
Hari ini adalah hari pernikahan Key dan Bernard, semua di siapkan secara meriah di hotel bintang lima milik papi Kalandra yang lain.
Semua kerabat dekat dan rekan kerja mereka di undang untuk memeriahi acara pernikahan Key dan Bernard.
"Kamu cantik sekali sayang,,, mami benar-benar tidak menyangka akan melepasmu secepat ini.." ucap mami Khansa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Hari itu Key mengenakan gaun berwarna putih yang membuat dirinya terlihat sangat anggun dan cantik.
"Apaan sih mi, jangan menangis di hari bahagia Key, kalau mami menangis aku juga akan menangis dan membuat make up di wajahku luntur." ucap Key.
"Iya sayang, mami tidak akan menangis hanya saja mami mengingat saat pertama kali mami menggendong dirimu dan Ken, sekarang kalian sudah memiliki keluarga sendiri, ketiga anak mami sudah bahagia dengan pasangannya masing-masing sekarang." ucap mami Khansa.
"Ingatlah satu hal nak, setelah menikah surgamu ada pada suamimu, dia yang akan menuntunmu jadi turuti dia jangan membantah ucapannya." lanjutnya.
"Iya mami, mami tenang saja Key akan menuruti ucapan om beruang kalau dia tidak menyebalkan ya mi.." ucap Key.
"Key! Jangan panggil calon suamimu begitu, panggil yang sopan!"
"Hehehe, Key sudah terbiasa mi maaf.."
Tok,,tok,,tok..
"Masuk." ucap mami Khansa.
"Hai tante,, Lana masuk ya.."
"Tentu sayang, masuklah temani Key karena tante mau ke bawah dulu menemui para tamu." ucap mami Khansa.
"Baiklah tante, sudah banyak tamu yang menunggu tante di bawah." ucap Lana.
Mami Khansa keluar dari kamar hotel Key dan pergi ke bawah untuk mengunjungi tamu yang berdatangan, namun sebelum itu mami Khansa pergi ke kamarnya terlebih dahulu untuk memanggil sang suami.
"Mas.." panggil mami Khansa sambil membuka pintu kamarnya.
Terlihat papi Kalandra yang sedang duduk di pojok kamar hotelnya dengan wajah yang tertunduk dan tangan yang menutupi wajahnya.
"Mas,, kamu kenapa?" Tanya mami Khansa sambil berjalan mendekati suaminya secara perlahan.
"Mas, kamu menangis?" Tanya mami Khansa sambil memegang pundak suaminya itu.
"Sayang,,," ucap papi Kalandra dengan mata yang sudah sembab karena habis menangis.
"Yaampun mas,, kenapa kamu menangis? Kamu selalu seperti ini kalau menyangkut tentang Key." ucap mami Khansa sambil memeluk tubuh suaminya.
"Aku belum bisa merelakan anak perempuanku menikah sayang.." ucap papi Kalandra.
"Mas, aku tau kamu pasti sedih melepas Key tapi bagaimanapun juga kamu harus melepasnya demi kebahagiaan putri kita mas."
"Anak laki-laki akan kembali kepada kita, tapi anak perempuan kita harus mengikuti kemanapun suaminya berada, bagaimana jika Bernard membawanya tinggal di Jepang sayang?" ucap papi Kalandra.
"Mas, jika memang begitu biarkan saja, kita tidak boleh melarang anak kita untuk menemani suaminya, aku yakin kalau Bernard akan menjaga Key dengan sangat baik."
"Sudahlah jangan menangis terus, ini adalah hari bahagia anak perempuan kita jadi kita tidak boleh bersedih begini, kamu ga mau melihat putri kecilmu?" Tanya mami Khansa.
"Nanti saja, lebih baik aku cuci muka dulu lalu turun menyambut para tamu undangan, setelah itu aku baru akan menemui Key." ucap papi Kalandra.
"Baiklah kalau begitu, Lana juga sedang menemaninya di kamarnya, ayo kita turun." ajak mami Khansa.
Akhirnya papi Kalandra dan mami Khansa turun ke bawah untuk menyambut para tamu undangan yang sudah berdatangan.
"Bagaimana keadaan di sini nak?" Tanya papi Kalandra kepada Kenan dan Ken yang sedang menyambut para tamu undangan menggantikan kedua orang tuanya.
"Semua baik-baik saja pi, sudah banyak sekali tamu undangan yang datang kemari." ucap Kenan.
"Dimana Belinda dan Andini?" Tanya mami Khansa.
"Sudahlah papi dan mami lebih baik bersama yang lain saja, biar kami yang menyambut para tamu di sini." ucap Kenan yang di sambung anggukan kepala oleh Ken.
"Baiklah kalau begitu papi temui rekan bisnis papi dulu, kalian tunggu di sini, kalau Rey sudah datang suruh dia menyambut para tamu bersama kalian." ucap papi Kalandra yang langsung menggenggam tangan mami Khansa dan meninggalkan kedua anak laki-lakinya di sana.
***
Di kamar, Lana terharu melihat sahabat baiknya yang sebentar lagi akan menikah dengan orang yang dia cintai.
"Kenapa kamu berkaca-kaca seperti itu? Kamu mau menangis di acara pernikahan sahabatmu ini?" ucap Key dengan tangan yang menyilang di dadanya.
"Tidak Key, aku hanya terharu karena sahabat terbaikku akan segera menikah sebentar lagi." ucap Lana.
"Kamu tahu apa yang membuatku sangat beruntung lahir di dalam keluarga papi dan mami Lan?" Tanya Key.
"Apa?"
"Karena orang tuaku tidak pernah menuntut anaknya harus menikah dengan seseorang yang mereka sukai, mereka memberikan kebebasan untuk anak-anaknya memilih pasangannya sendiri."
"Ken? Dia menikah dengan Andini bukan karena cinta bukan?"
"Tapi itu karena dia salah, mungkin kalau Ken tidak melakukan kesalahan papi dan mami akan membiarkan Ken menikah dengan orang yang dia cintai, tapi aku senang sekali karena Ken dan Andini sekarang sudah saling mencintai." ucap Key.
"Sekarang tinggal kau, Elsa dan Rey, kapan kalian akan menikah? Bagaimana hubunganmu dengan kak Jo?" Tanya Key.
"Aku dan om Jojon baru berpacaran beberapa bulan yang lalu jadi kami masih belum memikirkan tentang pernikahan." ucap Lana.
"Sudahlah jangan membahas tentangku, kamu harus segera bersiap aku yakin Elsa akan segera datang kemari dan membuat kehebohan di kamar ini." lanjutnya.
Benar saja, baru saja Lana bicara seperti itu tiba-tiba Elsa datang dengan teriakan khasnya.
"Kamu sih ngomong, dateng kan orangnya!" ucap Key dengan nada sedikit pelan.
"Ya maap, biasanya juga nunggu di panggil 3 kali dulu." balas Lana.
"Kakak!!! Yaampun kak Key cantik sekali! Aku jadi ingin menikah setelah melihat kamu kak!" ucap Elsa dengan penuh semangat.
"Kamu juga sangat cantik, mau menikah? emang Rey udah mau sama kamu? Kan kamu maunya nikah sama Rey." ejek Key.
"Ih diamlah kak! Aku sudah tidak peduli dengan kak Rey!" ketus Elsa.
"Wah, jadi kamu sudah mau melupakan Rey?" Tanya Lana yang di balas anggukan oleh Elsa.
"Kalau begitu Rey buat aku aja deh ya.." goda Lana.
"Ga boleh kak!"
"Kenapa? Katanya kamu sudah ga mau sama Rey ya buat aku aja lah, lagipunya Rey tampan juga kok."
"Kak Lana kan sudah ada kak Jo! Jangan berani mendekati kak Rey!"
"Lah, kan terserah aku mau sama siapa aja, kenapa jadi kamu yang ketakutan begitu Elsa?"
"Kakak!!"
"Sudah-sudah kalian berdua ini jangan berdebat seperti anak kecil! Nanti Rey kepedean kalau mendengar dirinya menjadi rebutan kalian berdua!" ucap Key di tengah-tengah perdebatan mereka.
"Tau ah, Elsa mau keluar aja!"
"Mau lihat Rey sudah datang apa belum ya? Jangan lupa di pegangin ntar aku ambil loh!" Lana terus saja menggoda Elsa hingga membuatnya kesal dan segera keluar dari kamar Key.
Bruk!! Key, Lana terkejut saat mendengar sesuatu seperti suara bertabrakan.
Elsa pun terkejut melihat seseorang yang baru saja dia tabrak dengan mata yang terbuka lebar...