MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
MEMBERI KABAR BAHAGIA


Waktu adalah pedang,


jika kamu bisa menggunakannya dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan,


tapi jika kamu menggunakannya dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.


`````````````````````````````


Hari ini adalah hari dimana Kalandra, Khansa dan Kenan pindah kembali kerumah Kalandra yang saat ini di tempati oleh mama Alisa dan papa Arnold, dan hari dimana Kalandra akan mengumumkan kehamilan Khansa kepada semua orang.



Dikantor Kalandra memanggil Edo ke ruangannya untuk membicarakan sesuatu.


“ada apa Ndra, kamu manggil aku?” tanya Edo yang sedang mengintip dari balik pintu.


“duduklah do, aku ingin minta tolong”


“minta tolong apa? Ada masalah?”


“engga ada kok, hari ini aku akan pindah ke rumahku, aku ingin kau menjemput kedua orang tua Khansa dan adiknya. Apa kau ada kegiatan lain setelah pulang kerja?”


“tidak ada, aku tidak ada pekerjaan. Setelah pulang kerja aku akan langsung menjemput keluarga Khansa dan aku juga akan membantumu untuk menata barang-barangmu.”


“tidak usah do, tugasmu hanya menjemput keluarga Khansa, untuk barang-barang aku sudah menyuruh orang mengangkutnya dan mengantarnya ke rumah.”


“baiklah, apa ada lagi Ndra?”


“tidak usah, kau bisa pergi sekarang. Terimakasih ya do..”


Edo hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Kalandra. Edo sangat mengerti Kalandra, ia memang orang yang dingin tetapi sebenarnya hatinya sangat baik dan tulus, terutama kepada orang-orang terdekatnya.


“aku harus menghubungi Khansa untuk bersiap” gumam Kalandra


“halo sayang..” ucap Kalandra dengan manjanya


“halo mas ada apa?”


“kamu dan Kenan bersiaplah, aku sebentar lagi akan segera pulang dan menjemput kalian, aku juga sudah menyuruh orang untuk mengambil barang-barang kita di apartment.” Jelas Kalandra


“baiklah mas, aku akan bersiap dan mempersiapkan Kenan.”


“bagaimana keadaan Kenan? apakah dia sudah membaik?” Kalandra menanyakan kabar anak kesayangannya itu.


“sudah mas, dia bahkan sudah makan dengan lahap dan kembali ceria lagi”


“baiklah, aku akan segera kembali. Aku merindukanmu”


“aku juga merindukanmu mas”


Setelah mematikan telfonnya, Kalandra segera pulang menuju apartmentnya untuk menjemput istri dan anaknya. Sedangkan Edo sudah lebih dulu pulang dan menjemput keluarga Khansa.


*Apartment Kalandra*


“assalamualaikum..” ucap Kalandra yang baru saja membuka pintu apartmentnya.


“waalaikumsalam,,” ucap Khansa dan Kenan yang berada di ruang tv.


“papiiii….” Teriak Kenan dan berlari ke arah papinya.


Kalandra yang melihat anaknya berlari ke arahnya langsung membuka tangannya untuk memeluknya.


“anak papi sudah sembuh ya?”ucap Kalandra sambil menciumi ujung rambut Kenan.



Khansa yang melihat interaksi antara suami dan anaknya itu tersenyum dan menghampiri Kalandra yang sedang memeluk Kenan dan mencium punggung tangan suaminya itu. Kalandra melepaskan Kenan yang ada di pelukannya lalu mencium kening Khansa dan beralih mencium perut Khansa yang masih rata.


“halo adek, apa kamu nyusahin mami?” ucap Kalandra berbicara dengan anak yang masih berada di perut Khansa


“adek ga nyusahin mami pi, adek Kenan kan baik jadi dia ga akan nyusahin mami” Kenan menyauti pertanyaan papinya.


“wah, abangnya udah pinter jaga mami dan adek ya” puji Kalandra kepada Kenan


“iya dong mas, abang sayang banget sama mami dan adeknya” puji Khansa sambil tangannya mengelus rambut Kenan dengan lembut


“udah ayo mas makan dulu baru kita berangkat ke rumah” ucap Khansa


Kalandra langsung menuju ruang makan dan menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh Khansa, sedangkan Kenan dan Khansa ikut duduk menemani Kalandra makan.


“mas makannya pelan-pelan dong” ucap Khansa yang melihat Kalandra yang makan dengan terburu-buru.


“ini enak banget loh sayang, aku baru tau kalo kamu bisa masak sejago ini.”


“ha? aku kan udah sering banget masak buat kamu mas, jadi maksud kamu masakan aku ga enak selama ini?”


“duh salah omong lagi kamu Ndra” batin Kalandra


“b,,bukan gitu sayang, maksudnya aku kan udah lama ga makan masakan kamu soalnya akhir-akhir ini aku yang masak buat kamu, jadi sekalinya makan masakan kamu lagi itu rasanya enak banget..”


Kalandra bingung dan beralasan seperti itu agar tidak membuat Khansa kesal.


“mas, apa kita akan menjemput ayah dan ibu dulu?” tanya Khansa yang sudah berada di dalam mobil


“tidak udah sayang, aku sudah menyuruh Edo untuk menjemput keluargamu.”


“apa om Leo juga ikut pi?” saut Kenan dari tempat duduk di belakang Kalandra.


“iya sayang, om Leo juga akan ikut, kita akan memberi kejutan kepada kakek nenek dan om Leo.” Ucap Kalandra


Kenan sangat antusias bertemu dengan Leo karena memang sejak pertama bertemu, Leo sangat pintar untuk mengambil hati Kenan dan membuat Kenan menjadi nyaman berada di sisinya.


Kalandra, Khansa dan Kenan sudah memasuki halaman rumah mewah mereka, kedatangan mereka sudah disambut oleh seluruh keluarga mereka, keluarga Khansa dan Edo pun sudah berada disana.


“wah mereka semua sudah datang mas, aku jadi gugup” ucap Khansa


“kenapa gugup sayang? Tenanglah, mereka akan sangat terkejut dan senang mendengar kabar baik ini.” ucap Kalandra menenangkan Khansa yang sedang gugup


Kalandra keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Khansa, Kenan yang ikut keluar pun menggenggam tangan Khansa dengan sangat erat.


“Kenan pegangin tangan mami biar ga gugup lagi” ucap Kenan


Khansa terkejut melihat apa yang dilakukan Kenan dan tersenyum.


“terimakasih sayang” ucap Khansa


Mereka bertiga menghampiri keluarga mereka, Kenan langsung menyalami satu per satu keluarga yang ada di sana dan digendong oleh papa Arnold


“cucu kakek sudah besar ya sekarang?” ucap Arnold


“iya dong kek kan Kenan sudah mau,,” ucapan Kenan terputus karena Kenan melihat papinya menggelengkan kepala


“Kenan sudah mau apa?” tanya kakek Arnold penasaran


“Kenan sudah mau sekolah SD kek jadi harus besar” ucap Kenan mencari alasan


Mereka semua masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.


“Ndra katanya ada yang mau kamu omongin sama kita?” tanya mama Alisha


“iya nak Andra, ada hal penting apa sebenarnya?” saut ibu Lia


“jadi sebenarnya ada kabar yang sangat baik yang ingin kami sampaikan kepada kalian semua” ucap Kalandra


“ada apa sih Ndra kok bikin penasaran aja” protes mama Alisha karena menurutnya Kalandra terlalu bertele-tele.


“sebenarnya,,, emm,,”


“Kenan akan jadi abang ma.” Saut Khansa.


Kalandra menatap tajam ke arah Khansa.


“apa mas? Gausah ngeliatin aku kayak gitu, lagian kamu lama banget keburu uban orang tua kita makin bayak tuh nungguin kamu.” Ucap Khansa


Semua orang yang ada disana tidak berkata-kata dan hanya saling pandang satu sama lain.


“kak, maksud kakak apaan sih? Kalian juga kenapa jadi lirik-lirikan gitu?” tanya Leo


“maksud mami, Kenan mau punya adik dan akan jadi abang.” Ucap Kenan menjawab pertanyaan Leo


“oooooh…. APA!!?” Ucap semua orang yang ada di ruangan itu yang membuat Kalandra, Khansa, Kenan dan Edo terkejut mendengarnya.


“yaampun kalian kompak banget sih, cocok kalo kita buat tim paduan suara.” Ejek Kalandra


“maksudnya Khansa hamil?” tanya ibu Lia


“iya bu, alhamdulillah Khansa diberi kepercayaan untuk menjaga anugerah dari Allah.” Ucap Khansa dengan senyum lembutnya


“yaallah alhamdulillah,,” ucap ibu Lia


Semua orang yang berada disana bergantian memeluk Khansa dan Kalandra


“selamat ya nak, kamu akan menjadi ibu. Ayah harap kamu akan menjadi ibu yang baik dan bijaksana bagi anak-anakmu kelas” ucap Ayah Bobi


“terimakasih ayah”


“selamat ya sayang, ibu sangat senang mendengar kabar baik ini.” ucap ibu Lia sambil meneteskan air matanya, Khansa yang melihatnya langsung memeluk erat tubuh ibunya itu.


“selamat ya nak, terimakasih karena kau akan memberikan kebahagiaan lain untuk keluarga ini” ucap ayah Arnold


“selamat sayang, mama sangat senang dan mama harap kamu akan adil membagi kasih sayangmu terhadap Kenan dan adiknya” ucap mama Alisha yang menangis tersedu-sedu.


“sasa pasti akan adil terhadap mereka ma, mama tenang saja.” Ucap Khansa sambil membalas pelukan mama meruanya itu.


“Ndra, kamu harus menjaga keluarga kecilmu ini. jika kau berani menyakiti perasaan Khansa, mama yang akan menjewermu langsung” ujar mama Alisha


“siap bu bos, aku akan selalu menjaga keluarga kecilku.” Tegas Kalandra


Malam itu seluruh keluarga makan malam di rumah Kalandra begitu juga Edo, setelah selesai makan malam, Edo mengantar keluarga Khansa kembali ke rumah mereka.


`````````````````````````````