
"Halo..?" ucap laki-laki yang ada di sebrang telfon.
"Sandy..?" ucap Karina ragu-ragu.
"Iya, ini siapa?" Tanya Sandy.
"Aku Karina, apa kamu masih mengenalku?" Tanya Karina.
"Karina? Tentu saja, kamu sekretaris pribadi Rey bukan?" Tanya Sandy yang di iyakan oleh Karina.
"Ada apa menelfon?" Tanya Sandy.
"Em,, aku,, bagaimana hubunganmu dan Elsa?" Tanya Karina.
"Kenapa kamu bertanya?"
"Tidak apa-apa, aku hanya penasaran saja karena sudah lama tidak pernah mendengar kabarmu ataupun kabar dari Elsa." ucap Karina berbohong.
"Oh begitu, aku dan Elsa baik-baik saja kok." ucap Sandy.
"Oh begitu, baguslah kalau begitu aku sudahi dulu ya karena aku harus kembali bekerja." ucap Karina yang langsung menutup telfonnya.
Karina mengurungkan niatnya untuk memberitahu Sandy tentang keberadaan Elsa karena menurutnya itu bukanlah waktu yang tepat, jadi Karina kembali mengerjakan pekerjaannya.
***
Di apartment Rey, Elsa kembali di telfon oleh mamanya hingga membuatnya bingung harus menjawab apa.
"H-halo ma.." ucap Elsa dengan ragu.
"Halo Els, kamu kemana aja!? Kenapa kamu mematikan telfon mama?"
"Maaf ma tadi Elsa sedang sibuk jadi Elsa matiin deh, ada apa ma?" Tanya Elsa.
"Sibuk apa kamu Els? Kenapa kamu betah sekali di apartment sampai tidak mengunjungi orang tuamu!?"
"Maaf ma, mungkin besok Elsa akan tinggal di rumah."
"Baiklah, kamu baik-baik saja kan Els?"
"Baik ma, Elsa baik-baik saja kok."
"Kapan kamu kembali ke Paris?"
"Em,, ma..." Elsa terdiam selama beberapa detik.
"Ada apa Els? Kenapa kamu berhenti?"
"Ma,, bisakah Elsa tinggal sama papa dan mama saja di sini?" Tanya Elsa dengan ragu-ragu.
"Kenapa sayang? Kamu sudah tidak mau mengelola perusahaan papa di sana?" Tanya Rose.
"Bukan begitu ma, tapi Elsa kangen papa sama mama aja kalo di sana."
"Anak nakal! Kalau kangen kenapa sejak datang kemari kamu memilih tinggal di apartment?"
"Kalau bukan karena takut sama kak Sandy aku ga akan tinggal di apartment." batin Elsa.
"Kenapa diam saja? Baru sadar kan kalau kamu nakal!?" ucap Rose.
"Hehe sudahlah ma kita bahas besok di rumah saja ya, Elsa mau bertemu dengan kak Key nanti." pamit Elsa.
Setelah selesai berbicara dengan mamanya, Elsa segera bersiap untuk pergi bertemu dengan Key.
"Lama sekali tidak bertemu dengan kak Key, semoga saja dia tidak bertanya tentang memar di tanganku waktu itu." gumam Elsa sambil memilih baju yang ada di paper bag pemberian Rey.
Tidak lama kemudian, Elsa mendapatkan telfon dari Rey, dengan semangat Elsa mengangkatnya.
"Halo kak Rey, aku..."
"Els, kita undur dulu ya jadi nanti malam soalnya ternyata Karina salah memberikan informasi, kamu belum siap-siap kan?" Tanya Rey.
Elsa melihat dirinya yang sudah rapih dari cermin lalu menghela nafas panjang.
"Belum kok kak, aku baru mandi jadi belum persiapan." ucap Elsa berbohong.
"Okedeh, nanti malam aku akan menjemputmu." ucap Rey yang langsung mematikan telfonnya.
"Huh,, tidak masalah aku bisa beristirahat dulu sebentar." gumam Elsa yang langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Di sisi lain, Rey kesal karena Karina salah memberikan informasi.
"Kamu ini bagaimana Karin! Bukannya kamu tadi bilang siang kenapa tiba-tiba berubah jadi sore!?" Tanya Rey.
"Baiklah nanti kabari aku kalau mau berangkat, aku ada di ruanganku!"
"Kamu ga makan siang dulu Rey?"
"Tidak lapar!" ketus Rey yang langsung masuk kembali ke dalam ruangannya.
"Kenapa jadi emosi begitu sih dia." batin Karina sambil melihat ke arah Rey yang sudah masuk ke dalam ruangannya.
Sedangkan Rey masuk ke ruangannya dengan perasaan kesal, dia kesal karena mengundur acaranya dengan Elsa.
"Aku yakin Elsa pasti sudah siap, hanya saja dia tidak ingin membuatku merasa bersalah, biarkan aku akan mengajaknya makan malam dulu nanti." gumam Rey yang sudah bersandar di kursinya.
Tiba-tiba saja Rey yang sedang bersandar langsung bangun dan mengambil hpnya yang ada di meja untuk menghubungi seseorang.
"Halo, apa kamu sudah melakukan apa yang aku suruh?" Tanya Rey.
"..."
"Baiklah, besok temui aku di perusahaan, aku ingin semuanya beres sebelum minggu depan!" tegas Rey yang langsung mematikan telfonnya.
Rey memutuskan untuk beristirahat sebentar sebelum meetingnya.
Di luar, Karina tersenyum senang karena telah berhasil membatalkan acara Rey dengan Elsa.
Flashback
Setelah menghubungi Sandy, Karina terus saja menatap hp yang ada di tangannya sambil berfikir.
"Aku tidak bisa mengatakan kepada Sandy sekarang, Rey pasti akan tau kalau aku lah dalang di balik semua itu, lebih baik aku pisahkan mereka secara perlahan." gumam Karina sambil menatap hpnya.
Setelah berfikir cukup lama akhirnya Karina memutuskan untuk menghubungi client mereka tuan Brata untuk mengundur waktu meeting.
"Halo selamat pagi tuan Brata.." sapa Karina.
"Selamat pagi nona Karina, ada apa menelfon? Bukankah meeting kita setelah makan siang?" Tanya Brata.
"Ah iya tuan Brata, begini maaf sebelumnya sebenarnya saya sedang merasa sedikit tidak enak badan, saya ingin meminta keringanan kepada anda untuk mengundur meeting kita karena saya ingin berobat lebih dulu." ucap Karina berbohong.
"Oh tentu saja nona, bilang pada tuan Rey kalau saya bisa mengundur waktu meeting kita."
"Tapi tuan, bisakah anda tidak mengatakan apapun kepada tuan Rey? Karena tuan Rey tidak tau saya sakit, saya tidak enak kalau hanya karena saya berobat meeting harus di undur.." ucap Karina memelas.
"Tenang saja nona, saya akan merahasiakan hal ini, kesehatan memang lebih penting!" ucap Brata.
"Terimakasih banyak karena sudah mau mengerti tuan Brata, saya benar-benar berterimakasih.."
"Sama-sama nona Karina, kalau begitu saya matikan dulu ya karena saya ada pertemuan lain."
"Iya tuan Brata silahkan, sekali lagi terimakasih.."
Setelah selesai menghubungi Brata, Karina tersenyum senang karena semuanya berjalan sesuai rencananya.
Flashback End
Karina yang dari tadi hanya membuka berkas yang akan di bawa saat meeting sambil tersenyum penuh kemenangan itupun baru menyadari kalau ternyata waktu berlalu begitu cepat.
"Yaampun, kenapa sudah jam segini sih! kayaknya bentar banget." gumam Karina dengan wajah tidak senang.
Dengan terpaksa, Karina masuk ke dalam ruangan Rey untuk memanggilnya, namun siapa sangka Karina justru di suguhi pemandangan yang jarang sekali terjadi di lihatnya.
Karina melihat Rey yang sedang tertidur sambil duduk di kursinya.
"Tampan sekali.." gumam Karina sambil tersenyum melihat Rey.
"Jarang sekali aku melihatnya tertidur seperti ini, sepertinya dia benar-benar sudah kelelahan." batin Karina.
Setelah cukup lama menatap Rey yang tertidur di kursinya, tiba-tiba saja Rey membuka matanya dan melihat ke arah Karina hingga membuatnya terkejut.
"R-rey,, kamu sudah bangun?" Tanya Karina yang seketika menjadi gugup.
"Kenapa kamu kemari!?"
"Aku ingin memanggilmu untuk bersiap karena sebentar lagi kita meeting." ucap Karina.
"Baiklah, tunggu di depan, aku akan segera bersiap." ucap Rey.
Karina menganggukkan mengiyakan ucapan Rey, setelah itu dia segera keluar dari ruangan Rey sesuai dengan apa yang di perintahkan.
***
Mohon maaf author sering telat update karena ada kesibukan di dunia nyata dan author juga sedang menabung Bab untuk cerita Elsa dan Rey π₯Ίπ