MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
AKU RELA MELEPAS SEMUA YANG AKU PUNYA DEMI DIRINYA


Kesuksesan hanya dapat diraih dengan segala upaya dan usaha yang disertai dengan doa, karena sesungguhnya nasib seseorang manusia tidak akan berubah dengan sendirinya tanpa berusaha




Setelah selesai wawancara, Kalandra, Khansa, Leo dan Edo berunding bersama untuk memilih sekertaris.



“Aku memang menyukainya mas, tapi aku tau jika menjadi sekertaris bukan pekerjaan untuk main-main. Bagaimana jika pekerjakan dia di bagian yang lain, dan kamu bisa memilih sekertarismu sendiri.” Ucap Khansa.



Khansa sangat mengetahui jika hanya lulusan SMA tidak mungkin bisa bekerja menjadi sekertaris di sebuah perusahaan yang besar, karena dia sendiri pun hanya lulusan SMA dan hanya bisa berkerja di Ind\*maret saja.



“Bagaimana jika dia ku jadikan asistenmu sayang?” tanya Kalandra kepada istrinya.



Khansa yang mendengar ucapan suaminya itu terkejut lalu tertawa terbahak-bahak karena suaminya akan mempekerjakan asisten untuknya.



“Duh mas, kamu bikin perut aku sakit sih. Buat apa aku butuh asisten? Aku hanya ibu rumah tangga yang punya banyak waktu senggang di rumah, untuk apa asisten?” tanya Khansa



“Sebentar lagi akan banyak pertemuan-pertemuan yang melibatkan kamu sayang, aku mungkin akan lebih sering mengajakmu ke acara-acara rekan bisnisku, aku ingin dia selalu ada di sampingmu untuk menjagamu dan mengawasimu.” Jelas Kalandra.



“Benar juga, aku juga melihat wanita itu memiliki sabuk hitam taekwondo. Jadi dia pasti bisa menjaga Khansa dari orang yang berniat jahat.” Sambung Edo.



“Tunggu! Maksudnya kak Andra punya banyak musuh? Terus kak sasa bakalan dalam bahaya?” tanya Leo dengan nada yang sedikit kesal.



“Musuh seorang pebisnis tidak terhitung jumlahnya, kita tidak tau siapa yang ingin menjatuhkan kita dan perusahaan kita.


Sebagian orang bodoh di dunia bisnis akan menggunakan cara licik untuk menjatuhkan kita, contohnya membahayakan keluarga kita.” Jelas Kalandra kepada adik iparnya yang khawatir akan keselamatan kakaknya.



“Kamu harus mulai belajar dari sekarang agar tidak salah dalam menilai orang dari dunia bisnis ini Leo.” Lanjut Kalandra.



Leo menatap Khansa, dan Khansa hanya menggangguk lalu tersenyum kepada Leo menandakan semua akan baik-baik saja.


Khansa menghampiri adiknya dan memeluk adik kesayangannya itu.



“Semua akan baik-baik saja, aku yakin Allah selalu menjaga keluarga kita dan menjauhkan keluarga kita dari orang-orang yang memiliki niat jahat.” Ucap Khansa menenangkan adiknya.



“Tapi kak, kalo ayah dan ibu tau juga mereka pasti akan sama khawatirnya kayak aku”



“Mereka akan mengerti, dari awal aku setuju menikahi mas Andra aku harus menerima semua resiko yang akan terjadi di masa depan.”



Kalandra terharu mendengar perkataan istrinya itu, ia merasa bahwa istrinya bukanlah gadis kecil yang dulu ia kenal lagi.



Leo akhirnya pasrah dan menyetujui saran kakak iparnya untuk mempekerjakan asisten untuk kakaknya.



“Bagaimana sayang? Apa kamu setuju untuk mempekerjakan wanita itu menjadi asistenmu?” tanya Kalandra.



“Baiklah aku percaya jika keputusanmu adalah yang terbaik sayang.” Ucap Khansa yang sepenuhnya mempercayai sang suami.



“Kamu tenang aja sayang, aku akan tetap mengawasi wanita itu. Aku juga tidak bisa langsung mempercayai wanita itu.”



Khansa hanya mengangguk setuju, Leo dan Edo pun juga menyetujui hal itu.



Setelah selesai berunding, Kalandra menyuruh Khansa pulang dijemput oleh pak Asep sedangkan Leo dan Edo masih ada di sana untuk melanjutkan pekerjaannya.



“Kak, kakak yakin bisa mempercayai wanita itu?” tanya Leo.



“Bukannya kamu yang tadi bilang kalo sepertinya wanita itu baik dan kakakmu akan menyukainya?” tanya Kalandra dengan nada mengejek.



“Ya tapi kalo untuk masalah sebesar ini aku juga ragu kak.”



“Terus maksudnya menjadi sekertarisku ga besar?”



“Hehehe, ya kan beda aliran itu kak.” Ucap Leo memamerkan gigi putihnya.




Setelah menerima perintah, Edo dengan segera keluar untuk memanggil Rose.



Tidak lama kemudian, Rose masuk dan Kalandra mempersilahkannya untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.



“A..ada apa ya pak? Apakah saya di terima untuk bekerja?” tanya Rose dengan ragu.



“Kamu di terima untuk bekerja, tapi bukan menjadi sekertarisku”



“Lalu?” tanya Rose merasa tidak memahami apa yang dibicarakan Kalandra.



“Kamu beneran sabuk hitam taekwondo?” tanya Kalandra



“Iya pak”



“Jadilah asisten istriku. Aku tidak tau bahaya apa yang akan menghampiri istri dan anak-anakku. Kamu adalah wanita yang pintar jadi pasti kamu mengerti banyak sekali musuh dalam selimut di dalam dunia bisnis ini.” ucap Kalandra.



“Maksud bapak? Saya akan bekerja sebagai asisten istri pak Andra?” tanya Rose.



“Iya, kau akan bekerja untuk menjaga istri dan anak-anakku. Masalah gaji aku akan menaikkan gajimu dua kali lipat dari gaji sebagai asistenku.” Ucap Kalandra



Mendengar kata gaji dua kali lipat, Rose yang memang sangat membutuhkan uang langsung semangat dan menerima tawaran dari Kalandra.



“Baguslah jika kamu menerimanya, kamu akan bekerja langsung mulai besok. Aku akan menyuruh Edo untuk memberikan alamat rumahku kepadamu. Kamu di perbolehkan untuk pulang ke rumahmu, tapi jika aku sedang tugas ke luar kota atau ke luar negeri, kamu harus menginap di rumahku untuk menjaga istri dan anakku selama 24 jam.” Jelas Kalandra.



“Baiklah pak, saya akan datang kerumah bapak tepat waktu besok.” Ucap Rose lalu meninggalkan ruangan Kalandra.



Setelah semua yang ada di perusahaan selesai, Kalandra menyuruh Edo untuk memilihkan sekertaris yang berkualitas untuknya lalu ia mengajak Leo untuk pulang ke rumah.



“Kamu ga mau melihat sekertaris yang aku pilih Ndra?” tanya Edo.



“Tidak, aku percaya kamu tidak akan membuat hubungan rumah tanggaku menjadi hancur.”



Kalandra dan Leo berada di mobil. Mereka memutuskan untuk makan siang diluar bersama.



“Kak, emang kak Andra beneran punya banyak musuh?” tanya Leo yang masih penasaran.



“Aku merasa tidak memiliki musuh, tapi orang yang mengincar kekayaanku sangat banyak. Mereka akan berusaha mengambil alih posisiku bagaimanapun caranya, itulah kenapa aku menyuruhmu terjun langsung ke perusahaanku agar kamu mengerti tidak semua orang baik itu bisa di percaya.” Jelas Kalandra.



“Oh begitu, apakah kak Andra akan mengajak kak sasa bertemu rekan bisnis kakak?”



“Iya, dalam waktu dekat akan ada acara pembukaan hotel baru yang akan digelar oleh rekan bisnisku, tentu saja aku akan mengajak Khansa karena rekan bisnisku itu memiliki istri.”



“Lalu apa hubungannya?”



“Tentu ada hubungannya, kebanyakan pebisnis yang sudah beristri sangat mencintai istrinya, aku akan mengajak sasa dan memperkenalkannya kepada istri rekan bisnisku dan membuat kerja sama yang baik dengan mereka, semakin banyak orang yang ada di pihak kita akan semakin sulit bagi musuh untuk menjatuhkan kita.” Jelas Kalandra.



“Jadi kakak menjadikan kak sasa sebagai umpan?” tanya Leo.



“Bukan umpan, masa depanku ada di tangan sasa. Jika sasa tidak bisa berteman dengan istri rekan bisnisku, aku juga tidak akan bisa memperkuat kedudukanku. Bagaimana mungkin aku membiarkan istriku menjadi umpan.”



“Seberapa penting kak sasa untukmu kak?” tanya Leo.



“Sangat penting. Aku rela melepas semua yang aku punya demi dirinya.”



“Tidak boleh! Jika kakak melepas apa yang kakak punya, lalu bagaimana kakak akan menghidupi kak sasa.”



“Ah iya kau benar juga” ucap Kalandra sambil tertawa karena adik iparnya itu sangat menyayangi kakaknya.