mengobati lukaku." ucap Andini.



Ken hanya tersenyum menanggapi ucapan Andini lalu menutup pintu kamarnya. Hari itu Ken tidak bertanya apapun kepada Andini karena dia tau kalau Andini membutuhkan waktu untuk menyendiri.