MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (SEMANGAT)


Bersedih dengan orang yang tepat lebih baik dari pada berbahagia dengan orang yang salah. Bijaklah dalam memilih.




“Kamu udah nelfon Belinda sayang?” tanya mami Khansa kepada Key.



“Sudah ma, Key juga udah bilang ke abang buat bawa kak Belinda juga ke rumah.” Jawab Key.



“Baguslah kalau begitu, kita tinggal tunggu mereka berdua datang.” ucap mami Khansa yang langsung meninggalkan Key di sana dengan Bernard.



Key baru saja mendapat telfon dari Ken kalau ternyata Ken sedang berada di bandara untuk pulang ke Indonesia, setelah Key memberitahu hal itu kepada papi dan maminya, mereka langsung bersemangat dan ingin menyiapkan pesta penyambutan untuk Ken.



“Kenapa mereka sangat antusias sekali?” tanya Key yang melihat maminya sedang sibuk menata pernak Pernik untuk menyambut kedatangan Ken.



“Sudahlah, wajar kalau papi dan mami kamu sangat bahagia, karena mereka sudah merelakan putranya pergi jauh saat umurnya masih sangat muda, dan akhirnya sekarang dia sudah kembali, itu pasti sesuatu yang sangat menggembirakan untuk mereka.” Jelas Bernard.



“Ya, om beruang benar, mereka berdua itu sangat keras kepada Ken tapi juga sangat menyayanginya.” Ucap Key.



Akhirnya, Key dan Bernard membantu mami Khansa memasang hiasan untuk kejutan Ken sambil menunggu kedatangan Kenan dan Belinda.



Tidak lama kemudian, Kenan dan Belinda datang di rumah keluarga papi Kalandra, Key yang melihat kedatangan abangnya dan Belinda langsung menghampiri mereka berdua.



“Kek Belinda, apa kakak baik-baik saja?” tanya Key.



“Aku baik-baik saja Key, kamu tidak perlu mengkhawatirkanku.” Ucap Belinda.



“Aku sangat mengkhawatirkanmu kak, kak Belinda sangat pucat tadi.” ucap Key.



“Kamu ini lebay amat sih Key, abang sudah mengurus Belinda dengan baik dan dia sekarang sudah menjadi lebih baik lagi.” Sambung Kenan.



“Ga usah ikutan deh bang, sana abang mandi aja! Gimana mungkin abang memasak makanan untuk kak Belinda tanpa mandi lebih dulu.” Ketus Key.



“Oh iya, aku lupa kalo Kenan belum mandi dari tadi.” sambung Belinda.



“Ewh, hati-hati kak nanti kena rabies loh.” ejek Key.



“Wah, harus cepetan ke dokter nih minta suntikan vaksin hahaha.” Sambung Belinda.



“Kalian berdua ini lagi kerja sama ngeledek aku ya?!” ucap Kenan.



Key dan Belinda hanya tertawa mendengar ucapan Kenan, Key juga menjulurkan lidahnya kepada abangnya untuk mengejeknya.



“Bernard, kamu mendukung aku kan?” tanya Kenan kepada Bernard yang dari tadi hanya memperhatikan mereka bertiga.



“Aku? Kenapa kamu jadi membuat aku masuk ke dalam urusan kalian bertiga?” tanya Bernard.



“Ayolah, om beruang tidak akan membela abang, dia pasti membelaku.” Ucap Key dengan percaya diri.



“Tidak mungkin, kamu membelaku kan Bernard?” tanya Kenan kembali.



“Aku tidak mau membela siapapun, aku bukan anak kecil seperti kalian semua!” ketus Bernard sambil menggelengkan kepalanya.



“Sudahlah kalian semua ini sudah besar masih aja suka berdebat!” ucap mami Khansa yang dari tadi mendengar perdebatan ke empat anak muda itu.



Mendengar ucapan mami Khansa langsung membuat mereka semua terdiam dan saling menatap satu sama lain.



“Kenan, Bernard, kalian berdua segera mandi dan bersiap untuk menjemput Ken, jangan membuang waktu dengan hal yang tidak berguna!” tegas papi Kalandra.



“Baiklah pi.” Ucap Kenan.



Kenan dan Bernard berjalan menuju kamar Kenan untuk mandi dan mengganti baju mereka, Key yang baru ingat kalau dirinya juga belum mandi pun langsung berlari dengan kencang hingga melewati Kenan dan Bernard yang sedang menaiki tangga.



“Lihatlah, dia saja belum mandi tapi menyuruh abangnya untuk mandi.” Ucap mami Khansa sambil menggelengkan kepalanya.



“Key itu sangat lucu mi.” ucap Belinda yang ada di sebelah mami Khansa.



“Kamu benar, tapi dia juga terkadang sangat egois, dia kadang menganggap keputusannya selalu benar, jadi mami sedikit khawatir kalau Bernard sulit menerima sikap egois Key.” Jelas mami Khansa.



“Mami tenang saja, Bernard sangat menyukai Key dan Belinda sangat yakin dengan hal itu, jadi mami tidak perlu khawatir masalah itu, Belinda yakin kalau Bernard akan menerima semua sifat Key.” Ucap Belinda mencoba untuk menenangkan mami Khansa.




Belinda tersenyum mendengar pujian dari mami Khansa untuk saudara kembarnya itu, dan mereka berdua kembali menghias ruang tamu untuk menyambut Ken.



Di kamar Kenan, Bernard sedang menunggu Kenan yang sedang mandi. Bernard duduk di tempat tidur Kenan sambil memainkan hpnya.


Tidak lama kemudian, Kenan keluar dari kamar mandi dengan handuk di yang terlilit di pinggangnya.



“Aku sudah selesai, kamu segera mandi sana.” Ucap Kenan sambil membuka lemari pakaiannya.



“Ini, pakai bajuku setelah mandi nanti, aku tau kamu pasti tidak membawa baju ganti.” Lanjutnya.



“Terimakasih.” Ucap Bernard.



“Ah iya, tas dan hpmu yang ketinggalan di lapangan futsal ada di meja, Key yang menaruhnya di sana.” Lanjutnya.



“Terimakasih.” Ucap Kenan dengan senyum di wajahnya.



Setelah mendengar ucapan Kenan, Bernard segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.



“Kamu udah selesai mandi?” tanya Kenan yang melihat Bernard keluar dari kamar mandi setelah 10 menit.



“Iyalah, kenapa emangnya?” tanya Bernard.



“Kamu baru masuk ke dalam kamar mandi 10 menit yang lalu, kamu mandi hanya 10 menit” tanya Kenan.



“Aku tidak bisa mandi terlalu lama di kamar mandi orang lain.” Ketus Bernard.



“Bilang saja kalau memang kamu ini jorok! Kamu tau? Apartmentmu itu penuh dengan pakaianmu yang berserakan di mana-mana.” Ejek Kenan.



“Itu karena aku buru-buru! Aku terlalu bersemangat bertemu dengan Key!” jawab Bernard.



“Key itu sangat tidak suka jika ruangannya berantakan, jadi lebih baik kamu cepetan merubah kebiasaanmu.” Ucap Kenan yang sengaja membuat Bernard menjadi was-was.



“Kamu sengaja kan ngomong kayak gitu ke aku?” tanya Bernard.



“Ha? sengaja apanya? Aku ngomong apa adanya kok, dia emang ga suka kalau ada yang berantakan.” Jawab Kenan.



Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Bernard segera memakai pakaiannya dan segera keluar dari kamar Kenan dengan menahan kekesalannya.



“Kamu kenapa merengut gitu?” tanya Belinda.



“Gapapa.” Ketus Bernard.



“Sudahlah, pasti mereka berdebat lagi di kamar abang.” Ucap Key yang datang dari belakang Bernard.



“Key? Kamu di atas dari tadi?” tanya Bernard.



“Iya, aku juga harus mandi, om beruang kenapa kesal? Pasti debat sama abang lagi ya?” tanya Key.



“Dari SD mereka berdua selalu seperti itu, Kenan selalu membuatnya kesal tapi dia selalu mengalah agar tidak semakin berlanjut.” Jelas Belinda.



“Benarkah? jadi abangku selalu mencari masalah ya?” tanya Key yang di balas anggukan oleh Belinda.



“Semua anak papi dan mami sepertinya memang menyebalkan, kecuali aku loh ya.” ucap Key.



“Kamu juga menyebalkan!” ketus Bernard.



Key yang mendengar Bernard mengatainya menyebalkan langsung menatapnya dengan tajam, sedangkan Bernard yang mendapatkan tatapan tajam dari Key langsung berdehem dan berpura-pura tidak melihatnya.



“Sudahlah, ayo kita berangkat, kita harus sudah ada di sana sebelum Ken sampai.” Ucap mami Khansa.



“Mami semangat banget sih jemput Ken?” ucap Key.



“Tentu saja semangat, saudaramu akan pulang setelah sekian lama, emang kamu ga seneng?” tanya mami Khansa.



“Kalau dia datang, berarti tandanya dia akan membuatku kesal setiap hari mami, emang mami siap dengerin aku sama Ken berdebat setiap hari?” tanya Key.



“Sebenarnya papi dan mami pusing sih denger kalian berdebat, tapi itu lebih baik daripada melihat kalian berpisah.” Ucap mami Khansa sambil tersenyum.