MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (ALYA 2)


Menikmati masa muda bukan berarti menghancurkan masa tua, carilah kebahagiaan bukan kesenangan, kalau lelah berjuang, istirahat tapi jangan sampai berhenti.




“Wah, bikin iri aja sih kalian tuh, ga tau apa kalo yang di sini jomblo?” ejek Ken yang sejak tadi ada di luar rumah.



“Ken? Kamu sejak kapan di sana?” tanya Bernard.



“Sejak tadi kak, aku bahkan sudah merekam kalian tadi, siapa tau kalian mau menyimpannya untuk kenang-kenangan.” Ucap Ken.



“Boleh tuh! Nanti kirim ke aku ya Ken.” Ucap Bernard yang di balas anggukan kepala oleh Ken.



“Kamu tadi bilang apa Ken? Kamu jomblo? Jadi kamu tidak mengakui Audrey? Aku bilangin nih!” ketus Key yang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.



“Kan memang aku dan Audrey tidak pernah pacaran Key.” Ucap Ken dengan santainya.



Setelah mendengar ucapan saudara kembarnya itu, Key langsung terdiam dan tidak bisa mengucapkan apapun lagi.



Tin,,tinn,,



Di tengah-tengah pembicaraan mereka bertiga, tiba-tiba saja mobil Kenan masuk ke dalam halaman rumah dan menghentikan mobilnya di belakang mobil Bernard.



“Wah, jadi ini kejutan yang kamu bicarakan?” ucap Belinda yang baru saja turun dari mobil dan melihat bucket bunga yang ada di dalam bagasi Bernard.



“Kalian kok baru datang? bukannya kalian duluan yang pulang tadi?” tanya Bernard.



“Oh iya, aku dan Kenan mau mengenalkan seseorang kepada kalian.” Ucap Belinda sambil membuka pintu mobil belakang dan menggandeng seorang anak perempuan yang sangat cantik.



Semua orang yang ada di sana menatap anak kecil itu dengan tatapan anehnya, mereka saling menatap satu sama lain seperti sedang mencari jawaban dari yang lain.



“Siapa anak kecil itu kak?” tanya Key.



“Nanti saja, kita masuk dulu dan aku akan mengenalkannya kepada kalian semua bersama papi dan mami juga.” Ucap Kenan.



Akhirnya mereka semua menuruti ucapan Kenan untuk masuk ke dalam rumahnya dan mendengarkan penjelasan Kenan dan Belinda tentang anak kecil yang mereka bawa.



“Aku panggil papi dan mami dulu bang.” Ucap Ken yang segera berlari ke atas untuk memanggil kedua orang tuanya.



“Kamu kenapa liat-liat mulu Key?” tanya Kenan yang melihat adiknya dari tadi menatap ke arah Alya.



“Ha? Eh? E-engga kok bang, lucu aja liatnya.” Ucap Key.



Tidak lama kemudian, papi Kalandra dan mami Khansa turun ke bawah untuk menemui anak-anaknya.



“Ada apa kamu memanggil kami Kenan?” tanya papi Kalandra.



“Kenan dan Belinda ingin mengenalkan seseorang kepada semua orang yang ada di sini termasuk papi dan mami.” Ucap Kenan.



Akhirnya papi Kalandra dan mami Khansa duduk di sofa, begitu pula dengan yang lainnya, mereka semua sudah penasaran dengan sosok anak perempuan yang dari tadi berdiri di belakang Belinda karena merasa takut dan malu.



“Kenalkan, ini adalah anak yang kami temui di jalan tadi, namanya Alya, dia adalah anak yang di jual oleh keluarganya kepada preman jalan dan dia disuruh mengemis, Kenan dan Belinda menemukannya saat dia berlari karena sudah mencuri es krim.” Jelas Kenan.



“Dan akhirnya kami memutuskan untuk mengadopsi Alya setelah kami menikah nanti, dan untuk sementara, Kenan akan mengajaknya tinggal di sini karena kalau Alya tinggal di apartment Belinda kasihan kalau Bernard dan Belinda bekerja dia tidak memiliki teman.” Lanjutnya.



“Walaupun dia adalah anak yang di jual oleh keluarganya, tapi tetap saja dia masih memiliki keluarga Kenan, haknya berada di keluarganya, kalau memang kamu mau mengadopsinya, kamu harus meminta ijin kepada keluarganya.” Jelas mami Khansa.




Mami Khansa hanya diam lalu menoleh ke arah suaminya yang hanya diam saja sama sepertinya. Sedangkan Key merasa khawatir kalau ada masalah kedepannya karena anak itu.



“Kamu dari tadi kok diem aja Key?” tanya Bernard dengan berbisik.



“Ah, tidak ada apa-apa kok, aku hanya takt ada sesuatu yang tidak beres kedepannya.” Jawab Key.



“Tenanglah, kamu tau bukan kalau keputusan abangmu selalu benar, jadi pasti keputusannya mengadopsi Alya itu adalah yang terbaik.” Ucap Bernard yang mencoba untuk menenangkan Key.



“Aku tidak mengkhawatirkan Alya om beruang, dia sepertinya anak yang sangat baik, tapi aku mengkhawatirkan keluarganya, aku takut kalau kedepannya keluarganya akan menuntut sesuatu kepada keluargaku.” Jelas Key.



“Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu keluargamu, dan aku juga yakin kalau Kenan juga tidak akan membiarkan siapapun mengganggu keluarganya.” Ucap Bernard.



Semua orang sangat menyambut Elea dengan senang hati, Elea pun sangat nyaman berada di dalam keluarga Kalandra.



“Alya, kenalkan, ini adalah oma dan opa kamu, namanya opa Kalandra dan oma Khansa, mereka adalah om dan tante kamu, namanya om Bernard, tante Key dan om Ken.” Ucap Kenan mengenalkan semua orang kepada Alya.



“What?! Tante? Panggil aku kak Key saja ya Alya, aku belum setua itu untuk di panggil tante.” Rengek Key.



“Kamu ini harusnya sadar diri Key, kamu itu sudah tua!” ketus Ken yang langsung berjalan menghampiri Alya.



“Hai Alya, kamu bisa memanggilku om Ken, om akan selalu bermain denganmu kecuali jika sedang kuliah dan bekerja.” Ucap Ken dengan ramah.



“Hai Alya, aku om Bernard, aku dan tante Key akan sering mengajakmu berjalan-jalan, iyakan tante?” ucap Bernard yang sudah mendekati Alya dan menoleh ke arah Key.



Key hanya mengerutkan keningnya dan menghela nafas panjang karena dia belum siap dengan panggilannya. Akhirnya Key ikut menghampiri Alya dan menyapanya dengan ramah.



“Hai Alya, karena kamar kamu belum siap di rapihkan, bagaimana kalau kamu tidur dengan tante malam ini?” tanya Key.



“E-emangnya Alya boleh tidur di kamar tante?” tanya Alya dengan polosnya.



“Tentu saja boleh! Tante akan sangat senang kalau Alya mau tidur bersama tante.” Ucap Key.



Setelah mendengar ucapan Key, akhirnya semua orang tersenyum senang karena akhirnya Key mau menerima Alya walaupun awalnya dia sangat ragu dengan Alya.



“Alya, apa kamu lapar? Oma Khansa akan membuatkanmu makanan yang sangat enak untukmu.” Ucap mami Khansa.



“Mendengarmu mengatakan oma, aku merasa kalau kita sudah benar-benar tua sayang.” ucap papi Kalandra.



“Papi tenang saja, walaupun cucu papi nanti sudah ada banyak, papi tetap masih muda dan gagah seperti pria berusia 25 tahun.” Ucap Ken memuji sang papi.



“Kamu pasti ada maunya ya memuji papi seperti itu?” selidik sang papi dan di balas tawa oleh semua orang.



“Sudahlah, jangan memulai perdebatan, Alya adalah anggota baru di sini, dia akan terkejut melihat kalian saling berdebat satu sama lain.” Ucap mami Khansa.



Akhirnya mami Khansa mengajak Alya untuk pergi ke dapur dan menunggunya memasak makanan yang enak untuk Alya.



“Terimakasih oma.” Ucap Alya.



“Kenapa berterimakasih sayang?” tanya mami Khansa.



“Terimakasih karena mau menjadi omanya Alya, selama ini Alya ga tau kemana opa dan oma Alya.” Ucap Alya.



“Kamu tenang saja ya, kami akan menyayangimu seperti kami menyayangi anak dan cucu kami sendiri, kami juga akan selalu melindungimu bagaimanapun caranya.” Ucap mami Khansa yang di balas senyuman oleh Alya.