MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (RENCANA KENAN)


Hidupmu akan terasa hambar, ketika kamu tidak menemukan sesuatu yang penting untuk anda perjuangkan.



Pagi hari di rumah keluarga Kalandra, Key terbangun karena suara telfonnya yang berbunyi berulang kali.



“Halo” ucap Key.



“Yaampun Key! Kamu ini tau ga sih kalau aku mengkhawatirkanmu! Kenapa kamu tidak membalas pesanku!? Aku ingin menghubungi keluargamu tapi takut kalau ternyata kamu beneran ga pulang dan membuat mereka semua khawatir.” Teriak Lana.



“Apa kamu bisa menghubungiku saat siang hari? Aku masih mengantuk..” ucap Key.



“Kenapa kamu masih tertidur? bukankah jam segini kamu biasanya sudah terbangun untuk sholat subuh?” tanya Lana.



“Yaampun Lana, ini jam berapa? Aku sudah sholat subuh dari tadi dan sekarang aku baru saja tertidur setelah sholat!” tegas Key.



“Tapi di jamku masih pukul 04.30 Key..”



“Apa!? Apa kamu lupa jika jam dindingmu itu mati? Apa jangan-jangan kamu memang tidak mengganti batrai jammu? Apa kamu tidak bisa melihat jam di hpmu Lana??”



“Ah iya aku baru ingat kalau jam dindingku mati hehehe.. aku kan terlalu mengkhawatirkanmu jadi aku tidak melihat jam di hp dan langsung saja menghubungimu.” Ucap Lana.



“Sudahlah matikan, aku baik-baik saja dan sekarang aku ingin tertidur.” tegas Key yang langsung mematikan telfonnya tanpa mendengar jawaban sahabatnya.



“Kenapa semua orang yang ada di sekitarku semua lola ya..” gumam Key sambil menaruh kembali hpnya di atas meja.



Key kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur dan memakai kembali selimutnya bersiap untuk kembali tidur, namun sebelum Key menutup matanya tiba-tiba saja ada yang menggedor pintu kamarnya.



“YaAllah,, siapa sih pagi-pagi gini ketok pintu,.. huaaa aku kan mau tidur sebentar saja..” ucap Key sambil mengacak-ngacak rambutnya.



Key segera beranjak dari tempat tidurnya karena ketukan pintunya semakin lama semakin kencang dan membuatnya semakin kesal.



Cklek..



“Abang!?” ucap Key yang baru saja membuka pintu kamarnya.



“Apa kamu ada jam kuliah hari ini?” tanya Kenan yang di bals gelengan kepala oleh Key.



“Baguslah, ayo ikut aku ke perusahaan!” ajak Kenan dengan semangat.



“What?? No bang! Key mau tidur saja.” ucap Key.



"Istirahat di ruang rahasia saja nanti, pokoknya ikutlah ke perusahaan!” paksa Kenan.



“*Karena aku tau jika kamu ikut pasti kamu akan mengajak Belinda mengobrol di dalam ruanganku dan aku akan lama memandang wajahnya*.” Batin Kenan dengan senyum yang mengembang di wajahnya yang membuat Key merasa aneh.



“Bang, apakah abang sakit?” tanya Key sambil meletakkan punggung tangannya di kening abangnya.



Kenan yang merasakan ada sentuhan di keningnya tiba-tiba tersadar dan menepis tangan adiknya dari keningnya.



“Pokoknya kamu harus ikut abang ke perusahaan, jadi segera bersiaplah abang akan menunggu di bawah.” Perintah Kenan lalu meninggalkan Key yang masih berdiri di ambang pintu kamarnya.



“Arrgghh!!! Kenapa aku tidak bisa tidur nyenyak!! Hiksss.. hikss..” rengek Key sambil bergulig-guling di atas tempat tidurnya.



Dengan terpaksa akhirnya Key bergegas untuk mandi dan bersiap untuk ikut bersama abangnya ke perusahaan dan berfikir untuk beristirahat di ruang rahasia.



Setelah siap, Key segera turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya terlebih dahulu.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1608958326905.jpg)




“Uhukk,, uhukk..” Key yang sedang minum itu seketika tersedak karena pertanyaan papinya lalu melirik ke arah abangnya.



Kenan yang melihat Key menatapnya hanya mengedipkan mata dan memberikan kode kepadanya untuk mengiyakan ucapan papinya.



Akhirnya Key menjawab pertanyaan papinya dengan anggukan di kepalanya dan senyum di wajahnya yang di paksakan.



“*Sebenarnya abang Kenan ini punya masalah apasih sama aku! Bisa-bisanya aku di menjadi kambing hitamnya*.” Ketus Key di dalam hati sambil melirik ke arah abangnya.



“Kamu serius mau belajar bisnis Key?” tanya Ken yang sebenarnya sangat tau jika kembarannya itu sangat tidak menyukai bisnis dan semacamnya, cita-cita Key adalah ingin menjadi model atau designer terkenal.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1608958326910.jpg)



“Menurutmu? Apa kamu tidak bisa melihat jika aku sedang tersiksa di sini?” balas Key.



“Yang sabar ya.” ucap Ken dengan tawa yang tertahan di wajahnya.



Key hanya melirik ke arah kembarannya yang sedang mengejeknya.



Drrtt,, drrtt,,



Di tengah keheningan mereka, tiba-tiba saja hp Ken berbunyi dan membuat papi Kalandra menatapnya dengan tajam.



“M,,maaf Ken mau mengangkat telfon dulu.” Ucap Ken lalu pergi dari ruang makan dan meninggalkan keluarganya yang masih duduk di meja makan untuk menikmati kue kering buatan mami Khansa.



“Sebenarnya apa yang dia lakukan di luar sana Kenan? papi tau sebenarnya kamu tau apa yang di lakukan adik-adikmu di luar rumah bukan?” ucap papi Kalandra.



“Kenan tau, tapi Kenan mohon papi tidak usah bertanya kepada Kenan. Percayalah kepada Ken, karena Kenan sendiri juga sangat yakin akan kemampuan Ken.” Ucap Kenan sambil tersenyum penuh arti kepada papinya.



Kenan melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7, dengan segera Kenan beranjak dari kursinya dan mengajak Key untuk bergegas lalu berpamitan dengan kedua orang tuanya itu.



“Pi, mi. Key ikut abang ke perusahaan dulu ya..” ucap Key.



“Hati-hati ya sayang.” ucap mami Khansa.



Kalandra masih menatap kepergian Kenan dan Key di hadapannya, Kalandra masih memikirkan maksud dari ucapan Kenan.



“Sebenarnya apa yang di lakukan anak nakal itu di luar sana!” gumam Kalandra yang masih bisa di dengar oleh Khansa.



“Sudahlah mas, kita percayakan semuanya kepada anak-anak kita. Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak memaksakan keinginan anak-anak kita.” Ucap Khansa mengingatkan.



“Aku mempercayai mereka semua, tapi aku khawatir jika jalan yang mereka pilih salah sayang..” ucap Kalandra.



Khansa hanya bisa menenangkan suaminya, sebenarnya dia juga merasa khawatir dengan ke tiga anaknya namun dia tidak ingin menunjukkannya karena dia tau jika ke khawatirannya akan menambah beban untuk suaminya.



“Sebenarnya abang ini ngapain ngajak Key ke perusahaan? Dan kenapa abang bilang kalau Key ingin belajar bisnis?” tanya Key di dalam mobil.


“Lalu, apa abang harus bilang kalau aku hanya mengajakmu ke perusahaan tanpa alasan?” tanya Kenan.


“Ya kan emang begitu kenyataanya bang..”


“Sudahlah, memang kamu tidak ingin bertemu dengan Belinda? Hari ini dia sudah ku terima menjadi sekretarisku!” jelas Kenan yang langsung membuat Key tidak menyangka.


“Apa bang? Benarkah? asikk aku tau jika dia memang pantas menjadi sekretarismu!” ucap Key dengan bersemangat.


“Yes, akhirnya keinginanku terwujud dan aku bisa melajutkan rencana untuk mendekatkan abang Kenan dan kak Belinda.” Batin Key dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


“Tapi bagaimana dengan nenek lampir itu? Aku yakin dia pasti akan menempel terus dengan abang Kenan dan menggangu rencanaku.” Lanjut Key yang sibuk berbicara dengan dirinya sendiri.


Kenan yang melihat adiknya yang tadinya tersenyum senang tiba-tiba saja sedih dan membuat Kenan menjadi penasaran.


“Kamu ga apa-apa Key?” tanya Kenan.


“Tidak apa-apa bang, hanya saja Key masih bingung kenapa abang menyukai wanita seperti nenek lampir itu!” ucap Key yang di balas senyuman oleh Kenan karena sebenarnya dia sendiri juga bingung dengan hatinya, apakah masih ada perasana untuk Diana di dalam hatinya.


"Aku juga tidak tau sebenarnya aku mencintai Diana atau tidak." batin Kenan.