MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
TIDAK AKAN KUBIARKAN


"Ada apa Ken, Key?" Tanya mami Khansa.


Kenan menghampiri kedua adiknya dan bertanya kepada mereka ada apa sebenarnya.


"Bang, Audrey menelfon Ken." ucap Key.


"Lalu? Kamu bimbang karena Audrey? Kamu masih bisa bimbang di saat wanita lain sedang menanggung semua penderitaan yang kamu buat!?" ketus Kenan.


"Bukan bang, Audrey bilang dia dan orang tuanya akan segera kemari." ucap Ken yang membuat Kenan dan Key terkejut mendengarnya.


"Apa dia tidak tau kalau kamu mau menikah?" Tanya Key.


"Tau, tadi saat aku di kantor dia menelfonku dan aku juga sudah memberitahunya kalau aku akan menikah, aku ga tau kalau dia malah berangkat ke Indonesia detik itu juga!" jelas Ken.


Andini yang melihat dari kejauhan tau kalau mereka bertiga sedang membicarakan Audrey dan hubungan mereka.


"Om dan tante semuanya, Andini pamit ke atas dulu ya.." ucap Andini sambil tersenyum namun ada kesedihan di dalamnya.


Kenan, Ken dan Key melihat kepergian Andini, Key ingin menyusulnya namun di tahan oleh Ken.


"Aku saja, aku yang akan menjelaskan kepadanya karena tadi dia tau kalau aku mendapat telfon dari Audrey." jelas Ken.


Key melihat ke arah Kenan dan Kenan mengangguk menandakan kepada Key kalau mereka harus membiarkan Ken menyelesaikan masalahnya sendiri.


Ken segera berjalan ke atas untuk menyusul Andini di kamarnya.


"Apa tidak masalah jika kita membiarkan mereka berdua bang?" Tanya Key.


"Tidak apa-apa, abang tau Ken sudah besar dan dia harus bisa menyelesaikan masalah di keluarganya setelah menikah nanti, anggap saja ini adalah latihan." ucap Kenan.


Key hanya diam dan berharap agar Ken bisa menyelesaikan masalahnya dengan Andini.


Sedangkan semua orang yang berada di ruang tamu menunggu penjelasan dari Kenan dan Key mengenai hal yang baru saja terjadi.


"Sebenarnya ada apa ini?!" Tanya papi Kalandra.


Akhirnya Kenan menjelaskan semuanya kepada papi Kalandra dan semua yang ada di sana ikut terkejut mendengarnya.


"Bagaimana bisa dia melakukan hal itu, itu namanya pemaksaan!" ucap papi Kalandra.


"Sebenarnya mami sudah penasaran sejak kemarin-kemarin, memangnya apa yang membuat Ken dan Audrey tidak berhubungan lagi? Sepertinya bukan karena Andini." Tanya mami Khansa.


Key yang mendapat pertanyaan seperti itu langsung gugup, Key tidak menyangka akan di tanyai hal seperti itu oleh maminya.


"Key, apa kamu tidak dengar kalau mami sedang bertanya? Jawab, abang juga penasaran sebenarnya apa yang terjadi di dalam hubungan mereka?" Tanya Kenan.


Rey tau kalau Key sedang terpojok, malam itu Ken minum minuman beralkohol juga karena ingin melupakan Audrey.


"Sebenarnya.." Key akhirnya menceritakan semuanya, alasan di balik menjauhnya hubungan Ken dan Audrey.


"Apa!? Apa dia gila? Itu hanyalah masa lalu tapi dia masih mengungkitnya?! Aku bahkan sudah memiliki 3 anak tapi dia tetap berfikiran seperti anak kecil!" ketus mami Khansa yang tidak percaya kalau alasannya hanya karena masa lalu.


"Jadi Andini adalah korban dari putusnya hubungan Ken dan Audrey? Bahkan mereka tidak pernah pacaran?" Tanya papi Kalandra.


"Aku ga setuju mas, Ken harus tetap menikah dengan Andini!" tegas mami Khansa.


"Iya sayang, aku juga tidak mau memiliki besan seperti mereka!" lanjut papi Kalandra.


Semua orang setuju dengan ucapan papi Kalandra dan mami Khansa, mereka tidak akan membiarkan Audrey masuk ke dalam hubungan Ken dan Andini.


"Bagaimana kalau Audrey dan orang tuanya datang kemari pi?" Tanya Key.


"Biarkan saja, kita harus tetap menyambutnya dengan baik, aku ingin tau bagaimana cara mereka memohon kepada Ken." ucap papi Kalandra.


Papi Kalandra tau kalau keluarga Audrey akan melakukan apapun untuk membuat Ken kembali menerima anaknya.


"Anakmu sudah membuat anakku pergi ke klub malam dan meminum minuman beralkohol yang berujung membuat wanita tidak bersalah menanggung akibatnya! Jadi tidak akan aku biarkan anakmu kembali membuat anakku kacau." batin papi Kalandra.


***


Di dalam kamar Ken, Andini sedang berdiri di balkon kamar untuk menghirup udara segar dengan perasaan yang bimbang.


Tok,,tok,,tok..


Ken mengetuk pintu kamarnya sebentar namun karena tidak ada jawaban akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintunya.


Ken mengitari seluruh ruangan dan mencari keberadaan Andini, dan akhirnya ketemu! Ken melihat Andini sedang berada di balkon rumahnya sambil melamun.


"Maaf, bahkan kita belum menikah tapi aku sudah banyak menyakitimu." gumam Ken sambil melihat punggung Andini dari kejauhan.


Ken mencoba untuk mendekati Andini secara perlahan, dan berdiri tepat di sebelahnya.


"Yaampun! Ken kamu ngagetin aku aja sih!" ucap Andini sambil memegang dadanya.


"Kamunya aja yang asik bengong, padahal aku udah mengetuk pintu berkali-kali." Ucap Ken.


"Benarkah? Maaf aku tidak tau, ada apa?" Tanya Andini.


"Kamu marah karena telfon tadi ya?" Tanya Ken.


"Apa? Marah? Hahaha apa hakku marah padamu Ken? Kita hanyalah hubungan yang berawal dari kesalahan, sedangkan kamu dan Audrey sudah saling menyukai satu sama lain." Ucap Andini.


"Akulah yang berada di tengah-tengah kalian, aku yang mengganggu hubungan kalian berdua." lanjutnya.


"Jangan bicara seperti itu Andini! Kamu bukanlah pengganggu hubunganku!"


"Belum terlambat untuk membatalkan pernikahan kita Ken, ayo kita batalkan saja dan kamu bisa kembali pada Audrey." Ucap Andini.


"Tidak! Kenapa kamu bicara seperti itu Andini!? Aku tidak mau membatalkan pernikahan kita!" ketus Ken.


"Lebih baik di batalkan sekarang dari pada aku harus melihatmu kembali dengannya setelah Kita menikah nanti!" ucap Andini.


Ken langsung meraih pundak Andini dan menatap kedua matanya namun Andini menghindari tatapan mata Ken.


"Tatap mataku Andini!" ketus Ken.



Andini akhirnya menatap kedua mata Ken dengan serius sesuai dengan perintah Ken.


"Aku,, sepertinya aku mulai menyukaimu Andini." ucap Ken.


Mendengar hal itu Andini terkejut lalu tidak lama kemudian dia tersenyum sinis melihat Ken.


"Kamu begini karena rasa bersalahmu padaku Ken, kamu tidak serius menyukaiku, itu hanyalah sugestimu saja karena rasa bersalahmu." Ucap Andini.


"Tidak! Aku benar-benar mulai menyukaimu Andini, bukan hanya sekedar rasa bersalah." tegas Ken.


Andini menatap ke arah Ken, dia mencari kebohongan di dalam diri Ken tapi tidak ada, apa yang Ken bicarakan adalah jujur. Andini mendorong tubuh Ken agar menjauh darinya.



Andini menoleh ke arah Ken, dia menatap laki-laki yang sebenarnya dia sendiripun sudah mulai menyukainya.


"Sebenarnya aku juga sudah mulai menyukaimu Ken, hanya saja aku takut kalau hal itu malah akan membuatku sakit hati kedepannya." ucap Andini.


"Beri aku waktu Andini, aku akan menyelesaikan masalah bersama Audrey, aku tidak akan pernah melepaskanmu." ucap Ken.


"Bagaimana caramu menyelesaikan masalah dengan Audrey?"


"Dia sedang menuju Indonesia dengan kedua orang tuanya, aku yakin besok dia akan langsung ke rumahku, saat itu aku akan memperjelas hubunganku dan Audrey, aku yakin keluargaku juga tidak akan menerimanya kembali." jelas Ken.


"Semoga saja begitu, aku hanya tidak ingin setelah aku sudah terlalu menyukaimu kamu malah meninggalkanku."


Ken menarik Andini ke pelukannya, Ken memeluk Andini dengan erat.


Nyaman! Itu adalah satu kata yang keluar dari mulut Andini. Andini merasa sangat nyaman di pelukan Ken, Andini juga sangat suka mencium bau tubuh Ken yang sudah membuatnya candu.


"Aku janji kalau aku tidak akan meninggalkanmu Andini, kita akan segera menikah." ucap Ken.


"Terimakasih Ken, terimakasih karena sudah memilih untuk melanjutkan pernikahan ini." balas Andini.