MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
KESALAHAN FATAL


Rey segera pergi ke ruang ganti wanita yang telah di tunjukkan oleh Andini. Betapa terkejutnya Rey saat pakaian saudaranya itu sudah tidak karuan.


"Yaampun Ken, kenapa pakaianmu seperti ini?!" teriak Rey namun Ken tidak menggubris ucapannya karena masih tidak sadarkan diri.


Rey segera menelfon supirnya untuk masuk ke dalam dan membantunya membawa Ken ke mobilnya.


"Yaampun kenapa tuan muda Ken seperti ini?!" Tanya supir pribadi Rey.


"Kalo bapak tanya saya, terus saya tanya siapa? saya juga ga tau pak, pokoknya jangan sampai ada yang mengetahui hal ini termasuk papa." ucap Rey.


"Siap tuan muda! Mari saya saja yang menggendong tuan muda Ken." ucap supir tersebut lalu membawa Ken segera keluar dari ruangan tersebut.


Sedangkan Rey mencoba memperhatikan ke sekitar ruangan untuk melihat apa yang sebenarnya sudah terjadi di dalam sana.


Rey melihat noda darah di atas sofa kecil yang ada di sana dan membuat kedua mata Rey terbuka lebar.


"Darah? tapi aku tidak melihat ada luka di tubuh Ken, wanita tadi juga sepertinya tidak terluka tapi terlihat sangat marah! bagaimana ini? jangan-jangan mereka? tidak mungkin bukan?" gumam Rey yang sedang berfikir keras untuk mencari jawaban dari kejadian tersebut.


Setelah itu, Rey mengambil kaos Ken yang tidak di pakai dan membasahinya untuk mencoba membersihkan noda darah di atas sofa tersebut.


Setelah di rasa sudah cukup bersih, Rey segera pergi dari tempat itu dan masuk ke dalam mobilnya.


"Kita mau kemana tuan muda?" Tanya supir pribadi Rey.


"Aku tidak mungkin membawanya pulang kerumahnya aku yakin dia akan di marahi habis-habisan karena minum minuman beralkohol, aku juga tidak bisa membawanya pulang kerumahku karena papaku pasti akan memberitahu om Andra." gumam Rey di dalam hatinya.


"Kita ke apartment ku saja pak, karena tante Khansa suka tiba-tiba datang ke apartment Ken jadi tidak aman di sana." ucap Rey.


Mendengar perintah dari tuan mudanya, supir tersebut menganggukkan kepalanya dan segera menancap gas mobilnya menuju apartment Rey.


Drtt,, drrtt,,


Hp Rey berbunyi di tengah-tengah keheningan di dalam mobilnya hingga membuat semua Rey dan supirnya terkejut mendengarnya.


"Aduh gimana ini pak, Key nelfon Rey." ucap Rey yang menjadi panik karena Key susah sekali di bohongi.


"Halo Key?" sapa Rey.


"Halo Rey, kamu dan Ken ada di mana?" Tanya Key dari sebrang telfon.


"Aku dan Ken sedang pergi bersama anak-anak, lalu setelah itu kami akan menginap di apartmentku, jadi kamu jangan mengganggu kami!" ucap Rey.


"Benarkah? apa yang mau kalian lakukan? kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan? kenapa harus menginap di apartment kamu sedangkan Ken punya apartment sendiri?" selidik Key.


"Mampus aku! kenapa sih susah sekali meyakinkan anak ini!" batin Rey.


"Ya namanya juga udah lama ga kumpul sama mereka jadi aku mau menginap bersama di apartmentku! kamu tau kan kalau tante Sasa suka tiba-tiba datang ke apartment Ken, jadi semuanya merasa tidak enak." jelas Rey.


"Plis percaya Key, percayalah untuk kali ini!" batin Rey sambil memejamkan matanya menunggu jawaban dari Key.


"Oh begitu, baiklah aku akan menyampaikan hal ini kepada papi." ucap Key yang langsung mematikan telfonnya.


Setelah Key mematikan telfonnya, Rey langsung bernafas lega karena sudah terlepas dari pertanyaan-pertanyaan Key yang kadang sangat sulit untuk di jawab.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka. supir pribadi Rey mencoba untuk membantu Rey menggendong Ken ke dalam apartment.


"Terimakasih ya pak, kalau papa tanya bilang aja aku lagi sama teman-teman dan menginap di apartment." ucap Rey yang di balas anggukan oleh supir pribadinya.


Setelah melihat kepergian supirnya, Rey segera menutup pintu dan mencoba untuk membangunkan Ken.


"Ken! Ken sadarlah!" teriak Rey.


"Orang gila! kamu ngigo Audrey tapi yang kamu tidurin orang lain bodoh!! banunlah Kenzo!" teriak Rey sambil menggoyangkan tubuh Ken namun tetap saja tidak ada respon apapun.


Akhirnya Rey membiarkan Ken tidur malam itu dan memutuskan untuk membangunkan Ken besok paginya.


Pagi harinya, sinar matahari mulai masuk ke sela-sela kamar, samar-samar Ken mencoba untuk membuka kedua matanya dan melihat Rey ada di hadapannya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Rey? kamu kenapa ada di sini?" Tanya Ken tanpa mengetahui apapun.


"Tentu saja aku ada di sini, ini adalah apartmentku!" ketus Rey yang kesal namun mencoba untuk menahan amarahnya.


"Minumlah dulu karena aku ingin berbicara denganmu." lanjut Rey sambil memberikan segelas air putih kepada Ken.


"Mau ngomong apaan sih serius amat! oh iya aku kenapa bisa ada di apartmentmu? seingatku aku sedang mencari toilet." ucap Ken.


"Bodoh! itulah yang ingin aku katakan, dengarkan aku baik-baik dan cobalah untuk mengingat apa yang terjadi tadi malam, oke?" ucap Rey yang di balas anggukan oleh Ken.


"Jadi sebenarnya semalam setelah aku menelfon supir pribadiku, kamu tidak ada di sana, aku bingung harus mencari kamu di mana di tengah-tengah keramaian seperti itu, lalu aku bertemu dengan wanita yang sekampus dengan kita! dia sepertinya habis menangis dengan pakaian yang sedikit berantakan, dia yang memberitahu aku kalau kamu ada di ruang ganti wanita!" jelas Rey.


"Ruang ganti wanita? Kenapa aku ada di sana?"


"Itulah yang ingin aku tanyakan! Coba ingat kembali apa yang sudah kau lakukan semalam di ruang ganti itu? Aku takut kamu melakukan hal yang tidak-tidak kepada wanita itu." ucap Rey.


"Melakukan hal yang tidak-tidak bagaimana?! Tidak mungkin lah!" ucap Ken yang mencoba untuk mengingat kembali apa yang terjadi semalam dengan dirinya.


"Aku melihat ada noda darah di atas sofa kecil yang ada di ruangan tersebut, sepertinya apa yang aku fikirkan benar-benar terjadi." ucap Rey.


Namun tiba-tiba saja Ken merasa kepalanya sakit dan pusing.


"Arrgghh! sakit sekali kepalaku!" teriak Ken hingga membuat Rey panik.


"Hei Ken ada apa?? Kita ke rumah sakit saja ya?" Tanya Rey namun di balas gelengan kepala oleh Ken.


"Aku,, aku,, sepertinya aku melakukan hal yang kamu fikirkan Rey!" ucap Ken tiba-tiba.


"Apa!? apa maksudnya? kamu sudah mengingat kejadian semalam?" Tanya Rey.


"Aku tidak tau, aku hanya ingat kalau aku melihat wanita itu sedang berganti pakaian dan aku menghampirinya." ucap Ken.


"Arrgghh bodoh Kenzo! kenapa kamu ceroboh seperti ini!?" Tanya Rey sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Aku juga tidak tau! Lagian kamu kenapa ninggalin aku bersama orang-orang yang sedang mabuk juga!?" ucap Ken yang malah menyalahkan Rey.


"Kok jadi nyalahin aku?! Salah kamu lah kenapa kamu bisa mabuk hanya karena satu gelas kecil!"


"Kamu kan tau sendiri kalau itu adalah pertama kalinya aku minum!"


"Kenapa kamu harus minum kalau tau kamu tidak pernah meminumnya!" bentak Rey.


"Aku hanya ingin melupakan Audrey! mereka bilang kalau aku mabuk aku bisa menghilangkan Audrey dari fikiranku!" teriak Ken.


"Kamu bukan menghilangkan Audrey dari fikiranmu tapi kamu sudah menghilangkan keperawanan anak orang bodoh!" balas Rey hingga membuat Ken terdiam.


"Siapa nama wanita itu?" Tanya Ken tiba-tiba di tengah-tengah emosinya.


"Aku juga tidak tau, tapi aku bisa mencari tau kalau kamu ingin bertemu dengannya." ucap Rey yang mulai meredakan emosinya.


"Segera cari tau wanita itu, aku ingin bicara dengannya mengenai kejadian semalam." ucap Ken.


Setelah mendengar ucapan Ken, Rey segera keluar kamar untuk menelfon teman-temannya dan mencari informasi tentang Andini.