
Setelah menasehati anak dan adiknya, Khansa langsung turun ke bawah untuk menyiapkan makanan untuk Kalandra dan teman-temannya yang akan makan malam bersama di rumahnya.
Khansa memasak hidangan yang istimewa dibantu oleh bi Rini dan lainnya.
Drtt..drtt..
Hp Khansa berdering dan terpampang nama mama mertuanya di hpnya. Khansa tersenyum dan mengangkat telfonnya.
“Sebentar ya bi..” ucap Khansa meminta ijin untuk mengangkat telfonnya.
“Halo mama?”
“Halo sayang.. mama kangen sekali dengan kalian semua, kenapa kalian ga pernah telfon mama sih? Emang ga ada yang kangen sama mama?” protes mama Alisha yang tidak pernah mendapatkan telfon dari menantu atau anaknya.
“Kangen dong ma, Cuma mas Andra sibuk sama pekerjaannya terus Khansa juga sibuk ngurusin Kenan yang udah SD ma” jelas Khansa.
“Oh iya ngomong-ngomong cucu mama mana kok rumah sepi sekali?” tanya mama Alisha
“Ada diatas ma lagi main sama Leo, sebentar ya Khansa kasih hpnya ke Kenan.”
Khansa berjalan menghampiri Kenan yang berada di kamarnya.
“Kenan sayang, nenek mau ngomong sama Kenan.” ucap Khansa dan memberikan hp yang dipegangnya kepada Kenan.
Kenan yang mendengar jika neneknya menelfon langsung mengambil hp Khansa dengan penuh semangat.
“Mami tinggal dulu ya sayang” ucap Khansa
Khansa meninggalkan Kenan yang sedang berbicara dengan mama mertuanya di telfon. Tidak lama kemudian Kalandra dan kedua temannya baru saja datang.
“Assalamualaiku..” ucap ketiganya
“Waalaikumsalam..” Khansa menjawab sambil menghampiri suaminya dan mencium punggung tangan suaminya seperti biasa.
“Kenan dan Leo mana sayang?” tanya Kalandra
“Di kamar mas, Kenan lagi telfonan sama mama. Ayo duduk dulu kak Ryan kak Edo”
“Kamu juga duduklah, ada yang ingin di bicarakan Ryan kepadamu” ucap Kalandra
Khansa yang merasa ada sesuatu langsung menuruti perintah suaminya untuk duduk dan mendengarkan apa yang kan dibicarakan.
“Ada apa kak?” tanya Khansa kepada Ryan.
“Emm,, Khansa sebenarnya aku mau minta ijin untuk mengajak Kenan menginap dirumah, karena orang tuaku akan datang ke rumahku dan aku ingin memperkenalkan Kenan kepada mereka.” Ucap Ryan dengan ragu.
“Itu terlalu cepat untuk Kenan kak. Aku ga akan setuju dengan hal ini maaf”
“Tapi sa, orang tuaku juga ingin bertemu dengan cucunya. Bagaimanapun Kenan adalah anakku! Anak kandungku sa, dan dia akan mengetahui kebenarannya cepat atau lambat.” Ucap Ryan dengan nada yang meninggi.
“Pelankan suaramu!” ucap Kalandra
“Kenapa Ndra!? Bukannya aku juga berhak mengenalkan anakku kepada kedua orang tuaku?”
“Kenan!!?” ucap Khansa yang melihat Kenan berada di ujung tangga dan mendengar semua perkataan mereka.
Kenan yang mendengar ucapan mereka langsung berlari dan memasuki kamarnya hingga membuat Leo yang baru saja keluar dari kamar Kenan terkejut melihat Kenan yang masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya dengan kencang dan menguncinya dari dalam.
“Ada apa kak?" Tanya Leo kepada Khansa yang berlari menyusul Kenan.
tok..tok..tok
“Kenan! Kenan sayang buka pintunya nak” ucap Khansa sambil mengetuk pintu kamar Kenan tanpa menanggapi ucapan adiknya.
Kalandra, Ryan dan Edo juga menyusul Khansa dan ikut menggedor pintu kamar Kenan.
“Ini semua gara-gara keegoisan kak Ryan! Kalo kakak ga egois ingin membawa Kenan secepat ini kerumah kakak, Kenan ga akan kayak gini!” bentak Khansa kepada Ryan.
“Sabar sayang” ucap Kalandra sambil memeluk istrinya.
“Sebenarnya ada apa sih kak?” tanya Leo yang dari tadi tidak memahami apapun kepada Edo.
“Ceritanya panjang, nanti aja kita ceritain.” Ucap Edo.
Kalandra mengambil kunci cadangan yang dia miliki untuk membuka pintu kamar anaknya itu, setelah berhasil dibuka, mereka melihat Kenan yang sedang menangis sesegukan di pojok kamarnya sambil memeluk lututnya.
Khansa yang melihat keadaan anaknya yang sedang menangis itu berusaha untuk mendekati Kenan secara perlahan. Kalandra menyuruh Leo, Ryan dan Edo untuk memberi mereka waktu berbicara dengan Kenan bertiga.
“Kenan sayang..” panggil Khansa
“Hiks,, hiks,, Kenapa? Kenapa papi dan mami jahat sama Kenan? jadi papi sama mami sengaja bikin Kenan jadi deket sama om Ryan karena om Ryan papa kandung Kenan? kalian pasti mau ngasih Kenan ke om Ryan kan?”
“Engga sayang, mami sayang banget sama Kenan. Kenan adalah harta papi dan mami yang paling berharga sayang” ucap Khansa sambil meneteskan air mata.
“Karena papi dan mami ga mau Kenan membenci papa kandung Kenan, papi dan mami ga mau Kenan jadi anak durhaka yang membenci papa kandungnya sendiri.” Jelas Kalandra.
“Sayang, bukannya mami pernah bilang apapun yang terjadi jangan pernah membenci papi dan mami, karena kami melakukan ini semua untuk kebaikan Kenan” ucap Khansa
“Kenan akan selalu jadi anak pertama di keluarga ini dan tidak akan berubah walaupun om Ryan adalah papa kandung Kenan. Papi dan mami akan selalu menjadi orang tua Kenan” ucap Kalandra
“Sayang, papi dan mami hanya tidak ingin Kenan membenci om Ryan.” Ucap Khansa
“Hiks,, beneran? Papi dan mami ga akan nyuruh Kenan tinggal sama om Ryan kan?” tanya Kenan
“Ga akan sayang, kamu akan tetap tinggal disini sampai kapanpun.” Ucap Khansa lalu memeluk anak kesayangannya itu.
Dibawah, Ryan, Leo dan Edo sedang tenggelam didalam pikirannya masing-masing.
“Kak Edo, sebenarnya ada masalah apa?” tanya Leo kepada Edo.
Dengan ragu Edo menderitakan semua kejadian yang sebenarnya kepada Leo.
“Apa? Gamungkin! Kenan anak kakak ini?” tanya Leo sambil melihat ke arah Ryan
“Ini kebenarannya, awalnya kakamu sama terkejutnya denganmu tapi seiring berjalannya waktu dia sudah bisa menerima ini semua.” Ucap Edo.
“*Kak sasa sangat menyayangi Kenan, bagaimana bisa dia menerima semua ini? pasti sangat sulit untuknya*.” Batin Leo
melihat bagaimana kakaknya mengurus Kenan dengan sangat baik.
Ryan melihat Kalandra sedang menuruni tangga langsung menghampirinya.
“Bagaimana keadaan Kenan?” tanya Ryan
“Baik-baik saja, Khansa sedang memberi pengertian kepada Kenan.”
“Bagaimana ini, Khansa benar ini kesalahanku seharusnya aku tetap mengikuti rencana kita. Aku terlalu egosi maafkan aku Ndra” ucap Ryan dengan penuh penyesalan.
“Tidak, maafkan Khansa juga sudah berbicara seperti itu padamu. Aku yakin dia tidak bermaksud berkata seperti itu.” Ucap Kalandra
“Aku paham Ndra, Khansa sangat menyayangi Kenan itulah mengapa dia berbicara seperti itu kepadaku.”
Dikamar Kenan, Khansa sedang memeluk Kenan dan mengelus rambut anak kesayangannya itu.
“Kenapa papi dan mami tidak memberi tau Kenan dari awal?” tanya Kenan secara tiba-tiba.
“Karena awalnya mami juga tidak bisa menerima kebenaran ini sayang. Mami takut jika kamu tau, kamu akan ikut dengan om Ryan dan meninggalkan mami.”
Kenan menoleh ke arah Khansa mengusap pipi maminya yang sudah dibasahi oleh air mata.
“Kenan ga akan pergi jauh dari mami. Kenan Cuma mau sama papi dan mami”
“Iya sayang, tapi kamu juga harus tetap menghormati om Ryan sebagai papa kandung kamu ya sayang, jangan membencinya dia pasti sangat sedih jika kamu membencinya lagi.”
“Kenan ga akan benci sama om Ryan kok mi, tapi Kenan masih belum mau ketemu sama om Ryan mi”
“Iya sayang tidak apa-apa, semuanya butuh proses. Terimakasih karena kamu tidak membenci papi dan mami sayang, mami mau kamu tetap menjadi Kenan yang papi dan mami kenal ya sayang. Tidak ada yang berubah karena kejadian ini” ucap Khansa sambil mengeratkan pelukannya kepada Kenan.