
Cara termudah untuk bahagia adalah tersenyum. Karena senyuman adalah awal dari kebahagiaan ketika kepedihan menyapa.
“Bang, bisakah aku masuk ke dalam? Aku ingin berbicara denganmu” ucap Ken dari depan pintu ruang kerja Kenan.
“Masuklah.” Ucap Kenan.
Ken membuka pintu ruangannya dan menutupnya kembali, Ken menghampiri abangnya dan menundukkan kepalanya.
“Ada apa? Aku tau ada hal penting yang ingin kamu katakan.”
“Bang, aku akan ke paris untuk menandatangani kerja sama game yang aku buat dengan perusahaan yang cukup terkenal di sana.” Ucap Ken ragu.
“Apa sesulit itu membicarakan hal ini kepada papi?” tanya Kenan.
“Ken takut jika papi sudah terlalu berharap tinggi kepada Ken tapi malah mengecewakannya.” Ucap Ken.
“Papi tidak akan kecewa denganmu Ken, abang juga capek menutupi hal ini dari papi karena cepat atau lambat papi juga akan mengetahui hal ini.”
“Ken tau bang, maka dari itu Ken mau segera menandatangani kontrak dengan perusahaan itu dan segera memberitahu papi.”
“Baiklah, nanti saat makan malam abang akan membantumu memberitahu papi tentang keberangkatanmu, dan aku juga akan mengurus cuti kuliahmu selama sebulan.” Ucap Kenan.
Ken terseyum senang mendengar ucapan abangnya, menurutnya abangnya itu adalah satu-satunya orang yang akan selalu mendukungnya.
“Terimakasih bang! Abang memang yang terbaik!” ucap Ken memeluk Kenan lalu beranjak keluar dari ruang kerja Kenan.
Ken yang baru saja menutup pintu ruangan Kenan terkejut melihat Key yang sudah ada di sebelahnya.
“Kamu beneran mau ke Paris?” tanya Key.
“Sejak kapan kamu di situ?” tanya Ken.
“Jawab pertanyaanku Ken!” tegas Key.
“Hm, aku akan ke Paris besok.”
“Baguslah! Kalau begitu tidak akan ada lagi pengacau di rumah ini!” ketus Key lalu pergi meninggalkan Ken dengan wajah dinginnya.
Ken tau betul jika sebenarnya Key sangat sedih mendengar dirinya akan pergi terlebih lagi Ken akan pergi selama sebulan.
Ken menghampiri Key di kamarnya untuk berbicara dengannya secara baik-baik agar dirinya mengerti tentang keadaannya saat ini.
Ken mengetuk pintu kamar Key berkali-kali namun tidak ada jawaban dari Key, akhirnya Ken memutuskan untuk membuka pintu kamarnya dan melihat Key yang sudah menutup dirinya menggunakan selimutnya.

Ken berjalan menghampiri tempat tidur kembarannya itu dan duduk di pinggir tempat tidur.
“Key, aku tau sebenarnya kamu sedih karena mendengar kabar kepergianku. Aku juga sama sedihnya denganmu, tapi kamu juga harus tau kondisiku. Kamu tau kalau papi benar-benar selalu menyudutkanku karena aku selalu main-main dan tidak pernah belajar tentang perusahaan. Jujur sebenarnya aku membangun perusahaan kecilku sendiri dan di sana aku selalu menghabiskan waktu untuk membuat game sendiri bersama dengan teman-temanku, kebetulan aku sudah menemukan perusahaan yang mau bekerja sama dengan perusahaan kecilku itu, aku ingin papi bangga denganku Key dan aku harus pergi.” Jelas Ken.
Di balik selimutnya Key menangis namun tidak mengeluarkan suaranya, dia tau selama ini dia dan saudara kembarnya itu selalu saja bertengkar dan berdebat, justru karena itulah Key sedih, dia akan merindukan perdebatan dan pertengkaran kecil dengan kembarannya itu.
“Kamu tau bukan jika aku sangat menyayangimu. Aku sudah meminta Rey untuk menjagamu selama aku tidak ada di sampingmu. Aku juga akan sering-sering menghubungimu dan mengirim video pemandangan indah di Paris.” Lanjut Ken.
Akhirnya Key embuka selimut yang menutupi wajahnya dan menatap wajah kembarannya itu.
“Apa kamu akan selalu mengabariku?” tanya Key lagi dan di balas anggukan lagi oleh Ken.
“Apa kamu akan membelikanku tas dan sepatu branded di sana?”
Ken tertawa mendengar pertanyaan terakhir kembarannya itu yang selalu saja masih memikirkan hadiah untuk dirinya sendiri.
“Iya, iya, iya bawel.. kamu harus menjaga dirimu baik-baik di sini! Jika ada om-om yang mengganggumu lagi kamu harus segera menghubungiku!” tegas Ken.
“Apa kamu akan datang jika ada om-om yang menggangguku lagi?” tanya Key.
“Tentu saja,, tidak! Aku kan di paris bodoh! Aku akan segera menghubungi Rey dan abang Kenan untuk menolongmu dan menghajar om-om itu!” ucap Ken.
Key menatap tajam ke arah Ken karena sudah mengatainya bodoh. Ken beranjak dari tempat tidur Key dan mengacak-ngacak rambut Key lalu menyuruhnya untuk turun ke bawah dan makan malam bersama.
Malam hari di rumah Kalandra. Di sana, mereka semua sedang bersiap untuk makan malam bersama seperti biasanya.
Sebenarnya keluarga Kalandra selalu di penuhi dengan canda tawa dan selalu bahagia, namun semenjak si kembar beranjak dewasa, Kalandra selalu di buat pusing memikirkan keadaan mereka terutama Ken yang selalu saja asik dengan dunianya.
“Pi, Ken akan ke Paris besok.” Ucap Ken tiba-tiba hingga membuat papi Kalandra dan mami Khansa terkejut mendengarnya.
“Apa!?” ucap papi Kalandra dan mami Khansa yang terkejut mendengar ucapan Ken, berbeda dengan Kenan dan Key yang sudah tau tentang kabar itu.
“Ken, untuk apa kamu ke Paris?” tanya mami Khansa.
Ken melirik ke arah abangnya untuk membantunya berbicara kepada papi dan maminya. Kenan yang paham dengan kode yang di berikan oleh adiknya itu menarik nafas panjang untuk bersiap memberitahu kepada papi dan maminya.
“Pi, mi. Kenan yang akan menjelaskan semuanya kalian tenanglah.” Ucap Kenan menenangkan papi dan maminya.
“Sebenarnya…” Kenan menjelaskan semua dari awal, awalnya papi Kalandra dan mami Khansa tidak percaya, namun melihat wajah ketiga anaknya yang serius itu membuat mereka berdua yakin jika perkataan Kenan adalah benar.
“Apa kamu benar-benar membuat game sendiri sayang?” tanya mami Khansa kepada Ken.
“Iya mi, selama ini Ken diam-diam membuat game sendiri dan ingin membuat perusahaan game sendiri untuk membuat papi dan mami bangga.” Ucap Ken.
Kalandra tiba-tiba menghampiri anaknya itu lalu memeluknya dengan erat hingga membuat Ken terkejut dan membuat semua orang di sana tersenyum bahagia.
“Papi bangga kepadamu Ken! Terimakasih karena sudah membuktikan kepada papi jika kamu memang benar-benar anak papi dan layak untuk menjadi penerus perusahaan papi! Maaf karena selama ini papi tidak mempercayaimu dan selalu bersikap keras kepadamu.” Ucap papi Kalandra.
“Tidak apa-apa pi, Ken tau jika papi sangat menyayangi Ken itulah yang membuat papi menjadi seperti ini.” ucap Ken.
“Nanti saat kabar tentang kerja sama perusahaan Ken sudah tersebar luas, saat itulah kita harus mengumumkan jika Ken adalah anak dari Kalandra.” ucap Kenan.

“Iya kamu benar! Saat itu kita harus mengumumkan kepada seluruh dunia jika Ken dan Key adalah anak dari Kalandra.” ucap papi Kalandra.
“No papi! Ken saja yang di umumkan, Key masih ingin hidup dengan kedamaian dan ingin mengejar cita-cita Key terlebih dahulu!” ucap Key.
Kalandra yang memang tidak bisa menolak permintaan anak gadisnya itu hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan Key.
Sedangkan di sisi lain, Khansa yang melihat kebahagiaan keluarganya itu merasa sangat senang karena suaminya sudah kembali menjadi papi yang hangat kepada anak-anaknya.

“*Terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan senyum lebar kepada suami hamba kembali*.” Batin Khansa.