
Setelah kejadian Elsa yang memberanikan diri mengeluarkan semua kekesalannya kepada Rey, hari-hari di lalui Elsa dengan sangat canggung.
Sebenarnya Elsa tidak bermaksud menyinggung Rey, tapi dia sudah tidak tahan dengan sikap Rey yang selalu jahat dengannya.
"Elsa, kamu sudah datang? Rey memanggil kita untuk membicarakan tentang kerja sama perusahaan dengan perusahaan Dirgantara." ucap Karina saat melihat Elsa yang berjalan ke arahnya.
"Ah iya, tunggu sebentar ya nona Karina aku taruh tas dulu."
"Jangan panggil aku nona Elsa, panggil aku kak Karina saja oke?" ucap Karina yang di balas anggukan oleh Elsa.
Elsa dan Karina masuk ke dalam ruangan Rey bersama-sama.
"Ada apa kamu memanggil kami Rey?" Tanya Karina.
"Aku ingin mengajak kalian berdua untuk bertemu dengan CEO perusahaan Dirgantara." ucap Rey.
"Tapi aku hari ini memakai mobil sport jadi tidak bisa membawa kalian berdua, salah satu dari kalian harus naik mobil lain." lanjutnya.
"Yang pasti aku harus pergi bersamamu Rey, kamu kan tau aku ga punya mobil." sahut Karina.
"Aku bawa mobil kok, aku bisa naik mobil sendiri mengikuti mobil tuan dari belakang." ucap Elsa.
"Baiklah kalau begitu, kita berangkat setelah jam makan siang nanti." tegas Rey yang di balas anggukan oleh keduanya.
"Karina, kamu boleh keluar, Elsa tetap di sini karena ada yang ingin aku bicarakan." ucap Rey.
Karina mengerutkan keningnya saat Rey mengatakan kalau ada hal yang mau di bicarakan kepada Elsa, Karina melirik Elsa dan Rey secara bergantian.
"Kar! Kamu ga mau keluar?" pertanyaan Rey membuat Karina tersadar dan segera meninggalkan ruangan Rey.
Di dalam ruangan, hanya tersisa Rey dan Elsa yang membuat suasana di dalam ruangan hening seketika.
"Bukankah ada yang ingin anda bicarakan? Silahkan bicaralah karena saya harus melanjutkan pekerjaan saya." ucap Elsa dengan santainya.
"Els, apa kamu baik-baik saja berangkat sendirian ke perusahaan Dirgantara? Kamu buta arah bahkan saat kamu sudah melihat maps saja kamu masih sering tersesat." ucap Rey.
"Tuan Rey tidak perlu mengkhawatirkan saya, saya bisa melakukan hal ini sendirian bagaimanapun caranya." ucap Elsa.
"Els, apa kita berdua harus seperti ini terus? Mau sampai kapan? Selama bertemu di rumah papi Kalandra juga kamu menganggapku orang asing!"
"Maaf tuan Rey, tapi tidak ada kata 'kita' di antara saya dan anda tuan Rey." ucap Elsa.
"Els!"
"Jika tidak ada yang ingin di bicarakan lagi, saya permisi! Masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan." ucap Elsa yang langsung keluar dari ruangan Rey.
Saat keluar dari ruangan Rey, Elsa bukannya duduk di tempatnya dia justru langsung menuju ke toilet hingga membuat Karina yang melihatnya kebingungan.
"Apa yang mereka bicarakan sampai Elsa langsung pergi ke toilet begitu?" Batin Karina.
Di dalam ruangan, Rey bersandar di kursinya sambil memejamkan kedua matanya.
"Arrgghh!! Rasanya aneh saat Elsa berubah seperti ini kepadaku!" ucap Rey sambil mengacak-acak rambutnya.
Sedangkan di toilet, Elsa sedang berdiri di depan wastafel dan melihat ke arah kaca yang ada di depannya.
"Kenapa hatiku masih saja berdebar saat melihatnya? Kenapa aku yang sakit hati saat aku memperlakukan dia seperti itu?" gumam Elsa sambil meremas kerah bajunya sendiri.
"Sudahlah! Elsa kamu bisa Els! Ayo kita lupakan orang yang sama sekali tidak menghargaimu!" Elsa berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri.
Setelah puas membuat dirinya semangat, Elsa segera keluar dari toilet dan melanjutkan pekerjaannya yang belum terselesaikan.
***
Jam makan siang pun tiba, Rey, Elsa dan Karina sedang bersiap untuk berangkat ke perusahaan Dirgantara.
"T-tuan Rey? Maaf saya tidak tahu jika anda ada di sini." ucap Sandy.
"Kak Sandy, maafkan aku karena aku lupa memberitahumu kalau aku harus ikut menemani tuan Rey ke perusahaan Dirgantara." ucap Elsa dengan penuh rasa bersalah.
"Perusahaan Dirgantara?"
"Kenapa kak Sandy? Kamu tau perusahaan itu?"
"Tentu saja semua orang tau perusahaannya om Dirga! Perusahaan Dirgantara itu perusahaan yang cukup terkenal hampir setara dengan perusahaan papi Kalandra!" jelas Rey yang membuat Elsa mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Wah kebetulan sekali ada kamu San, bagaimana kalau kamu yang mengantar Elsa ke perusahaan Dirgantara?" ucap Karina secara tiba-tiba.
"Tidak! Untuk apa dia mengantar Elsa?! Dia tidak memiliki kepentingan di sana!" ketus Rey.
"Tapi tidak ada salahnya kan kalau hanya mengantar saja?"
"Lalu bagaimana Elsa akan pulang?"
"Sandy bisa menjemputnya kembali!"
"Tidak!"
"Diamlah, kenapa kalian berdua jadi bertengkar karena aku? Aku akan pergi ke perusahaan Dirgantara sendirian jadi tidak usah ribut lagi!" ucap Elsa dengan nada yang kesal.
"Tidak apa-apa, saya bisa mengantar dan menunggu Elsa di sana tuan Rey karena saya sudah tidak ada pekerjaan di sini dan kebetulan saya ada keperluan di sekitar situ." ucap Sandy.
"Tidak usah kak, aku sendiri saja." tolak Elsa.
"Tidak Elsa, Key pernah bilang kalau kamu itu buta arah, jadi aku tidak akan membiarkan kamu pergi ke tempat baru sendirian."
Dengan berat hati akhirnya Rey menyetujui tawaran Sandy, awalnya Rey menawarkan kepada Elsa untuk ikut dengannya sedangkan Karina bersama Sandy, namun semua itu sia-sia karena Elsa lebih memilih pergi bersama Sandy.
Sepanjang perjalanan, Karina menjelaskan semua bahan yang akan di bicarakan di perusahaan Dirgantara, namun Rey sama sekali tidak mendengarkannya, Rey hanya sibuk melihat mobil Sandy melalui kaca spionnya.
"Rey!... Rey Adibrata!" teriak Karina hingga membuyarkan lamunan Rey.
"Ada apa Karin?"
"Kamu sedang melihat apa sih! Dari tadi aku ngajak kamu ngomong tau!" ketus Karina.
"Maaf, aku sedang fokus menyetir jadi tidak mendengarmu."
"Cih! Biasanya juga kamu selalu mendengarkanku walaupun sedang menyetir!"
"Kita sudah sampai, jangan berlebihan ingatlah aku adalah atasanmu selama jam kerja!" ketus Rey.
Setibanya di perusahaan Dirgantara, Rey lebih dulu keluar dari mobilnya dan menoleh ke arah Sandy yang sedang membukakan pintu untuk Elsa, bahkan Elsa tersenyum manis saat mendapatkan perlakuan seperti itu.
"Lihatlah senyumannya, mudah sekali dia tersenyum kepada laki-laki!" batin Rey sambil menatap tajam ke arah Elsa dan Sandy.
Elsa tidak sengaja melihat ke arah Rey hingga membuat Rey jadi salah tingkah karena ketahuan.
"Sial! Kenapa dia melihatku!" batin Rey yang langsung berjalan masuk ke dalam perusahaan Dirgantara tanpa menunggu kedua sekretarisnya.
"Kak San, terimakasih karena sudah mau mengantarku, kakak ikut ke dalam saja yuk!" ajak Elsa.
"Tidak perlu Els, aku sudah memiliki janji di dekat sini, nanti kalau sudah selesai kamu segera kabari aku ya! Sekarang kamu masuklah, jangan membuat tuan Rey marah kepadamu." ucap Sandy.
Elsa hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, setelah itu dia masuk sambil melambaikan tangannya kepada Sandy.
***