
“Bagaimana ini pa, kemana Audrey? Hari sudah mulai gelap, tapi kenapa dia belum pulang juga?” tanya mama Audrey yang panik karena putri semata wayangnya belum pulang ke rumah adik iparnya.
“Biarkan saja ma! Aku tidak ingin memperdulikannya lagi, dia sudah membuatku malu!” ketus Aldi.
“Tapi pa..”
Tiba-tiba saja adik Aldi datang dengan wajah yang panik membuat Aldi dan istrinya panik.
“Ada apa Oliv? Kenapa kamu datang dengan terburu-buru seperti itu?!” ucap Aldi.
“Kak! Ada kabar buruk!” ucap Olivia.
“Ada apa? Kabar buruk apa?!” tanya Aldi.
“Perusahaanmu bangkrut kak! Semua investor menarik investasi yang di berikan kepada perusahaanmu kak! Sebenarnya ada apa ini? Apa kamu memiliki musuh?” Ucap Olivia.
Mendengar hal itu Aldi dan istrinya yang tidak mengetahui apapun itu terkejut dan tidak percaya dengan apa yang di beritahukan oleh adiknya.
“Apa kamu bilang!? Tapi aku tidak memiliki musuh, dan tidak pernah menyinggung siapapun!” tegas Aldi.
Aldi berfikir sejenak untuk mengingat siapa yang menurutnya berani membuat perusahaannya bangkrut.
“Kalandra! Aku yakin dia yang membuat perusahaanku bangkrut!” ucap Aldi dengan yakin.
“Kalandra? Maksud kakak, Kalandra yang waktu itu bekerja sama dengan perusahaan papa yang kakak kembangkan bukan?” tanya Olivia yang di balas anggukan oleh Aldi.
“Kenapa kakak bisa yakin kalau dia yang membuat perusahaan kakak bangkrut?” tanya Olivia.
“Kamu tidak tahu? Keponakan kesayanganmu itu membuat masalah dengan calon menantu tuan Kalandra!” ucap Aldi.
“Apa? Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa aku tidak tahu apapun?” tanya Olivia.
“Aku ingin menghubungi asistenku dan menanyakan tentang hal ini, kamu lebih baik tanya saja kepada kakak iparmu!” ucap Aldi yang langsung meninggalkan adik dan istrinya.
Setelah melihat kepergian kakaknya, Olivia bertanya kepada kakak iparnya dan akhirnya kakak iparnya menceritakan semuanya kepada Olivia.
“Apa?! Tidak mungkin Audrey melakukan hal itu kakak ipar! Aku sangat mengenal Audrey, dia adalah anak yang baik kak!”
Olivia sangat terkejut dengan semua penjelasan yang di beritahu kakak iparnya, dia tidak percaya kalau keponakan kesayangannya bisa berbuat hal yang sangat kejam seperti itu.
“Apa kamu fikir aku dan kakakmu percaya dengan hal ini? Tidak sama sekali! Kami juga terkejut mengetahui apa yang sudah di lakukan Audrey!”
“Lalu kemana dia sekarang? Kenapa dia belum pulang kak?”
“Entahlah, aku juga kepikiran tapi kakakmu sudah tidak mau memperdulikannya karena dia sudah sangat mengecewakannya.” Ucap mama Audrey.
Di sisi lain, Aldi berusaha menelfon asisten pribadinya di Paris untuk menanyakan tentang kebangkrutan perusahaannya.
“Halo, apa saja yang kamu lakukan sampai perusahaan bangkrut!!” bentak Aldi kepada asisten pribadinya.
“M-maaf tuan, saya juga tidak menyangka akan menjadi seperti ini! Tiba-tiba saja mereka semua memutus kerja sama dengan perusahaan kita, saya juga tidak tahu kenapa mereka semua tiba-tiba melakukan hal itu.” Jelas asisten pribadinya.
“Sekarang juga kamu hubungi investor terbesar perusahaan dan tanyakan kenapa mereka memutus kerja sama dengan kita.” Ucap Aldi.
“Saya sudah menanyakan hal itu tuan, mereka semua bilang kalau mereka di berikan keuntungan yang lebih banyak dari perusahaan Kalandra tuan.” Jelasnya.
Aldi hanya bisa menghela nafas sambil memegang keningnya, semua pemikirannya benar ternyata Kalandra adalah dalang di balik semua ini.
“Baiklah kalau begitu, aku minta kamu lakukan apapun untuk mengembalikan setidaknya beberapa investor agar perusahaan kita bisa bertahan sementara, aku akan melakukan sesuatu dari sini.” Ucap Aldi yang langsung mematikan telfonnya.
“Kenapa kamu melakukan hal ini Kalandra, kenapa kamu sampai menyentuh perusahaanku yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini.” gumam Aldi setelah mematikan telfonnya.
***
Di kediaman papi Kalandra, Kenan yang baru sampai ke rumahnya segera berlari menghampiri istri dan kedua orang tuanya.
“Sayang, apa kamu baik-baik saja? Mami bilang kalau kamu pingsan? Andini juga masuk rumah sakit setelah di culik oleh Audrey? Bagaimana bisa Ken begitu lengah menjaga Andini?” Kenan berkali-kali memberikan pertanyaan kepada Belinda.
Belinda kebingungan dengan semua pertanyaan yang di lontarkan suaminya itu, begitu pun dengan papi Kalandra dan mami Khansa yang dari tadi melihat tingkah anak pertamanya itu.
“Kenan, nanyanya satu satu dong aku kan pusing mau jawab yang mana dulu.” Ucap Belinda.
“Maaf sayang, aku benar-benar mengkhawatirkan keadaan kalian semua.”
“Audrey membuat Andini keguguran Kenan.”
“Apa!! Apa dia sudah gila!? Apa dia tidak tahu sedang berurusan dengan siapa?” tanya Kenan dengan amarah yang menggebu-gebu.
“Dan di sisi lain, aku juga sedang mengandung…” Sambung Belinda.
Kenan yang mendengar hal itu langsung terkejut dan membuka kedua matanya degan lebar, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh istrinya.
“Apa kamu bilang? Apa kamu sedang bercanda sayang? aku tidak suka jika kamu bercanda seperti itu ya.” ucap Kenan.
“Aku tidak bercanda Kenan, aku benar-benar sedang mengandung dan kita akan menjadi orang tua sebentar lagi!”
Kenan langsung meneteskan air matanya dan memeluk Belinda dengan erat, dia tidak menyangka kalau Belinda akan mengandung di saat Andini sedang kehilangan bayi yang di kandungnya.
“Bagaimana bisa begini? Kenapa kebahagiaan kita datang di saat duka sedang menyelimuti Andini dan Ken?” tanya Kenan.
“Begitulah hidup Kenan, di saat yang lain sedang menderita pasti ada orang lain yang mendapatkan kabar bahagia, bagaimanapun juga kita harus menerima kenyataan yang tidak terduga ini.” ucap mami Khansa.
“Aku harus ke rumah sakit dan menjenguk Andini nanti.” Ucap Kenan.
“Iya kamu harus menjenguknya Kenan, tapi sebelum itu kamu harus membersihkan diri terlebih dulu karena penampilanmu saat ini benar-benar tidak bisa di lihat.” Ucap Belinda.
“Kamu ini! Ini semua karena aku mengkhawatirkan keadaanmu, bagaimana bisa mobilku mogok di tengah-tengah kemacetan, aku jadi harus meninggalkan mobilku di sana dan berlari untuk mencari taxi.” Ucap Kenan.
Belinda tertawa mendengar penjelasan suaminya, dia tidak menyangka kalau Kenan akan sangat mengkhawatirkan keadaannya.
Drrtt,, drrtt.. Tiba-tiba saja hp papi Kalandra berbunyi di tengah-tengah pembicaraan mereka. Papi Kalandra melihat layar hpnya dan tersenyum sinis melihat nama yang ada di sana lalu segera mengangkatnya.
“Sepertinya kamu sudah mengetahui kabar tentang kebangkrutan perusahaanmu Aldi.” Ucap papi Kalandra yang membuat semuanya melihat ke arahnya.
“Kalandra! Bagaimana bisa kamu melakukan hal ini kepadaku!? Perusahaanku tidak ada sangkut pautnya dengan hal ini!”
“Tentu saja ada! Jika kamu masih memiliki kekuasaan, anak perempuanmu akan tetap merasa ada yang melindungi dirinya dan terus bersikap seenaknya dengan orang lain! Kamu telah salah mendidik anakmu Aldi, dan itu adalah ganjaran yang bagus untukmu dan juga anak perempuanmu itu!”
“Aku mohon Kalandra, jangan membuat perusahaanku bangkrut! Aku membangun perusahaan itu dengan keringatku sendiri dan dengan banyak sekali rintangan.” Ucap Aldi memohon.
“Apa kamu fikir calon menantuku selama ini hidup tanpa ada rintangan sama sekali!? Di saat dirinya mulai mendapatkan kebahagiaannya, anakmu malah menghancurkannya! Apa kamu tahu kehilangan bayi yang di kandungnya sama dengan kehilangan segalanya, sama sepertimu saat ini yang sedang kehilangan perusahaanmu!” ketus papi Kalandra.
Aldi hanya diam tidak menjawab ucapan papi Kalandra.
“Kenapa? Apa kamu baru sadar sekarang kalau anakmu sedang berurusan dengan orang yang salah! Dan kamu sebaiknya sudah mendidiknya dengan benar sejak kecil agar hal seperti ini tidak pernah terjadi dan hubungan kita tidak akan menjadi seperti ini!” ucap papi Kalandra.
“Kamu benar! Aku adalah kepala keluarga yang sangat tidak kompeten dalam mendidik keluargaku, aku memang pantas mendapatkan hal ini!” ucap Aldi yang langsung mematikan telfonnya.
“Kamu baru sadar tentang hal itu sekarang Aldi!” gumam papi Kalandra sambil menatap ke layar hpnya.