
Persahabatan itu bukan diukur dari seberapa banyak harta yg kamu punya tapi dari seberapa lama kamu bersamanya dalam suka maupun duka.
“Apa kamu menyukai adikku?” tanya Kenan yang membuat Bernard terkejut hingga tersedak.
“Santai aja bro! tegang banget aku tanya gitu aja udah tersedak.” Ejek Kenan dengan senyum sinisnya.
“Kamu gila ya!? dia masih kecil Kenan! aku tidak mungkin menyukai gadis kecil sepertinya!” ucap Bernard.
“Gadis kecil katamu!? Penampilannya saja yang kecil, kamu belum tau apa saja kelebihan yang bisa dia lakukan!” ucap Kenan dengan senyum penuh arti.
“*Huh, apa lagi yang bisa dia lakukan selain membuatku kesal*!” batin Bernard sambil meminum kembali minumannya.
“*Lihat saja nanti! Tidak ada satu orangpun yang tidak terpesona akan kepribadian Key jika sudah mengenalnya! Aku justru takut kalau kamu akan terjebak di dalam permainanmu sendiri*.” batin Kenan sambil tersenyum sinis kepada Bernard.
“Kenapa kamu memilih adikku sebagai pacar bohonganmu?” tanya Kenan.
“Itu pertanyaan yang mudah! Adikmu tidak menyukaiku bahkan tidak tertarik denganku, itu yang utama.!” Jawab Bernard.
“Aku tidak pernah membiarkan Key pergi dengan laki-laki manapun apa lagi ke luar negeri! Aku mengijinkannya karena kamu yang membawanya, aku percaya kamu tidak akan menyakitinya dan membuatku kecewa bukan?” ucap Kenan.
“Tentu saja aku akan menjaganya, kamu menjaganya bagaikan berlian akupun juga akan menjaganya bagaikan berlian!” ucap Bernard meyakinkan.
“Bagus! Aku akan mengingat perkataanmu! Ayo kita pulang, masih banyak pekerjaan yang menumpuk di kantor, aku tidak mungkin meninggalkan Belinda mengerjakannya sendirian.” Ucap Kenan.
“Yaampun Belinda! Tadi dia mengajakku makan siang bersama. Kamu kenapa tidak mengajaknya tadi?” tanya Bernard.
“Aku sudah mengajaknya, tapi dia tidak mau dia takut mengganggu! Dan ternyata orang yang ingin menemuiku adalah dirimu! Mungkin dia akan terkejut saat melihatmu bersama dengan adikku.”
Bernard hanya tersenyum menanggapi ucapan sahabatnya itu, ia juga tidak menyangka jika ternyata Key adalah adik dari sahabatnya sendiri.

Di mobil, Bernard masih tidak menyangka jika Key adalah wanita yang berasal dari keluarga yang sangat berpengaruh.
“*Pantas saja kamu sepertinya tidak takut akan apapun, ternyata kamu berasal dari keluarga yang sangat hebat Keyla*.” Batin Bernard dengan mata yang masih fokus melihat jalan di depannya.
***Perusahaan Kenan***
Kenan yang baru saja masuk ke lobby perusahaan langsung mendapatkan tatapan tajam dari semua karyawan yang ada di sana. Kenan merasa jika dirinya sedang di perhatikan namun ia tetap santai seperti tidak terjadi apapun.

“Kenan..” ucap Belinda yang kebetulan sama-sama sedang menaiki lift untuk ke lantai CEO.
“Apa ada sesuatu yang terjadi Bel? Kenapa aku merasa jika ada banyak mata yang sedang menatapku.” Ucap Kenan.
“Hm, ada kabar yang aku yakin kamu juga akan terkejut.”
Belinda menunjukkan artikel yang baru saja di rilis yang membuat semua karyawan terkejut namun tidak dengan Kenan. Belinda merasa aneh karena Kenan sepertinya biasa saja mengetahui kabar itu.
“Kamu tidak terkejut?” tanya Belinda
“Tentu saja tidak! Aku sudah tau jika dia akan menggunakan trik murahan ini untuk memancing media dan membuatku membuat kesepakatan dengannya.” Jelas Kenan dengan senyum sinisnya.
“Lalu apa yang akan kamu rencanakan?” tanya Belinda.
Kenan hendak menjawab pertanyaan Belinda namun terputus karena hpnya berbunyi, Kenan segera melihat siapa yang menelfon dan mengangkat telfon itu sambil tersenyum.
“Hi bocah ingusan! Baru saja aku meninggalkanmu beberapa bulan kamu sudah membuat ulah?” ucap laki-laki yang berada di sebrang telfon.
“Cih, ini hanya masalah sepele dan tidak perlu di urus olehmu om!”
“Sombong sekali kamu! Kemarilah! Aku lelah mengurus cabang perusahaan di sini sendirian!”
“Wanita yang di gosipkan denganmu itu? Apa benar dia kekasihmu?”
“Tentu saja bukan! Aku menyesal sempat menyukainya haha. Sudahlah om Leo segeralah pulang dan kembali membantuku di perusahaan!” ucap Kenan.
“Setelah semua urusan yang ada di sini selesai aku akan segera pulang, karena tantemu juga sangat merindukan semua yang ada di Indonesia.” Jelas Leo lalu mematikan telfonnya.
Kenan kembali menaruh hpnya di saku celananya setelah selesai berbicara dengan omnya.
“Kamu berbicara dengan siapa Kenan?” tanya Belinda.
“Om Leo, dia adiknya mamiku. Selama ini aku tidak memiliki asisten pribadi dan sekretaris karena dia yang selalu membantuku untuk mengatasi semua masalah selama ini, namun karena ada beberapa masalah di cabang perusahaan yang berada di Jepang, papi mengutusnya untuk mengurusnya dan akhirnya aku mencari seorang sekretaris.” Jelas Kenan yang di balas anggukan oleh Belinda.
“Lalu bagaimana masalah Diana dan artikel itu?” tanya Belinda.
Diana telah membuat artikel yang membuatnya menjadi trending, karena Diana mengekspose semua foto-foto mesranya saat berpacaran dengan Kenan sejak dulu dan membuatnya menjadi artis yang paling di cari oleh wartawan karena kehebatannya bisa mendapatkan laki-laki sehebat Kenan.
“Biarkan saja! jika ada wartawan yang ingin mewawancaraiku segera tolak saja karena aku memiliki wartawan sendiri yang akan membuat video klarifikasiku.” Jelas Kenan.
“Siap bos!” tegas Belinda.

***Perusahaan Bernard***
Di dalam perusahaan, Bernard segera masuk ke dalam ruangannya. Di sana sudah ada Jonathan yang menunggu kedatangan tuannya itu.
“Jo, segera siapkan jet pribadiku untuk penerbangan lusa ke Jepang.” Perintah Bernard.
“Bukankah tuan ingin memakai pesawat biasa?”
“Tidak, karena aku juga akan mengajakmu dan sahabat Key untuk ikut bersama ke Jepang jadi akan lebih menyenangkan jika menggunakan jet pribadi.”
“Siap laksanakan tuan! Oh iya ini ada artikel yang baru saja di rilis beberapa jam yang lalu mngenai tuan Kenan.” ucap Jonathan.
Bernard membaca artikel itu dan merasa khawatir jika kembarannya akan sakit hati karena adanya pemberitaan ini.
“Jo, keluarlah dan siapkan jet pribadiku. Aku akan menghubungi Belinda.” Ucap Bernard yang langsung di kerjakan oleh Jonathan.
Bernard mencoba untuk menghubungi saudara kembarnya itu dan menanyakan keadaannya, namun tidak di angkat oleh adiknya.
“Kemana sebenarnya dia? Apa dia sedang menangis di suatu tempat?” gumam Bernard.
Karna Belinda tidak mengangkatnya, akhirnya Bernard menghubungi mamanya untuk memberitau jika dia akan pergi ke Jepang dengan wanita pilihannya.
“Hai anak mama,, tumben sekali kamu mnelfon, apa kamu sudah siap untuk menikah?” tanya mama Bernard dari sebrang telfon.
“Tentu saja aku siap ma tapi nanti, pertama aku akan mengenalkan seseorang kepada mama terlebih dahulu. Aku akan ke Jepang lusa ma, mama harus menyambutnya dengan senang hati oke?” ucap Bernard.
“Selama mama menyukainya mama akan menyambutnya, tapi jika dia tidak seperti kriteria yang mama inginkan mama akan menolaknya mentah-mentah!” ucap mama Bernard.
“Jika wanita yang Bernard pilih sesuai dengan kriteria mama, mama berjanji tidak akan menjodohkanku lagi bukan?” tanya Bernard memastikan.
“Tentu saja! mama tidak akan menjodohkanmu dengan wanita manapun lagi.” Ucap mama Bernard yang membuat Bernard bernafas lega mendengar ucapan mamanya.
“Karena mama akan segera menikahkanmu hari itu juga dengan wanita itu hihihi..” gumam mama Bernard yang samar-samar di dengar oleh Bernard.
“Apa ma? Mama ini bicara apa sih tidak jelas!” ucap Bernard.
“Ah sudahlah, mama ingin pergi ke salon dulu ya sayang.. jangan lupa uang bulanan mama ya love you anakku yang paling tampan.” Ucap mama Bernard lalu mematikan telfonnya tanpa mendengar jawaban sang anak.
“Huh, padahal papa selalu memberikan jatah bulanan yang banyak untuk mama tapi masih saja meminta kepadaku. Kenapa aku memiliki mama yang sangat matre dengan anaknya.” Gumam Bernard sambil menggelngkan kepalanya.