
Mereka tak peduli dari mana kamu memulainya. Mereka melihat dari bagaimana caramu mengakhirinya.
Selama perjalanan pulang ke apartment, Key merasa sangat khawatir dan takut jika dirinya akan di interogasi oleh maminya dan yang lain.
“Om beruang, apa menurutmu mami akan menceramahiku nanti? Apa dia akan bicara hal ini kepada abang dan papi?” tanya Key.
“Kenapa? Baru ngerasa takut di ceramahin sekarang? Kenapa ga dari kemarin waktu kamu ngerencanaih hal berbahaya itu?” ucap Bernard dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
“Ih om beruang kok malah gitu sih? Om beruang ga belain aku nanti?” tanya Key.
“Kayaknya aku belain mami kamu aja deh Key, nanti aku ga dapet restu buat nikahin kamu lagi.” Ucap Bernard sambil memamerkan gigi putihnya kepada Key.
“Apa? Kalo om beruang ga belain aku nanti aku yang ga mau di nikahin om beruang.” Ketus Key dengan menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
Bernard hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat Key yang sedang kesal karena ucapannya.
“Aku tidak bisa membela orang yang salah Key, walaupun orang tuaku sendiri yang melakukan kesalahan aku tidak akan pernah membelanya. Kamu tidak mau bukan aku membelamu hanya karena kamu adalah kekasihku atau apapun?” Ucap Bernard.
“Tentu saja tidak! Aku tidak mau kamu membelaku hanya karena hubungan kita.” Ucap Key sambil menundukkan kepalanya.
Bernard membelai rambut lembut Key dengan tangan kanannya dan tangan kirinya tetap pada stir mobil.
“Tidak usah seperti itu, kalau nanti mami kamu akan memarahimu aku akan menggantikanmu di marahi olehnya karena aku juga yang melancarkan rencanamu, aku bisa saja mengadu kepada Kenan atau papi kamu tapi aku malah memilih untuk membantumu melakukan hal berbahaya ini.” ucap Bernard.
Key tersentuh menengar ucapan Bernard, dia beruntung memiliki Bernard yang akan mendampinginya suatu saat nanti.
“Terimakasih karena sudah mau membelaku om beruang.” Ucap Key sambil memamerkan gigi putihnya kepada Bernard.
Bernard hanya tersenyum tanpa berbicara apapun lagi, dia hanya fokus menyetir untuk sampai di apartment keluarga Kalandra dan membawa Key pulang dengan selamat.
Sesampainya di apartment keluarga Kalandra, hari sudah semakin terang Key semakin merasa takut jika papi dan maminya akan memarahinya karena kejadian yang baru saja terjadi. Bernard yang melihat kegugupan kekasihnya itu langsung memegang erat tangannya untuk memberi keberanian kepada Key.
“Ayo turun dan masuk ke dalam bersama-sama.” Ucap Bernard dengan denyum yang mengembang di wajahnya.
Key mengangguk mengiyakan ucapan Bernard, dia merasa nyaman dan lebih tenang dengan ucapan Bernard. Akhirnya Bernard turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Key.
Bernard menggenggam tangan Key dengan sangat erat agar Key merasa kalau dirinya tidak sendiri dan tidak merasa gugup lagi.
Mereka berdua melangkahkan kaki ke dalam apartment, di sana sudah ada mami Khansa, papi Kalandra dan Kenan yang menunggu kedatangan Bernard dan Key.
“Kan om beruang, pasti mami sudah bilang sama papi dan abang deh.” Bisik Key kepada Bernard.
“Sudahlah tenang saja kan ada aku, aku akan membantu untuk berbicara kepada mereka.” Balas Bernard.
Papi Kalandra dan Kenan menatap tajam ke arah Key sedangkan mami Khansa menatap khawatir ke arah anak perempuannya itu. Key yang tau kalai papi dan abangnya menatap tajam ke arahnya langsung bersembunyi di baling punggung Bernard.
“Om, tante, Kenan. kalian sudah bangun?” tanya Bernard dengan senyum canggungnya.
“Keluarlah Keyla! Jangan bersembunyi di balik tubuh Bernard karena itu tidak cocok dengan keberanianmu semalam!” ketus Kenan dengan nada yang meninggi.
Key tau betul kalau abangnya sangat marah karena tindakannya, namun dia juga tidak bisa melakukan apapun karena kejadian itu sudah terjadi.
“Jangan membantunya untuk berbicara Bernard, lebih baik kamu bawa anak nakal itu kemari.” Ucap papi Kalandra.
Akhirnya Key dengan sendirinya keluar dari balik punggung Bernard dan melangkah mendekati papi dan abangnya.
“Papi, abang, maafkan Key karena sudah melakukan tindakan yang berbahaya. Tapi Key sudah merencanakan hal ini dengan matang kok ada om beruang, kak Jo, Rey dan dokter Harry menunggu di sana, di sini juga ada Lana dan Elsa yang memantau keadaan Key. Lagipula Key kembali dengan selamat kan.” Ucap Key.
“Kamu hanya beruntung Key! Kamu beruntung karena masih kembali dengan selamat!” bentak Kenan yang sudah sangat kesal dengan adik perempuannya itu.
Mendengar bentakan Kenan, Elsa dan Lana yang berada di apartment Key langsung berlari ke bawah dan melihat apa yang terjadi.
“Kak Lana, pasti papi Kalandra dana bang Kenan sangat marah dengan kak Key.” Ucap Elsa.
“Kita lihat saja, kita juga ikut terlibat dan kalau om Kalandra dana bang Kenan sudah memarahi Key secara berlebihan kita harus membantunya.” Ucap Lana yang di balas anggukan oleh Elsa.
Mereka berdua akhirnya hanya melihat sambil menuruni tangga secara perlahan untuk mendekat kepada Key.
“Apa maksud kamu merencanakan hal ini ha? apa kamu setidak percaya itu dengan abangmu ini sampai kamu bergerak sendiri?” tanya Kenan.
“Tidak abang, abang Kenan akan segera menikah sebentar lagi dan Key tidak mau kalau abang berada di dalam bahaya, lagipula abang memiliki trauma di masa lalu Key tidak mau abang mengenang kembali masa-masa kelam itu.” Jelas Key.
Kenan yang mendengar ucapan Key hanya bisa terdiam karena dirinya memang memiliki trauma akan hal-hal yang berhubungan dengan gedung yang gelap.
“Setidaknya kenapa kamu tidak membicarakan hal ini kepada papi?” tanya papi Kalandra.
“Papi pasti tidak akan mengijinkan Key untuk melakukan hal berbahaya itu kan? Bahkan papi juga tidak akan mengijinkan Key memakai mobil Key.” Ucap Key.
“Sudahlah mas, ini adalah salahku karena tidak berbicara kepadamu. Yang penting sekarang Key sudah pulang dalam keadaan selamat itu sudah lebih dari cukup.” ucap mami Khansa kepada suaminya.
“Diamlah sayang, setidaknya dia harus di beri pelajaran karena sudah melakukan hal yang sangat berbahaya tanpa berbicara kepada keluarganya.” Ucap papi Kalandra.
“Papi, tapi orang itu sudah di bawa ke penjara kok pi, papi tenang aja ya dia tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak kepada keluarga kita.” Ucap Key.
“Tidak, bukankah papi sudah bilang siapapun yang berniat untuk menyakiti keluarga papi tidak akan mendapatkan kesempatan kedua.” Tegas papi Kalandra.
“M,,maksud papi apa?” tanya Key yang mulai gugup dengan ucapan papinya.
“Papi sudah menelfon Rey untuk membawa gadis itu ke parkiran bawah tanah Key.” Sambung mami Khansa.
Key yang mendengar ucapan maminya langsung membulatkan matanya dan berlutut di hadapan papinya hingga membuat semua orang termasuk Bernard terkejut dengan yang di lakukan Key.
“Apa-apaan kamu ini Key!?” teriak Kenan.
“Papi, Key mohon jangan melakukan hal yang tidak-tidak kepada Dina, biarkan dia di penjara saja dan jangan hukum dia dengan berat. Key yang sudah membuat dia seperti ini, Key yang membuat nenek lampir eh kak Diana jadi gila karena putus dari abang Kenan.” ucap Key sambil menyatukan tangannya memohon kepada papi Kalandra.
“Kamu memohon untuk wanita yang sudah mengancammu!? Kamu ini bodoh atau apa? Harusnya aku yang dia terror karena aku yang memutuskan hubungan dengan Diana!” ucap Kenan.
“Tidak kak, intinya Key mohon jangan apa-apakan Dina. Dia seusia Key, dia masih memiliki masa depan yang panjang. Bagaimana kalau Key yang berada di posisinya? Bagaimana perasaan papi dana bang kalau Key yang berada di posisi Dina.” Ucap Key.
Papi Kalandra dan Kenan hanya diam saja saling menatap satu sama lain, mereka tidak menyangka jika Key justru membela orang yang sudah menerror dirinya.