
Harapan itu seperti jalan di dalam hutan. Di sana tak pernah ada jalan. Tapi jika banyak orang menjalaninya, jalan itu menjadi ada.
Hari sudah mulai petang, keluarga Kalandra sudah membawa tas mereka di depan pintu masuk untuk di bawa oleh petugas yang sudah di perintahkan oleh papi Kalandra membawa barang-barang mereka ke bandara.
“Aku bangunkan Key dulu ya dan menyuruhnya untuk bersiap ke bawah.” ucap Kenan kepada Belinda.
“Apa aku boleh ikut denganmu?” tanya Bernard.
“No Bernard, kamu lebih baik di sini saja menemani aku.” Ucap Belinda menahan tangan Bernard yang ingin mengikuti Key.
“Abang, biarkan Elsa dan kak Lana yang membangunkan kak Key ya? abang di sini saja.” ucap Elsa yang datang dari belakang Kenan.
“Baiklah kalau begitu, suruh Key untuk mandi dan suruh dia makan juga karena tadi dia belum makan.” Ucap Kenan yang di balas anggukan oleh Elsa dan Lana.
Akhirnya Elsa dan Lana pergi menuju apartment Key untuk membangunkannya dan menyuruhnya bersiap karena mereka akan segera pulang ke Indonesia.
“Key?” panggil Lana yang baru saja membuka pintu kamar Key.
Elsa dan Lana melihat Key sedang tertidur lelap dengan mata yang membengkak karena habis menangis.
“Kak Lana, kasihan kak Key pasti dia habis menangis dari tadi sampai bengkak gitu matanya.” Ucap Elsa dengan nada yang sedih.
“Iya, aku yakin pasti dia tertidur setelah kelelahan menangis.” Ucap Lana.
“Apa kita harus membangunkannya kak? Apa tidak bisa kita biarkan kak Key tertidur sebentar lagi?” tanya Elsa.
“Tidak bisa, kita harus membangunkannya agar dia tidak terlambat bersiap.” Ucap Lana.
Akhirnya Elsa dan Lana memutuskan untuk membangunkan Key dengan sangat hati-hati agar Key tidak terkejut.
“Kalian di sini?” tanya Key yang baru saja membuka matanya secara perlahan.
“Iya, kami ke sini untuk membangunkanmu dan menyuruhmu untuk bersiap karena kita akan segera berangkat ke bandara.” Jelas Lana.
“Ah sudah sore ya? baiklah kalau begitu aku akan mandi terlebih dahulu.” Ucap Key yang segera membuka selimutnya dan beranjak dari tempat tidurnya.
“Kak Key, apa kakak tidak apa-apa?” tanya Elsa.
Key yang mendapatkan pertanyaan dari Elsa langsung melihat ke arah Elsa dan tersenyum kepadanya.
“Aku baik-baik saja setelah beristirahat Elsa, terimakasih karena kalian berdua sudah mengkhawatirkanku.” Ucap Key.
“Bukan kami saja yang mengkhawatirkan kak Key, kak Bernard juga dari tadi sangat mengkhawatirkan kakak, dia selalu bertanya bagaimana keadaan kak Key dan tadi juga dia ingin ikut untuk membangunkan kak Key tapi tidak di ijinkan oleh kak Belinda karena kakak butuh waktu untuk menyendiri.” Jelas Elsa.
“Benarkah? biarkan saja dia mengkhawatirkanku, aku itu dari tadi sudah kesal dengannya!” ketus Key.
“Kenapa? Apa karena dia memberitahu apa yang kamu lakukan di penjara?” tanya Lana.
“Sebenarnya aku juga sedikit kesal dengan hal itu namun aku menganggapnya biasa karena mungkin maksud om beruang baik, tapi aku kesal karena hal lain.” Ucap Key.
“Apa itu?” tanya Lana kembali.
“Nanti saja aku akan menceritakannya, aku mau mandi terlebih dahulu kalian tunggulah di sini.” Ucap Key.
Lana dan Elsa hanya mengangguk mengiyakan ucapan Key yang sudah beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
Setelah menunggu beberapa menit, Key akhirnya keluar dari kamar mandinya yang sudah dengan pakaian rapihnya, Key menghampiri Elsa dan Lana yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya.
“Hei, kalian jangan sampai tertidur di sini.” Ketus Key sambil menyenggol tubuh Elsa dan Lana secara bergantian.
“Ih kamu jahat banget sih Key, kita ini kan sedang merebahkan punggung nih.” Ucap Lana.
“Sudahlah ayo kita ke bawah, aku udah laper banget nih kalian udah pada makan?” tanya Key.
“Belum, kita emang nunggu kamu soalnya mau makan bareng.” Ucap Lana.
Akhirnya Key, Lana dan Elsa keluar dari apartment Key dan berjalan menuruni tangga, disana sudah ada banyak orang yang bersiap dan menunggu kedatangan mereka bertiga.
“Sepertinya semua orang sudah selesai makan.” Bisik Key.
“Sepertinya begitu, kamu sih kelamaan tidurnya.” Balas Lana.
Key hanya melirik tajam ke arah sahabatnya itu dan tidak mebalas ucapan dari Lana.
“Hai Key, apa kamu baik-baik saja?” tanya Bernard yang sudah menunggu kedatangan Key di bawah.
“Aku baik-baik saja om beruang, apa om beruang sudah makan?” tanya Key.
“Belum, aku memang sengaja menunggu kamu dan makan bersama.” ucap Bernard.
“Sepertinya papi dan mami juga belum makan ya?” ucap Key sambil mencari keberadaan kedua orang tuanya.
“Entahlah, Kenan baru saja pergi ke atas untuk memanggil mereka.” Ucap Bernard.
“Baiklah kalau begitu, om beruang duduk saja dulu di meja makan dan tunggu aku di sana karena akum au menyapa papa dan mama om beruang dulu dan meminta maaf karena kejadian tadi siang.” Ucap Key yang di balas anggukan kepala oleh Bernard.
Bernard, Lana dan Elsa lebih dulu pergi ke ruang makan sedangkan Key menghampiri kedua orang tua Bernard untuk menyapa mereka.
“Hai om, tante kak Belinda.” Sapa Key dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
“Hai sayang, kamu sudah baik-baik saja?” tanya mama Bernard.
“Bagaimana dia baik-baik saja ma, lihatlah kedua matanya sembab seperti itu.” Sambung Belinda sambil berjalan mendekati Key.
“Key, aku mohon lain kali jangan lakukan hal yang membuat semua orang mengkhawatirkanmu oke?” ucap Belinda sambil memegang kedua pundak Key.
“Siap kak, Key juga minta maaf ya sama om, tante dan kak Belinda karena sudah membuat kalian semua melihat kejadian yang benar-benar memalukan.” Ucap Key sambil menundukkan kepalanya.
“Key sudahlah, kami semua bisa mengerti kamu ini masih muda dan memiliki sikap yang masih berubah-ubah, jadi wajar jika kamu melakukan kesalahan.” Ucap papa Bernard yang mencoba untuk menghibur Key.
“Terimakasih karena sudah mengerti Key ya om.” Ucap Key.
“Sudahlah jangan meminta maaf terus, asal kamu tau dari tadi kami selalu saja mendapatkan permintaan maaf.” Ucap mama Bernard dengan nada bercanda.
“Iya seperti keluarga kami ini tidak pernah mengalami hal seperti itu! Lebih baik kamu makan dulu sana pasti yang lain sudah menunggumu” sambung Belinda.
Mendengar ucapan Belinda akhirnya Key langsung berpamitan kepada kedua orang tua Bernard dan pergi menuju ke ruang makan menyusul yang lainnya.
“Bagaimana? Apa kamu sudah menyapa papa dan mama?” tanya Bernard.
“Sudah dong, aku juga sudah meminta maaf kepada mereka, jujur aku jadi ga enak sama mereka karena melihat sikap kekanak-kanakanku.” Ucap Key sambil menundukkan kepalanya.
“Jangan menundukkan kepalamu, semua orang pasti memiliki kesalahan, lebih baik kamu fikirkan bagaimana caranya membujuk papimu karena aku sendiripun tidak tau dengan cara apa papi kamu itu bisa luluh.” Ucap Bernard.
“Sudahlah lebih baik makan dulu kak, kalau perut sudah terisi Elsa yakin pasti otak kita juga akan jalan.” Ucap Elsa yang sudah merasa lapar sejak tadi.
“Hm, Elsa benar lebih baik kita makan dulu. Aku dan Elsa juga akan membantumu untuk membujuk papi kamu.” Sambung Lana.
Key hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah adik dan sahabatnya itu.
“Sudahlah kalau kalian lapar bilang aja ga usah sok-sokan mau bantu mikir ide!” ketus Key.