
Sesulit apapun jalannya, jangan pernah berfikir untuk menyerah. Karena kamu tidak tau apa yang sedang menantimu di ujung perjuangan nanti.
Matahari mulai terbit, Belinda terbangun karena adanya sinar matahari yang mengenai wajahnya, Belinda menoleh ke arah Kenan yang masih tertidur pulas sambil memeluk perutnya.
“Aw sakit sekali.” gumam Belinda saat mau bangun dari tidurnya.
Mendengar Belinda yang merintih dan bergerak membuat Kenan terbangun dan melihat ke arah Belinda.
“Kamu kenapa sayang kok udah bangun? sakit ya?” tanya Kenan yang mengkhawatirkan keadaan Belinda.
“Iya sakit, kamu bilang ga akan sakit buktinya ini sekarang aku sakit.” Protes Belinda.
“Tapi kamu suka kan sayang..” ejek Kenan.
“Kenan..” ucap Belinda.
Akhirnya Kenan beranjak dari tempat tidurnya dan berdiri di dekat Belinda untuk membantunya bangun. Kenan tersenyum melihat ada noda darah di atas tempat tidur mereka.
“Ayo sini aku bantu.” Ucap Kenan sambil mengulurkan tangannya.
“Kamu mau ngapain?”
“Aku mau menggendongmu.” Ucap Kenan.
“Ngapain di gendong? Aku bisa sendiri tau!” ucap Belinda.
“Kamu kan kesakitan sayang, jadi aku mau gendong kamu dan aku yang akan memandikan kamu.”
“A-aku malu Kenan.”
“Tidak usah malu, aku sudah melihat semua bagian tubuhmu dan juga sudah merasakannya.” Ucap Kenan.
Belinda yang mendengar ucapan Kenan langsung menunduk dan tersipu malu, wajah Belinda memerah mengingat kejadian panas semalam.
Akhirnya Belinda membiarkan Kenan menggendongnya dan membawanya ke dalam kamar mandi, Kenan dan Belinda mandi bersama namun sebelum mandi, mereka melakukah hal yang baru saja mereka lakukan semalam selama beberapa ronde hingga membuat Belinda kelelahan.
“Sudah Kenan, aku lelah sekali.” ucap Belinda.
Kenan yang melihat Belinda sudah sangat kelelahan merasa kasihan dan langsung mencium kening Belinda dengan mesra.
“Aku sangat sangat mencintaimu Belinda.” Ucap Kenan dengan mesranya.
“Aku juga sangat mencintaimu Kenan.” balas Belinda.
“Sudahlah ayo kita mandi beneran habis itu aku akan memesan layanan kamar kemari.” Ucap Kenan.
“Makanan yang banyak ya, aku lelah dan laper banget nih.” Ucap Belinda.
“Tentu saja sayang, aku akan memesan banyak sekali makanan untuk kamu.” Ucap Kenan sambil mengelus rambut Belinda.
Setelah beberapa menit kemudian, Kenan dan Belinda sudah selesai membersihkan tubuh mereka dan juga memakai pakaian santai yang lengkap dan duduk di sofa yang ada di kamar mereka.
Ting tong, ting tong, ting tong.
Tiba-tiba ada seseorang yang menekan bel pintu kamar mereka berkali-kali hingga membuat Kenan dan Belinda saling menatap satu sama lain.
“Siapa sih, kalau sampai pelayan hotel ga sopan banget mencet bel berkali-kali.” Ucap Kenan yang kesal sambil membuka pintu kamar hotel.
“Abang!!! Ciye habis malam pertama ciye..” teriak Ken, Key, Elsa, Lana, Rey dan Erina.
“Yaampun kalian ngapain di sini pagi-pagi banget?” tanya Kenan.
Bukannya menjawab ucapan Kenan, mereka berenam malah masuk ke dalam kamar Kenan dan menghampiri Belinda yang sedang duduk di sofa.
“Hai kakak ipar! Apa kakak baik-baik saja? apa abang tidak menyakiti kakak?” tanya Elsa dan Key.
“Yaampun kalian berdua ini kepo sekali sih? Kalian berdua ini masih kecil tau.” Ucap Belinda.
“Abang habis belah duren emang kenapa!?” ketus Kenan.
“Hah? Abang punya duren? Mana? Bagi-bagi kek Rey juga kan doyan duren.” Ucap Rey dengan polosnya.
“Ga boleh! Ga ada yang boleh melihat duren abang!” ucap Kenan.
Belinda malu mendengar ucapan Kenan seperti itu kepada Rey.
Tidak lama kemudian, layanan hotel datang dengan banyak sekali makanan hingga membuat semua orang menganga dengan makanan yang di pesan oleh Kenan.
“Abang yakin mau makan semua ini?” tanya Key kepada Kenan.
“Kakak iparmu yang menginginkan makanan yang banyak, jadi abang pesankan semua makanan ini untuknya.” Jelas Kenan.
“Kak Belinda yakin mau makan semua ini?” tanya Elsa.
“Tentu saja tidak! Aku meminta banyak makanan tapi tidak sebanyak itu juga kali..” ucap Belinda.
“Kalau begitu kami akan membantu kak Belinda untuk menghabiskan semuanya.” Ucap Ken dan di setujui oleh yang lain.
“Sudahlah kalian makan di kamar kalian masing-masing aja sana, ganggu aja deh!” ketus Kenan.
“Ih biasa aja kali bang, kak Belinda ngebolehin kok.” Ucap Rey.
“Udah biarin aja Kenan, biar rame kamar kita.” Sambung Belinda.
Akhirnya mereka semua makan bersama di kamar Kenan dan Belinda. Namun tiba-tiba Belinda sadar kalau saudara kembarnya tidak ada di sana.
“Oh iya Key, di mana Bernard? Kenapa tidak bersama kamu?” tanya Belinda.
“Ah om beruang sedang bersama kak Harry kak.” Ucap Key dengan cuek.
“Kamu ga ngerasa aneh kak Key? Biasanya kak Bernard itu ga pernah jauh dari kakak loh, tapi sekarang dia malah milih kak Harry.” Ucap Elsa.
“Apa? Kenapa emangnya? Mungkin emang om beruang aja yang mau main sama saudaranya.” Jawab Key.
Namun sebenarnya perasaan Key sudah mulai tidak enak dan mulai memikirkan ucapan Elsa yang baru saja dia dengar.
“*Om beruang ga akan melakukan hal yang tidak-tidak kan*?” gumam Key di dalam hatinya.
Setelah selesai makan, mereka semua segera mengajak Kenan dan Belinda untuk keluar dari kamarnya dan berkumpul di lobby hotel bersama dengan keluarga besar mereka.
“Kita tuh masih capek tau, kalian semua ini kenapa malah nyuruh kita turun ke bawah sih.” Ucap Kenan.
“Biarlah Kenan, kita emang harus menyapa keluarga besarmu, kemarin kita belum mengucapkan terimakasih kepada mereka karena sudah datang ke acara pernikahan kita.” Ucap Belinda.
“Kamu emang udah ga sakit?” tanya Kenan.
“Sakit? Kak Belinda sakit? Sakit apa kak?” tanya Key yang mendengar ucapan Kenan.
“Engga kok kakak baik-baik saja, sudah ayo kita ke bawah.” Ucap Belinda.
Akhirnya semuanya turun ke bawah untuk berkumpul bersama keluarga besar mereka yang masih berada di hotel tersebut.
“Wah pengantin baru sudah datang nih, bagaimana malam pertamanya?” ejek para orang tua di sana hingga membuat Kenan dan Belinda tersipu malu.
Namun Key melihat ke arah wanita yang sedang merangkul tangan Bernard sambil tersenyum dengan manjanya. Key yang melihat hal itu langsung diam, dadanya terasa sesak dia merasa menyesal karena tidak menyadari hal yang berbeda dari Bernard.
“Apa karena selama ini aku cuek banget sama om beruang ya makanya dia nyari cewek lain.” Gumam Key di dalam hatinya.
Lana yang melihat wajah Key yang berubah itu langsung melihat ke arah mana Key menatap, Lana melihat Bernard yang sedang di rangkul tangannya oleh seorang wanita itu terkejut.
“Key tenanglah, mungkin wanita itu adalah salah satu keluarga kak Bernard.” Ucap Lana mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu.
Key tidak menggubris ucapan Lana, dia hanya berjalan lurus menghampiri Bernard yang sedang berdiri dengan wanita asing tersebut.
“Hai sayang, siapa wanita ini?” tanya Key tiba-tiba.
Bernard yang mendengar Key memanggilnya sayang untuk pertama kalinya langsung terkejut dan membulatkan kedua matanya.
“Kak Bernard adalah pacarku! Kenapa kamu manggil dia sayang?” tanya wanita tersebut.
“Sayang, benarkah itu?” tanya Key kepada Bernard lagi.
“B-bukan sayang, dia sepupuku, adiknya Harry.” Ucap Bernard.
“Lalu kenapa dia bilang kalau kamu adalah pacarnya?”
“Dia memang seperti itu sejak kecil, dia sangat dekat dengan Bernard dan menginginkan pacar yang seperti Bernard.” Ucap Harry dari arah belakang.
“Benarkah itu?” tanya Key yang di balas anggukan oleh Harry.
Melihat anggukan dari Harry, membuat Key sedikit lebih tenang tapi tetap risih melihat wanita itu selalu menempel ke Bernard.