
Jangan meyakinkan diri bahwa dia menyukaimu hanya karena dia bersikap manis kepadamu, karena kadang kamu hanya sebuah pilihan ketika dia bosan.
Kenan yang sedang menunggu Key di ruangannya merasa khawatir karena sudah satu jam lebih Key tidak datang, dengan segera Kenan keluar dari ruangannya hingga membuat Belinda yang sedang duduk di mejanya terkejut.
“Kamu mau kemana?” tanya Belinda.
“Aku akan mencari Key, sudah satu jam lebih dia tidak datang.” Ucap Kenan.
“Aku ikut!”
“Tidak, kamu tunggulah di sini. Jika Key datang segera hubungi aku”
Kenan yang sudah membalikkan badannya segera kembali dan berjalan menuju meja Belinda dan mengambil hpnya yang sedang ada di atas meja. Belinda merasa aneh dengan apa yang di lakukan Kenan.

“Kamu ngapain ngambil hpku?” tanya Belinda.
“Bukankah kamu tidak memiliki nomerku, aku memasukkan nomerku di hpmu dan aku juga sudah menyimpan nomermu di hpku!” ucap Kenan lalu kembali berlari menuju lift.
Belinda hanya diam melihat kepergian Kenan begitu saja lalu tersenyum.
“*Aku tidak menyangka kamu yang memiliki sifat dingin itu ternyata sangat menyayangi adikmu*.” Batin Belinda.
Tidak lama setelah kepergian Kenan, Belinda melihat lift terbuka dan merasa heran karena Kenan baru saja pergi.
“Apa itu Key?” gumam Belinda yang langsung mengambil hpnya bersiap untuk menghubungi Kenan.
Namun bukan Key yang keluar dari lift itu, melainkan Diana yang berjalan dengan elegan menghampiri Belinda dan menatapnya dengan tajam.

“Ternyata kau di terima juga ya jadi sekretaris di sini! Tapi aku ingatkan padamu, kamu tidak akan pernah mendapatkan Kenanku!” ucap Diana lalu ingin mendorong pintu ruangan Kenan namun tidak melihat Kenan di dalam.
“Kemana Kenan?!” tanya Diana.
“Tuan Kenan keluar untuk mencari adiknya.” Ucap Belinda.
“Hm, baguslah jika gadis ingusan itu hilang! Lagi pula adik sepupunya itu hanya akan menjadi pengganggu bagiku!” gumam Diana yang masih bisa di dengar oleh Belinda.
“Bagaimana bisa kamu sebagai pacar tua Kenan malah senang jika adiknya hilang!?” ucap Belinda dengan nada yang sedikit kesal.
“Bukan urusanmu!” ketus Diana lalu pergi meninggalkan Belinda.
Belinda hanya menggelengkan kepala tidak menyangka dengan apa yang sudah dia dengar.
“*Cantik sih! Tapi hatinya busuk, tidak sesuai dengan paras cantiknya! Bagaimana bisa Kenan memilihnya menjadi pacarnya*!” batin Belinda yang masih melihat Diana yang sedang berjalan menuju lift.
Tiba-tiba saat lift terbuka Diana terkejut melihat Bernard keluar dari lift tersebut, hingga membuatnya tidak jadi masuk ke dalam lift.

“Bukankah kita pernah bertemu saat di bandara?” tanya Diana.
Bernard melihat Diana dari atas ke bawah hingga ke atas lagi, Diana yang melihat Bernard melihat tubuhnya merasa senang dan tersenyum lebar.
“*Lihatlah! Kamu juga laki-laki normal ternyata, kamu akan terpesona akan keindahan tubuhku*.” Batin Diana.
“*Huh, menjijikkan! Aku sangat tidak menyukai wanita yang berpenampilan sepertinya*!” batin Bernard yang masih menatap ke arah Diana.
“Ah, kamu kekasih Kenan bukan?” tanya Bernard dengan senyum yang di paksakan.
“Iya aku kekasih Kenan, oh iya Kenan sedang tidak ada di ruangannya sebaiknya kita makan siang bersama sambil menunggu kedatangan Kenan.” ajak Diana.
“Adik?” Diana heran dengan ucapan Bernard karena di lantai itu hanya lantai khusus CEO saja, jadi siapa yang dia maksud adiknya.
“Kak!” teriak Belinda yang dari tadi memang menguping pembicaraan Bernard dan Diana.
Belinda segera menghampiri Bernard dan merangkul lengannya hingga membuat Diana terkejut melihatnya.
“Jadi maksudmu! Wanita itu adalah adikmu!?” tanya Diana tidak percaya.
“Hm, kenapa? Kamu mengenal kakakku?” tanya Belinda yang berpura-pura tidak tau.
“*Sial! Kenapa semua laki-laki yang ingin aku dekati selalu saja berhubungan dengan wanita itu*!” batin Diana lalu masuk ke dalam lift dengan perasaan kesal.
Belinda yang melihat kepergian Diana dengan wajah yang sangat kesal itu segera melepaskan tangan Bernard dan tertawa terbahak-bahak.
“Hahahaha! Apa kamu melihat wajahnya itu? Dia sangat kesal sepertinya” ucap Belinda.
“Setidaknya aku harus berterimakasih kepadanya karena bisa membuatmu memanggilku kakak dan merangkul lenganku!” ucap Bernard dengan senyum liciknya.
Belinda hanya menatap tajam ke arah kembarannya itu lalu kembali duduk di tempatnya.
“Hei, kenapa kamu masih menunggu di sini sedangkan Kenan tidak ada di ruangannya?” tanya Bernard.
“Hm, adiknya hilang jadi dia mencarinya keluar dan aku di suruh menunggu di sini takut adiknya kembali.” Jelas Belinda.
“Adik? Ah si kembar bukan?” tanya Bernard yang di balas anggukan oleh Belinda.
“Iya, tapi itu adik perempuannya. Aku juga belum pernah melihat adik laki-lakinya.” Ucap Belinda.
“Ternyata dia menyayangi adiknya juga ya. ayo kita makan siang! Apa kamu tidak lapar?” tanya Bernard.
“Gimana kalau adiknya datang kemari?” tanya Belinda.
“Pasti kita melihatnya jika adiknya kembali karena aku lihat kantin di perusahaan ini memiliki jendela transparan yang bisa melihat ke arah pintu masuk.” Ucap Bernard.
“Hm, baiklah aku juga sudah lapar.”
Akhirnya Belinda dan Bernard pergi ke bawah untuk makan siang di kantin perusahaan Kenan.
Di sisi lain, Kenan masih mencari keberadaan Key di mana-mana sampai akhirnya Kenan memutuskan untuk mencarinya di taman bermain yang biasa dia datangi.
“Key!”teriak Kenan yang melihat adiknya sedang bermain ayunan dengan menundukkan kepalanya.
Key yang mendengar jika dirinya di panggil segera menoleh ke asal suara dan tiba-tiba menangis melihat abangnya berada di hadapannya.
“Hikss,, abang!!” ucap Key yang segera di hampiri dan di peluk oleh Kenan.
“Apakah kamu tidak tau jalan menuju perusahaan ha!? kenapa kamu selalu saja membuatku khawatir Key..” ucap Kenan dengan nada kesal.
“Hikss,, abang maafkan Key bang hikss..”
“Ada apa? Kenapa kamu menangis!?” tanya Kenan.
“Maaf bang, Key menghilangkan gold card yang abang berikan kepada Key hikss..” ucap Key.
“Astaga! Hanya karena itu? Kamu tenanglah abang akan memberikan yang lain kepadamu!” ucap Kenan.
“Lalu bagaimana jika ada yang mengambil isi di dalam gold card abang?” tanya Key.
“Abang akan segera memblokir kartu itu agar tidak di salah gunakan.” Ucap Kenan mencoba menenangkan adiknya itu.
“Sekarang ayo kita pulang, kita bicarakan lagi nanti di perusahaan.” Ajak Kenan.
“Tapi Key mau langsung pulang ke rumah saja bang!”
“Baiklah, kita langsung pulang ke rumah ya.” ucap Kenan lalu menuntun adiknya masuk ke dalam mobil.
Sebelum masuk ke dalam mobilnya, Kenan mengeluarkan hpnya untuk menghubungi Belinda.
“Halo Bel, aku sudah menemukan Key. Kamu pulanglah tidak usah menungguku karena Key ingin segera pulang ke rumah.” Jelas Kenan.
“Syukurlah jika kamu sudah menemukannya, setelah ini aku akan segera pulang karena Bernard berada di sini.” Jawab Belinda dari sebrang telfon.
“Titip salamku kepadanya, ucapkan maaf kepadanya karena tidak bisa menemuinya saat ini.”
“Baiklah, aku akan mengatakannya nanti. Hati-hati di jalan ya, jangan memaksanya untuk menceritakan segalanya kepadamu.” Ucap Belinda mengingatkan.
“Baiklah terimakasih!” ucap Kenan lalu mematikan telfonnya.
Setelah mematkan telfon, Kenan segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang agar Key merasa nyaman.
“Bagaimana? Apakah Kenan sudah menemukan adiknya?” tanya Bernard.
“Hm, sudah. Ayo cepat habiskan makanmu, lalu kita pulang aku sudah sangat lelah.” Ucap Belinda.
Akhirnya Bernard segera menghabiskan makanannya karena dia sudah sangat lapar dari tadi dan gagal memakan hot dog miliknya karena nafsu makannya hilang seketika saat berdebat dengan Key barusan.