MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (RENCANA KEY)


Pria sering kehilangan wanita yg dicintainya, karena mereka tak pernah mau belajar menghargai perasaan wanitanya.




Pagi hari di Jepang, Key dan Lana yang sudah membersihkan diri segera bersiap karena hari ini mereka ingin mengajak Bernard dan Jonathan berjalan-jalan.



“Lan, bagaimana penampilanku?” tanya Key.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1610434897597.jpg)



“Kamu itu mau pakai baju yang gimana juga tetep cantik kok Key tenang aja..” ucap Lana memuji sahabatnya.



“Tapi mantannya om beruang lebih tinggi dariku, aku tidak ada apa-apanya di bandingkan dirinya.” Key kembali bersedih mengingat betapa cantiknya Tiara.



“Key, walaupun dia lebih cantik dan lebih sexy percuma jika hatinya busuk! Setauku, dulu Key tidak pernah merasa minder, tapi kenapa sekarang kamu jadi seperti itu?!” tegas Lana.



“Iya iya, kan aku ga pernah suka sama laki-laki. Aku takut om beruang akan kabur melihat sikapku.”



“No! jadilah diri sendiri, ayolah Key dulu kamu tidak seperti ini loh..”



Drrtt,, drrtt..



“Lan, hp kamu bunyi tuh.” Ucap Key.



Lana melihat siapa yang menelfon ke hpnya, dan merasa aneh karena mami Khansa yang menelfonnya, dia tau jika mami Khansa sudah menelfonnya berarti ada sesuatu penting yang ingin di bicarakan. Akhirnya Lana memberi tau Key untuk turun ke bawah lebih dulu.



“Kamu turun duluan aja Key, aku mau angkat telfon dulu terus masih mau benerin dandananku.” Ucap Lana.



“Baiklah, jangan lama-lama ya Lan.” Ucap Key lalu meninggalkan kamar mereka.



Setelah melihat Key sudah keluar dari kamar mereka, Lana segera mengangkat telfon dari mami Khansa.



“Halo aunty?” sapa Lana.



“Hai Lana sayang,, apa kabar? Apa kamu dan Key baik-baik saja di sana?” tanya mami Khansa.



“Kami baik-baik saja aunty..”



“Apa kalian menyusahkan keluarga nak Bernard?”



“Tidak aunty, kami tidak melakukan hal-hal yang membuat keluarga om Bernard kesulitan kok.”



“Oh iya aunty tumben telfon Lana? Apa ada sesuatu?” tanya Lana.



“Begini, aunty berencana akan ke Jepang besok.. aunty memang belum bilang kepada Key karena ingin memberikan kejutan kepadanya, lagi pula sudah dua hari dia tidak menghubungi aunty, jadi anggap saja ini kejutan sekaligus hukuman untuknya.” Ucap mami Khansa.



“Key sedang jatuh cinta aunty!” ucap Lana.



“Apa? Dengan siapa? Nak Bernard?” tanya mami Khansa.



“Iya, tapi sifat Key sekarang berubah. Sekarang dia selalu takut menjadi dirinya sendiri, katanya dia takut kalau om Bernard tidak akan menyukainya jika melihat sikapnya.” Jelas Lana.



“Yaampun dasar anak itu. Baiklah, nanti aunty akan coba menghubunginya lebih dulu.” Ucap mami Khansa.



“Baiklah aunty, Lana mau nyusul Key ke bawah dulu ya soalnya kita mau berjalan-jalan.” Ucap Lana.



“Baiklah, hati-hati ya sayang..” ucap mami Khansa lalu mematikan telfonnya.



Setelah selesai menelfon, Lana segera memasukkan kembali hpnya ke dalam tas dan menyusul Key ke bawah.



Di bawah, Key melihat papa Bernard sedang membersihkan alat memanah miliknya. Key terpesona karena alat memanah milik papa Bernard adalah merk yang terkenal dan terbagus di dunia.



“Wah, om suka memanah?” tanya Key yang ikut duduk di sebelah papa Bernard.



Papa Bernard menoleh ke arah Key yang sudah duduk di sebelahnya dan tersenyum mendengar pertanyaan darinya.



“Iya, saya suka sekali memanah, dan menembak. Dulu saya dan Bernard sering memanah dan menembak bersama, tapi sekarang sudah tidak lagi.” Jelas papa Bernard.



Key mengangguk mengiyakan ucapan papa Bernard, dia tau kenapa mereka sudah tidak pernah memanah dan menembak bersama lagi.



Tiba-tiba Key melihat Bernard dan Jonathan yang sedang menuruni tangga di ikuti oleh Lana di belakang mereka berdua.



"*Yaampun Key cantik sekali hari ini.. apa dia masih memiliki mood yang jelek*?” ucap Bernard di dalam hati.



“Hai om Jonathan, hai om beruang.” Sapa Key dengan senyum manisnya.




“Mau kemana kita hari ini?” tanya Bernard.



“Emm,, sebenarnya ada tempat yang ingin Key tuju.” Ucap Key.



“Dimana?”



“Tempat latihan memanah! Dan kita akan mengajak papa dan mama om beruang juga!” ucap Key.



Bernard dan papanya terkejut mendengar permintaan Key yang tiba-tiba itu.



“Tidak!” ketus Bernard.



“Bukankah om beruang sudah bilang kalau om beruang akan berusaha bersikap baik kepada papa om beruang?” tanya Key dengan wajah sedihnya.



“Tapi tidak jalan-jalan bersama Key!”



“Baiklah begini saja! bagaimana kalau kita bertaruh. Kalau om beruang mencetak angka sempurna Key tidak akan pernah memaksa om beruang lagi untuk berbaikan dengan papa om beruang, tapi sebaliknya, jika aku yang mencetak angka sempurna om beruang harus berbaikan dengan papa om beruang!” tegas Key.



Papa beruang tidak percaya seorang gadis kecil bisa menantang Bernard seperti itu, terutama memanah adalah salah satu hobi yang sangat di kuasai oleh Bernard.



“Key, kamu akan melawan aku? Apa aku tidak salah dengar? Memanah adalah hobiku, tidak mungkin kamu bisa mengalahkanku!” ketus Bernard.



“Maka dari itu, seharusnya om beruang dengan senag hati menerima tantangan dariku bukan?” tanya Key dengan senyum sinisnya.



Sedangkan lana yang dari tadi mendengar ucapan Bernard yang meremehkan Key hanya bisa tersenyum sinis.



“*Huh, kamu belum tau saja seberapa hebat Key dalam hal memanah om Bernard*!” batin Lana.



“*Apakah nona Key bisa mengalahkan tuan Bernard? Tapi Lana bilang kalau nona Key bisa memanah dan menembak. Semoga saja nona Key bisa mengalahkan tuan Bernard agar bisa mengembalikan hubungan ayah dan anak yang sudah retak itu*.” Batin Jonathan.



Mama Bernard yang baru saja keluar dari kamarnya bingung melihat banyak orang yang berkumpul di ruang tamu.



“Hai semuanya,, kenapa pada ngumpul di sini?” tanya mama Bernard.



“Tante dan om segera bersiaplah, kita akan pergi bersama ke tempat latihan memanah.” Ucap Key.



“Ha? kita? Maksudnya dengan Bernard dan juga papanya?” tanya mama Bernard yang tidak percaya.



“Iya tante, dengan om dan juga om beruang.” Ucap Key meyakinkan.



Dengan antusias mama Bernard segera bersiap dan menyuruh suaminya juga untuk bersiap.



Setelah semuanya siap, mereka semua berangkat ke tempat latihan memanah dengan mobil sendiri-sendiri.



Di dalam mobil, Key dan Bernard hanya diam tanpa mengatakan apapun. Sesekali Bernard menoleh ke arah Key untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh Key.



“*Sebenarnya mau kamu apa sih Key*.” Batin Bernard yang masih fokus menyetir.



“Kenapa? Pasti om beruang punya banyak pertanyaan untukku kan?” tanya Key.



“Ha? so tau!”



“Ga usah berbohong, aku bisa baca isi hati dan fikiran orang loh.” bisik Key.



“Ah, benarkah? berarti kamu bisa mendengar bagaimana perasaanku kepadamu?” tanya Bernard.



“Ha? a,,apa? Ya perasaan om beruang cuma om beruang yang tau lah!” ketus Key yang sebenarnya menjadi gugup di tanya mengenai perasaan.



Di mobil yang lain, Jonathan bertanya terus kepada Lana mengenai tantangan yang di ajukan oleh Key.



“Apa menurutmu nona Key akan memenangkan tantangan itu?” tanya Jonathan.



“Lana juga tidak tau om Jojon, Lana memang pemanah yang hebat tapi aku tidak tau bagaimana kemampuan memanah om Bernard.” Jawab Lana.



“Tuan Bernard sangat menyukai memanah, dia juga memiliki rekor yang bagus di tempat latihannya.”



“Hm, mereka memiliki kemampuan memanah yang sama bagusnya. Aku tidak tau apa jadinya jika mereka bertaruh, dan siapa yang akan memenangkan taruhan ini.” ucap Lana yang fokus menatap ke depan.



Sedangkan papa dan mama Bernard yang di antar oleh supir pribadi mereka hanya diam karena masih tidak percaya jika mereka sedang berpergian bersama Bernard.



“Mama harap, Key bisa memenangkan taruhan ini agar bisa membuat papa dan Bernard berbaikan.” Ucap mama Bernard.



“Papa harap juga begitu ma, tapi papa juga tidak ingin terlalu berharap mengetahui jika Bernard adalah pemanah terbaik di tempat latihannya.” Ucap papa Bernard.