MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (KEBENARAN)


Jangan terlalu cepat memilih, pertimbangkan lagi. Kalau bersamanya menjauhkan cintamu dari Allah, tinggalkan saja. masih banyak yang bisa membuatmu lebih salihah.




Kediaman keluarga papa Ryan, mama Rose sedang menasehati Elsa untuk serius belajar dan berhenti bermain dengan teman-temannya, papa Ryan yang mendengar keributan di dalam rumahnya segera menghampiri istri dan anak perempuannya yang sedang berada di kamar anaknya itu.



“Ada apa sih kalian ini ribut sekali.” ucap papa Ryan yang baru saja masuk ke dalam kamar Elsa.



“Lihatlan anak perempuanmu kak Ryan, dia baru saja sampai di Indonesia tapi dia sudah mau keluar bersama teman-temannya.” Jelas mama Rose sambil menunjuk ke arah Elsa yang sedang duduk di atas kasur.



“Elsa, kamu benar-benar mau keluar bersama teman-temanmu? Apa kamu tidak memiliki rasa lelah?” tanya papa Ryan.



“Elsa bosan pa, lagipula teman-teman Elsa bilang kalau mereka merindukan Elsa.” Ucap Elsa.



“Teman-temanmu tidak merindukanmu Elsa! Mereka hanya merindukan uang yang kamu keluarkan setiap pergi bersama mereka!” ketus papa Ryan.



Elsa dan mama Rose yang mendengar ucapan papa Ryan sama-sama terkejut, karena mereka tidak menyangka kalau papa Ryan akan mengatakan hal seperti itu.



“Maksud papa apa?” tanya Elsa kepada papanya.



“Papa tau, kalau sebenarnya kamu selama ini selalu membayar semua biaya tagihan teman-temanmu saat di restaurant, karaoke dan lainnya.” Ucap papa Ryan.



“Ya memang pa, tapi Elsa melakukan itu karena dari semua teman-teman Elsa, hanya Elsa yang memiliki orang tua yang bekerja dengan layak, sedangkan yang lain hanya berasal dari keluarga yang sederhana, masa iya Elsa ngebiarin mereka membayar semua tagihan.” Jelas Elsa.



“Apa kamu yakin kalau mereka adalah anak dari keluarga sederhana? papa sudah mencari tau semua identitas dari teman-teman yang biasa pergi bersamamu, dan mereka adalah anak dari para pengusaha di Indonesia walaupun memang tidak sebesar perusahaan papa.” Jelas papa Ryan.



“Apa kamu yakin kak Ryan?” tanya mama Rose kepada papa Ryan.



“Iya sayang, aku sudah mencari informasi tentang anak-anak itu.” Ucap papa Ryan.



Mama Rose yang mendengar semua penjelasan suaminya hanya bisa terkejut dan menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka kalau selama ini teman-teman anaknya hanya memanfaatkan anak perempuannya itu.



“Elsa, mama harap mulai sekarang kamu jangan terlalu loyal pada teman-temanmu, mulailah memilih orang untuk kamu jadikan teman.” Ucap mama Rose.



“Ga mungkin ma, teman-teman Elsa ga mungkin sejahat itu.” Ucap Elsa yang tidak mau menerima kenyataan yang di beritahu oleh papanya.



“Kalau kamu tidak percaya, papa akan menunjukkan berkas-berkas yang sudah papa kumpulkan kepadamu.” Ucap papa Ryan sambil berjalan keluar dari kamar Elsa.



Melihat papa Ryan keluar dari kamarnya, Elsa semakin gugup karena pasti papanya sudah memiliki bukti yang akurat.



“Ma, apa yang di katakan papa semua benar? Apa teman-teman Elsa hanya memanfaatkan Elsa?” tanya Elsa kepada mamanya yang masih berada di hadapannya.



“Mama juga tidak bisa memastikan hal itu Elsa, apa kamu selama ini tidak pernah merasakan kalau kamu hanya di manfaatkan oleh teman-temanmu?” tanya mama Rose.



Mendengar ucapan mamanya, Elsa hanya menggelengkan kepalanya menandakan dia tidak mengetahui apapun tentang teman-temannya yang memanfaatkannya.



“Elsa, mama akui kamu terlalu baik dan terlalu loyal, tapi kamu tidak harus mengeluarkan semua uangmu saat bermain dengan teman-temanmu, apa kamu fikir uang yang selama ini di berikan kepadamu adalah uang yang keluar dengan sendirinya? Apa kamu tidak kasihan kepada papa yang sudah bekerja keras untuk membuat hidup kita menjadi seperti sekarang?” Ucap mama Rose.



“Mama lebih suka kalau kamu memiliki satu sahabat tapi dia tulus berteman denganmu tanpa memandang siapa kamu dan uang yang kamu miliki.” Lanjut mama Rose.



Elsa hanya diam dan menundukkan kepalanya, dia masih tidak percaya dengan apa yang di katakana papanya, karena menurutnya selama ini dia memiliki banyak orang yang menyukainya dan senang berteman dengannya.




“Sayang, sebaiknya kita tunggu di luar dan biarkan Elsa membaca semuanya sendirian.” Ajak papa Ryan kepada istrinya.



“Tapi..” ucap mama Rose sambil menatap ke arah Elsa dengan perasaan khawatir.



Akhirnya papa Ryan menggenggam tangan istrinya dan menuntunnya untuk keluar dari kamar Elsa bersama dan mama Rose mengikuti suaminya berjalan keluar dari kamar anak perempuannya.



“Kak Ryan, apa tidak masalah kalau kita meninggalkan Elsa di dalam sendirian?” tanya mama Rose kepada suaminya yang baru saja keluar dari kamar Elsa dan menutup pintunya.



“Tidak akan ada yang terjadi sayang, percaya padaku, anak kita adalah perempuan yang kuat.” Ucap papa Ryan mencoba untuk menenangkan istrinya.



Di dalam kamar, Elsa dengan ragu membuka map cokelat yang di berikan papanya, Elsa membuka map tersebut secara perlahan dan melihat lembaran-lembaran identitas teman-temannya yang sering bermain bersamanya.



Benar yang di katakana papa Ryan, teman-teman Elsa adalah anak dari keluarga yang berkecukupan, ada yang memiliki perusahaan furniture, ada juga yang bekerja sebagai petinggi kota, ada yang orang tuanya bekerja sebagai pengacara dan masih banyak lagi.



Elsa yang membaca satu per satu kertas yang ada di tangannya hanya bisa menutup mulutnya dengan mata yang berkaca-kaca. Elsa menangis kencang mengetahui semua kebenaran itu, dia tidak menyangka orang yang selama ini dia anggap teman ternyata hanya memanfaatkan kebaikannya saja.



“Hikss,, jahat! Kalian semua jahat! Aku tidak akan bermain dengan kalian lagi! Aku tidak mau terus-terusan di bodohi oleh kalian.” Teriak Elsa sambil menangis.



Mama Rose yang mendengar teriakan dan tangisan di dalam kamar anaknya merasa sangat khawatir dan sangat ingin masuk ke dalam kamar Elsa namun di tahan oleh suaminya.



“Kak, anak kita membutuhkan kita.” Ucap Rose.



“Tidak sayang, dia butuh waktu sendiri untuk meluapkan emosinya.” Balas papa Ryan.



“Aku harus menelfon Key dan menyuruhnya kesini untuk memberikan semangat kepada Elsa kak.” Ucap Rose.



“Baiklah, kalau itu aku setuju, setidaknya Key memiliki sikap yang dewasa, dan aku yakin kalau dia bisa membuat Elsa dapat mengatasi masalah ini.” ucap papa Ryan yang mengijikan istrinya untuk menghubungi Key.



Setelah mendapat persetujuan dari suaminya, mama Rose segera pergi ke kamarnya untuk mengambil hpnya dan menelfon Key.



“Halo Key?” sapa mama Rose kepada Key yang baru saja mengankat telfonnya.



“Halo mama Rose, ada apa menelfon Key?” tanya Key.



“Bisakah kamu pergi kerumah mama Rose? Mama Rose ingin meminta tolong kepadamu.” Ucap mama Rose.



“Ada apa mama Rose? Apa ada masalah?”



“Elsa, Elsa baru saja mengetahui kalau ternyata teman-teman yang selama ini bermain dengannya hanya memanfaatkannya saja.” jelas mama Rose.



“Apa? Bagaimana bisa begitu ma? Bagaimana Elsa mengetahui hal itu?” tanya Key.



“Papa Ryan yang memberi tahunya, dan sekarang dia sedang berteriak sambil menangis, papa Ryan tidak mengijinkan mama Rose masuk ke dalam kamar Elsa, itulah kenapa kami menelfonmu dan menyuruhmu datang untuk berbicara dengan Elsa.” Jelas mama Rose.



“Baiklah ma, mama tenang saja, Key akan bersiap dan langsung pergi ke rumah mama Rose, mama Rose tenang saja ya, jangan terlalu khawatir karena Elsa tidak akan hancur hanya karena orang-orang tidak berguna seperti mereka.” Ucap Key mencoba untuk menenangkan mama Rose.



Akhirnya Key langsung mematikan telfon mama Rose dan segera bersiap untuk pergi ke rumah keluarga Ryan dan berbicara dengan Elsa.